RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 21


__ADS_3

...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


Biksu Souji Gedaje memperlihatkan sebuah kotak pada mereka. Sebuah kotak yang sangat aneh dan tidak biasa. Namun saat itu, Ryuu Amane atau Ratu Naga Api teringat sesuatu yang membuatnya merindukan suasana itu. Entah kenapa pada saat itu merasakan perasaan yang sudah lama tidak ia rasakan lagi sejak menjadi segel bagi Naga Air.


"Mungkin dengan kotak ini-." Belum sempat Biksu Souji Gedaje menjelaskannya, kotak itu telah raib begitu saja dari tangannya?.


Tap!!!!.


Dengan gerakan yang sangat cepat Ratu Naga Api segera mengambil kotak itu. "Ini adalah harta berharga bagiku!." Ia tidak menduga akan melihat kotak cintanya saat ini. "Aku tidak akan melupakan begitu saja bagaimana kenangan yang mungkin pada saat itu aku jalani." Suasana hatinya sangat senang, ia tidak menyangka akan melihat kembali kotak kesangannya itu?.


"Eh?." Akihara Masamune sangat terkejut. "Harta berharga?." Ia bahkan mengulangi apa yang diucapkan oleh Ryuu Amane saking terkejutnya.


"Apakah itu benar kotak berharga yang gusti ratu milik?." Bahkan Akihara Masamune bertanya langsung pada Ratu Naga api untuk memastikan apakah itu benar atau tidak.


"Ini diberikan oleh suami yang sangat aku cintai." Suasana hatinya saat ini sedang baik, sehingga ia memeluk kota itu penuh semangat. "Ini adalah hadiah pernikahan kami yang pertama." Dengan semangat membara ia berkata seperti itu. Memperlihatkan sebuah benda yang sangat berharga baginya. "Tentu saja ini adalah harta yang sangat berharga bagiku." Ratu Naga Api memeluk kotak itu dengan sangat sayangnya. "Rasanya aku tidak sabar lagi ingin bertemu dengan suami yang sangat aku sayangi, dan yang sangat aku cintai." Dalam hatinya terus mengingat bagaimana ketampanan yang dimiliki oleh Raja Naga Api, sehingga ia tidak bisa lagi berpaling dari yang lain.


"Eh?. Benarkah itu gusti ratu?." Akihara Masamune atau Tatsu sama sekali tidak menduga itu. "Ternyata gusti raja naga api sangat romantis sekali di balik sikap dinginnya pada siapapun juga." Dalam hati Akihara Masamune atau Tatsu tidak menduga itu pernah terjadi?.


"Tentu saja. Ini adalah bukti cintanya padaku." Ryuu Amane semakin bersemangat, karena kota persegi unik itu adalah pemberian dari suaminya. "Kami saling mencintai satu sama lain. Perasaan kami pada saat itu sangatlah nyata." Dalam hati Ratu Naga Api masih mengingat dengan baik bagaimana sikap Raja Naga Api pada saat itu. Hidupnya terasa sangat bahagia karena memiliki seseorang yang mencintai dirinya dengan sepenuh hatinya.


"Sudah aku duga, ternyata benar kau adalah reinkarnasi ratu naga api." Biksu Souji Gedaje terlihat sangat senang, karena dugaannya tidak salah. "Kotak itu adalah bukti bahwa kau adalah ratu naga api. Kotak itu adalah miliki ratu naga api." Lanjutnya dengan penuh percaya diri.


Deg!!!.


Ryuu Amane sangat terkejut, bagaimana mungkin Biksu Souji Gedaje mengetahui kotak itu?. Ia tidak menyadari jika masih ada orang lain yang bersamanya saat ini. Hatinya sedang bahagia karena mendapatkan sesuatu yang sangat berharga baginya, sehingga ia lupa ada orang lain?.


"Tapi kenapa kau bisa memiliki kota ini adalah molikku?. Bagaimana mungkin kotak ini bisa berada ditanganmu?." Dua pertanyaan sekaligus yang ingin ia ketahui jawabannya. "Apakah ada seseorang yang memberikannya padamu?." Lanjutnya lagi dengan pertanyaan lainnya.


"Hooh!. Bagaimana mungkin kau mengetahuinya?. Kau bukan lahir di zaman kuno, serta juga bukan reinkanasi naga api." Akihara Masamune juga sangat penasaran akan itu. "Aku sangat yakin ada seseorang yang memberikannya padamu." Akihara Masamune juga berpikiran seperti itu.


Biksu Souji Gedaje menghela nafas dengan pelan. "Mungkin gusti ratu bisa ingat dengan seorang jendral yang menjaga kuil tenkuu no seiden. Tuan souji pensiero, jendral yang sangat setia pada raja naga api." Ia menjelaskan pada mereka. "Itulah sejarah yang aku dengar dari ayahku." Dengan malasnya ia berkata jika itu adalah cerita dari ayahnya?.


"Souji pensiero?." Ryuu Amane dan Akihara Masamune mengulangi perkataan itu sambil mengingat seseorang yang bernama Souji Pensiero?.

__ADS_1


"Hum!!!." Akihara Masamune mencoba mengingatnya. "Rasanya aku pernah mendengar nama itu." Ia mengingat kembali bagaimana dan siapa orang yang dimaksud oleh Biksu Souji Gedaje.


"Apakah ada orang yang bernama seperti itu pada saat itu ya?." Dalam hati Ratu Naga Api mencoba untuk mengingat apa yang terjadi pada saat itu. Apakah ia pernah berhubungan dengan seseorang yang bernama Souji Pensiero?.


"Oh!. Aku sangat ingat." Akihara Masamune sangat ingat. "Jadi, kau adalah keturunan souji pensiero itu?!." Akihara Masamune sampai berteriak terkejut mengetahui fakta itu?.


"Hum." Biksu Souji Gedaje hanya mengangguk saja.


"Kau ingat siapa dia?." Ryuu Amane terkejut jika Akihara Masamune ingat?. "Apakah benar kau ingat siapa dia?." Ratu Naga Api hanya ingin memastikan apakah benar apa yang dikatakan oleh Akihara Masamune.


"Dia adalah jendral yang sangat tangguh, dia yang waktu itu menyuruh gusti ratu untuk ke arah timur kota sukuranburu untuk mendapatkan kayu ukiran untuk membuat kotak penyimpanan harta karun unik." Dengan semangatnya ia berkata seperti itu. "Dia juga yang mengawal gusti ratu agar sampai di tempat tujuan dengan aman." Akihara Masamune sangat ingat dengan itu.


"Ah!. Benar juga." Ryuu Amane sangat ingat dengan itu. "Aku sangat ingat dengannya." Ryuu Amane, Ratu Naga Api tidak akan pernah lupa dengan itu. "Jangan katakan padaku jika kau adalah keturunan dari jendral kaku dan tidak peka itu." Di saat yang bersamaan, ia terkejut jika memang itu yang terjadi?.


"Ahaha!. Bisa jadi seperti itu." Biksu Souji Gedaje hanya tertawa kecil. "Jadi mereka memang kenal ya?." Dalam hati Biksu Souji Gedaje sedikit miris mengenai orang terdahulu di keluarga mereka. "Maaf, jika aku memang keturunannya." Dalam hatinya lagi berkata seperti itu.


"Pantas saja aku merasakan auranya itu padamu. Ternyata seperti itu." Akihara Masamune tidak menduga itu sama sekali. "Tapi ini sangat mengejutkan sekali, dan itu artinya kau adalah keturunan naga api juga." Lanjutnya sambil memikirkan siapa Biksu Souji Gedaje.


"Jika memang seperti itu apakah kau mengetahui dimana letak tugu raja naga api, kan?." Saat itu juga ia ingat ingin bertanya tentang tugu Naga Api lainnya. "Aku dengar kau memiliki kemampuan yang sangat hebat. Aku yakin kau mengetahui dimana letak tugu raja naga api." Ratu Naga Api tidak mungkin salah dalam menerima informasi.


"Kalau begitu katakan padaku jika kau memang mengetahuinya. Katakan padaku dimana letak tugu naga api. " Ryuu Amane sangat tidak sabar untuk mengetahui dimana tugu Naga Api. Tentunya ia ingin membuat suaminya reinkanasi juga. "Karena begitu lama terkurung dalam mantram itu, aku lupa dengan pola atau daerah sukuranburu selatan. Juga bangunannya banyak yang berubah." Ratu naga api sangat bingung, dan tidak bisa mengingatnya dengan sangat baik.


"Tidak semudah itu." Biksu Souji Gedaje tersenyum licik. Ada maksud tertentu yang ingin ia kejar sesaat ini sehingga ia berkata seperti itu pada Ryuu Amane. "Ada hal yang harus kau ketahui jika kau ingin ke tempat tugu raja naga api." Lanjutnya. "Tidak semua orang bisa masuk ke sana." Sepertinya ia sangat meremehkan Ratu Naga Api.


"Memangnya kau minta syarat apa?!. Jangan beraninya kau main-main dengan perasaanku!." Ryuu Amane terbakar amarah yang sangat luar biasa. Bagaimana mungkin ada seseorang yang berani berkata seperti itu padanya?. "Jika kau berani meminta hal yang aneh-aneh!. Akan aku jadikan kau daging panggang asap!." Ryuu Amane terlihat mengancam Biksu Souji Gedaje. Ia sangat kesal jika ada seseorang yang bermain-main dengannya.


"Gusti ratu sangat menyeramkan sekali." Akihara Masamune sangat takut melihat kondisi Ryuu Amane jika ia marah. "Memang sangat menyeramkan sekali jika marah." Dalam hatinya merasa sangat tidak nyaman sama sekali dengan itu.


"Ahaha!. Aku hanya ingin minta bantuan untuk mengatasi reinkanasi sukma naga air saja." Sebenernya Biksu Souji Gedaje sangat takut, akan tetapi ia berusaha untuk menekan perasaan takut itu. "Aku tidak akan meminta hal aneh-aneh. Kau tenang saja." Ia tidak menduga jika Ratu Naga Api semarah itu. "Aku yakin ini adalah pekerjaan yang sangat mudah." Lanjutnya.


"Tidak ada hubungannya denganku!." Ryuu Amane dengan kesalnya berkata seperti itu. Tentunya ia tidak peduli dengan masalah yang terjadi pada saat ini?. "Kenapa kau malah meminta hal yang tidak akan pernah aku lakukan?!. Jangan libatkan aku dalam masalah kalian!." Sangat terlihat jelas bahwa ia tidak suka sama sekali. "Aku tidak akan melakukan apapun yang kalian minta!. Jangan meminta hal yang sangat mustahil bagiku!." Dari suaranya sangat jelas bahwa ia sangat tidak suka dengan itu.


"Tentu saja ada." Biksu Souji Gedaje mencoba untuk membujuk Ryuu Amane. "Karena hanya orang-orang yang memiliki kekuatan naga api saja yang dapat melakukannya." Ucapnya dengan penuh penekanan. "Aku berjanji akan mengatakan padamu dimana tugu raja naga api jika kau berhasil membunuh wanita itu." Biksu Souji Gedaje memberikan penawaran yang baik pada Ryuu Amane. "Apalagi setelah tugu naga api itu hancur, tentu saja gusti ratu memiliki hubungan dengan masalah yang terjadi." Biksu Souji Gedaje mencoba untuk menjelaskannya supaya Ratu Naga Api tidak salah paham dengan apa yang akan ia katakan.


"Heh!." Ia mendengus kesal sambil memalingkan wajahnya. "Akan aku pikirkan." Hatinya sangat sakit, sehingga hanya ucapan itu yang ia katakan. "Akan aku pikirkan jika aku masih berbaik hati untuk melakukan itu." Hatinya sebenarnya sangat tidak terima untuk itu. Bagaimana mungkin ia melakukan itu untuk melindungi orang lain?. Bahkan sebenarnya ia tidak peduli sama sekali dengan apa yang terjadi pada masa sekarang yang rumit.

__ADS_1


"Ini menyangkut nyawa banyak orang. Apakah gusti ratu akan mengulang sejarah kelam dimana naga air membunuh suku naga api tanpa belas kasihan?." Biksu Souji Gedaje hanya tidak ingin melihat korban lagi.


Ryuu Amane yang kesal mendengarkan apa yang diucapkan Biksu Souji Gedaje. "Jika kau berani melanggar janji, dan malah berani memanfaatkan aku, maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu." Dari tangannya itu keluar api yang sangat membara. "Aku tidak pernah sungkan-sungkan untuk membunuh seseorang yang telah berani mempermainkan aku." Suara itu terdengar sangat menyeramkan.


Glugh!!!.


"Sungguh api yang sangat mengerikan." Biksu Souji Gedaje tidak dapat lagi menahan perasaan takutnya. "Bahkan aku tidak bisa menggunakan kekuatan api seperti itu meskipun eyang terdahulu adalah keturunan naga api, tapi belum tentu bisa mengeluarkan api seperti itu." Ia memang keturunan naga api, tapi ia tidak menduga jika mereka memiliki tenaga seperti itu?. Sangat luar biasa sekali.


Itu adalah ingatan Ratu Naga Api. Rasa rindunya pada suami yang sangat ia cintai sangatlah dalam, sehingga ia terbawa mimpi.


"Isamu sama. Apakah isamu sama tidak merindukan saya?." Dalam kesepian yang ia rasakan pada saat itu ia teringat dengan suami yang sangat ia cintai.


Sedangkan di alam nyata.


Akihara baru saja sampai di kamar Ryuu Amane. Dengan hati-hati ia membaringkan tubuh Ryuu Amane di atas tempat tidur, sepertinya luka itu lumayan parah. Sehingga membutuhkan waktu tang cukup lama untuk mengobatinya. Karena kondisi fisiknya belum bisa menyesuaikan diri dengan Ryuu Amane.


"Semoga gusti ratu baik-baik saja." Itulah harapan Akihara Masamune. Ia tidak bisa menayangkan jika terjadi sesuatu pada Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. "Hamba pergi sebentar saja. Maafkan hamba karena hamba tidak bisa berada di samping gusti ratu untuk saat ini. Hamba tidak mau ada yang mencurigai mengenai ini, jika gusti ratu akan reinkanasi dari dalam tubuh anak ini." Akihara Masamune juga tidak ingin membuat keributan hanya karena berada di kamar Ryuu Amane pada pagi hari seperti?. Meskipun masih ada sekitar dua jam lagi menjelang pagi menyapa. "Sekali lagi maafkan hamba, karena hamba tidak bisa menjaga gusti ratu saat ini. Tapi hamba janji akan datang ke sini, jika gusti ratu belum juga sadarkan diri." Sebenarnya ia sangat cemas dengan keadaan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. Tapi ia memang tidak ingin membuat masalah mandinya.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta.


...***...


Di kediaman Pribadi Murasaki Abeno.


Ia sedikit memahami sejarah Kota Sukuranburu yang memiliki dua suku yang sangat berbeda. Sepertinya ia sangat serius ingin mengetahui kebenaran dari kasus aneh itu dimulai dari sejarah berdirinya Kota Sukuranburu.


"Sepertinya ratu naga api memiliki kekuatan yang sangat besar." Ia kembali membaca apa yang ada di dokumen penting itu. "Apakah ini kisah dongeng semata?. Tapi ini terasa sangat nyata, tidak bisa dibantah lagi." Dalam hatinya mencoba untuk tetap semangat, tidak mudah putus asa mengenai masalah serius yang sedang mereka hadapi. "Masalah ini sangat berhubungan dengan masa lalu, dan kini malah membawa bencana." Sangat aneh.


"Ini seperti sebuah teka-teki yang sangat membingungkan." Dalam hati Murasaki Abeno mencoba untuk melakukan yang baik, ia tidak mau terburu-buru melakukan itu. "Aku agan berusaha dengan baik. jangan sampai mereka mengetahui cara bermainnya.


"Sepertinya ini akan menjadi hal yang lebih menarik lagi jika ingin mengetahuinya lebih lanjutnya lagi." Murasaki Abeno merasa telah melakukan itu semua. "Kalian telah melakukannya dengan baik, maka akan aku berikan yang lebih padanya.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah benar Murasaki Abeno sedikit-sedikit memahami apa yang tejadi?. Tapi apakah ini bisa mengatasi apa saja yang dibutuhkan olehnya untuk melakukan itu semua?. Temukan jawabannya, dukung ceritanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2