RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 24


__ADS_3

...***...


Di kediaman keluarga Ryuu Amatsu.


Mereka semua sangat terkejut saat melihat Ryuu Amane kembali hidup?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?.


"Ibu?. Kenapa ibu terlihat menangis?. Uhuk!. Uhuk!. Uhuk!. Nafasnya masih terasa sangat sesak. "Apakah terjadi sesuatu?." Matanya melihat ada seorang dokter. "Sehingga ibu memanggil dokter?." Ia tidak mengerti sama sekali apa yang terjadi


"Oh?. Amane." Tanpa pikir panjang, Ryuu Fumiko memeluk erat anaknya.


"Ibu?." Ryuu Amane sedikit bingung dengan apa yang terjadi.


"Tidak usah banyak bicara." Saat ini ia tidak ingin mendengarkan apapun. "Kau baik-baik saja ternyata nak." Dalam hati Ryuu Fumiko sangat senang jika memang anaknya baik-baik saja.


"Apa yang terjadi?. Apakah benar anakku masih hidup?." Ryuu Amatsu juga mendekati dan memeluk anaknya.


"Ayah?." Ryuu Amane juga bingung dengan sikap ayahnya?.


"Ini sangat aneh. Aku telah memastikan jika ia telah meninggal." Dalam hati Dokter yang memeriksa keadaan Ryuu Amane sangat heran dengan apa yang ia lihat saat itu. "Apakah dia tadi mengalami mati suri." Ia memikirkan apa yang sedang terjadi sebenarnya.


"Ini sangat aneh sekali. Apakah dokter itu salah dalam memeriksa seseorang?." Dalam hati Ryuu Asuka sangat heran.


"Mungkin saja dokter itu salah dalam memeriksa kondisinya." Dalam hati Ryuu Wataru juga sangat heran dengan itu.

__ADS_1


"Mungkinkah ini lebih baik untukmu ryuu amane?." Dalam hati Ryuu Amane atau lebih tepatnya Ratu Naga Api saat ini merasakan kesedihan yang luar biasa. Karena ia tidak bisa mengatakan apa yang terjadi sebenarnya. Ia tidak mungkin mengatakan, jika Ryuu Amane telah meninggal, dan saat ini ia adalah Ratu Naga Api?. Bagaimana reaksi mereka nantinya?. Ia tidak bisa membayangkan itu terjadi. "Sungguh maafkan aku ryuu amane. Semoga saja aku bisa menggantikan dirimu dengan baik." Ratu Naga Api sangat menyesal.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Bagaimana peran Ratu Agung dalam menggantikan Ryuu Amane yang sebenarnya di dunia ini?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu di kuil Tenkuu No Seiden.


Mereka semua masuk ke dalam kuil untuk berbicara sedikit mengenai apa yang terjadi pada tadi malam?.


"Katakan dengan benar atas apa yang telah terjadi. Bekerja samalah dengan kami. Ini semua demi menjaga keamanan negeri ini." Masumi Kenzo masih belum mau menyerah untuk bertanya pada Biksu Souji Gedaje. Ia tidak akan menyerah sebelum ia mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


"Ho?. Aku sama sekali tidak dibayar untuk itu, jadi kalian jangan menuntut banyak padaku ya." Dengan cueknya Biksu Souji Gedaje berkata seperti itu, seakan-akan itu bukanlah beban baginya. "Maaf saja, aku tidak akan menjawab pertanyaan itu dengan sia-sia." Lanjutnya.


"Jika kalian ingin mengetahui apa yang terjadi pada remaja itu, maka aku akan menjawabnya." Biksu Souji Gedaje dapat melihat raut wajah Meraka yang ingin mengutuknya.


"Kenapa tidak dari tadi?." Mereka bertiga sangat kesal.


"Kau ini suka sekali membuat orang lain dalam kesulitan. Kau ini seorang biksu." Dalam hati Masumi Kenzo sangat dendam. Ia tidak pernah berpikir akan ada biksu yang seperti itu.


"Dia ini memang sangat menyebalkan." Dalam hati Wakabayashi Ken juga sangat kesal, ingin sekali ia marah dengan sikap Biksu Souji Gedaje, namun ia masih membutuhkan jawaban yang benar darinya.


"Dia baik-baik saja. Mungkin karena mengantuk, dia tertidur. Dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan sukma naga air." Hanya itu saja jawaban darinya.

__ADS_1


Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken tampak berpikir. Apakah mereka akan mempercayai begitu saja atas apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje?. Tentunya mereka harus mempertimbangkan ucapan itu dengan benar.


"Rasanya itu sangat aneh. Jika dia hanya mengantuk." Masumi Kenzo sangat heran dengan itu. "Aku yakin kau telah menyembunyikan sesuatu dari kami." Lanjutnya.


"Yang menjadi pertanyaanku, kenapa kau bisa berada di sana saat itu?." Wakabayashi Ken sangat curiga, dan sangat tidak percaya sama sekali.


"Ya, apa yang kau lakukan ?. Apakah kau sedang melakukan hal yang aneh?." Wakabayashi Ken juga merasa heran dengan itu. "Untuk apa seroang biksu pemarah keluar pada jam segitu?." Pasti ada alasan masuk akal yang bisa ia dengarkan.


"Hum?." Biksu Souji Gedaje sangat tidak suka dengan gaya mereka bertanya padanya. "Kalian ini mencari informasi atau datang untuk mencari kesalahan yang telah aku lakukan?. Kalian ini sangat tidak berguna sama sekali. Berani sekali kalian mencurigai aku melakukan hal yang aneh!." Ia sangat tidak terima. "Lebih baik kalian pergi saja dari sini!." Ia malah mengusir mereka semua.


"Kau adalah biksu yang paling buruk yang pernah ada di muka bumi ini." Dengan serentaknya Akihara Masamune, Masumi Kenzo, dan Wakabayashi Ken menunjuk ke arah Biksu Souji Gedaje. Bahkan mereka bertiga sampai berdiri saling marahnya dengan sikap Biksu itu.


"Heh!." Ia tidak peduli sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh mereka tentangnya.


"Jika saja dia bukan seorang biksu, aku bersumpah akan memenjarakannya sekarang juga!." Dalam hati Wakabayashi Ken ingin memborgol kedua tangan Biksu Souji Gedaje dalam keadaan tergantung. "Dia ini sangat menyebalkan sekali." Dalam imajinasinya ia telah membuat sebuah boneka kutukan untuk Biksu Souji Gedaje.


"Dia ini seorang biksu. Tapi kelakuannya sangat menyebalkan!." Dalam hati Masumi Kenzo juga sangat kesal. "Ingin rasanya aku menjadikannya tumbal supaya tidak ada orang seperti dia yang akan aku hadapi di muka bumi ini." Dalam imajinasinya juga membuat boneka santet, ia pukul dengan palu yang sangat besar.


"Dia bahkan lebih menyebalkan dari leluhurnya souji pensiero. Aku sangat tidak suka dengan mereka yang sangat menyebalkan!." Dalam hati Akihara Masamune juga mengutuk Biksu Souji Gedaje. Saat itu juga ia ingat dengan apa yang terjadi di masa lalu.


"Aku hanya mencemaskan keadaan ratu naga api. Dan kalian tidak boleh mengetahui jika ryuu amane adalah wadah ratu naga api." Dalam hati Biksu Souji Gedaje berusaha bersikap biasa-biasa saja, meskipun di dalam hatinya sangat khawatir dengan apa yang terjadi pada Ratu Naga Api saat sebelum mereka berpisah. Ia sangat tidak nyaman karena terjadi sesuatu pada Ratu Naga Api yang entah bagaimana kondisinya setelah itu. Apakah ia tidak boleh khawatir pada seseorang?.


Apa yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan?. Bagaimana nasib mereka setelah ini?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2