RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 61


__ADS_3

...***...


Ryuu Amanae on.


Tatsu benar-benar sangat tidak sopan, berani sekali dia membuat buku tentang diriku?. Pantas saja biksu Pemarah itu mengetahui tentang diriku. Benar-benar Sangat kurang ajar.


"Hamba?. Gusti ratu?. Pengawal pribadi?. Panas yang berbeda?. Tanda merah delima naga?." Biksu Souji Gedaje mencoba untuk mencerna dengan apa yang ia dengar. "Ha?." Ia tampak berpikir, apakah itu benar?. Atau hanya perasaannya saja?.


"Ekhm!." Biksu Souji Gedaje memberi kode.


"Hi?. Apa?!." Akihara Masamune sangat terkejut. Ia juga menghentikan langkahnya, begitu juga Ratu Naga Api yang tadinya mengejar Akihara Masamune.


"Gadis kecil!. Jangan-jangan kau adalah reinkarnasi dari ratu naga api?!." Tanpa basa-basi lagi Biksu Souji Gedaje berkata seperti itu. "Aku yakin kau adalah ratu naga api!." Tunjuknya dengan percaya diri, jika gadis kecil itu memang reinkarnasi Ratu Naga Api?.


"He?." Ratu Naga Api sangat terkejut, sehingga ia melepaskan cekikan Akihara Masamune.


"Tidak salah lagi!. Kau adalah reinkarnasi dari ratu naga api!." Tanpa perasaan ragu ia berkata jika Ryuu Amane adalah reinkarnasi dari Ratu Naga Api. "Mataku tidak mungkin salah mengenali seseorang." Entah kenapa ia sangat senang pada saat itu.


Apalagi pada saat itu aku sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gadeja. Dia mengatakan jika aku adalah reinkarnasi dari Ratu Naga Api, meskipun apa yang dia katakan itu benar, tapi itu tetap saja membuat aku terkejut. Sangat tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Ingin sekali aku membantah atas apa yang dia katakan.


"Kenapa kau bisa berpendapat seperti itu?. Katakan padaku." Ryuu Amane tidak ingin terpengaruh begitu cepat hanya karena ucapan Biksu Souji Gedaje yang hanya menebak saja?.


"Aku dapat melihat hawa naga yang sangat luar biasa darimu. Hawa ratu naga api yang sangat berbeda dengan yang lainnya." Biksu Souji Gedaje memang dapat melihat hawa seseorang. Terutama ia dapat melihat perbedaan yang sangat kental dari Ryuu Amane. "Ayahku pernah berkata, jika ratu naga api sedang marah, hawa sekitarnya terasa sangat berbeda. Lebih menekan, juga mendominasi. Selain itu, tanda merah delima naga yang ada di dahimu itu benar-benar menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya. Putri dari kaisar naga api agung. Tanda itu sangat menggambarkan jika kau adalah putrinya." Bahkan ia menunjukkan sebuah lukisan Raja Agung Naga Api yang merupakan ayahandanya.


"Hanya karena seperti itu?. Kau berani menyimpulkan bahwa aku adalah reinkarnasi ratu naga api?." Ryuu Amane menatap serius. Matanya menatap sosok yang sangat ia rindukan selain suami yang sangat ia cintai.


"Memang ada tanda merah delima naga di dahi gusti ratu." Akihara Masamune memperhatikan kening Ryuu Amane. Akan tetapi apa yang ia dapatkan pada saat itu?. Sebuah pukulan yang sangat kuat dari Ratu Naga Api yang sedang marah besar.


Duakh!.


"Kegh!." Akihara mengeluh sakit. Sungguh pukulan yang sangat menyakitkan. Tapi sepertinya Ratu Naga Api tidak peduli sama sekali, karena saat ini ia sedang sangat marah.


"Jangan berisik!." Bentak Ratu Naga Api penuh dengan kemarahan.


"Hufhh!." Biksu Souji Gedaje menghela nafasnya. Ia lelah melihat pertengkaran dua remaja itu. "Tunggu sebentar. Ada hal yang ingin aku pastikan, jika kau memang reinkarnasi naga api." Saat itu ia ingat dengan suatu benda yang mungkin dapat membantunya untuk membuktikan semuanya benar.


"Hum?. Memangnya apa yang ingin ia lakukan?." Akihara Masamune sangat heran melihat itu.


"Kita lihat saja. Jangan tanyakan padaku." Ratu Naga Api sangat tenang. "Apa yang ingi ia lakukan sebenarnya?. Apakah benar dia bisa membuktikan jika aku adalah ratu naga api?." Ia sedikit gelisah mengenai itu.


"Apakah sebaiknya kita pergi dari sini gusti ratu?." Ryuu Amane bertanya karena ia tidak nyaman sama sekali.


"Tenang saja. Aku juga penasaran apa yang akan ia lakukan, karena aku ingin melihat sejauh mana mereka mengenaliku." Ratu Naga Api memang sangat penasaran. "Apa yang akan ia lakukan jika setelah mengetahui jika aku salah ratu naga api." Di sisi lain, ada bentuk kekhawatiran yang ia rasakan.


"Apakah itu tidak terlalu menanggung resiko gusti ratu?. Apakah sebaiknya kita pergi dari sini?." Akihara Masamune bertanya pada Ratu Naga Api demi keselamatan dirinya. "Hamba akan membuat orang itu melupakan dengan apa yang terjadi. Serahkan masalah ini pada hamba." Semangat jiwanya sedang membakar, sehingga ia ingin melakukannya?.


"Aku tadi berkata agar melihatnya!." Ratu Naga Api kembali merasa sangat kesal, amarahnya semakin memuncak karena ucapan Akihara Masamune. "Apakah kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan, hum?." Ia kembali mencengkeram kuat kerah baju Akihara Masamune.


"Akh!. Sakit!. Ampuni hamba." Akihara Masamune berusaha untuk melepaskan diri. Nafasnya semakin sesak dengan apa yang dilakukan Ratu Naga Api padanya.


"Kau pikir aku mudah ditipu?. Tapi aku hanya ingin melihat, sejauh mana orang masa ini bertindak jika berhadapan dengan raja naga air?." Hanya itu saja yang diinginkan Ratu Naga Api, tidak ada yang lain selain memikirkan keselamatan mereka setelah ini.


Ternyata dia memang mengetahui banyak hal tentang diriku, hingga dia berkata dengan percaya diri. Bahkan dia mengetahui ciri-ciri reinkarnasi diriku yang sangat berbeda dengan yang lainnya. Ucapannya membuatku waspada terhadap dirinya, aku takut dia mengetahui kelemahan yang aku miliki, saking banyaknya pengetahuan yang dia ketahui tentang diriku ini.


Saat ini di kamar Ryuu Amane. Saat ini ia sedang melakukan persiapan untuk melakukan pertarungannya dengan reinkarnasi naga air. Apakah ia bisa melakukan itu tanpa adanya hambatan?. Apakah ia telah membuat keputusan yang sangat tepat?.


"Ada apa gusti ratu?. Kenapa gusti ratu terlihat sangat gelisah?." Ryuu Amane bertanya karena ia dapat merasakan perasaan Ratu Naga Api saat ini.

__ADS_1


Tentunya di alam bawah sadarnya, Ryuu Amane dan Ratu Naga Api bisa berkomunikasi dengan sangat baik. Mereka terhubung dengan sangat baik, sangat dekat, dan saling mempercayai satu sama lain.


"Ada satu hal yang sedang aku pikirkan saat ini aku pikirkan." Memang sangat terasa bagaimana kegelisahan yang ia rasakan.


"Katakan saja, semoga saja saya bisa membantu gusti ratu untuk mengurangi kegelisahan yang sedang gusti ratu rasakan." Ryuu Amane memberi ruang dan waktu untuk Ratu Naga Api mencurahkan perasaan yang ia rasakan.


"Malam ini aku akan menggunakan kekuatanku melalui tubuhmu." Jawabnya agar ragu.


"Lalu apa yang membuat gusti ratu ragu?." Ryuu Amane sangat heran dengan itu.


"Jika aku terlalu memaksakan diri menggunakan kekuatan yang aku miliki, aku takutnya terjadi sesuatu padamu nantinya." Itulah yang ditakutkan oleh Ratu Naga Api saat itu.


"Memangnya apa yang terjadi pada saya, jika gusti ratu memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan gusti ratu melalui tubuh saya?." Masih ada perasaan penasaran yang ia rasakan pada saat itu.


"Kematian." Jawabnya dengan perasaan sakit.


"Kematian?!." Ryuu Amane sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.


"Ya. Jika aku memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan yang aku miliki melalui tubuhmu, kau akan mati karena tidak sanggup menahan semua tenaga dalam yang aku miliki." Ratu Naga Api tidak menyembunyikan apa yang terjadi jika ia melakukan itu.


Deg!!!.


Ryuu Amane sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan Ratu Naga Api. "Apakah itu benar?." Ryuu Amane ingin memastikannya sekali lagi. Jika ia tidak salah dalam mendengarkan sebuah informasi.


"Aku berkata yang sebenarnya, dan aku tidak berkata dusta padamu." Ratu Naga Api berkata jujur. Ia tidak menyembunyikan apapun dari Ryuu Amane. "Apa yang akan kau lakukan jika itu yang akan terjadi?. Apakah kau akan menolaknya jika aku menggunakannya nantinya?. Ratu naga Api bertanya.


Ryuu Amane terlihat sedang memikirkan apakah yang akan mereka lakukan jika kematian yang akan ia terima jika memang seperti itu yang terjadi?.


"Apakah kau takut mati?. Sehingga kau menolak diriku nantinya untuk tidak melakukan itu?." Kembali Ratu Naga Api bertanya.


"Jika takdir yang aku terima seperti itu, jika aku bisa menyelamatkan seseorang dengan kekuatan yang gusti ratu lakukan dengan tubuh ini, maka saya akan melakukannya." Tanpa adanya keraguan ia berkata seperti itu.


"Lagipula, jika aku mati tidak akan ada yang peduli padaku. Hidup dan mati sekalipun akan tetap sama dan tidak akan pernah berubah sedikitpun." Dalam hatinya sangat sedih menerima kenyataan itu. Ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari siapapun. Hanya kebencian yang ia dapatkan selama ini.


Setelah itu aku kembali, demi menemukan dimana tugu Raja Naga Api, aku akan melakukannya. Walaupun terpaksa. Pada saat itu aku telah mengatakan padanya, jika aku menggunakan kekuatan ku secara berlebihan maka kematian yang akan diterima olehnya. Ryuu Amanae Sangat tidak peduli pada saat itu, karena tidak ada yang peduli padanya. Sungguh sangat miris sekali, tidak ada yang peduli dengan hidupnya. Sehingga dia putus asa, menyerah begitu saja jika kematian adalah pilihan terbaik yang ia miliki pada saat itu.


Pukul 23.30 malam.


Waktunya untuk istirahat?. Akan tetapi tidak untuk Ryuu Amane dan Akihara Masamune. Saat ini mereka sedang mencari keberadaan Uzumaki Araumi. Mereka tidak akan membiarkan wanita itu melakukan kejahatan lagi .


Mereka bertemu di kuil Tenkuu No Seiden untuk berdiskusi dengan Biksu Souji Gedaje. Karena mereka telah berjanji akan melakukannya bersama-sama. Meskipun sebenarnya ia adalah seorang biksu, namun ia masih sangat muda, baru berusia dua puluh lima tahun. Namun karena kemampuan spiritual yang ia miliki, ia memiliki kemampuan untuk melakukan itu.


"Nona telah datang. Seperti yang saya harapkan." Biksu Souji Gedaje sangat senang melihat kedatangan Ratu Naga Api.


"Diam!. Aku tahu apa yang kau pikirkan saat ini!." Ryuu Amane sangat kesal melihat raut wajah Biksu Souji Gedaje yang penuh kemenangan. "Rasanya aku ingin membunuhmu sekarang juga!." Ia telah mengeluarkan pedang Naga Api pelebur Jiwa. "Berani sekali kau menyembunyikan keberadaan suamiku sendiri!." Hatinya sangat sakit mengingat itu. Tenyata Biksu Souji Gedaje mengetahui dimana keberadaan Tugu Raja Naga Api.


"Ahahaha!. Ayolah gusti ratu naga api. Saya hanya meminta bantuan saja. Toh imbalannya dengan memberikan informasi dimana tugu raja naga api berada." Biksu Souji Gedaje sebenarnya sangat takut dengan ancaman itu, hingga ia menyembunyikan perasaan takut itu Dengan tawanya yang aneh. "Itu yang namanya adil." Ia hanya ingin melihat kekuatan Ratu Naga Api secara langsung, apakah cara yang ia lakukan itu salah?.


"Berisik!. Sebaiknya kau diam saja!. Dan kau malah diam saja?. Kau ini tidak berguna sama sekali!." Ia tarik kuat baju Biksu Souji Gedaje untuk mengungkapkan betapa marahnya ia saat ini.


"Oh!. Apakah salah hamba diperlukan seperti ini?." Biksu Souji Gedaje hanya pasaran hanya pasrah saja.


"Gustu ratu. Hamba harap tenanglah sedikit." Akihara Masamune bahkan sangat prihatin melihat itu.


"Siapa yang menyuruhmu berbicara?." Kali ini ia melihat ke arah Akihara Masamune dengan tatapan membunuh. "Jika memang kau yang menulis buku itu, harusnya kau mengetahui lokasi tugu itu!. Sehingga aku tidak melakukan hal bodoh seperti ini!." Api amarah telah membakar jiwa Ratu Naga Api.


"Mari kita sama-sama berdoa. Semoga saja bisa selamat dari maut." Keduanya malah dramatis. Tentunya itu membuat Ratu Naga Api semakin ingin membunuh kedua orang itu hidup-hidup.

__ADS_1


"Aku tidak akan segan-segan lagi rasanya ingin membunuh kalian berdua." Ucap mereka dengan penuh semangat.


Aku benar-benar sangat kesal dengan sikapnya itu. Jika saja dia tidak mengetahui dimana letak tugu Raja Naga Api, sudah men pastikan dia akan panggang hidup-hidup. Karena dia telah berani memeras diriku untuk membantunya menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi.


Malam masih panjang. Namun sepertinya akan terjadi pertarungan antara Naga Api dan Naga Api. Mereka telah bertemu?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Apakah akan ada pertarungan yang sengit yang akan terjadi di antara mereka?.


"Sial!. Tenyata yang aku takutkan akhirnya terjadi juga." Dalam hatinya mengumpat kesal. "Kenapa aku malah bertemu dengan orang yang sangat tidak ingin aku temui?." Hatinya sangat tidak terima karena bertemu dengan Ratu Naga Api?.


"Kau tidak usah banyak berpikir lagi. Karena aku pasti akan membunuhmu secepatnya." Ryuu Amane telah siap dengan pedang Naga Api Pelebur Jiwa. "Aku tidak akan sungkan pada orang sepertimu." Lanjutnya dengan senyuman yang lebar. "Kau tidak akan aku biarkan pergi begitu saja dari sini." Sepertinya Ryuu Amane telah siap untuk bertarung. Dengan percaya diri ia berkata seperti itu?.


"Heh!. Aku sama sekali tidak takut padamu. Maju saja jika kau memiliki keberanian untuk itu." Ia menantang Ratu Naga Api. Ia menggunakan beberapa kloning yang menyerupai dirinya untuk melawan mereka. Rasanya tidak mungkin ia berhadapan satu lawan tiga. "Aku akan menghadapi mu dengan kekuatan yang aku miliki!." Hatinya sangat panas karena ucapan Ratu Naga Api. "Akan aku tenggelamkan kau di dasar laut yang paling dalam." Ia juga tidak mau kalah, sehingga ia berkata seakan-akan ia memang mampu melakukan itu?.


"Mari kita bermain-main." Ryuu Amane terlihat sangat bersemangat. "Akan aku hadapi kau, sampai kau meminta pengampunan padaku nantinya." Ryuu Amane mengambil ancang-ancang untuk segera bertarung?.


"Aku benar-benar terlibat dalam pertarungan hebat ini." Dalam hati Biksu Souji Gedaje tidak menyangka sama sekali. "Tidak pernah aku bayangkan jika hari ini aku berdiri menyaksikan pertarungan yang sangat hebat." Jantungnya bahkan berdegup sangat kencang, dan hampir saja ia tida bisa mengendalikan dirinya pada saat itu. Ada gejolak senang dan tidak percaya yang ia rasakan pada saat itu?.


"Jika kau siap, akan aku hadapi dengan baik." Ryuu Amane langsung melompat ke arah Uzumaki Araumi yang asli, ia mengetahui mana yang asli dan mana yang tipuan. "Tidak usah banyak berbicara. Karena aku tidak suka pada orang yang hanya pandai berbicara saja." Ryuu Amane benar-benar memberikan tantangan pada Uzumaki agar segera menghadapinya?. "Aku juga benci pada orang yang menggunakan kekuatan ilusi untuk menipu orang lain, itu sangatlah pengecut!." Ryuu Amane bahkan mengejek Uzumaki Araumi.


"Sial!." Uzumaki Araumi yang asli melompat menjauh, karena pedang itu hampir saja menusuk dadanya jika ia tidak segera menghindar. "Wanita ini benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Dia benar-benar mengetahui aku yang asli?. Sungguh mengerikan sekali kekuatan yang ia miliki." Uzumaki Araumi tidak menyangka akan mendapatkan serangan yang lumayan menekan dirinya?.


Sedangkan dua yang sisanya menghalangi Akihara Masamune dan Biksu Souji yang hendak melawan mereka?. Tentunya ia tidak ingin diganggu oleh orang lain, mereka harus tetap bertahan supaya bisa membantu Raja Naga Air untuk reinkarnasi.


"Mari kita bermain-main sebentar." Kedua kloning dari Uzumaki Araumi sepertinya tertarik dengan kekuatan yang dimiliki kedua laki-laki itu?. Kami juga ingin melihat kekuatan yang kalian miliki." Senyumannya begitu ramah, namun sayangnya senyuman itu tidak pada tempatnya. Itu adalah senyuman menantang seseorang untuk bertarung.


"Aku tidak akan segan-segan. Karena kalian telah berani bermain-main dengan nyawa manusia." Biksu Souji Gedaje langsung berhadapan dengan kloning Uzumaki Araumi yang berada di hadapannya. "Aku pasti akan mengalahkan kalian!." Meskipun ia belum pernah mencoba kemampuan yang ia miliki, apa salahnya menjadikan mereka sebagai bahan percobaan?. Apakah ia telah salah melakukan itu?. Jika tidak dicoba maka tidak akan mengetahui, apakah ia salah atau benar.


"Aku tidak akan menahan diriku untuk membunuh kalian." Begitu juga dengan Akihara Masamune yang sudah lama tidak bertarung sejak ia reinkanasi. "Kalian sangat meresahkan!. Juga harus dibunuh karena kejahatan yang telah kalian lakukan sangat tidak manusiawi." Akihara Masamune sangat bersemangat melakukan pertarungan itu. Terlihat sangat jelas di wajahnya saat itu.


Mari kita simak pertarungan antara Ratu Naga Api dan Uzumaki Araumi yang merupakan reinkarnasi dari sukma Naga Air. Kekuatan apa yang dimiliki naga air itu?. Apakah ia mampu mengalahkan kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api?. Apakah pertarungan adalah pilihannya?. Apakah tidak ada pilihan lain?.


Uzumaki Araumi sebenarnya sangat gugup berhadapan dengan Ratu Naga Api. Akan tetapi sebisa mungkin ia menekan perasaan itu. Ia harus fokus pada pertarungannya saat ini. Sepertinya kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Naga Api tidak bisa dianggap remehkan begitu saja. Kekuatan fisiknya saja sangat kuat, beberapa kali tendangan yang ia terima, pukulan tangan kiri yang ia terima sangat bertenaga. Belum lagi ayunan pedangnya yang memberikan hawa panas yang seakan-akan menguapkan tubuhnya. Ia benar-benar harus waspada akan serangan itu.


Duakh!!!.


Akan tetapi karena pikirannya yang sedang kacau, pinggang kanannya saat itu terkena tendangan yang sangat keras.


"Egkhakh!." Ia mengerang sakit ketika tubuhnya terjajar?. Ia terseret di atas laut keseimbangan?.


"Heh!. Ternyata hanya seperti ini saja kekuatan yang dimiliki oleh naga air?." Kakinya masih dalam posisi menendang. "Padahal aku masih belum menggunakan kekuatanku sepenuhnya." Senyumannya begitu mengejek sekali.


"Diam kau!." Uzumaki Araumi sakit hati mendengarkan ucapan itu. "Aku pasti akan mengalahkanmu!." Ia menggunakan jurus naga air dalam badai ombak. "Jika kau mati, maka aku dengan bebasnya bisa mencari tumbal untuk membangkitkan raja naga air yang telah kau segel di dasar laut selatan." Hatinya sangat sakit mengingat itu semua.


"Tidak usah banyak bicara." Ratu naga Api juga jurus yang ia miliki. "Jurus tarian api dalam lingkaran badai. Jurus ini sudah lama tidak aku gunakan untuk membunuh seseorang." Ratu Naga Api juga memiliki jurus andalan yang sangat berbahaya.


Sepertinya keduanya tidak mau mengalah, tidak mau kalah. Memiliki ambisi yang sangat kuat untuk menjatuhkan musuhnya. Apakah mereka mampu mengalahkan musuhnya?. Simak terus ceritanya.


Di saat yang bersamaan, Biksu Souji Gedaje saat ini sedang menggunakan ilmu bela diri yang ia pelajari dari mendiang ayahnya. "Aku tidak menduganya, jika jurus-jurus aneh yang diajarkan ayah ternyata saat ini sangat berguna sekali." Dalam hatinya merasa sangat bersyukur karena bisa menggunakan beberapa jurus melindungi diri. Apalagi saat ini ia bertarung dengan seseorang yang menggunakan kekuatan naga air.


"Kau pikir kau bisa mengalahkan aku dengan jurusmu yang tidak seberapa itu?. Jangan bermimpi kau!." Kloning satu Uzumaki Araumi sepertinya sangat merendahkan kemampuan Biksu Souji Gedaje.


Ctakh!!!.


Biksu Souji Gedaje memukul lengan Uzumaki Araumi dari arah yang berlawan. Sehingga wanita itu sedikit meringis sakit, karena pukulan itu dilambari dengan kekuatan tenaga dalam?.


"Sial!." Ia melompat agar menjauh untuk sementara waktu.


Rasanya aku tidak sanggup untuk meneruskan ulasan itu. Karena lanjutannya akan menyakitkan. Aku benar-benar tidak ingin lagi melanjutkannya. Kenapa itu harus terjadi?. Kenapa Ryuu Amanae pergi?. Hatiku sangat iba, tidak bisa menerima kenyataan pahit itu dengan hatiku. Semua yang aku rasakan hanyalah penyesalan yang tidak bisa membuatnya bangun lagi. Ryuu Amanae telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia karena diriku. Sungguh Sangat memalukan sekali diriku ini. Maafkan aku Ryuu Amanae, maafkan aku yang tidak berguna ini. Semoga kau mau memaafkan diriku ini.

__ADS_1


Ryuu Amanae off.


__ADS_2