
...***...
Masih di Kuil Tenkuu No Seiden.
Raja Naga Api masih menyimak dengan baik bagaimana kisah malang yang dialami oleh Ryuu Amanae. Ia pergi dari dunia ini karena ia tidak kuasa menahan kekuatan dari Ratu Naga Api yang sangat luar biasa.
"Apa yang terjadi saat pertarungan itu, sehingga ratuku menggunakan kekuatan yang sangat besar?. Apakah musuh yang dihadapinya sangat kuat?." Raja Naga Api kembali bertanya. Ia tidak memahami resiko seperti Apa yang akan ditanggung seseorang yang menjadi wadah reinkarnasi nya nantinya.
Kembali ke masa itu.
Uzumaki Araumi sebenarnya sangat gugup berhadapan dengan Ratu Naga Api. Akan tetapi sebisa mungkin ia menekan perasaan itu. Ia harus fokus pada pertarungannya saat ini. Sepertinya kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api tidak bisa dianggap remehkan begitu saja. Kekuatan fisiknya saja sangat kuat, beberapa kali tendangan yang ia terima, pukulan tangan kiri yang ia terima sangat bertenaga. Belum lagi ayunan pedangnya yang memberikan hawa panas yang seakan-akan menguapkan tubuhnya. Ia benar-benar harus waspada akan serangan itu.
Duakh!!!.
Akan tetapi karena pikirannya yang sedang kacau, pinggang kanannya saat itu terkena tendangan yang sangat keras.
"Egkhakh!." Ia mengerang sakit ketika tubuhnya terjajar?. Ia terseret di atas laut keseimbangan?.
"Heh!. Ternyata hanya seperti ini saja kekuatan yang dimiliki oleh naga air?." Kakinya masih dalam posisi menendang. "Padahal aku masih belum menggunakan kekuatanku sepenuhnya." Senyumannya begitu mengejek sekali.
"Diam kau!." Uzumaki Araumi sakit hati mendengarkan ucapan itu. "Aku pasti akan mengalahkanmu!." Ia menggunakan jurus naga air dalam badai ombak. "Jika kau mati, maka aku dengan bebasnya bisa mencari tumbal untuk membangkitkan raja naga air yang telah kau segel di dasar laut selatan." Hatinya sangat sakit mengingat itu semua.
"Tidak usah banyak bicara." Ratu naga Api juga jurus yang ia miliki. "Jurus tarian api dalam lingkaran badai. Jurus ini sudah lama tidak aku gunakan untuk membunuh seseorang." Ratu Naga Api juga memiliki jurus andalan yang sangat berbahaya.
Sepertinya keduanya tidak mau mengalah, tidak mau kalah. Memiliki ambisi yang sangat kuat untuk menjatuhkan musuhnya. Apakah mereka mampu mengalahkan musuhnya?. Simak terus ceritanya.
Di saat yang bersamaan, Biksu Souji Gedaje saat ini sedang menggunakan ilmu bela diri yang ia pelajari dari mendiang ayahnya. "Aku tidak menduganya, jika jurus-jurus aneh yang diajarkan ayah ternyata saat ini sangat berguna sekali." Dalam hatinya merasa sangat bersyukur karena bisa menggunakan beberapa jurus melindungi diri. Apalagi saat ini ia bertarung dengan seseorang yang menggunakan kekuatan naga air.
"Kau pikir kau bisa mengalahkan aku dengan jurusmu yang tidak seberapa itu?. Jangan bermimpi kau!." Kloning satu Uzumaki Araumi sepertinya sangat merendahkan kemampuan Biksu Souji Gedaje.
Ctakh!!!.
Biksu Souji Gedaje memukul lengan Uzumaki Araumi dari arah yang berlawan. Sehingga wanita itu sedikit meringis sakit, karena pukulan itu dilambari dengan kekuatan tenaga dalam?.
"Sial!." Ia melompat agar menjauh untuk sementara waktu.
"Berani sekali kau merendahkan aku." Ia mengeluarkan tongkat hitam suci yang merupakan senjata yang sering digunakan Biksu untuk melawan roh jajat. "Akan aku tunjukkan padamu bagaimana kekuatan yang tidak seberapa ini." Setelah itu ia melompat tinggi ke arah Uzumaki Araumi. Ia pukul tongkat itu dengan sangat keras ke arah musuhnya, akan tetapi pada saat itu Uzumaki Araumi menggunakan tameng pelung dalam bentuk air. Sehingga serangan tongkat hitam suci tidak mengenai dirinya.
"Hoo!. Boleh juga kekuatan naga air." Tubuhnya seakan-akan melayang, karena gerakannya tertahan. "Tameng yang sangat bagus sekali." Lanjutnya sambil mengamati bentuk tameng itu.
"Tidak usah banyak bicara!." Dengan tameng itu ia gunakan untuk menekan tingkat itu, sehingga Biksu Souji Gedaje terjajar ke belakang. Bukan hanya sampai disitu saja, wanita itu maju untuk menyerang Biksu Souji Gedaje dengan menggunakan sebuah tongkat pula yang terbuat dari air?.
Di sisi lainnya. Akihara Masamune juga sedang bertarung. Ia berhadapan dengan Kloning kedua dari Uzumaki Araumi. Pertarungan mereka cukup kuat, karena keduanya menggunakan kekuatan tenaga dalam yang mereka miliki. Beberapa kali tenaga dalam mereka berbenturan, membuktikan siapa yang paling kuat.
"Heh!. Boleh juga kau rupanya pak tua!." Matanya dapat melihat sosok asli dari anak muda yang ia hadapi saat ini.
__ADS_1
"Dia kau!. Siapa yang kau panggil pak tua!." Beberapa jurus yang ia mainkan tentunya untuk menjatuhkan musuhnya.
Mereka benar-benar tipe orang yang menggunakan tenaga dalam menjatuhkan musuhnya. Api dan air?. Sehingga menghasilkan uap yang semakin banyak menutupi laut keseimbangan.
Pertarungan pertama mereka setelah mendapatkan wadah reinkanasi?. Tapi sepertinya pertarungan mereka sangat kuat. Setidaknya mereka bertarung di dalam dimensi Laut Keseimbangan. Apa yang akan terjadi mereka bertarung di dunia nyata saat ini?.
"Aku sangat yakin dunia manusia akan hancur karena pertarungan ini." Dalam hati Biksu Souji Gedaje mulai waspada. Beberapa kali serangan yang ia terima hampir saja melukai dirinya jika ia tidak berhati-hati dalam bertindak.
Sementara itu Ryuu Amane dan Uzumaki Araumi telah melepaskan jurus yang mereka mainkan tadi. Kekuatan tenaga dalam yang mereka miliki saat ini sedang berbenturan dengan sangat kuatnya.
Kembali ke masa ini.
Biksu Souji Gadeja menghentikan ceritanya, ia tidak bermaksud untuk membuat Raja Naga Api menunggu dengan apa yang ia ceritakan, hanya saja saat itu ia merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Ratu Naga Api setelah membuat Ryuu Amane asli pergi meninggalkan dunia ini.
Kembali ke masa itu.
Pertarungan mereka masih berlanjut. Sepertinya mereka belum mau mengalah meskipun diantara mereka telah mengalami luka akibat pertarungan itu. Ryuu Amane menggunakan jurus tarian api dalam badai, jurus yang mengeluarkan api yang sangat besar. Sehingga suasana disekitarnya sangat panas membara. Bahkan air laut keseimbangan terganggu, menguap menjadi asap yang semakin tebal?.
"Heh!." Uzumaki Araumi yang berada di atas ombak saat ini menatap rendah Ryuu Amane yang sedang memainkan jurusnya. "Rasakan jurusku ini!." Dengan kekuatan yang ia miliki, ia mengendalikan ombak raksasa itu ke arah Ryuu Amane. Ombak itu seakan-akan hendak menelan tubuh Ryuu Amane, apalagi Api itu seakan-akan kecil, tidak berdaya sama sekali?.
"Gusti ratu!." Akihara Masamune dan Biksu Souji Gedaje sangat khawatir melihat itu. Mereka takut jika terjadi sesuatu pada Ryuu Amane.
Akan tetapi ketika mereka ingin membantu, gerakan mereka ditahan oleh Kloning dari Uzumaki Araumi. Kloning satu menyerang Biksu Souji Gedaje dengan menebaskan pedang naga air. Tapi beruntung Biksu Souji Gedaje menyadari itu, sehingga ia melompat tinggi. Tubuhnya masih aman dari sabetan pedang pucat itu. Sepertinya Uzumaki Araumi memiliki jurus yang dapat merubah apa saja menjadi senjata.
Sedangkan Akihara Masamune masih bertarung dengan Kloning kedua. Ia sangat kesal karena kloning kedua menghalanginya, sehingga ia menggunakan jurus api lecutan cambuk api.
"Kegh!." Uzumaki Araumi sedikit meringis ketika ia menghalangi cambuk itu dengan tangannya, ia tidak menduga jika api itu sangat menyakitkan untuk kulitnya.
Kembali pada Ryuu Amane.
Uzumaki Araumi tidak menduga, dari dalam ombaknya keluar bola-bola api yang sangat panas, dan semakin terasa sangat panas. Permukaan air laut keseimbangan benar-benar menguap, menghasilkan panas yang tidak biasa.
"Kegh!."
Mereka semua meringis sakit karena kulit mereka terasa sangat panas karena hawa yang ditunjukkan oleh jurus itu.
"Gusti ratu?!." Biksu Souji Gedaje dan Akihara Masamune sangat terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Ryuu Amane saat ini. Sungguh jurus yang sangat luar biasa, dan tentunya sangat tidak biasa.
"Kurang ajar!. Ternyata dia memang tidak bisa diremehkan begitu saja." Dalam hati Uzumaki Araumi mulai panik dengan apa yang terjadi. "Ternyata dia memiliki jurus yang sangat berbahaya." Hatinya sangat mengutuk dengan apa yang dimiliki oleh Ratu Naga Air. "Aku tidak akan kalah begitu saja darinya!." Hatinya mulai memanas jurus yang dimainkan Ryuu Amane membuatnya kerepotan. Ia harus memikirkan cara supaya bisa membuat Ryuu Amane atau Ratu Naga Api itu takluk atau kalah padanya.
"Jurus yang sangat berbahaya. Jurus tarian api dalam badai." Dalam hati Biksu Souji Gedaje baru kali ini melihat secara langsung bentuk itu. Sungguh api yang sangat membara, berkobar menari layaknya naga raksasa yang mencari mangsa. "Ia pantas menjadi ratu naga api yang terkuat di masa itu." Ia sangat kagum dengan sejarah tentang Ratu naga Api yang pernah ia baca. "Aku tidak menduganya jika aku akan melihat dengan mata kepalaku bagaimana jurus hebat itu dimainkan dihadapanku sekarang." Tentunya ini adalah momen yang paling langka yang pernah ia lihat dalam hidupnya.
"Ini sangat luar biasa. Akhirnya setelah sekian lama tidak melihat jurus itu, aku kembali melihat jurus dahsyat itu." Akihara Masamune sangat kagum dengan jurus itu, tentunya ia sangat kenal dengan jurus itu. "Ohohoho!. Gusti Ratu Naga Api sangat luar biasa!. Bahkan aku pengawal pribadinya selalu kagum dengan kekuatan yang gusti ratu naga api miliki!." Bahkan Akihara Masamune memuji kekuatan Ratu Naga Api secara terang-terangan.
Akan tetapi pada saat itu, Uzumaki Araumi terlihat sangat gelisah, karena ia tidak bisa melakukan apapun saat ini karena ada yang mengganggu aliran tenaga dalamnya, sehingga ia tidak bisa menggunakan kekuatannya sepenuhnya.
__ADS_1
"Kegh!. Kulitku terasa sangat panas." Dalam hati Uzumaki Araumi sangat tidak nyaman sama sekali. Setelah itu ia memberi kode pada kedua kloningnya agar masuk kembali ke dalam tubuhnya. Ia tidak jadi menggunakan jurus naga air dalam badai ombak. Sepertinya air memiliki kelemahan terhadap api yang sangat panas. "Jadi seperti itu?." Hatinya sangat sakit mengingat sesuatu. "Api yang panas ternyata bisa menguapkan air. Sama seperti merebus air di atas tungku yang sangat panas. Aku rasa itulah yang ia pikirkan ketika berhadapan dengan suku naga air." Hatinya mulai gelisah, tidak nyaman sama sekali. "Sebaiknya aku pergi saja dari sini." Setelah memikirkan itu, ia langsung pergi dari sana dalam wujud naga air yang terbang mencari tempat yang akan untuk saat ini. "Ternyata dia sangat licik juga. Tidak heran jika mereka mampu mengalahkan yang mulia raja naga air." Dalam hatinya berusaha untuk menahan rasa sakit yang menusuk kulitnya itu. "Sungguh api yang sangat mengerikan, serta mematikan apa saja yang mereka lalui." Rasanya ia tidak ingin berurusan dengan mereka semua hanya karena keinginan serta ambisi yang dimiliki oleh Naga air?.
"Hoi!. Malah kabur?!." Akihara Masamune tidak menyangka jika Uzumaki Araumi saat ini kabur?. "Sangat tidak baik, dan menyebalkan!." Umpatnya dengan nada kesal. Padahal ia telah menguatkan tekadnya agar terus bertarung tadinya.
"Eh?. Malah kabur?." Biksu Souji Gedaje sangat terkejut, apalagi ketika suasana kembali ke normal. "Kabur seenaknya saja setelah melakukan hal sangat tidak berguna sama sekali." Ia tidak menduga jika Naga Air itu akan melarikan diri dari sana?.
"Eh?." Orang yang tadinya sempat diabaikan saat ini telah sadar. Ia melihat sekitarnya dengan perasaan yang tidak nyaman sama sekali. "Memangnya aku tadi sedang melakukan apa?." Ia tidak ingat telah melakukan apa. "Apakah ini semaunya akan baik-baik saja?." Dalam hatinya sedikit bingung saat melihat itu?. .
"Sebaiknya aku pergi saja." Ia sangat bingung kenapa ia berada di sana saat ini. "Sebaiknya memang lebih baik pulang." Setelah itu ia pergi meninggalkan tempat itu. Akan tetapi pada saat itu, tubuhnya terasa sangat ringan, seringan kabar sehingga dengan mudahnya ditiup kemana saja mengikuti arah mata angin.
Brukh!!!.
"Gusti ratu!."
Ryuu Amane kehilangan keseimbangan, tubuhnya tiba-tiba saja mati rasa, sehingga ia tidak dapat bergerak sama sekali. Tapi beruntung Biksu Souji Gedaje segera menangkapnya, sehingga ia tidak jadi jatuh ke tanah.
"Gusti ratu?!. Apakah gusti ratu baik-baik saja?. Gusti Ratu!. Bangun!." Akihara Masamune sangat panik ketika melihat keadaan Ratu Agung Selendang Merah seperti itu.
"Aku hanya mengantuk saja tatsu." Suaranya terdengar sangat lemah. Kepalanya juga terasa sangat sakit, dan tenaganya terkuras dengan sangat kuat karena pertarungan itu.
"Katakan apa yang bisa hamba lakukan?. Hamba akan melakukan apapun yang gusti ratu inginkan." Akihara Masamune sangat tidak tega melihat keadaan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api.
"Bawa saja aku ke rumahku. Aku tidak mau mereka mengetahui apa yang telah aku lakukan." Ryuu Amane terlihat sangat khawatir.
"Baiklah. Kalau begitu kami akan menyembuhkan gusti ratu terlebih dahulu. Setelah itu baru kami akan membawa gusti ratu menuju rumah ryuu amane." Akihara sangat cemas, ia tidak mau terjadi sesuatu pada Ratu Naga Api.
"Terima kasih tatsu." Setelah berkata seperti itu Ryuu Amane benar-benar tidak sadarkan diri. Tentunya itu membuat Akihara Masamune dan Biksu Souji Gedaje sangat panik.
"Bangunlah gusti ratu!." Keduanya berusaha untuk membangunkan Ratu Naga Api. Akan tetapi tidak merespon sama sekali.
Namun di saat itu juga Wakabayashi Ken yang sedang bertugas melihat keamanan Kota Sukuranburu Selatan sangat terkejut ketika melihat Biksu Souji Gedaje sedang menggendong seorang gadis remaja?.
"Ekhm!." Ia memberi kode dengan sangat kerasnya, sehingga Biksu Souji dan Akihara Masamune menatap kesal ke arahnya.
Kembali ke masa ini.
Raja Naga Api mengerti dengan kondisi yang dihadapi oleh Ratu Naga Api saat itu. "Niat ingin melindungi, akan tetapi pada akhirnya akan kehilangan yang ia lindungi." Raja Naga Api tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan istri yang sangat ia cintai pada saat itu bagaimana.
"Kini ratu naga api hidup dalam tubuh ryuu amanae." Ucapnya dengan perasaan berat hati.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
Next halaman.
...***...
__ADS_1