RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 96


__ADS_3

...***...


Ratu Naga Api atau Ryuu Amane, Akihara Masamune, Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora saat ini sedang mengintai sebuah tempat yang sangat mencurigakan. Mereka telah berhasil masuk ke dalam kawasan itu dengan aman. Tempat itu sangat sepi pada malam hari, padahal siang ketika mereka sampai di sini tempat itu sangat ramai dengan pengunjung. Namun lihatlah sekarang?. Tempat itu sangat menyeramkan, tidak layak untuk dikunjungi.


"Apakah benar ini adalah lokasinya?." Ryuu Amane bertanya pada kedua gadis Mizu, karena ia ingin memastikan tempat itu dengan sangat baik. Ia dapat merasakan hawa yang tidak biasa dari tempat itu.


"Sangat benar sekali yang mulia ratu." Mizuaki Sayax yang menjawab pertanyaan itu "Kami telah menandai tempat ini dengan sangat benar." Lanjutnya sambil mengamati tempat yang menyeramkan itu.


"Kami bahkan merasakan hawa naga air, juga darah tumbal yang mereka gunakan di sini." Mizuno Sora ikut membantu temannya menjelaskan pada Ryuu Amane bagaimana kondisi yang mereka lihat saat itu.


"Baiklah. Kalau begitu kita harus hati-hati, aku merasakan ada hawa yang tidak baik di sini." Ryuu Amane sangat tidak nyaman dengan apa yang ia rasakan dan yang ia lihat disekitar tempat itu.


"Hamba juga merasakan kegelapan yang sangat luar biasa dari daerah ini yang mulia ratu." Akihara Masamume bahkan dapat merasakannya. "Tempat ini memang terlihat sangat mengerikan." Rasanya ia sangat enggan berada di tempat itu saat itu.


"Mari kita periksa tempat ini dengan teliti." Ryuu Amane memastikan tempat ini memang tempat yang digunakan oleh mereka untuk menyalurkan pengalihan tumbal.


Sementara itu di dalam ruangan salah satu tempat itu. Masato Jin telah menyadari ada orang yang memasuki kawasan itu. Ia dapat merasakan hawa yang tidak biasa yang mendekati tempat itu, sehingga ia menghentikan apa yang telah ia lakukan.


"Gawat. Sepertinya ada yang datang." Ia sangat terkejut dengan hawa yang sangat besar itu.


"Ada yang datang?. Siapa yang datang ke tempat ini disaat kita hendak memulai ritual?." Uzumaki Araumi samar-samar juga dapat merasakan bagaimana hawa kekuatan itu. "Lalu apa yang akan kita lakukan dengan ritual ini?." Ia bertanya karena temannya itu menghentikan ritual itu?.


"Untuk sementara ini kita tunda dulu. Karena aku merasakan ada yang ganjal dengan hawa keberadaan seseorang. Sebaiknya kita simpan darah ritual yang telah kita kumpulkan." Entah kenapa saat ini ia sangat panik karena hawa itu sangat tidak biasa. Ia yakin jika ada orang yang memiliki tenaga dalam yang sangat besar masuk ke tempat itu.


"Apakah hawa itu sangat mengerikan sehingga kita harus menyimpannya?." Uzumaki Araumi sangat heran dengan sikap temannya itu.


"Lakukan saja!." Masato Jin sangat kesal dengan Uzumaki Araumi yang selalu saja membantah apa yang ia katakan. Apakah temannya itu tidak bisa menuruti apa yang ia katakan?.


"Heh!. Kau ini hanya bisa memerintahkan aku saja!." Uzumaki Araumi juga kesal jika ia selalu diberi perintah seperti itu. Namun ia tidak memiliki alasan yang tepat untuk membantahnya.


Kembali di luar?.


Ratu Naga Api atau Ryuu Amane dan yang lainnya baru saja masuk ke dalam sebuah tempat yang sebelumnya digunakan sebagai tempat untuk mereka yang ingin membeli makanan yang sangat enak?. Apakah memang seperti itu?.


"Kita telah masuk, hawa kegelapan di ruangan ini semakin terasa mengerikan." Mizuaki Sayax merinding melihat itu. Padahal sebelumnya tempat itu tidak seseram yang saat ini ia lihat.

__ADS_1


"Apakah aku tidak bisa keluar dari sini?. Rasanya aku kesulitan untuk bernafas." Mizuno Sora juga merasakan hal yang sama. Dadanya terasa sangat sesak ketika ia memasuki ruangan itu.


"Ssshh!." Akihara sedikit memberi kode pada mereka untuk diam sejenak.


"Hm?. Apa?." Tentunya Keduanya bingung dengan isyarat itu. Apakah telah terjadi sesuatu yang sangat aneh?.


"Yang mulia ratu sedang melihat hal yang berbeda di ruangan ini." Akihara Masamume memberitahu kepada keduanya jika Ryuu Amane atau Ratu Naga Api saat ini sedang dalam mode yang serius.


Namun saat itu Ryuu Amane menyadari ada serangan yang datang ke arah mereka.


"Awas!." Ryuu Amane berteriak memberi mereka peringatan bahwa adanya ancaman yang datang pada mereka, sehingga mereka dengan mudahnya menghindari serangan itu.


"Ho?. Sepertinya kalian telah menyadari tempat ini ya?. Memang sangat hebat, tapi sangat menyebalkan." Tiba-tiba saja ada seseorang yang berbicara seperti itu pada mereka. Saat ini mereka melihat dua orang yang tidak asing. Dua orang asing yang sedang duduk santai di kursi yang tersusun rapi di ruangan itu.


"Ternyata kalian berdua?. Aku kira kalian telah mampus waktu itu!." Mizuno Sora sangat terkejut ketika mengetahui itu. Sungguh ia tidak menduga jika dua orang itu masih hidup?.


"Jangan sembarangan kalau kau berbicara!. Kegh!. Akan aku robek mulut mu itu!." Uzumaki Araumi langsung bangkit dari duduknya, ia benar-benar sangat tersinggung dengan apa yang ia dengar pada saat itu.


"Ahaha!. Tidak semudah itu kalian membunuh kami. Meskipun lawan kami adalah ratu naga api yang memiliki kekuatan maha dahsyat." Sedangkan Masato Jin malah tertawa seperti itu ketika mendengarkan ucapan musuhnya. "Bahkan orang-orang dari suku mizu pun bukanlah lawan kami." Ia benar-benar merendahkan dua orang gadis Mizu yang ikut hadir di ruangan itu.


"Kalian ini memang orang-orang yang sangat menyusahkan. Berani sekali kalian merendahkan aku." Ryuu Amane telah terbawa oleh kemarahan yang sedang membuncah dengan apa yang dikatakan Masato Jin tentang dirinya.


"Sial!. Baru saja bertemu sudah main panas." Masato Jin yang dari tadi duduk, sekarang mulai berdiri karena ia merasakan hawa yang tidak biasa dari Ryuu Amane atau Ratu Naga Api.


...***...


Sementara itu di kuil Tenkuu No Seiden.


Raja Naga Api saat ini sedang memperhatikan langit malam yang memang agak berbeda dari yang sebelumnya. Namun saat itu perasaannya sangat cemas dengan apa yang akan dilakukan oleh istri yang sangat ia cintai.


"Apakah yang mulia raja sangat mencemaskan keadaan yang mulia ratu naga api?." Biksu Souji Gadeja dapat melihat dan merasakan bagaimana Raja Naga Api yang semakin tampak gelisah setelah hidup. "Yang mulia raja dari tadi terlihat sangat cemas." Biksu Souji Gadeja tidak tega melihat Raja Naga Api yang seperti itu.


"Aku selalu mencemaskan dirinya." Jawabnya tanpa menyembunyikan perasaanya yang sebenarnya saat itu. "Walaupun dia adalah wanita yang sangat kuat, tapi dia adalah wanita yang mudah bersedih ataupun marah jika apa yang dikatakan seseorang tidak sesuai dengan prinsip yang telah ia terapkan selama ini." Raja naga api masih ingat dengan sifat istrinya yang seperti itu. Sungguh sangat luar biasa sebenarnya seperti itu.


"Ternyata yang mulia raja sangat memahami bagaimana yang mulia ratu selama ini. Sungguh sangat luar biasa sekali." Biksu Souji Gadeja sangat memahami bagaimana bentuk kecemasan seperti itu. Memang beda cemas seseorang yang mencintai istrinya dengan cemas seorang yang cinta pada pacarnya?.

__ADS_1


"Karena dia adalah satu-satunya wanita yang aku cintai selain ibuku." Itu adalah jawaban yang berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia telah menegaskan bahwa cintanya hanya untuk satu orang wanita saja selain ibundanya.


"Jadi seperti itu?. Rasanya hamba sangat iri sekali." Biksu Souji Gadeja dapat merasakan perasaan iri seperti itu. Tapi apa boleh buat, dia juga tidak memiliki seseorang yang lebih berharga baginya saat ini, namun bukan berarti ia tidak memiliki perasaan cinta di dalam hidupnya.


...***...


Sementara itu di tempat pertarungan yang kini sedang terjadi. Ratu naga api saat ini sedang mengejar musuhnya yang sedang ingin mencoba melarikan diri tentunya ia tidak akan membiarkan itu terjadi sehingga pertarungan itu tidak bisa dihentikan begitu saja.


"Hyah!." Ratu naga api terus mengejar dan melakukan penyerangan pada Masato Jin, sehingga saat ini saling menyerang satu sama lain mempertahankan diri mereka agar tidak mudah diserang begitu saja oleh musuhnya.


"Pertempuran terkahir kita memang kau yang memang. Tapi kali ini aku tidak akan kalah darimu begitu saja." Masato Jin juga mencoba menyerang Ratu naga api. Beberapa jurus telah ia mainkan dengan gerakan terus menipu musuh telah ia kerahkan untuk menjatuhkan Ratu naga api. Tapi sepertinya Ratu naga api tidak semudah itu untuk dikalahkan olehnya.


"Aku juga tidak berpikir akan kalah darimu meskipun kekuatan yang kau miliki itu sangat berbeda untuk saat ini." Ratu Naga Api juga menggunakan kekuatan yang ia miliki saat ini. Sehingga musuhnya terlihat sedikit kewalahan Ratu naga api pasti akan mengalahkan musuhnya dengan lebih serius lagi.


"Mari kita bermain-main." Sepertinya Masato Jin memang ingin bermain-main dengan Ratu naga api sehingga dia memancing amarah Ratu naga api untuk terus menyerangnya.


"Kau akan lihat bagaimana kekuatan yang aku miliki nantinya." Ratu Naga Api sepertinya memang tertarik dengan pertarungan itu sehingga ia benar-benar ingin menghajar musuhnya.


Di tempat yang sama.


Ternyata Uzumaki Araumi sedang berhadapan dengan Akihara Masamune, Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora.


"Tiga lawan satu?. Kalian ini sangat kurang sekali." Uzumaki Araumi sangat kesal, kenapa malah ia yang dikeroyok?. Apa yang membuatnya menjadi target 3 orang sekaligus.


"Jangan banyak mengeluh!. Kau itu harus segera kami binasakan!." Akihara Masamume tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh Uzumaki Araumi.


"Aku tidak peduli kau berkata ini pertarungan yang tidak adil, tapi kami memang harus membunuhmu malam ini juga." Mizuno Sora iya juga tidak peduli jika saat ini ia dianggap sebagai seorang pecundang karena bermain keroyokan.


"Jangan salahkan kami jika pertarungan ini curang. Jika kami tidak membunuhmu malam ini kami akan kehilangan banyak nyawa yang lebih berharga dibandingkan dengan nyawa raja busuk mu itu!." Mizuaki Sayax lebih tidak peduli lagi. Baginya saat ini mengalahkan musuh jauh lebih penting, meskipun itu adalah tindakan yang sangat tidak baik di dalam dunia persilatan.


"Baiklah, jika memang kalian ingin bermain-main denganku." Uzumaki Araumi sangat marah dengan sikap mereka yang seperti itu. "Akan aku hadapi kalian dengan jurus andalan yang aku miliki." Ia benar-benar akan melawan mereka semuanya, harga dirinya yang tinggi yang menginginkan pertarungan itu. Tidak masalah jika musuhnya ada tiga orang.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.


...***...

__ADS_1


__ADS_2