
...***...
Ryuu Amanae on.
Sepertinya masalah ini belum selesai, aku harus menyelesaikan beberapa review untuk beberapa hari. Rasanya memang dipaksa untuk memperbaiki keadaan dengan secepat mungkin. Tapi itu tidak masalah, kita akan bekerja dengan tepat waktu. Tanpa banyak bacod!. Baca saja ceritanya.
Tidak terasa sudah satu bulan telah berlalu, dan aku masih saja belum menemukan bagaimana caranya aku reinkarnasi. Sungguh waktu yang agak lama, rasanya aku hampir putus asa. Hingga aku terpaksa mengikuti Tatsu untuk menghilangkan kebosanan yang aku rasakan. Tentunya tidak ada satu orang pun yang dapat melihat diriku selain Akihara Masamume, ah maksudku adalah Tatsuya. Rasanya sangat aneh ketika melihatnya seperti itu, dulunya dia sangat enggan belajar. Tapi apa yang aku lihat pada saat itu?. Rasanya sangat luar biasa sekali melihat keadaannya yang sekarang.
"Dulu kau saja enggan untuk belajar, aku rasa ini adalah hukuman untukmu karena kau tidak mau belajar." Sukma Ratu Naga Api sangat heran dengan apa yang dilakukan anak buahnya itu.
"Ahaha!." Tatsu hanya tertawa saja, karena itu memang terdengar lucu baginya. "Gusti ratu jangan berkata seperti itu." Ia malah malu mendengarkan ucapan Sukma Ratu Naga Api.
"Tapi dunia manusia sekarang suasananya lebih ramai. Aku merasa tidak nyaman sama sekali. Aku merasakan adanya perbedaan yang sangat kuat dari yang dulu. Tapi aku merasakan hal yang berbeda sehingga sekarang." Ratu Naga Api sedikit bingung dengan kehidupan yang sekarang.
"Ahaha!. Mungkin itu hanya perasaan gusti ratu saja." Akihara tidak mengerti kenapa ratu Naga Api lebih cerewet dari yang sebelumnya. "Apakah karena sudah lama tidak bertemu, makanya gusti ratu jadi seperti ini?." Dalam hati Akihara Masamune mencoba untuk berpikiran yang baik tentang Ratunya itu.
Pada saat itu, aku merasakan ada hal yang berbeda. Penekanan hidup terhadap seseorang di zaman ini ternyata hampir sama dengan yang aku rasakan ketika itu. Siapa yang kuat maka dia akan berkuasa, maka dia yang akan kuat. Rasanya hampir sama saja, tidak ada bedanya dengan dulu dan yang sekarang. Sangat miris sekali jika kau diintimidasi seperti itu oleh orang lain yang merasa dirinya sedang berkuasa.
Namun saat mereka melewati sebuah kelas, terlihat ada seorang siswi yang di-bully. Tentunya Sukma Ratu Naga Api yang tidak terlihat siapa saja kecuali Tatsu terkejut melihatnya.
Ryuu Amane?. Mungkin itulah nama siswi yang sedang dibully oleh mereka saat ini. Sungguh kasihan sekali melihat keadaannya yang teraniaya.
"Apakah manusia jaman sekarang seperti itu caranya menindas orang lain?." Perasaanya sangat tidak enak mengenai itu.
__ADS_1
"Ha-hamba juga tidak mengerti. Tapi sepertinya memang seperti itu gusti ratu." Ia juga tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi di kalangan manusia.
"Tidak ada perasaan sedikitpun di dalam hatinya kecuali kesenangan di saat melihat seseorang menderita dengan apa yang ia lakukan." Ratu Naga Api tidak tega melihat itu. Saat itu ia teringat masa lalunya yang mengalami hal yang sama. Sungguh hatinya sangat sakit melihat pemandangan yang sepeti itu dihadapannya saat ini. "Kejam juga kehidupan manusia di jaman ini." Ia berusaha bersikap cuek, akan tetapi pada saat itu. Entah kenapa tiba-tiba saja tubuhnya bergerak sendiri, membuat Tatsu terkejut melihat itu.
"Gusti ratu?." Tatsu tidak dapat menahan Sukma Ratu Naga Api, karena itu sama sekali tidak ia sadari. "Apa yang gusti ratu inginkan?." Akihara Masamune bertanya karena penasaran. Namun kakinya terasa berat untuk mencegah apa yang akan dilakukan oleh Ratu Naga Api.
Entah karena merasa nasib yang sama, atau karena ada suatu panggilan batin, saat itu aku masuk begitu saja ke dalam tubuhnya.
Deg!!!.
"Huh?!."
"Siapa kau?."
"Aku kenapa?." Antara Sukma Ratu Naga Api dan Siswi itu sepertinya memiliki kecocokan diantara keduanya. Ratu Naga Api tidak menduganya, jika ia telah menemukan wadah reinkarnasi?.
Sukma keduanya saling bertatapan satu sama lain, bertemunya dua Sukma yang berbeda alam. Namun saat itu Sukma Ratu Naga Api menyadari sesuatu, ia tepis kuat ember itu dengan tangannya. Sehingga ember yang berisikan air yang sangat menyengat itu terbang jauh menyiram siapa saja yang dilewati ember itu. Tentunya mengenai mereka yang ingin berbuat jahat pada Ryuu Amane.
"Kyaa!."
Terdengar suara teriakan dari beberapa siswa dan siswi yang terkena air dari ember itu.
"Sial!. Apa yang hendak kalian lakukan padaku?!. Hah?!" Sorot mata siswi itu terlihat sangat menyeramkan. Membuat mereka sedikit menjauhinya karena suaranya juga berbeda.
__ADS_1
"Gusti ratu!." Tatsu melihat itu dengan baik. "Oh!. Akhirnya gusti ratu menemukan wadah untuk reinkarnasi." Ia sangat senang saat melihat tubuh Ryuu Amane sangat cocok dengan junjungannya.
Sementara itu siswa dan siswi yang melihat itu sangat terkejut.
"Hei!. Si miskin yang tidak tahu diri!. Beraninya kau menepisnya!."
"Kau berani melawan sekarang ya?!."
Mereka berkomat-kamit berkata yang tidak baik pada Ryuu Amane.
"Apakah kalian tidak memiliki pekerjaan lain selain menyakiti aku?!. Kalian ini sangat menyedihkan sekali." Ryuu Amane berkata seperti itu?. Tentu saja mereka saling bertatapan satu sama lain. Tidak mungkin Ryuu Amane siswi paling lemah?. Kini bermain melwan mereka semua?.
"Ho!. Kau mulai mau melawan ryuu kun?. Kau sudah berani rupanya?." Mayumi sangat kesal melihat itu. Ia maju untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih kuat dari Ryuu Amane.
Namun ketika Mayumi ingin menghajar Ryuu Amane, ia terkejut karena siswi yang lemah itu bisa menghadangnya dengan baik?. Tentunya itu membuat mereka semua terkejut.
"Kegh!." Mayumi merintih sakit saat perutnya terkena tendangan dari Ryuu Amane. Mereka semua yang melihat itu sangat tidak menyangka sama sekali.
"Jangan kau sentuh aku dengan tangan bodohmu itu." Dengan jijiknya ia mengusap tubuhnya, seakan-akan yang tadi menyerangnya adalah makhluk yang paling jorok di dunia ini. "Berani sekali kalian memperlakukan aku dengan buruk!." Amarah Ryuu Amane meningkat seiring dengan apa yang mereka lakukan.
Pada hari itu aku hanya melakukan apa yang dirasakan oleh remaja itu. Hatinya yang sedang berontak ingin melakukan semuanya. Rasa sakit yang ia rasakan pada saat itu telah membuncah dari hatinya, sehingga ia ingin melepaskan semuanya dengan emosi yang membuncah. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah dia bisa menahan amarahnya?. Simak terus ceritanya, temukan jawabannya.
Ryuu Amanae off.
__ADS_1
...***...