RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 70


__ADS_3

...***...


Ratu Naga Api on.


Hari ini sebenarnya aku berdebar-debar, karena di jaman ini aku reinkarnasi dalam tubuh seorang anak remaja sekolahan. Aku sangat gugup, apa yang akan dikatakan suamiku Raja Naga Api jika melihat penampilanku yang sekarang. Aku tidak bisa menebak bagaimana reaksinya dari suamiku nantinya. Apalagi aku benar-benar harus menyelesaikan masalah yang dihadapi Ryuu Amanae di dunia ini. Aku tidak akan membiarkan dia pergi begitu saja tanpa menyelesaikan masalahnya. Terutama pada mereka yang memang sebenarnya merasa iri pada Ryuu Amanae. Aku dapat merasakan itu dari tatapan mereka ketika bertemu denganku. Akan aku selesaikan masalah ini dengan sangat baik.


Ratu Naga Api off.


Saat Ryuu Amanae hendak turun ke bawah untuk kembali ke kelas. Pada saat itu Ayuri, Izumi dan Natsumi sepertinya masih memiliki dendam pada Ryuu Amanae. Dari tatapan mata mereka terlihat sangat jelas bagaimana tatapan mata mereka yang menyimpan segudang kebencian yang sangat dalam.


"Selama libur kau terlihat sangat sehat. Apa karena tidak dapat tugas apapun dariku?." Entah itu pujian atau apa, namun dari nada bicaranya ia sangat merendahkan Ratu Naga Api. Apalagi tatapan matanya itu sangat tidak bersahabat sama sekali.


"Apakah menurutmu saat itu kami belum menyelesaikan masalah yang kami denganmu?. Berani sekali kau melakukan itu pada kami dengan mengadu yang tidak-tidak pada orang tua kami?." Natsumi masih menyimpan banyak dendam pada Ryuu Amanae. Apalagi sejak saat Ryuu Amanae melawan mereka atas apa yang mereka lakukan padanya. Ini memang sangat menyebalkan baginya karena ada orang yang berani melawan dirinya.


"Kau pikir kau telah benar telah melakukan itu?." Ia terlihat sangat marah. "Kau pikir kau bisa mengancam kami dengan apa yang telah kau lakukan?." Izumi hampir saja mencengkram kerah baju Ryuu Amanae, jika tangannya tidak segera ditepis oleh Ryuu Amanae dengan kuat.


"Kau tidak akan bisa melarikan diri begitu saja. Aku pastikan kau akan menyesal karena kau telah membuat kami marah." Ayuri benar-benar tidak dapat menahan amarahnya, dan ia hampir saja menggunakan kekerasan pada Ryuu Amanae, jika saja Ryuu Amanae tidak mencegahnya.


Sepertinya mereka benar-benar ingin membalas apa yang telah dilakukan Ryuu Amanae pada mereka. Seperti yang pernah dikatakan oleh orang hebat tentang dendam. Dunia ini dipenuhi oleh dendam, jika sekali kau pernah dendam pada seseorang, maka selamanya kau akan dendam pada orang lain. Maka kendalikan dirimu dengan benar, jika kau tidak ingin celaka pada suatu hari nantinya. Jangan terlalu larut dalam keinginan egois yang menjerumuskan dirimu ke dalam kegelapan yang tidak kau ketahui seberapa gelapnya jurang yang akan menjatuhimu suatu hari nanti. Kau boleh saja marah pada orang lain, tapi jangan sampai menyiksa dirimu sendiri.


"Aku katakan sekali saja pada kalian bocah labil, bahwa apa yang kalian lakukan itu bukanlah hal yang bermanfaat." Ia menatap mereka dengan tajam ke arah mereka semua. Ia sangat tidak suka dengan kekerasan yang mereka lakukan. "Jika kalian ingin dihargai, maka jadilah orang yang bisa menghargai orang lain." Tatapan itu sangat menusuk mereka semua. Ia sangat yakin, dengan apa yang ia katakan membuat mereka semakin kesal padanya.


Mereka terdiam untuk sesaat, tatapan mata itu terlihat sangat menakutkan bagi mereka. Ryuu Amanae terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya. Ya, siapa yang tidak akan terkejut dengan perubahan seseorang secara mendadak seperti itu. Apakah mereka tidak memikirkan apa yang mereka lakukan pada saat itu sangat salah?.


"Apakah kalian berpikir harta akan menjamin seseorang bisa menaklukkan dunia?." Ryuu Amanae sangat marah sambil berkata seperti itu. "Sepertinya kalian harus memikirkan kembali, bahwa harta yang kalian miliki itu tidak dapat membantu kalian sama sekali, apalagi harta itu bukan milik kalian. Tidak ada kebanggan sedikit pun yang kalian dapatkan jika kalian masih berpikiran kolot seperti itu." Dengan nada penuh penekanan ia berkata seperti itu pada mereka, agar mereka lebih mudah memahami apa yang ia katakan pada mereka.


Tidak ada tanggapan dari mereka kecuali diam, dan mereka tidak menduga akan mendengarkan ucapan seperti itu dari Ryuu Amanae. "Lebih baik perbaiki diri masing-masing. Tidak ada gunanya kalian terus bersikap seperti itu." Ia hanya tersenyum kecil menatap mereka. "Dunia ini sangat lah luas, jadi jangan berharap belas kasihan dari orang tua jika kalian ingin mandiri. Jadilah orang yang mandiri karena mental yang kau miliki adalah mental seorang pejuang yang ingin menaklukkan dunia ini, tapi tidak dengan merendahkan orang lain dengan menganggap mereka adalah budak kalian." Lanjutnya sambil menatap mereka dengan tatapan merendahkan mereka. Ada perasaan kesal yang ia rasakan pada saat itu. Hatinya dan perasaannya sedang membara karena ingatannya tentang Ryuu Amanae yang sebenarnya saat ini sedang bergejolak sakit atas apa yang telah mereka lakukan padanya.

__ADS_1


Lagi-lagi tidak ada tanggapan dari mereka semua. Setelah itu ia pergi dari sana tanpa menungggu tanggapan dari mereka semua. Tidak ada gunanya ia berlama-lama di sana jika yang ia tunggu hanyalah kebisuan mereka yang tidak bermanfaat. Akan tetapi setelah Ryuu Amanae pergi untuk beberapa langkah, mereka malah berbicara dan merasa sangat kesal?.


"Dia itu siapa?. Berani sekali dia berkata seperti itu padaku." Ada perasaan jengkel yang ia rasakan pada saat itu. ia sangat tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi padanya?. Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu sebelum ia menemukannya sendiri.


"Tapi, apa yang dia katakan ada benarnya. Aku sangat malu pada diriku." Di satu sisi Ayuri menyadari jika dirinya memang salah telah melakukan itu.


"Jadi menurutmu apa yang telah kita lakukan selama ini adalah kesalahan?." Natsumi juga beryanay seperti itu pada kedua temannya.


"Entahlah, bisa jadi seperti itu." Izumi juga bingung mau menjawab seperti apa. Mereka tidak bisa membayangkan apa saja yang telah mereka lakukan selama ini apakah telah benar atau salah. Mereka hanya mengikuti apa saja yang telah mereka inginkan. Hanya itu saja keinginan yang mereka lakukan, hingga tanpa sadar telah melakukan hal yang tidak pantas.


Apakah mereka telah memikirkan apa yang telah dikatakan Ryuu Amanae pada mereka semua?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Sedangkan Di Kuil Tenkuu No Seiden.


Saat ini Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora sedang menatap Raja Naga Api yang ikut duduk dengan mereka. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka jika yang duduk dihadapan mereka saat ini adalah seorang Raja. Tapi sayangnya wajahnya sedang ditutupi oleh kain merah, sehingga mereka tidak dapat melihat dengan jelas bagaimana wajah Raja Naga Api. Tentunya itu adalah permintaan Ratu Naga Api yang tidak ingin suaminya menjadi pusat perhatian bagi mereka yang dapat melihat suaminya. Termasuk Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora.


"Oh, tidak apa-apa." Mereka malah terlihat sangat bersemangat. Apakah mereka tidak melihat Raja Naga Api ingin pergi dari sana, jika saja Biksu Souji Gadeja tidak berada di dedaknya?.


"Tapi tatapan kalian sangat membuat aku ketakutan." Raja Naga Api dapat melihat tatapan penuh keinginan aneh dari mereka, sehingga ia merinding takut melihat mereka berdua.


Mereka malah tertawa aneh mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raja Naga Api. Mereka sangat suka dengan suara Raja Naga Api yang menurut mereka adalah suara yang sangat bagus, enak untuk didengar.


"Mereka ini sama sekali tidak takut dengan ratu naga api." Dalam hati Biksu Souji Gadeja. "Padahal gusti ratu naga api telah memberikan mereka peringatan, bahwa mereka tidak boleh melakukan ataupun bertanya hal yang aneh-aneh pada raja naga api." Biksu Souji Gadeja saja sangat takut saat membayangkan jika ratu naga api murka, tapi mereka tidak ada perasaan takut sedikitpun?. "Aku harap mereka tidak melakukan hal yang gila setelah ini. Aku harap mereka masih hidup setelah ratu naga api datang nantinya." Hanya itu saja doa dari Biksu Souji Gadeja. Ia tidak banyak berharap tapi setidaknya ia masih ingin melihat mereka masih ada di dunia ini.


"Mumpung ratu naga api belum datang, apakah kami boleh bertanya pada anda yang mulia?.” Mereka malah semakin bersemangat, tidak kenal rasa takut jika Ratu Naga Api benar-benar murka pada mereka jika mengetahui suaminya sedang digoda oleh dua orang gadis muda?.

__ADS_1


"Aku harap kuil tenkuu no seiden yang aku cintai ini tidak kena imbasnya nantinya." Dalam hati Biksu Souji Gadeja kembali berdoa dengan harapan yang luar biasa.


"Kami mohon agar gusti raja naga api menjawabnya." Mereka masih saja ingin memaksakan keinginan mereka untuk mengetahui tentang Raja Naga Api?. Lalu apa yang akan mereka dapatkan nantinya setelah mendapatkan jawaban itu?.


"Memangnya kalian mau bertanya apa padaku?." Raja Naga Api bertanya seperti itu, ia sedikit bingung dengan sikap mereka.


Apakah yang akan mereka tanyakan pada Raja Naga Api?. Apakah mengenai percintaan Ratu dan Raja Naga Api lagi?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Kembali ke SMA Selatan.


Bel pulang telah berbunyi dengan sangat kencangnya. Tentunya itu adalah tanda kebahagiaan bagi mereka yang tidak tahan lagi bertahan lebih lama lagi saat pelajaran yang diajarkan oleh guru mereka tidak sanggup lagi mereka serap.


Saat itu, ketika Ryuu Amanae atau Ratu Naga Api hendak meninggalkan sekolah, Atsui Akamaru mendatanginya. Entah apa tujuannya ia mendatangi Ryuu Amanae pada saat itu, tapi ia sendiri ragu dengan dirinya sendiri.


"Kali ini apa lagi yang ingin kau tanyakan padaku." Ryuu Amanae hanya tersenyum kecil. Ia merasakan ada hal yang ingin disampaikan Atsui Akamaru padanya.


"Dari mana dia bisa mengetahui jika aku ingin bertanya padanya?." Dalam hatinya bingung. "Apakah kau seorang peramal?. Sehingga kau mengetahui apa yang ingin aku lakukan dengan menemui dirimu." Ucapnya penuh tanda tanya. Bagaimana mungkin Ryuu Amane dapat melakukan itu?. Apakah dia memiliki sesuatu yang tidak ia ketahui sebelumnya?.


"Aku bukanlah seorang peramal." Ryuu Amanae kembali tersenyum kecil. "Tapi itu semua telah tertulis di wajahmu dengan sangat jelas, sehingga aku dapat menebaknya. Apalagi dengan sikap ragu yang kau miliki itu dapat membuat orang lain menebak jika dirimu sedang gelisah." Ya, ia dapat melihat itu dengan sangat jelas, bagaimana kerutan kening Atsui Akamaru pada saat itu yang terlihat sangat kusut.


"Sepertinya ryuu amanae yang aku kenal bukan lah kau yang sekarang." Meskipun ia tidak ingat bagaimana Ryuu Amanae, tapi ia telah memastikannya. "Aku tidak dapat lagi merasakan ryuu amanae yang sangat lemah. Dia telah berubah menjadi cewek yang lebih berani dari yang sebelumnya." Ia sangat kagum dengan itu, dan entah kenapa ia merasakan ada yang berbeda liar biasa dari Ryuu Amanae yang sekarang. Apakah itu artinya memang ada perubahan yang telah dilalui oleh seseorang?.


"Jadi kau beranggapan seperti itu?. Rasanya aku telah mengalami perubahan yang sangat besar. Ini sangat luar biasa bukan?." Ryuu Amanae menghela nafasnya dengan lelahnya. Tapi menurutnya ini adalah hal yang sangat menarik untuk disimak. "Jadi ryuu amanae benar-benar mengalami perubahan yang sangat luar biasa?." Dalam hati Ratu Naga Api ingin tertawa. "Apakah kau dapat merasakan itu semua amane kun?. Aku rasa kau dapat merasakan itu dengan sangat baik. Karena kau harus berubah demi mendapatkan hal yang naik pula." Dalam hatinya sangat berharap perubahan itu terjadi.


Apakah hanya seperti itu saja percakapan mereka?. Apakah mereka akan melakukan pendekatan?. Tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi. Simak terus ceritanya, jangan sampai ketinggalan kisah lanjutannya.

__ADS_1


Next halaman.


...***...


__ADS_2