
...***...
Pagi, suasana masih pagi ketika Ryuu Amane baru saja masuk ke kelasnya. Namun saat itu sepertinya mereka masih belum puas dengan dirinya. Tentunya itu menjadi pusat perhatian bagi siswa yang lainnya yang melihat bagaimana mereka saat itu.
"Kali ini apalagi yang akan kalian lakukan?. Hm?." Ryuu Amane terlihat sangat kesal ketika paginya diganggu oleh kedatangan mereka.
"Kau tampak sombong sekali ryuu." Natsumi masih memiliki dendam pada Ryuu Amane. "Kau pikir kami akan takut dengan ancaman yang kau berikan pada kami?." Ya tidak akan melupakan begitu saja dengan ancaman yang dikatakan oleh Ryuu Amane saat itu.
"Aku sama sekali tidak mengancam." Ryuu Amane dengan cueknya berkata seperti itu. "Aku hanya memberi tahu pada kalian, apa yang telah kalian lakukan itu hanyalah sia-sia." Hanya itu saja tujuannya mengatakan apa yang ia rasakan pada mereka.
"Dengan sikapmu yang seperti itu sama saja kau merendahkan kami." Ayuri sama sekali tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane.
"Jadi kalian merasa terhina?. Orang terhormat merasa terhina?. Sangat luar biasa sekali." Ryuu Amane sama sekali tidak menduga jika mereka sangat tersinggung dengan apa yang telah ia katakan pada saat itu.
Namun ketika suasana seperti itu, ada seorang siswa yang berteriak ketakutan. Ada beberapa orang siswa dengan wajah yang sangat menyeramkan masuk ke kawasan SMA Selatan.
"Ada preman yang masuk ke sekolah kita!." Teriaknya dengan suara sangat keras untuk memberitahukan kepada yang lainnya. Tentunya mereka yang berada di depan gerbang sangat takut mendengarnya.
"Hm. Karena kalian wanita, dan aku tidak akan memukul kalian, maka akan aku tunjukkan pada kalian bagaimana aku marah. Jika kalian masih saja mau menggangguku." Ryuu Amane malah berkata seperti itu pada Ayuri, Natsuki, dan Izumi. Ia mendekati preman-preman itu tanpa adanya perasaan yang takut.
"Hah?. Apa yang ingin kau lakukan?." Ayuri sangat terkejut mendengarkan ucapan Ryuu Amane.
"Kalian lihat dengan baik-baik apa yang akan aku lakukan." Ia tersenyum dengan sangat lembut pada mereka bertiga. Senyuman itu terlihat sangat mengerikan. "Kalian semua lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mereka nantinya." Dalam hatinya yang saat ini sedang bergejolak ingin menghajar preman itu semua.
Disaat dalam keadaan genting seperti itu, Akihara Masamume yang baru saja datang dengan diam-diam melihat Ryuu Amane yang seperti sedang menantang para preman itu.
"Gusti ratu?." Dalam hati Akihara Masamume sangat khawatir.
"Hei!. Kalian!. Siapa yang paling kuat di sini?." Salah satu dari mereka berkata seperti itu, bertanya siapa yang paling kuat di antara mereka.
"Aku!." Jawab Ryuu Amane. "Aku yang paling kuat di sini. Kalian mau apa?." Dengan sangat percaya diri ia berkata seperti itu.
"Hah?. Kau ini bicara apa nona?." Tentunya mereka sangat heran mendengarkan apa yang dikatakan nona muda itu.
__ADS_1
"Kalian ragu dengan kemampuanku?." Ryuu Amane sangat tidak suka jika dirinya direndahkan seperti itu oleh mereka semua. "Maju kalian ke sini." Ia malah menantang balik mereka.
"Ho?. Kau menantang kami nona?." Mereka semua tertawa dengan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane.
...***...
Kuil Tenkuu No Seiden.
Biksu Souji Gadeja sangat bosan melihat mereka yang setiap pagi datang ke kuil ini hanya untuk melihat Raja Naga Api saja.
"Pagi ini kalian datang ke sini?. Apakah kalian tidak punya pekerjaan?." Itulah pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya ketika melihat mereka yang seperti itu.
"Ada. Tentu saja ada." Jawab Mizuaki Sayax, namun matanya tak bisa lepas dari pandangannya ke arah Raja Naga Api.
"Kami memiliki pekerjaan yang bagus." Mizuno Sora masih penasaran bagaimana wajah Raja Naga Api yang sebenarnya.
"Pintar sekali kalian bicara. Kalian hanya melihat gusti raja naga api." Biksu Souji Gadeja sangat kesal dengan tingkah laku mereka yang tidak sesuai dengan perkataan mereka.
"Itu adalah pekerjaan yang sangat bagus, bukan?." Mizuaki Sayax malah tertawa aneh sambil membayangkan wajah yang sangat tampan yang dimiliki oleh Raja Naga Api.
"Huufffh." Biksu Souji Gadeja menghela nafasnya dengan sangat lelah. "Lupakan." Ia benar-benar kesal mendengarkan apa yang dikatakan oleh keduanya. "Padahal kalian telah diberi tugas ratu naga api, untuk mencari wadah untuk raja naga api reinkarnasi. Aku harap kalian tidak menjadi abu yang tidak bisa dikumpulkan lagi karena dibakar hidup-hidup oleh ratu naga api nantinya." Biksu Souji Gadeja telah memberikan peringatan yang sangat keras kepada mereka, tentang tugas yang sangat penting yang telah dititipkan oleh Ratu Naga Api pada mereka.
"Olala!. Aku malah lupa dengan tugas itu. Mati aku!." Mizuaki Sayax sangat panik ketika ia ingat dengan tugas yang sangat penting itu.
"He?. Baiklah, akan segera mencarinya." Mizuno Sora juga baru ingat dengan perkataan Ratu naga api, ia sangat panik ketika menyadari tugas yang sangat penting itu.
"Sampai jumpa!." Keduanya sampai kompak seperti itu meninggalkan kuil. Mereka masih sayang nyawa sehingga dengan terbaru-buru mereka meninggalkan.
Biksu Souji Gadeja dan Raja Naga Api hanya melihat kepergian mereka dengan wajah yang sangat bingung. Semudah itukah mereka melupakan tugas yang sangat penting dari ratu menara api yang sangat oleh korban jika sedang marah sedang marah.
"Haruskah aku menggunakan kata ancaman untuk membuat kalian mengerti betapa mengerikannya jika ratu naga api marah?." Biksu Souji Gadeja sangat bingung dengan kelakuan mereka yang seperti itu. "Aku masih mencintai tempat tinggal ku ini. Kuil yang telah membesarkan aku hingga aku hampir mau menikah ini." Tentunya ia masih sangat sayang dengan Kuil yang telah membesarkannya itu. "Meskipun aku tidak tahu akan menikah dengan siapa nantinya." Hatinya sangat sedih dengan kondisi yang ia alami saat ini. Ia seakan-akan tidak dapat merasakan perasaan cinta pada seseorang.
"Reinkarnasi ya?." Dalam hati raja naga api mencoba mengingat kata itu. "Apakah manusia berhak melakukan itu?. Aku tidak mengerti mengapa hidup seperti ini bisa dijalani manusia biasa seperti kami." Rasanya itu terdengar sangat mustahil baginya. "Apakah ibunda, ayahanda, juga keluarga istana lainnya tidak bisa reinkarnasi juga?. Kenapa hanya mereka yang memiliki masalah yang berat saja reinkarnasi?." Saat itu juga raja naga api teringat dengan keluarganya yang masih hidup kala itu. Apakah mereka juga akan mengalami reinkarnasi sama seperti yang dialami oleh Ratu naga api istrinya itu?.
__ADS_1
Apakah raja naga api akan mengalami reinkarnasi juga?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sekolah SMA Selatan.
Telah terjadi pertarungan yang sangat mengerikan yang pernah mereka lihat selama ini. Ryuu Amane seorang diri melawan, dan menghadapi serta menghajar para preman yang beraninya masuk ke dalam kawasan SMA Selatan. Mereka semua melihat bagaimana Ryuu Amane menghajar para preman itu seorang diri, ia seperti seorang ahli bela diri yang sangat kuat, sehingga ia mampu menghajar mereka semua.
"Kau benar-benar gila!." Izaki berkata seperti itu Ryuu Amane, badannya sampai sakit semua setelah dihajar oleh nona muda itu. Kondisi teman-temannya juga sedang babak belur.
"Aku memang gila. Karena telah lama menyimpan rasa sakit hatiku karena aku selalu disiksa oleh mereka. Sementara aku tidak boleh melawan sama sekali!." Ryuu Amane dengan santainya menjawab apa yang Izaki katakan. Ia tidak takut sama sekali dengan mereka bahkan dengan senyuman yang lebar ia berkata seperti itu.
"Kau memang gila!." Izaki telah memastikan bahwa nona mudah itu memang sangat gila. Ternyata ia salah telah datang ke SMA Selatan, jika ia bertemu dengan seorang wanita muda yang memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. "Lari!." Izaki memberi kode pada mereka semua untuk melarikan diri dari SMA Selatan. Sungguh itu adalah hal yang tidak terduga yang pernah ia alami.
"Heh!." Ryuu Amane mendengar dengan kesalnya. "Hanya segitu saja namun kalian berani melawan aku?." Ia sangat kesal Karena paginya telah terganggu oleh hal-hal yang tidak berguna. "Gaya bicara mau mencari yang paling kuat di sekolah ini?." Ucapnya sambil memberikan gerakan pukulan dan tendangan pada mereka. "Melawan aku sendirian saja kalian takut." Ia sangat kesal sehingga ia berkata seperti itu.
"Kau benar-benar ryuu amane?." Ayuri mencoba mendekati Ryuu Amane. Ia tidak menyangka dengan apa yang telah ia lihat tadi.
"Kalian masih ingin menindas aku setelah kejadian tadi?." Ryuu Amane tertajam ke arah mereka semua. "Kalian masih ingin melakukan hal yang jahat lagi padaku?!." Ia sengaja mengeraskan suaranya agar bisa didengar oleh mereka semua. "Perlukah aku perlihatkan bagaimana sakit hati yang aku terima, atas apa yang telah kalian lakukan padaku?." Ia menantang mereka semua, karena apa yang ia rasakan selama ini telah membuatnya sesak. Perasaan sesak itu berasal dari Ryuu Amane yang sebenarnya, namun perasaan sesak itu disalurkan begitu saja oleh Ratu naga api yang kini telah mendiami tubuh asli dari Ryuu Amane. Ratu naga api tidak bisa memendam perasaan sesak itu, sehingga ia meluapkan perasaan sesak itu begitu saja.
"Baiklah. Mulai sekarang kalian harus lebih berhati-hati lagi. Karena lain kali aku tidak akan memberi maaf pada kalian jika berani menindas aku lagi." Ryuu Amane tersenyum kecil sampai menatap mereka semua seakan-akan ancaman itu hanyalah awal dari bentuk perlawanan darinya selama ini. Setelah itu ia pergi meninggalkan tempat karena ia harus masuk kelas.
Mereka semua bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang Ryuu Amane mengalami perubahan yang sangat dahsyat setelah menjadi korban bully.
"Apakah benar dia itu ryuu amane?." Ayuri dengan sangat heran bertanya kepada kedua temannya itu.
"Rasanya dia menjadi orang yang sangat berbeda." Natsumi sangat tidak percaya dengan perubahan yang ia lihat pada Ryuu Amane.
"Apakah karena kita selama ini membuatnya menderita makanya dia diam-diam belajar karate untuk mengalahkan kita?." Izumi berpikiran seperti itu tentang perubahan yang dialami oleh Ryuu Amane.
"Bisa jadi seperti itu." Ayuri tidak bisa menjawabnya dengan pasti. "Kita harus lebih berhati-hati lagi." Yang memberikan peringatan kepada kedua temannya agar bertindak hati-hati pada Ryuu Amane.
Benarkah Ryuu Amane mengalami perubahan yang sangat drastis?. Sehingga mereka tidak bisa melihat dan menyadari jika perubahan itu memang ada. Di dalam hidup ini terkadang memang ada perubahan yang sangat mengejutkan yang dialami oleh seseorang. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Mari kita simak dengan baik cerita ini.
__ADS_1
Next.
...***...