RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 41


__ADS_3

...***...


Pukul 15.30.


Ratu Naga Api masih berada di jalan. Niatnya ingin pulang dengan cepat, namun saat itu ia tidak sengaja bertemu dengan Atsui Akamaru yang sedang membeli sesuatu. Dapat dilihat dari tangannya yang membawa beberapa barang.


Namun saat itu Ryuu Amane hanya diam saja, karena dalam ingatan Ryuu Amane yang sebenarnya hanya beberapa kali ia berapa kali, namun tidak ada pembicaraan yang tejadi diantara mereka. Bahkan saat di kelas pun tidak peduli sama sekali. Tapi siapa sangka, pada saat Ryuu Amane melewati Atsui Akamaru, ia menghentikannya.


"Tunggu!." Tanpa sadar ia ingat dengan kejadian itu.


"Hum?!." Ryuu Amane menghentikan langkahnya.


Namun tidak ada tanggapan, seperti sedang berpikir.


"Apa yang kau inginkan atsui san?. Apakah ada hal yang ingin kau sampaikan padaku?." Karena tidak suka menunggu terlalu lama tanggapan dari seseorang. "Apakah kau memang ingin mengatakannya padaku atau tidak?. Aku masih memiliki urusan yang sangat penting dari pada menunggumu yang terlihat sangat keberatan ingin mengatakan sesuatu padaku." Lanjutnya dengan tatapan yang sangat serius.


"Apakah aku boleh bertanya padamu?." Agar ragu ia bertanya. "Tapi sepertinya tidak di sini kita berbicaranya." Sepertinya ada pembicaraan rahasia yang ingin ia sampaikan. "Aku rasa ini adalah pembicaraan yang sangat penting." Itulah yang dikatakan Atsui Akamaru.

__ADS_1


"Baiklah. Jika memang ada yang ingin kau katakan. Tapi aku tidak bisa berlama-lama, karena aku tidak mau membuat ibuku menungguku." Ryuu Amane juga sedikit penasaran. "Tapi aku harap kau mengatakannya dengan benar. Aku tidak suka membuang waktu yang terlalu lama." Ryuu Amanae mengatakan dengan sangat tegas.


"Baiklah." Hanya itu saja yang dikatakan Atsui Akamaru.


"Kalau begitu kau yang duluan, karena kau yang menentukan akan berbicara dimana." Ryuu Amanae menyerahkan semuanya pada Atsui Akamaru.


"Semoga saja dia tidak marah jika aku bertanya seperti itu." Dalam hati Atsui Akamaru harap-harap cemas. "Sepertinya dia memang mengalami perubahan yang sangat mengejutkan sekali." Dalam hatinya tidak dapat menyembunyikan atas apa yang telah ia rasakan pada saat itu.


Mereka pergi dari sana, mencari tempat yang aman untuk berbicara. Apakah yang akan mereka bicarakan?. Simak terus ceritanya.


...***...


"Kalian datang lagi?." Sangat tidak terlihat bersahabat dari apa yang ia tanyakan. "Kali ini apalagi yang membuat kalian datang padaku?." Tatapan matanya sangat tajam, menaruh curiga. "Apakah kalian tidak bosan datang ke sini?!. Aku saja bosan melihat kalian datang ke sini." Lanjutnya lagi. Tidak ada kata manis lagi yang ia tunjukkan pada mereka yang datang padanya.


"Kau ini seorang biksu, apakah kau tidak bisa menyambut kami dengan baik?!." Masumi Kenzo sangat kesal dengan sikap Biksu Souji Gedaje. "Apakah kau ini benar-benar seorang biksu atau hanya menyandang gelar biksu saja?!." Ingin rasanya Masumi Kenzo menghajar Biksu Souji Gedaje. "Bagaimana mungkin seorang biksu seperti kau memiliki sikap buruk seperti itu?!." Lama-lama ia emosi juga dengan sambutan dari Biksu Souji Gadeja yang sangat menyebalkan menurutnya.


"Kenapa setiap bertemu selalu saja seperti ini?. Apakah kalian tidak bisa berkata dengan baik?." Wakabayashi Ken sangat heran. "Apa gunanya aku sebagai seorang kepolisian yang selalu mengalami bapak jika bapak tidak bisa mengendalikan diri bapak?." Wakabayashi Ken sangat tidak percaya ada biksu yang tidak bersahabat sama sekali dengan orang lain. "Apakah kalian tidak memiliki perasaan untuk bersahabat sama sekali?." Tentunya ia sangat heran melihat yang mereka lakukan. Seorang laki-laki yang memiliki pangkat yang sangat penting di kota Sukuranburu selatan kini sedang berdebat dengan seorang biksu yang juga harusnya merupakan panutan bagi orang lain jika bertindak.

__ADS_1


"Sejak kalian menghancurkan tugu naga api, dan menyebabkan masalah, aku sangat kesal. Rasanya aku sangat ingin menjadikan kalian korbannya supaya mereka semua tenang." Biksu Souji Gedaje sama sekali tidak senang melihat kedatangan mereka.


"Jika ini bukan demi keselamatan masyarakat kota sukuranburu selatan, mungkin aku tidak akan datang ke sini!." Ucapnya dengan penuh amarah. "Kau sama sekali tidak mengatakan bagaimana hasil apa yang kau lakukan!." Masumi Kenzo sangat emosi sampai ke jiwanya yang paling dalam. Hampir saja ia mematahkan semua tulang Biksu Souji Gedaje jika tidak ditahan oleh Wakabayashi Ken. Sungguh memancing amarah tingkat dewa.


"Aku tidak perlu melaporkan apapun yang aku lakukan, jadi kalian jangan terlah banyak bergantung padaku. Carilah keamanan dengan cara kalian sendiri." Ucapnya tanpa peduli Sedikit pun bagaimana raut wajah Masumi Kenzo saat mendengarkan apa yang telah ia katakan.


"Biksu ini benar-benar telah menguji kesuburan yang aku milik." Masumi Kenzo telah siap untuk menghajar kepala Biksu Souji Gedaje.


"Sabar pak, jangan hadapi batu dengan batu. Tapi hadapilah dengan palu supaya bisa kita pukul dengan baik pak." Bisik Wakabayashi Ken mulai tidak tahan dengan sikap Biksu Souji Gedaje. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?.


Biksu Souji Gadeja on.


Aku sangat heran dengan apa yang ingin mereka inginkan dengan menemuiku. Aku telah mengatakan pada mereka untuk menunggu informasi dariku. Tapi sepertinya mereka sangat tidak sangar lagi. Di sisi lain, aku harus bisa menyembunyikan identitas yang dimiliki oleh Ryuu Amanae. Aku tidak akan membiarkan mereka mengathui, jika Ryuu Amanae adalah reinkarnasi dari Ratu Naga Api. Karena itulah aku harus mengusir mereka daripada mereka mengetahui siapa Ryuu Amanae. Aku takut ini akan menjadi masalah yang sangat besar. Apalagi sepertinya Ratu Naga Api masih enggan ingin membantu kami untuk menyelesaikan masalah ini. Aku benar-benar harus berhati-hati jika tidak ingin melakukan kesalahan yang merugikan nantinya. Biarkan saja aku terlihat sangat tidak ramah atau apalah itu. Demi menyembunyikan identitas Ratu Naga Api yang bersedia menyelamatkan kami semua dari Sukma Suku Naga Air, aku harus melakukan itu dengan sangat baik. Lebih baik aku bermusuhan dengan mereka , dari pada aku membuat Ratu Naga Api marah nantinya. Hanya pembaca tercinta saja yang bisa menilainya. Aku hanya melakukan yang aku bisa demi melindungi negeri ini dengan caraku sendiri. Jangan terlalu mengharapkan yang tidak nyata jika kau ingin dipuji. Lakukanlah dengan sembunyi-sembunyi, walaupun orang lain melihatmu dari sisi yang buruk, maka kau bisa melakukannya dengan cara yang sedikit berbeda agar dirimu merasa lebih baik dari yang lain. Kau adalah orang yang baik dengan cara yang berbeda.


Biksu Souji Gadeja off.


Apakah mereka tidak bisa berkata dengan baik?. Temukan jawabannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2