
...***...
Di biliknya Ryuu Amane.
Raja Naga api sungguh tidak menyangka, jika istri yang sangat ia cinta mempelajari jurus berbahaya itu demi membalaskan dendam yang ia rasakan pada saat itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan iba dari istrinya pada saat itu.
"Sungguh maafkan aku ratuku. Aku telah membuatmu menderita dengan mempelajari jurus berbahaya itu." Begitu erat pelukannya, pertanda bahwa ia benar-benar mencemaskan keadaan istrinya.
"Pada saat itu, aku telah berhasil menyegelnya dengan sempurna." Ratu Naga Api sangat ingat dengan apa yang ia lakukan pada saat itu. "Dengan menumbalkan diri sendiri sebagai wadah segel jarum api, aku relakan semuanya demi membalas dendam atas apa yang telah mereka lakukan pada mu, raja ku.". Ratu Naga Api benar-benar menceritakan apa yang ia rasakan pada saat itu.
"Jadi ratu ku telah membahayakan diri sendiri dengan mengorbankan diri ratuku menjadi wadah segel jarum api?" Raja Naga Api hampir saja tidak percaya. Karena orang yang ia cintai telah melakukan hal yang sangat berbahaya.
"Um. Saat itu tidak punya pilihan lain selain melakukan itu. Juga demi melindungi suku naga api, juga suku mizu dari ganasnya serangan dan pembantaian yang mereka lakukan. Mendesak aku untuk mempelajarinya." Jawabnya dengan perasaan yang sangat gelisah tidak menentu.
"Jika memang ratuku menggunakan jurus itu untuk menekan atau menyegel suku naga air, bukankah seharusnya ratuku menjadi tugu batu?." Raja Naga Api sedang memastikan sesuatu.
"Harusnya memang seperti ini itu yang terjadi. Tapi, ketika orang-orang yang berada di era ini telah melakukan kesalahan yang sangat fatal." Jawab Ratu Naga Api dengan mirisnya.
"Orang-orang di era ini telah melakukan kesalahan yang fatal ?." Raja Naga api malah kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Naga api.
__ADS_1
"Melakukan kesalahan yang sangat fatal?. Apa itu artinya ratuku?." Tentunya Raja Naga Api bertanya-tanya, karena ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa istri yang sangat ia cintai berkata seperti itu?.
"Setelah menyegel raja naga air dengan menggunakan segel jarum api. Tubuhku membatu." Jawabnya dengan perasaan yang tidak enak sama sekali. "Setelah ratusan tahun berlalu. Manusia di era ini menghancurkan tugu ratu naga yang merupakan segel suku naga air. Sehingga pada saat itu sukma naga air lepas, mereka telah melakukan reinkarnasi untuk melakukan lagi kejahatan yang mereka rencanakan sejak lama." Itulah penjelasan dari Ratu Naga Api pada suaminya.
"Mereka melakukan itu?." Raja Naga Api sangat terkejut dengan kenyataan yang ia dapatkan.
"Um." Ratu Naga Api menganggukkan kepalanya pertanda itu sangatlah benar.
"Jadi sukma naga air telah bangkit kembali?. Namun aku masih saja tertidur?." Sangat sakit mengetahui kenyataan itu.
"Rajaku tenang saja." Ratu Naga Api mencoba menenangkan suaminya. "Raja naga air belum sepenuhnya bangkit. Karena tidak akan mudah keluar dari penjara segel jarum api. Namun ada kemungkinan dia bisa lari dari sana." Lanjutnya dengan perasaan ragu.
"Kalau begitu kita tidak boleh membiarkan itu sampai terjadi." Raja Naga Api tampak gelisah. Ia sangat khawatir jika Raja Naga Air kembali bangkit, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka semua.
"Um. Tentu." Raja Naga Api tentunya ingin hidup kembali, berdampingan dengan istrinya layaknya manusia normal. Siapa yang tidak menginginkan hal ajaib seperti, bukan?.
...***...
Di sisi lainnya, di laut selatan.
__ADS_1
Sepertinya satu Minggu hampir saja berlalu. Malam itu, Uzumaki Araumi dan Masato Jin sedang melatih kembali tenaga dalam mereka. Ternyata pilihan masuk kembali ke laut selatan bukanlah pilihan yang buruk. Sehingga mereka mempercepat masa pemulihan. Hanya saja penyesuaian dengan tubuh baru yang mereka miliki saat ini. Di dalam alam sukma laut keseimbangan mereka bisa leluasa menggunakan semua jurus-jurus yang mereka miliki.
Setelah agak lama mereka berlatih. "Rasanya ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya." Uzumaki Araumi merasa sangat senang. Karena tubuhnya tidak sakit lagi.
"Ya, kau benar. Aku merasakannya, merasakan perlahan-lahan pulih dengan sempurna." Masato Jin juga terlihat sangat senang. Ia tidak menduga jika tubuhnya akan lebih baikan dari yang sebelumnya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?. Apakah kita harus mencari target tempat baru supaya tidak berhadapan dengan ratu itu?." Namun kali ini ia terlihat sangat takut. "Ratu naga api terlihat kuat, sehingga kita kesulitan berhadapan dengannya." Uzumaki Araumi terlihat hampir putus asa.
"Kau benar. Aku juga tidak menduga jika ratu naga api sangat kuat. Sehingga benar-benar membuat kita kewalahan menghadapinya." Masato Jin sangat kesal membayangkan bagaimana kekalahan yang ia alami pada saat itu. "Kita benar-benar harus mencari tempat yang lebih aman, jika kita ingin mencari tumbal untuk membangkitkan raja naga air." Masato Jin tidak ingin Ratu Naga Api menjadi penghalang mereka untuk melakukan apapun yang berhubungan dengan kebangkitan raja naga air.
"Setelah kita bangkit, kita harus segera keluar dari sini. Ada kemungkin ratu naga api akan memperkuat segelnya, setelah mengetahui kemungkinan kita masuk ke dalam laut selatan. Berbaur dengan hawa naga air lainnya, supaya kita tidak dideteksi oleh mereka." Uzumaki Araumi benar-benar merasakan hal yang sangat buruk, mengingat bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api.
"Ya, kau benar sekali." Masato Jin sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu. "Akan sangat berbahaya jika kita sampai terkurung di sini. Maka akan sia-sia apa yang telah dilakukan oleh gusti raja naga api setelah melepaskan semua kekuatannya padaku." Matanya melihat ke bawah. Melihat dasar laut keseimbangan. Dimana mereka dapat melihat tubuh Raja Naga Api yang sedang terlelap karena kehilangan semua tenaga dalam yang ia miliki. "Kita harus segera mencari tumbal untuk membangunkan raja naga air." Lanjutnya sambil menekan perasaan suasana hatinya yang sedang membuncah saat itu.
"Terkutuk lah kau ratu naga api!!. Berani sekali kau memperlakukan raja kami seperti ini!." Uzumaki Araumi terlihat sangat marah. Ia sama sekali tidak terima dengan apa yang telah dilakukan Ratu Naga Api pada rajanya Raja Naga Air. "Tunggu saja pembalasan dari kami!." Itulah tekad yang mereka simpan saat itu.
"Aku juga bersumpah akan melakukan dengan baik setelah ini." Dalam hati Masato Jin juga berjanji akan melakukannya dengan sangat baik, demi membangunkan rajanya dari tidurnya yang sangat panjang.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka berhasil melakukannya?. Simak terus ceritanya ya.
__ADS_1
Next
***