
...***...
Sepertinya mereka telah selesai berbicara, setelah itu mereka segera berpisah karena ada hal yang harus mereka lakukan setelah itu.
"Rasanya aku masih ingin berbicara lama-lama denganmu. Tapi sepertinya aku tidak bisa melakukan itu." Ia agak kecewa.
"Maafkan aku, karena aku harus segera pergi. Aku tidak mau membuatnya menunggu terlalu lama." Ryuu Amanae terlihat gelisah. "Mau sampai kapan kau akan menahan aku di sini?. Aku ingin segera bertemu dengan kekasihku." Dalam hatinya sangat jengkel.
"Oh, iya. Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa amane san." Takaharu Yu segera pergi dari sana. Ia juga tidak enak hati jika menahan Ryuu Amanae berlama-lama di sana. Ia juga tidak ingin membuat Ryuu Amanae merasa tidak nyaman dengan sikapnya.
"Ya, hati-hati ya." Ryuu Amanae hanya tersenyum kecil. Setelah itu ia juga segera pergi dari sana. Mereka benar-benar pergi dari sana, tentunya ingin melakukan hal yang harus mereka lakukan.
"Jadi mereka hanya kenalan karena kecelakaan saja?." Atsui Akamaru yang menyimak pembicaraan itu sedikit terkejut, ia tidak menyangka akan menyimak pembicaraan seperti itu. "Jadi ryuu amanae benar-benar bisa bertarung dengan sangat hebat?. Bahkan si yu itu?. Memuji berkali-kali kemampuan yang dimiliki ryuu amanae?." Atsui Akamaru merasa sangat heran mendengarkan apa yang ia dengar, karena pada saat itu ia tidak sengaja melihat pertarungan itu. Ia tidak akan pernah lupa dengan kejadian yang membuatnya mengatakan jika Ryuu Amanae sebenarnya adalah reinkarnasi dari Ratu Naga Api.
Kembali ke hari itu.
"Apakah kau mengetahui dimana pemilik buku itu?. Siapa biksu itu?." Ryuu Amane penasaran dengan itu. "Apakah kau mengetahui siapa yang menulisnya?." Ia sangat heran dengan kemampuan mereka.
"Untuk apa gusti ratu ingin mengetahuinya?." Akihara Masamune malah mencurigai Ryuu Amane atau Ratu Naga Api akan bertindak dengan gegabah.
"Mungkin saja melalui buku itu aku mengetahui dimana lokasi keberadaan gusti raja naga api. Aku ingin mengetahui apa saja yang mereka tulis tentangku." Ternyata Ryuu Amane alias Ratu Naga Api hanya ingin mengetahui dimana keberadaan suaminya. Sungguh gambaran seroang istri yang sangat setia pada suaminya.
"Hum." Akihara Masamune tampak berpikir. "Baiklah. Nanti akan hamba cari tahu dimana lokasi kuil itu berada." Akihara Masamune tidak ingin mengecewakan Ratu Naga Api yang memiliki perjuangan yang sangat besar.
Akan tetapi pada saat itu mereka melihat seorang wanita yang sangat mencurigakan sedang melakukan sesuatu. Ia dapat melihat semaunya dengan matanya yang saat itu terbakar gejolak api yang sangat membara.
Deg!!!.
"Itu adalah naga air!."
Keduanya sangat terkejut saat melihat seseorang yang hendak dipengaruhi oleh wanita yang merupakan wadah reinkarnasi Sukma naga air.
"Beraninya kau!." Ryuu Amane dan Akihara langsung bergerak dengan sangat cepat. Amarah keduanya telah memuncak saat melihat apa yang terjadi di depan matanya.
Ryuu Amane melompat ke arah wanita itu, sedangkan Akihara Masamune melompat ke arah seorang wanita yang menjadi target tumbal. Namun di saat mereka melompat tadi, Atsui Akamaru melihat itu dengan mata terbelalak lebar. Ia terpaku di tempat, melihat Ryuu Amane sedang bertarung dengan seorang wanita yang mencurigakan?.
Akihara Masamune menotok beberapa kali punggung wanita itu agar cepat memuntahkan sesuatu, dan benar saja. Wanita itu memuntahkan air hitam yang sangat mengerikan.
Sedangkan Ryuu Amane berhadapan dengan wanita itu. Beberapa kali ia arahkan pukulan serta sepakan untuk menjatuhkan wanita itu akan tetapi sepertinya wanita itu cukup tangguh untuk ia hadapi. Wanita itu melompat ke atas atap toko dengan perasaan waspada.
"Heh!. Boleh juga kau!." Uzumaki Araumi mendengus kesal. "Siapa kau sebenarnya?. Kenapa kau bisa melihat apa yang aku lakukan?." Ia tidak terima sama sekali jika ada seseorang yang berani menghalangi apa yang telah ia lakukan.
Bfuuuh!.
Api keluar dari tangannya. "Apa perlu kau mengetahui siapa aku?." Matanya juga memerah dengan sempurna.
"Sial!. Ternyata dia adalah naga api!." Uzumaki Araumi sangat terkejut dan tidak menduganya sama sekali. "Lain kali aku akan berhadapan denganmu!." Uzumaki Araumi menghilang entah kemana.
"Sial!. Malah kabur!." Umpat Ryuu Amane dengan penuh amarah.
__ADS_1
Sementara itu Atsui Akamaru yang melihat itu sangat tidak percaya. "Ryuu amane mengeluarkan api?. Bertarung?. Siapa dia sebenarnya?. Tidak mungkin dia naga api?. Apa karena namanya ryuu?. Makanya dia memiliki kekuatan naga api?." Dalam hati Atsui Akamaru sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada saat itu. Apakah Ryuu Amane selama ini menyembunyikan kekuatan yang sangat dahsyat yang ada di dalam tubuhnya. "Ini sangat tidak masuk akal, si lemah yang suka ditindas ternyata memiliki kemampuan aneh yang ia sembunyikan selama ini." Dalam hati Atsui Akamaru sungguh tidak percaya sama sekali dengan ucapan mereka semua.
Kembali ke masa ini.
Pada saat itu Atsui Akamaru telah melihat dengan jelas bagaimana Ryuu Amanae menggunakan kekuatan yang ia miliki. Jika dilihat secara akal sehat, tidak akan mungkin seseorang memiliki kekuatan sebesar itu. Apalagi dapat melompat seperti itu.
"Aku harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada ryuu amanae. Akan aku pastikan dia telah berubah karena dia adalah wadah dari reinkarnasi ratu naga api." Ia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan seperti itu waktu itu. "Aku harus mengikutinya supaya aku lebih mengetahui tentang Ryuu Amane yang sebenarnya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Ia masih penasaran dengan apa yang dilakukan Ryuu Amanae?. Kenapa ia melakukan itu?. Kekuatan seperti apa yang dimiliki Ryuu Amanae sebenarnya?. Itulah yang ingin ia ketahui setelah ini. Simak terus ceritanya.
***
Sementara itu Takaharu Yu yang setelah bertemu Ryuu Amanae sedang berbunga-bunga. Ia merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan Ryuu Amanae. Padahal ia telah berjanji akan bertemu lagi jika ia benar-benar mengalami perubahan yang sangat pesat. Ia akan membuktikan jika dirinya bisa berubah karena dorongan seseorang yang menyemangatinya dengan sepenuh hati. Rasanya ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan Ryuu Amanae pada saya itu mengingat bagaimana keadaannya yang sebelumnya bertemu dengan Ryuu Amanae.
Kembali ke masa itu.
Sementara itu, Ryuu Amane baru saja keluar dari rumahnya. Tentunya ia ingin ke kuil Tenkuu No Seiden yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya. Ia ingin ke bangunan kuno yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje, ia ingin menagih janji pada Biksu itu.
Saat ini ia sedang menikmati jalan santainya, namun siapa sangka pada saat itu ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang sedang dikejar oleh beberapa orang pemuda lainnya yang tampak gahar.
"Hiyah!." Ryuu Amane sampai terlempar ke beberapa langkah karena tubuhnya yang kecil, dan sialnya lagi pemuda itu malah menindihnya?.
"Kegh!."
Keduanya meringis sakit, tentunya tabrakan itu cukup kuat, hingga keduanya terbentur seperti itu. Di saat yang bersamaan, keempat pemuda yang mengejar pemuda yang mengenakan topi itu tertawa terbahak-bahak. Target mereka tidak bisa melarikan diri lagi?.
"Kegh!." Ryuu Amane mencoba untuk bangkit sambil mendorong pemuda itu supaya menjauh darinya. "Menjauh dariku goblok!." Umpat Ryuu Amane dengan kesalnya.
"Eh?." Mereka yang melihat itu sangat terkejut.
"Siapa kalian?." Kali ini ia melihat ke arah empat pemuda yang sama sekali tidak bersahabat.
"Hah?!." Tentunya itu membuat mereka sangat tersinggung.
"Kau yang siapa?!." Bentak mereka bersamaan.
"Sebaiknya kau jangan terlibat dengan mereka." Pemuda bertopi itu bangkit sambil meringis sakit. "Mereka itu adalah orang-orang jahat." Dari raut wajahnya yang kesakitan itu, Ryuu Amane dapat menangkap jika pemuda bertopi itu sedang mengalami masalah.
"Hah?!. Berani sekali kau berkata seperti itu?!. Kau ini mau cari mati?!. Hah?!." Mereka benar-benar tidak bersahabat sama sekali, bahkan salah satu dari mereka hendak melayangkan sebuah pukulan keras ke arah pemuda bertopi itu. Akan tetapi pada saat itu berhasil dicegah oleh Ryuu Amane dengan satu tangan saja?.
Aksi yang dilakukan Ryuu Amane sangat mengejutkan bagi mereka. Terutama pemuda bertopi itu yang tadinya telah pasrah jika ia mendapatkan pukulan lagi dari mereka.
"Kau itu perempuan. Sebaiknya jangan berurusan dengan kami." Pemuda yang ditahan Ryuu Amane terlihat sangat marah. Ia menunjukkan sikap kasarnya. "Sebaiknya wanita lemah seperti kau segera pergi, sebelum aku murka dan melukaimu tanpa ampun." Lanjutnya dengan nada merendahkan Ryuu Amane.
Namun siapa sangka pada saat itu, Ada kejadian yang tidak diduga sama sekali. Mereka bersumpah bahwa itu adalah hempasan yang paling kuat yang dilakukan oleh seorang wanita.
DUAKH!.
"EGKHAKH!."
__ADS_1
Dengan entengnya Ryuu Amane menjatuhkan pemuda yang telah berani meremehkan dirinya. Hingga terdengar suara derak seperti tulang yang patah?!. Tentunya diiringi dengan teriakan penuh kesakitan dari pemuda itu.
"Gila!. Dia sangat gila!." Dalam hati pemuda bertopi itu sangat tidak percaya dengan apa yang ia lihat pada saat itu. "Dia itu wanita, kan?.* Sampai-sampai ia menanyakan tentang gender?.
"Berani sekali kalian merendahkan aku." Matanya menatap tajam ke arah mereka semua.
Tentunya mereka semua sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Ryuu Amane.
"Siapa yang kalian sebut lemah?." Senyumannya sangat ramah, namun terlihat sangat mengerikan.
"Ternyata kau ingin menunjukkan kehebatan mu pada kami?!." Salah satu dari ketiga pemuda yang tersisa tersulut emosi ketika melihat temannya berhasil dilumpuhkan oleh Ryuu Amane.
Pemuda itu berniat memberikan sebuah terjangan tendangan kuat ke arah perut Ryuu Amane, akan tetapi berhasil ditepis olehnya dengan tendangan keras pula. Hingga telapak kaki mereka saling beradu, namun hasilnya Ryuu Amane yang memang.
Duakh!!!.
"Egkhakh!."
Pemuda itu meringis sakit, ia terjatuh sambil menyentuh kakinya yang terasa seperti akan patah.
"Hanya seperti itu kekuatan yang kau miliki?. Jangan banyak bicara jika hanya mengandalkan suara keras tidak bergunamu itu." Ryuu Amane sangat kesal, ia sangat tidak suka dengan apa yang mereka lakukan.
"Kau!." Bentak dua orang yang masih tersisa.
"Jika kalian ingin merasakannya, maka majulah." Ryuu Amane menantang dua orang pemuda yang tersisa.
"Baiklah. Jika memang itu yang kau inginkan!." Keduanya menerima tantangan dari Ryuu Amane.
"Siapa sebenarnya cewek ini?." Dalam hati pemuda bertopeng itu merasa sangat kagum dengan kekuatan yang dimiliki cewek yang belum ia kenali itu. "Sangat luar biasa sekali, dia bisa menghajar kedua orang jahat itu hingga tumbang hanya dalam sekali serangan." Sungguh ia tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.
Sementara itu, Ryuu Amane saat ini sedang berhadapan dengan dua orang pemuda yang terlihat sangat menggebu-gebu ingin mengalahkan Ryuu Amane. Mereka terus menyerang Ryuu Amane dengan pukulan fisik, namun dengan mudahnya Ryuu Amane menangkis semua serangan yang datang padanya.
"Jangan sombong dulu kau cewek burik!." Hardiknya dengan suara keras. Hatinya sangat panas karena semua serangan yang ia arahkan ke Ryuu Amane hanya sia-sia saja.
"Kau akan mendapatkan balasan dari kami!." Pukulan dan tendangan telah ia lakukan, namun tetap saja Ryuu Amane dengan mudahnya menahan semua serangan yang datang padanya tanpa merasa kerepotan sedikitpun.
"Benar-benar sangat luar biasa." Dalam hati pemuda bertopi itu tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya saat ini. "Aku yakin dia adalah atlit taekwondo yang sangat luar biasa." Dalam hatinya semakin kagum melihat gerakan yang dilakukan Ryuu Amane. "Aku yakin mereka tidak akan menang menghadapinya." Ia berharap jika cewek yang ia lihat saat ini bisa memberikan ancaman pada mereka semua.
Kembali ke masa ini.
Takaharu Yu masih ingat dengan jelas bagaimana kejadian pada saat itu. Sungguh sangat luar biasa sekali bisa diselamatkan oleh Ryuu Amanae. "Dengan begitu aku dapat mengubah diriku dari zona baik-baik saja." Ucapnya dengan senyuman manis yang luar biasa.
Ia tidak akan pernah lupa dengan kejadian pada saat itu. Apa yang akan terjadi jika ia tidak bertemu dengan Ryuu Amanae pada saat itu?. Simak terus ceritanya.
Sedangkan Ryuu Amanae sedang berjalan menuju Kuil Tenkuu No Seiden. Sebenarnya ia merasakan seseorang sedang mengikuti dirinya dalam jarak yang lumayan. "Jadi si atsui akamaru itu masih penasaran dengan apa yang telah aku lakukan?." Dalam hatinya tidak asing dengan hawa itu. Ryuu Amanae hanya menghela nafasnya dengan lelahnya. Apa yang akan ia lakukan pada Atsui Akamaru?. Apakah itu akan menjadi ancaman berbahaya untuknya nantinya?. "Apa karena penasaran yang ia miliki membuatnya seperti itu?. Dalam hatinya bertanya-tanya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan sampai tertinggal lanjutan kisahnya. Temukan jawabannya dalam kisah ini dengan sangat baik.
Next.
__ADS_1
...***...