RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 45


__ADS_3

...***...


Keesokan harinya.


Ryuu Amane pergi sendirian ke sebuah tempat, hanya ia sendiri yang ke sana tanpa adanya Akihara Masamune dan yang lainnya yang berniat ingin ikut?. Ratu Naga Api mengatakan jika itu adalah keinginannya sendiri, karena ia ingin melihat bagaimana tugu suaminya yang dibuat beku oleh Raja Air. Ia tidak ingin orang lain melihat ia menangis karena keadaan suaminya, itulah alasan ia ingin pergi sendirian.


Saat ini ia berada di sebuah tempat yang sangat asing, tidak pernah disentuh oleh yang angan manusia, dan tempat itu menjadi tempat yang sangat angker, paling di takuti siapa saja yang mencoba memasuki daerah itu.


Namun saat itu Ryuu Amane melihat tugu naga api yang sangat besar, tentunya ia sangat ingat dengan bentuk tugu itu. Hatinya sangat sedih melihat itu semua. Hatinya yang masih belum menerima atas apa yang telah dilakukan oleh Raja Naga Air yang telah menyegel suaminya.


Ryuu Amane menyentuh tugu naga api dengan perasaan rindu yang ia tahan selama ini. "Sudah lama sekali. Sehingga ribuan tahun kita lalui tanpa adanya perasaan cinta." Ia telah melampiaskan semua kesedihan yang ia rasakan pada saat itu. Hatinya sangat sakit mengingat bagaimana perpisahan yang terjadi diantara mereka pada saat itu. Sungguh sangat menyebalkan dan sangat menusuk hatinya yang paling dalam. "Aku sangat merindukanmu raja naga api yang sangat kau cintai." Ia berusaha menahan dirinya agar tidak menangis.


Akan tetapi, ada sebuah keajaiban yang dapat ia rasakan pada saat itu. "Aku juga sangat merindukan dirimu wahai ratuku yang sangat aku cintai." Suara yang sangat ingin ia dengar di dalam hidup. Serta merasakan dekapan hangat dari suami yang sangat ia cintai.


Deg!!!!.


Ryuu Amane atau Ratu Naga Api pada saat itu sangat terkejut dengan apa yang ia rasakan. Apakah ia sedang bermimpi, atau hanya halusinasinya saja yang sedang membayangkan jika dirinya memang sedang dipeluk oleh suaminya?.


"Hiks!. Ini sangat tidak adil. Kenapa aku hanya bisa dipeluk olehmu dalam bayangan saja." Ratu Naga Api telah melampiaskan perasaan sakit yang ia rasakan pada saat itu. Ia benar-benar menangis sedih, karena ia sangat berharap, jika ia memang dipeluk oleh suami yang sangat ia cintai.

__ADS_1


"Tenanglah ratuku. Meskipun ini hanyalah dalam sukma ku saja, tapi setidaknya kau dapat memelukmu dengan sangat baik." Raja Naga Api dapat merasakan kesedihan yang dirasakan oleh istri yang paling ia cintai. "Aku juga sangat merindukan dirimu, wahai ratu yang sangat aku cintai." Raja Naga Api seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta. Sehingga ia mengungkapkan perasaan cintanya tanpa adanya perasaan malu sedikitpun yang ia rasakan pada saat itu.


"Eh?." Ratu Naga Api sedikit terkejut dengan apa yang ia dengar. "Benarkah engkau adalah raja naga api?." Ratu Naga Api masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini?. "Bagaimana mungkin?." Ratu Naga Api hanya tidak ingin berharap yang tidak pasti dalam khayalan yang ia impikan selama ini.


"Saat ratuku menyentuh aku tadi. Entah kenapa saat itu aku dapat merasakannya. Sehingga aku berubah menjadi sukma seperti ini." Raja Naga Api menjadi manusia biasa, menatap istrinya dengan penuh dan kasih sayang. "Terima kasih karena ratuku telah datang ke sini, dan menjemput ku sini." Raja Naga Api tersenyum dengan sangat menawannya, senyuman yang sangat dirindukan oleh Ratu Naga Api. "Aku selalu berdoa agar ratu yang sangat aku cintai datang ke sini untuk menemui aku di sini." Lanjutnya lagi dengan senyuman menawan.


"Oh rajaku." Ratu Naga Api kembali memeluk suami yang sangat ia cintai. "Rajaku yang sangat aku cintai." Ia memeluk kembali suami yang sangat ia rindukan. Sungguh sangat tidak bisa ia percayai, jika ia bisa bertemu dan merasakan pelukan suami yang sangat ia cintai. Ia harap ini bukanlah suatu mimpi yang membuatnya berangan tinggi ke langit, setelah itu akan jatuh berkeping begitu saja dengan meninggalkan luka harapan yang sangat menyakitkan.


...***...


Sementara itu di Rumah Akihara Masamune.


"Padahal aku juga ingin bertemu dengan raja naga api. Tapi kenapa ratu naga api tidak memperbolehkan aku untuk ikut?." Ia benar-benar sangat bersedih karena kejadian itu. "Apakah ratu naga api terlalu cinta pada suaminya, sehingga dia tidak mengizinkan siapa saja untuk ikut?. Hanya ratu naga api yang boleh melihat wajah suami tercintanya untuk pertama kalinya?." Ia mencoba memikirkan alasan kenapa Ratu Naga Api melarangnya untuk ikut, padahal sudah jelas ia adalah pengawal pribadinya. Demi keselamatan sang Ratu, bukankah itu adalah alasan yang tepat untuk ikut?. Tapi kenapa Ratu Naga Api malah melarangnya ikut?.


Kembali pada hari itu.


Ratu Naga Api atau Ryun Amane mengatakan untuk tidak mengikutinya, sehingga membuat mereka bertanya-tanya. Kenapa Ratu Naga Api tidak memperbolehkan mereka ikut bersamanya?.


"Aku sendiri saja yang ke sana. Dan aku tidak akan mengampuni kalian jika kalian berani mengikuti aku diam-diam." Sorot mata itu sangat mengancam mereka semua. "Akan aku bakar kalian saat itu juga." Bahkan ia mengancam mereka semua agar tidak mengikutinya.

__ADS_1


"Tapi kami juga ingin melihat bagaimana wujud raja naga api dalam wujud naga." Rengek Mizuaki Sayax sambil memohon dengan raut wajah penuh memohon pada Ratu Naga api. "Saya ingin bertemu langsung dengan raja naga api." Lanjutnya dengan penuh memohon.


"Tidak bisa!. Aku tidak akan mengizinkan kalian untuk ikat." Ratu Naga Api Memalingkan wajahnya. Ia tidak akan terpengaruh dengan raut wajah memohon seperti itu. "Sekali tidak tetap tidak!. Apakah kalian tidak mengerti dengan apa yang aku katakan?!." Ratu Naga Api terlihat sangat marah, tidak bisa dibantah.


"Boleh ya gusti ratu. Hamba mohon izinkan kami untuk ikut." Mizuno Sora juga mencoba untuk memohon. Ia Sangat berharap jika Ratu naga api akan memberi izin mereka untuk ikut ke bangunan tua. Dimana Raja Naga api disegel atau dikutuk menjadi tugu naga api.


"Hamba sangat memohon gusti agung ratu naga api." Bahkan Akihara Masamune juga ikutan memohon. Tapi tetap saja Ratu naga Api sama sekali tidak terpengaruh.


Sedangkan Biksu Souji Gadeja hanya menghela nafasnya dengan lelah melihat bagaimana mereka semua memohon pada Ratu Naga Api. "Itu adalah pertemuan yang sangat penting bagi ratu naga api. Harusnya kalian menyadarinya. Jangan coba-coba mengganggunya." Ucapnya sambil menatap heran dengan mereka semua. "Apakah kalian tidak kasihan dengan gusti ratu yang menunggu momen penting itu?. Tapi kalian malah mengganggu pertemuan itu?." Lanjutnya dengan tatapan bersimpati pada Ratu Naga Api.


Mereka sedikit mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gadeja. Mungkin benar dengan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gadeja, sehingga mereka diam.


"Terima kasih biksu souji. Kau sangat baik sekali." Bisik Ratu Naga Api dengan sangat lega.


Kembali ke masa ini.


Akihara Masamume memang merasakan itu, sehingga ia tidak terlalu memaksakan diri untuk bertemu dengan Raja Naga Api. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.


...***...

__ADS_1


__ADS_2