
...***...
Pertarungan mereka masih berlanjut. Sepertinya mereka belum mau mengalah meskipun diantara mereka telah mengalami luka akibat pertarungan itu. Ryuu Amane menggunakan jurus tarian api dalam badai, jurus yang mengeluarkan api yang sangat besar. Sehingga suasana disekitarnya sangat panas membara. Bahkan air laut keseimbangan terganggu, menguap menjadi asap yang semakin tebal?.
"Heh!." Uzumaki Araumi yang berada di atas ombak saat ini menatap rendah Ryuu Amane yang sedang memainkan jurusnya. "Rasakan jurusku ini!." Dengan kekuatan yang ia miliki, ia mengendalikan ombak raksasa itu ke arah Ryuu Amane. Ombak itu seakan-akan hendak menelan tubuh Ryuu Amane, apalagi Api itu seakan-akan kecil, tidak berdaya sama sekali?.
"Gusti ratu!." Akihara Masamune dan Biksu Souji Gedaje sangat khawatir melihat itu. Mereka takut jika terjadi sesuatu pada Ryuu Amane.
Akan tetapi ketika mereka ingin membantu, gerakan mereka ditahan oleh Kloning dari Uzumaki Araumi. Kloning satu menyerang Biksu Souji Gedaje dengan menebaskan pedang naga air. Tapi beruntung Biksu Souji Gedaje menyadari itu, sehingga ia melompat tinggi. Tubuhnya masih aman dari sabetan pedang pucat itu. Sepertinya Uzumaki Araumi memiliki jurus yang dapat merubah apa saja menjadi senjata.
"Tidak semudah itu kau melukaiku." Ucapnya setelah kakinya hampir saja menyentuh permukaan air laut keseimbangan, ia mengarahkan hantaman kepala Uzumaki Araumi dengan menggunakan tongkat Hitam Suci miliknya. Tapi sayangnya wanita itu dapat menangkis serangan itu, ia terhindar dari luka serius jika ia tidak dapat menahan serangan itu.
Sedangkan Akihara Masamune masih bertarung dengan Kloning kedua. Ia sangat kesal karena kloning kedua menghalanginya, sehingga ia menggunakan jurus api lecutan cambuk api.
"Kegh!." Uzumaki Araumi sedikit meringis ketika ia menghalangi cambuk itu dengan tangannya, ia tidak menduga jika api itu sangat menyakitkan untuk kulitnya.
Kembali pada Ryuu Amane.
Uzumaki Araumi tidak menduga, dari dalam ombaknya keluar bola-bola api yang sangat panas, dan semakin terasa sangat panas. Permukaan air laut keseimbangan benar-benar menguap, menghasilkan panas yang tidak biasa.
"Kegh!."
Mereka semua meringis sakit karena kulit mereka terasa sangat panas karena hawa yang ditunjukkan oleh jurus itu.
"Gusti ratu?!." Biksu Souji Gedaje dan Akihara Masamune sangat terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Ryuu Amane saat ini. Sungguh jurus yang sangat luar biasa, dan tentunya sangat tidak biasa.
"Kurang ajar!. Ternyata dia memang tidak bisa diremehkan begitu saja." Dalam hati Uzumaki Araumi mulai panik dengan apa yang terjadi. "Ternyata dia memiliki jurus yang sangat berbahaya." Hatinya sangat mengutuk dengan apa yang dimiliki oleh Ratu Naga Air. "Aku tidak akan kalah begitu saja darinya!." Hatinya mulai memanas jurus yang dimainkan Ryuu Amane membuatnya kerepotan. Ia harus memikirkan cara supaya bisa membuat Ryuu Amane atau Ratu Naga Api itu takluk atau kalah padanya.
"Jurus yang sangat berbahaya. Jurus tarian api dalam badai." Dalam hati Biksu Souji Gedaje baru kali ini melihat secara langsung bentuk itu. Sungguh api yang sangat membara, berkobar menari layaknya naga raksasa yang mencari mangsa. "Ia pantas menjadi ratu naga api yang terkuat di masa itu." Ia sangat kagum dengan sejarah tentang Ratu naga Api yang pernah ia baca. "Aku tidak menduganya jika aku akan melihat dengan mata kepalaku bagaimana jurus hebat itu dimainkan dihadapanku sekarang." Tentunya ini adalah momen yang paling langka yang pernah ia lihat dalam hidupnya.
"Ini sangat luar biasa. Akhirnya setelah sekian lama tidak melihat jurus itu, aku kembali melihat jurus dahsyat itu." Akihara Masamune sangat kagum dengan jurus itu, tentunya ia sangat kenal dengan jurus itu. "Ohohoho!. Gusti Ratu Naga Api sangat luar biasa!. Bahkan aku pengawal pribadinya selalu kagum dengan kekuatan yang gusti ratu naga api miliki!." Bahkan Akihara Masamune memuji kekuatan Ratu Naga Api secara terang-terangan.
Akan tetapi pada saat itu, Uzumaki Araumi terlihat sangat gelisah, karena ia tidak bisa melakukan apapun saat ini karena ada yang mengganggu aliran tenaga dalamnya, sehingga ia tidak bisa menggunakan kekuatannya sepenuhnya.
__ADS_1
"Kegh!. Kulitku terasa sangat panas." Dalam hati Uzumaki Araumi sangat tidak nyaman sama sekali. Setelah itu ia memberi kode pada kedua kloningnya agar masuk kembali ke dalam tubuhnya. Ia tidak jadi menggunakan jurus naga air dalam badai ombak. Sepertinya air memiliki kelemahan terhadap api yang sangat panas. "Jadi seperti itu?." Hatinya sangat sakit mengingat sesuatu. "Api yang panas ternyata bisa menguapkan air. Sama seperti merebus air di atas tungku yang sangat panas. Aku rasa itulah yang ia pikirkan ketika berhadapan dengan suku naga air." Hatinya mulai gelisah, tidak nyaman sama sekali. "Sebaiknya aku pergi saja dari sini." Setelah memikirkan itu, ia langsung pergi dari sana dalam wujud naga air yang terbang mencari tempat yang akan untuk saat ini. "Ternyata dia sangat licik juga. Tidak heran jika mereka mampu mengalahkan yang mulia raja naga air." Dalam hatinya berusaha untuk menahan rasa sakit yang menusuk kulitnya itu. "Sungguh api yang sangat mengerikan, serta mematikan apa saja yang mereka lalui." Rasanya ia tidak ingin berurusan dengan mereka semua hanya karena keinginan serta ambisi yang dimiliki oleh Naga air?.
"Hoi!. Malah kabur?!." Akihara Masamune tidak menyangka jika Uzumaki Araumi saat ini kabur?. "Sangat tidak baik, dan menyebalkan!." Umpatnya dengan nada kesal. Padahal ia telah menguatkan tekadnya agar terus bertarung tadinya.
"Eh?. Malah kabur?." Biksu Souji Gedaje sangat terkejut, apalagi ketika suasana kembali ke normal. "Kabur seenaknya saja setelah melakukan hal sangat tidak berguna sama sekali." Ia tidak menduga jika Naga Air itu akan melarikan diri dari sana?.
"Eh?." Orang yang tadinya sempat diabaikan saat ini telah sadar. Ia melihat sekitarnya dengan perasaan yang tidak nyaman sama sekali. "Memangnya aku tadi sedang melakukan apa?." Ia tidak ingat telah melakukan apa. "Apakah ini semaunya akan baik-baik saja?." Dalam hatinya sedikit bingung saat melihat itu?. .
"Sebaiknya aku pergi saja." Ia sangat bingung kenapa ia berada di sana saat ini. "Sebaiknya memang lebih baik pulang." Setelah itu ia pergi meninggalkan tempat itu. Akan tetapi pada saat itu, tubuhnya terasa sangat ringan, seringan kabar sehingga dengan mudahnya ditiup kemana saja mengikuti arah mata angin.
Brukh!!!.
"Gusti ratu!."
Ryuu Amane kehilangan keseimbangan, tubuhnya tiba-tiba saja mati rasa, sehingga ia tidak dapat bergerak sama sekali. Tapi beruntung Biksu Souji Gedaje segera menangkapnya, sehingga ia tidak jadi jatuh ke tanah.
"Gusti ratu?!. Apakah gusti ratu baik-baik saja?. Gusti Ratu!. Bangun!." Akihara Masamune sangat panik ketika melihat keadaan Ratu Agung Selendang Merah seperti itu.
"Katakan apa yang bisa hamba lakukan?. Hamba akan melakukan apapun yang gusti ratu inginkan." Akihara Masamune sangat tidak tega melihat keadaan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api.
"Bawa saja aku ke rumahku. Aku tidak mau mereka mengetahui apa yang telah aku lakukan." Ryuu Amane terlihat sangat khawatir.
"Baiklah. Kalau begitu kami akan menyembuhkan gusti ratu terlebih dahulu. Setelah itu baru kami akan membawa gusti ratu menuju rumah ryuu amane." Akihara sangat cemas, ia tidak mau terjadi sesuatu pada Ratu Naga Api.
"Terima kasih tatsu." Setelah berkata seperti itu Ryuu Amane benar-benar tidak sadarkan diri. Tentunya itu membuat Akihara Masamune dan Biksu Souji Gedaje sangat panik.
"Bangunlah gusti ratu!." Keduanya berusaha untuk membangunkan Ratu Naga Api. Akan tetapi tidak merespon sama sekali.
Namun di saat itu juga Wakabayashi Ken yang sedang bertugas melihat keamanan Kota Sukuranburu Selatan sangat terkejut ketika melihat Biksu Souji Gedaje sedang menggendong seorang gadis remaja?.
"Ekhm!." Ia memberi kode dengan sangat kerasnya, sehingga Biksu Souji dan Akihara Masamune menatap kesal ke arahnya.
"Apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini tuan biksu?." Dengan penuh kecurigaan ia bertanya seperti itu pada Biksu Souji Gedaje. "Kenapa kau bisa bersama seorang remaja yang sedang pingsan?. Apakah kau sedang bermain asmara dengan gadis belia?. Sungguh buruk sekali seleramu tuan biksu." Lanjutnya lagi. Entah kenapa pada saat itu pikirannya sangat jahat, memikirkan hal yang amat buruk tentang Biksu Souji Gedaje yang jelas-jelas terlihat sedang membantu seseorang. Apakah menurutnya pada saat itu Biksu Souji Gedaje Sedang melakukan hal yang sangat buruk?. Tidak!!!. Tapi pikirannya lah yang sangat buruk mengenai Biksu Souji Gedaje.
__ADS_1
"Diam kau bodoh!." Biksu Souji Gedaje sangat kesal. "Sebaiknya kau tidak berpikiran yang aneh-aneh!." Ia sangat marah, ia tidak akan melakukan hal yang mengerikan pada seorang wanita, apalagi pada Ratu Naga Api?. "Kau pikir aku ini biksu seperti apa?!." Bentaknya dengan suara yang keras. "Jika kau tidak bisa membantu seseorang sebaiknya kau diam saja!. Sangat tidak berguna sama sekali!!!!." Biksu Souji Gedaje sangat marah.
Bletak!!!.
Saking kesalnya, ia menjitak kepala Wakabayashi Ken dengan sangat keras. Ia tidak Peduli siapa yang ia jitak pada saat itu.
"Aku ini seorang polisi!. Kenapa kau menggunakan kekerasan padaku!." Wakabayashi Ken merintih sakit, kepalanya terasa sangat sakit. "Kau itu seorang biksu, tetapi kenapa malah menggunakan kekerasan Pada orang lain." Wakabayashi Ken Sampai menangis seperti itu sambil menahan sakit yang ia rasakan pada saat itu.
"Kalau begitu saya pamit dahulu." Akihara Masamune mengambil alih Ryuu Amane yang masih tidak sadarkan diri. "Aku harus segera menyembuhkannya." Lanjutnya. Ia juga tidak mau berlama-lama di sana. Ada hal yang jauh lebih penting yang harus ia lakukan pada saat itu.
"Jadi kau yang akan mengantarnya?." Biksu Souji Gedaje sangat khawatir dengan keadaan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. "Apakah kau tidak membutuhkan bantuan dariku?." Tentunya ia sangat khawatir dengan keadaan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api.
"Ya, saya akan mengantarnya. Karena saya mengetahui dimana rumahnya." Akihara Masamune harus segera menyembuhkan Ryuu Amane. "Aku akan menjaminnya, jika dia akan baik-baik saja." Jawab Akihara Masamune dengan sangat yakin.
Sedangkan Wakabayashi Ken hanya menyimak saja apa yang mereka katakan. ia sangat tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh keduanya?. "Aku sangat curiga dengan mereka, tapi sepertinya anak muda itu anak yang baik. Jika dia tidak baik, tidak mungkin dia sampai mengetahui dimana rumah remaja yang sedang pingsan." Dalam hatinya mencoba memikirkan apa yang sedang terjadi diantara mereka?.
"Baiklah, jika terjadi sesuatu padanya, katakan saja padaku. Karena kita tidak bisa melakukan penangkapan itu tanpa hadirnya ia bersama kita." Biksu Souji Gedaje menghela nafasnya dengan lelah. "Jangan lupa pastikan jika ia kembali pulih, dan jangan lupa datang." Begitu banyak pesan yang ia katakan pada Akihara Masamune sebagai ungkapan bentuk kekhawatiran yang ia rasakan tentang Ratu Naga Api?.
"Terima kasih atas kebaikannya. Saya pamit dulu." Ia hanya tersenyum kecil saja dengan apa yang ia dengar?. "Akan saya usahakan untuk datang jika keadaannya telah baikan." Setelah berkata seperti itu ia langsung pergi meninggalkan tempat. Tentunya dengan cara yang tidak biasa?. Ia melompat dengan kecepatan yang
"Eh?." Wakabayashi Ken sangat terkejut melihat Akihara Masamune melompat ke atap, dan terbang?. "EH?!. DIA BISA MELAKUKAN ITU?." Teriaknya dengan sangat kuat. Ia tidak menduga. jika ada manusia bisa terbang seperti itu?. Tentunya itu bukanlah hal yang biasa untuk dilihat pada era modern seperti sekarang ini.
"Sebaiknya kau segera pergi dari sini. Tidak baik berkeliaran seorang diri walaupun kau adalah seorang polisi." Biksu Souji Gedaje juga meninggalkan tempat. "Kecuali kau ingin menjadi tumbal naga air." Lanjutnya lagi sambil berjalan meninggalkan tempat itu?.
"Tunggu!." Wakabayashi Ken mencoba menghentikannya. "Katakan padaku apa yang tejadi?. Apakah kau mengenali mereka berdua?." Itulah pertanyaannya. Namun tidak ada tanggapan sama sekali. "Jangan pergi sebelum kau menjelaskan apa yang terjadi!." Teriaknya dengan penuh emosi yang membara. Ia sama sekali tidak dihargai oleh Biksu Souji Gedaje yang pergi meninggalkan dirinya?.
"Heh!. Siapa yang peduli dengan pertanyaan itu?." Dalam hatinya sangat kesal. "Lebih baik kalian tidak mengetahuinya, jika ryuu amane adalah reinkarnasi dari ratu naga api." Ia tidak akan mengatakan kebenaran itu pada Wakabayashi Ken ataupun pada siapapun juga.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Ryuu Amane dan Ratu Naga Api akan baik-baik saja?. Apakah mereka bisa lepas dari masalah yang ada?. Simak terus ceritanya.
Sementara itu, Ratu Naga Api sebenarnya masih merasakan dirinya. Hanya saja ia tidak dapat membuka matanya karena tubuh wadah reinkarnasinya sangat lemah. Tidak bisa menerima kekuatannya begitu saja, sehingga ia tumbang tidak sadarkan diri?. "Sungguh, maafkan aku ryuu amane. Karena aku harus melawan naga air. Jika aku tidak melawannya, kau juga dalam bahaya. Aku juga tidak menduga jika kau memiliki tubuh yang sangat lemah. Sekali lagi maafkan aku untuk semuanya. Aku harap kau baik-baik saja, kau baik-baik saja ryuu amane." Itulah yang diharapkan oleh Ratu Naga Api. Ia sangat menyayangkan tubuh Ryuu Amane yang sama sekali tidak kuat menahan semua kekuatannya. "Apakah kau bisa bertahan ryuu amane?. Aku harap kau bisa bertahan, aku yakin kau bisa bertahan. Selama ini kau sanggup bertahan meskipun kau dilukai oleh mereka." Ratu Naga Api sangat takut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan tentang Ryuu Amane nantinya. "Aku yakin kau bisa bertahan. Kau harus dalam keadaan baik-baik saja." Bahkan ia mengucapkan kalimat itu berkali-kali, seperti sebuah mantram untuk memberikan kekuatan pada Ryuu Amane agar bertahan demi dirinya. Suasana hatinya sangat gelisah karena memikirkan apa yang akan terjadi pada Ryuu Amane setelah ia memaksakan diri untuk menggunakan kekuatannya pada Ryuu Amane?. Bisakah Ryuu Amane bertahan?. Simak terus ceritanya, Jangan lupa dukungannya ya.
...***...
__ADS_1