
...***...
Ryuu Amane telah hidup kembali. Namun yang berada di dalam tubuhnya saat ini adalah Sukma Ratu Naga Api yang kini hidup di zaman modern. Ratu Naga Api telah berjanji akan menggunakan tubuh itu dengan baik. Ia berjanji tidak akan mengecewakan perasaan Ryuu Amane yang masih tertinggal di dalam tubuh itu.
"Amane?. Kau baik-baik saja kan?. Kau tidak merasakan sakit, kan?." Ryuu Fumiko sepertinya terlihat sangat khawatir dengan keadaan Ryuu Amane setelah kejadian itu.
"Ibu tenang saja. Aku baik-baik saja ibu." Ryuu Amane yang sedang duduk di tempat tidurnya hanya tersenyum kecil.
"Syukurlah kalau begitu. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu padamu." Ia mengelus kepala anaknya dengan sayang. Perasaan bersalah karena telah memperlakukan anaknya dengan sangat buruk.
"Terima kasih karena telah mencemaskan aku ibu." Ryuu Amane belum pernah merasakan perasaan itu sebelumnya. Sehingga ia terlihat sangat kaku, dan sangat canggung.
"Kalau begitu istirahatlah. Ibu akan membuatkanmu makan malam." Ryuu Fumiko begitu perhatian pada anaknya.
"Um, terima kasih sekali lagi ibu." Kembali Ryuu Amane hanya tersenyum kecil. Karena selama ini ia tidak pernah mendapatkan perhatian dari ibunya.
__ADS_1
"Ya. Tidak masalah." Dengan senang hati ia melakukan itu. Suasana hatinya saat ini sedang baik, ia pikir ia akan kehilangan anak tirinya?. "Syukurlah ia baik-baik saja." Ia tersenyum lega, dan entah kenapa perasaan benci yang ada di dalam dirinya saat ini menghilang begitu saja.
Setelah itu ia pergi meninggalkan kamar Ryuu Amane. Entah kenapa perasaan sayang itu muncul dihatinya saat ini. Ia tidak rela jika kehilangan Ryuu Amane. Ia juga tidak mengerti mengapa ia merasakan perasaan takut itu.
"Amane. Harusnya kau yang merasakan perasaan itu. Sungguh maafkan aku ryuu amane. Semoga saja kau tidak menaruh dendam padaku." Dalam hatinya merasakan perasaan yang sangat tidak biasa. Apakah itu adalah perasaaan penyesalan yang ia rasakan setelah memaksakan Ryuu Amane menggunakan kekuatannya?. "Kau harusnya merasakan perasaan kasih sayang itu, karena tubuhmu yang aku gunakan saat ini pasti merasakan perasaan kasih sayang itu." Dalam hatinya berharap, jika Ryuu Amane dapat merasakan perasaan itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu, Murasaki Abeno. Ia memahami sedikit demi sedikit tentang sejarah kota Sukuranburu di masa lalu. Sungguh ia sangat terkejut, jika tugu naga Apa itu memang tanda untuk menyegel naga air yang telah berbuat kejahatan di masa itu?.
Apakah ia berhasil membujuk Biksu Souji Gedaje untuk membantunya?. Hanya waktu yang akan menjawab itu semua.
...***...
Di sisi lainnya.
__ADS_1
Raja Naga Air saat ini sedang mencoba untuk meningkatkan kekuatan tenaga dalamnya untuk membuka peti mati itu. Keringat telah membasahi tubuhnya karena ia terlalu memaksakan diri untuk menggunakan kekuatannya. Akan tetapi segel api itu sepertinya malah menyerap tenaga dalamnya.
"Kegh!." Sungguh tubuhnya terasa sangat sakit. Seperti sedang tertusuk jarum api yang sangat tajam, memberikan rasa sakit yang sangat luar biasa. "Benar-benar kurang ajar!. Uhuk!." Nafasnya juga terasa sesak karena menahan perasaan kesalnya. "Ternyata tumbal yang diberikan mizuki padaku belum cukup untuk membangkitkan kekuatanku!. Sangat kurang ajar dan menyebalkan." Ia semakin marah-marah karena saat ini ia tidak berdaya sama sekali. "Dengan cara apa aku harus bangkit dan balas dendam?. Aku harus segera bangkit kembali." Dalam keadaan sakit, ia masih memiliki semangat untuk bangkit kembali?. "Aku akan menggunakan kekuatan terakhirku untuk menyembuhkan mizuki. Tapi tetap saja kekuatanku masih lemah." Tapi sangat disayangkan sekali, kondisi tubuhnya masih melemah. Sehingga ia tidak bisa menggunakan semua kekuatan yang ia miliki. "Sial. Aku tidak bisa menggunakan kekuatanku lebih dari ini dalam dua hari kedepan." Perlahan-lahan matanya mulai tertutup, kantuk yang sangat berat yang tidak bisa ia tahan lagi. "Terkutuk lah kalian semua naga api." Sebelum menutup matanya, dan kehilangan kesadarannya Raja Naga Air masih sempat mengutuk Naga Api?. Sungguh dendam yang sangat membara dan tidak bisa dihilangkan begitu saja.
Sepertinya kekuatannya masih belum cukup, Raja Naga Air masih melemah, karena itulah ia tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk melakukannya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
Kembali pada Ratu Naga Api yang saat ini masih menyesuaikan diri dengan tubuh Ryuu Amane. Ia harus kuat, dan tidak boleh lemah hanya karena perasaan simpatinya padanya.
"Aku harus kuat. Ini semua demi janjiku pada amane. Bahwa aku akan melindungi mereka dari cengkraman raja air yang kini mungkin berusaha untuk lahir kembali." Ia tidak boleh terpaku pada satu perasaan saja. "Masalah ini tidak akan aku biarkan begitu saja. Tidak akan aku biarkan kejadian masa lalu terulang kembali ke masa ini. Aku akan memburu siapa saja yang merupakan sukma naga air." Saat ini ia memiliki masalah yang sangat penting untuk dilakukan. "Gusti raja naga api masih belum diketahui keberadaannya. Tapi aku akan memaksa biksu itu untuk mengatakannya nantinya." Ia harus segera memutuskan masalah ini dengan sangat cepat. Ia tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Hanya dengan menyatukan kekuatanku dengan kekuatan yang dimiliki suamiku, maka kami benar-benar akan memusnahkan raja naga air dengan sangat cepat." Dalam hatinya telah memutuskan akan melakukan apa setelah ini. "Semoga saja aku bisa melakukannya." Ratu Naga Api mencoba untuk menggerakkan tubuhnya yang masih perlu penyesuaian. Langkahnya masih terasa sangat berat, karena itulah ia tidak boleh kalah hanya karena penyesuaian tubuh Ryuu Amane. "Aku pasti bisa." Dalam hatinya terus menguatkan tekad hatinya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah yang akan dilakukan oleh Ratu Naga Api setelah ini?. Apakah ia bisa menepati janjinya pada Ryuu Amane?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
...***...
__ADS_1