RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 89


__ADS_3

...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


Kedua gadis Mizu itu menjelaskan pada raja naga api dan Biksu Souji Gadeja tentang apa yang telah mereka lihat saat Mereka mencoba menemukan seseorang yang bisa dijadikan sebagai wadah reinkarnasi raja naga api nantinya.


"Kalian melihat ada tempat yang sangat aneh?." Biksu Souji Gadeja sangat penasaran dengan apa yang telah dikatakan oleh dua gadis Mizu itu. "Tempat aneh seperti apa yang kalian lihat sehingga kalian sampai seperti itu?." Tentunya ia bertanya bagaimana tempat aneh itu. Aneh yang seperti apa yang mereka maksudkan.


"Sangat aneh sekali tempat itu sehingga aku tidak ingin datang lagi ke tempat itu." Jawab Mizuaki Sayax sambil mengingat bagaimana tempat yang mereka kunjungi saat itu.


"Memangnya apa yang kalian lakukan di sana?." Ia kembali memberikan pertanyaan kepada keduanya. Sedangkan Raja Naga Api hanya menyimak saja dengan apa yang mereka katakan.


"Saat itu kami sedang mencari tempat makan karena perut kami sangat lapar." Mizuno Sora menceritakan bagaimana kronologis mereka bisa sampai di tempat yang sangat aneh.


"Saat itu kami melihat ada tempat yang sangat ramai, makanya kami ke sana untuk melihatnya." Mizuaki Sayax membantu temannya itu menjelaskan pada Biksu Souji Gadeja.


"Lantas?. Apa yang membuat tempat itu aneh?." Ia masih belum mengerti.


"Ada banyak hawa jahat di sana, serta bau darah yang sangat kental yang aku rasakan di sana." Mizuaki Sayax sampai merinding mengingat bagaimana bentuk tempat yang ia lihat pada saat.


"Darah itu seperti untuk sesembahan sesuatu yang sangat mengerikan. Namun tidak ada satupun dari mereka menyadari keanehan itu." Mizuno Sora sampai menggigil ketakutan mengingat bagaimana mengerikan tempat yang ia lihat.


"Sekilas aku dapat melihat ada bayangan naga aneh yang berada di dalam tempat itu. Karena takut makanya kami pergi dari sana. Kami tidak mau ikut menjadi tumbal mereka." Mizuaki Sayax benar-benar melihat hal yang mengerikan seperti itu, atau itu hanya ilusi yang ia lihat pada saat itu?. Tapi tidak mungkin rasanya ia berhalusinasi hanya karena lapar yang ia rasakan pada saat itu.


"Bagaimana menurut yang mulia raja?." Biksu Souji Gadeja meminta pendapat dari Raja Naga Api. "Apakah itu akan menjadi tempat ritual pengalihan yang sangat mengerikan?." Biksu Souji Gadeja sepertinya dapat mengambil kesimpulan seperti itu.

__ADS_1


"Aku rasa memang seperti itu. Tempat itu sangat mengerikan karena menjadi tempat ritual pengalihan agar darah tumbal itu mengalir ke laut selatan. Aku rasa itulah alasan kenapa hawa laut selatan berubah menjadi mengerikan." Raja Raja Naga dapat melihat gambaran seperti apa tempat itu yang diceritakan oleh dua gadis Mizu padanya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?. Tidak mungkin kita akan membiarkan begitu saja tempat itu berdiri di tempat itu untuk mencari tumbal dalam jumlah yang sangat banyak." Biksu Souji Gadeja sangat gelisah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raja Naga Api.


"Tentunya kita harus menghentikan mereka semua dengan cara apapun." Raja Naga Api sedang memikirkan cara bagaimana untuk menghentikan itu.


"Baiklah. Kalau begitu kami ikut." Mizuno Sora terlihat bersemangat karena Raja Naga Api akan ikut bertindak menghentikan kejahatan itu.


"Kami akan ikut dalam pertempuran yang akan terjadi nantinya." Mizuaki Sayax juga terlihat berinisiatif untuk membantu mereka. Tentunya ia ingin melihat bagaimana kekuatan yang dimiliki oleh Raja Naga Api ketika bertarung.


"Itu lebih baik." Malah Biksu Souji Gadeja yang menjawab ucapan mereka.


Apakah yang akan mereka lakukan untuk menghentikan kejahatan itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


...***...


"Atsui san?." Akihara Masamume merasa aneh dengan tatapan Atsui Akamaru.


"Apa yang kau inginkan kali ini?. Apakah kau masih belum puas?." Ratu Naga Api masih melihat raut wajah penasaran dari Atsui Akamaru.


"Aku hanya ingin memastikan apakah kau memang ratu naga api atau bukan." Jawabnya sambil menatap mata Ratu naga api dengan penuh penasaran.


"Untuk apa kau memastikan jika ryuu amane itu ratu naga api?." Akihara Masamune merasa heran dengan Atsui Akamaru yang ingin mengetahui identitas Ryuu Amane yang sebenarnya?.


"Aku tidak bertanya padamu. Aku bertanya pada ryuu amane." Sorot mata itu terlihat sedikit tajam, ia masih belum puas. Ia hanya ingin mengetahui kebenaran yang menghantui pikirannya.

__ADS_1


"Kegh!. Dasar bocah kurang ajar!." Akihara Masamume merasa tersinggung dengan sikap yang ditunjukkan oleh Atsui Akamaru.


"Bffhh!." Ryuu Amane atau Ratu Naga Api hampir saja tidak dapat menahan tawanya. "Dia telah membuat tatsu marah." Dalam hati Ratu Naga Api memang jarang melihat Akihara Masamume marah, tapi sekali dia marah ia seperti banteng ganas.


"Jawab aku dengan benar. Jika kau memang ratu naga api, laku kemana pergi ryuu amane yang sebenarnya?. Ryuu amane tidak akan pernah bersikap seperti itu." Atsui Akamaru masih memaksakan diri untuk mengetahui itu, sehingga membuat Ratu Naga Api sangat marah. Padahal tadinya ia masih bisa menahan amarah yang ia rasakan.


"Diam!." Bentak Ratu Naga Api dengan suara yang sangat keras. Hatinya sangat panas mendengarkan ucapan itu. "Apa yang kau ketahui tentang ryuu amane?!." Amarahnya tidak bisa ia tahan lagi.


"Yang mulia ratu?." Akihara Masamume sangat terkejut melihat kemarahan Ratu Naga Api. "Sepertinya yang mulia telah mengeluarkan apa yang dirasakan ryuu amane yang sebenarnya." Itulah yang dirasakan oleh Akihara Masamume ketika melihat reaksi Ratu Naga Api ketika Atsui Akamaru menyebut nama Ryuu Amane.


"Kau itu hanyalah orang cuek yang tidak peduli dengan kehidupan pahit tentang ryuu amane!. Berani sekali kau bertanya tentang ryuu amane yang asli padaku!." Amarahnya sedang membuncah karena ada yang menyinggung nama Ryuu Amane. "Apakah kau sudah bosan hidup?. Sehingga kau berani berkata seperti itu padaku!." Ia sangat tidak suka dengan apa yang dikatakan Atsui Akamaru, hingga amarahnya meledak begitu saja.


"Aku hanya ingin mengetahuinya." Atsui Akamaru sedikit terkejut melihat kemarahan itu.


"Tidak ada gunanya kau mengetahuinya!. Jika pada kenyataannya kau tidak pernah peduli dengan apa yang telah ia lalui selama di sekolah!." Saat itu Ratu Naga Api kelepasan, ia memperlihatkan wujud naga api pada Atsui Akamaru.


"Kau?!." Atsui Akamaru sampai mundur beberapa langkah karena ia merasakan hawa panas yang menyerangnya.


"Sebaiknya kau pergi saja dari sini sebelum aku membakar mu hidup-hidup. Dan aku tidak akan pernah memberikan ampunan pada seseorang yang telah membuat aku marah!." Sakit hati, itulah yang dirasakan Ratu Naga Api. Hatinya sangat sakit karena Atsui Akamaru memaksa dirinya untuk memperlihatkan wujud Ratu Naga Api.


"Baiklah, aku akan pergi. Karena aku seorang telah mengetahui jika kau bukan ryuu amane yang asli, melainkan ratu naga api." Atsui Akamaru kini telah mengetahui bagaimana Ryuu Amane yang asli. Ia telah mengetahui jika Ryuu Amane ternyata adalah Ratu Naga Api?. Ini adalah hal yang sangat mengejutkan baginya. Tapi kenapa selama ini disembunyikan oleh Ryuu Amane?. Apakah karena ia tidak ingin menyakiti orang lain dengan kekuatan yang ia miliki?.


"He?. Pergi begitu saja setalah membuat seseorang marah?. Dia itu tidak punya sopan santun sama sekali." Akihara Masamume yang dari tadi memperhatikan itu. Ia sangat heran dengan sikap Atsui Akamaru yang tidak biasa. "Ingin rasanya aku mengulitinya hidup-hidup." Namun ia sangat kesal dengan Atsui Akamaru.


"Mau sampai kapan dia bertanya seperti itu padaku?. Berani sekali dia bertanya tentang ryuu amane yang asli padaku." Ratu Naga Api juga sangat kesal. "Dia itu benar-benar ingin aku rebus hidup-hidup di atas tungku yang sangat membara." Itu adalah ungkapan kemarahan yang dirasakan Ratu Naga Api.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah masih merasa penasaran lagi?. Simak dengan baik kisah ini.


...***...


__ADS_2