
...***...
Saat ini Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora sedang berada di sebuah tempat yang sangat aneh. Namun tempat itu banyak dikunjungi oleh orang-orang yang menyukai makanan enak. Mereka terlihat sering berinteraksi satu sama lain. Namun mereka merasakan ada hal yang ganjal di tempat itu
"Eh?. Apakah kau tidak merasakan ada yang aneh dengan tempat ini?." Mizuno Sora memperhatikan dengan baik bagaimana di sekitar mereka saat ini.
"Oh, iya. Aku merasakan ada yang aneh." Mizuaki Sayax juga merasakan hal yang sama.
"Apakah kita perlu menyelidikinya?." Mizuno Sora ingin mengetahui bagaimana tempat ini yang sesungguhnya.
"Ssh!. Jangan gegabah." Mizuaki Sayax seperti sedang membeli kode pada temannya itu.
"Kenapa?." Mizuno Sora sangat heran dengan sikap yang ditunjukkan oleh temannya.
"Apakah kau tidak lihat itu ada kamera yang mengawasi kita itu?. Bisa gawat jika ada yang melihat tingkah aneh kita ini." Itulah alasan kenapa ia tidak bisa bertindak karena ada kamera pengintai yang mengawasi gerak-gerik mereka nantinya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?." Mizuno Sora bingung dengan temannya itu.
"Hum?." Mizuaki Sayax sedang memikirkan bagaimana cara yang baik untuk menyelidiki tempat itu. "Ah!. Makanan di sini sangat enak sekali. Apakah kau tidak merasakannya?." Ia sengaja mengeraskan suaranya dan berpura-pura menikmati makanan yang dihidang oleh pemilik restoran itu.
"Eh?. Sangat menjijikkan sekali." Mizuno Sora Saya tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh temannya.
"Ayolah. Masa kau tidak dapat merasakannya?." Ia berusaha memberi kode kepada temannya itu agar mengikuti apa yang ia lakukan.
"Ohohoho?!." Sepertinya ia mengerti dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu. "Kau sangat benar sekali. Makanan ini sangat enak!." Iya juga ikut berpura-pura menikmati makanan itu.
"Apakah nona-nona cantik ini sangat menikmatinya?." Saat itu ada seorang pelayan wanita yang mendekati mereka.
"Tentu saja. Kami sangat menikmatinya." Jawab keduanya dengan nada yang sangat manja.
"Kalau begitu ambil paket spesial ini. Kami yakin kalian akan semakin menikmatinya." Pelayan wanita itu memberikan selembaran kertas yang mungkin berisikan promosi sebuah produk?.
"Eh?." Keduanya sedikit terkejut dengan apa yang diberikan oleh pelayan wanita itu.
"Kami akan datang dengan uang yang sangat banyak!." Mizuaki Sayax menyambar dengan cepat kertas itu setelah itu ia menyeret tangan temannya agar segera meninggalkan tempat.
"Orang yang sangat aneh." Pelayan wanita itu sangat heran dengan apa ya lihat. Sepertinya kedua orang itu sedang terburu-buru sehingga mereka bersikap seperti itu.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.
...***...
Kuil Tenkuu No Seiden.
Ratu naga api baru saja sampai di kuil Tenkuu No Seiden. Lihat sedikit kusut seperti seseorang baru saja marah besar.
"Selamat datang kembali ratuku kekasihku." Raja naga api menyambut istrinya dengan senyuman ramah.
"Terima kasih atas sambutannya." Melihat suaminya yang menyambut kedatangannya.
__ADS_1
"Sepertinya ratuku kekasihku telah banyak mengeluarkan tenaga. Apakah ratuku tidak takut berurusan dengan orang-orang di era ini?." Raja naga api sedikit curiga dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu.
"Hanya melindungi diri saja." Jawabnya sambil tersenyum kecil. "Kasihan ryuu amane jika tidak dilindungi." Hanya itu alasan yang ia buat pada suaminya.
Sementara itu di belakang mereka saat itu akihara Masamune baru saja datang dengan keadaan yang sangat kusut entah apa yang terjadi padanya namun penampilannya terlihat tidak baik-baik saja.
"Eh?. Apa yang terjadi padamu tuan tatsu?." Biksu Souji Gadeja sedikit ngeri melihat keadaan akihara Masamune
"Habis dihajar gusti ratu." Ia merengek menangis sungguh saat itu ia meminta belas kasihan pada mereka.
"Bffh!." Biksu Souji Gadeja malah tertawa mendengarkan itu "Malang sekali nasibmu." Ia merasa simpati dengan keadaan Akihara Masamune hanya saja itu terdengar sangat lucu baginya.
"Ya, memang malang sekali nasibku ini." Ia semakin meratapi nasibnya.
"Makanya, jangan buat gusti ratu marah. Bukankah kau ini pengawal pribadi gusti ratu?. Harusnya kau sudah tahu itu." Itu adalah sebuah peringatan yang sangat nyata bagi siapa saja yang berani membuat Ratu naga api marah.
"Um. Aku memang sangat pelupa." Ia semakin merengek ketika mengingat itu.
"Ya sudah. Aku lanjut bersih-bersih dahulu. Kau bisa menggunakan ruangan di belakang untuk merapikan penampilanmu. Bffh!." Biksu Souji Gadeja merasa simpati pada Akihara Masamune sehingga ia menyuruhnya untuk merapikan penampilannya di belakang, namun ia masih tidak dapat menahan tawanya.
"Biksu yang kejam. Apakah dia tidak bisa membantu aku?." Hatinya sangat sedih ketika ditertawakan oleh Biksu Souji Gadeja.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik kisah ini.
...***...
Sementara itu dua gadis Mizu yang melarikan diri dari tempat yang aneh itu, mereka telah berhasil kabur. Namun keadaan mereka sangat kacau saking takutnya dikejar oleh pelayan restoran itu.
"Kau pikir aku tidak?." Mizuno Sora juga terlihat terengah-engah karena habis berlari. "Kenapa kau malah menyeret aku seperti itu?. Kau memiliki masalah hidup denganku?." Ia sangat kesal dengan temannya itu sehingga ia hampir saja mati karena lari tanpa arah.
"Sebaiknya kau jangan protes dulu. Karena aku sangat lelah. Dan kita harus segera memberitahukan masalah ini pada gusti ratu." Mizuaki Sayax mengerti jika ia salah namun ia hanya ingin melepaskan diri dari hal yang tidak ya masih harus hidup karena ada hal yang penting yang harus ia sampaikan pada Ratu naga api.
"Baiklah. Aku rasa itu ide yang sangat bagus." Walaupun ia sebenarnya keberatan namun akhirnya ia setuju dengan apa yang telah dikatakan oleh temannya itu.
"Cos!. Kabur!." Keduanya segera pergi meninggalkan tempat itu karena mereka ingin menemui Ratu naga api hari ini atau mungkin besok karena mengingat waktu yang tidak tepat untuk menemui Ratu naga api.
Apakah yang akan terjadi pada keduanya simak terus ceritanya.
...***...
Uzumaki Araumi dan Masato Jin saat ini sedang mendiskusikan masalah tumbal yang mereka dapatkan tentunya ini semua demi membangkitkan raja naga api yang lama tertidur.
"Hari ini kita dapat lima tumbal ini termasuk yang sangat lumayan." Uzumaki Araumi terlihat sangat senang.
"Tentu saja." Balas masalah Masato Jin dengan singkat.
"Melakukan ide ini tanpa diketahui oleh ratu naga api, rasanya sangat menyenangkan sekali." Itulah yang membuatnya semakin senang karena ratu naga api tidak ikut campur dalam masalah yang mereka lakukan saat ini.
"Harusnya kau tidak menyinggung ratu itu lagi. Karena kita saat ini sedang dalam zona aman. Jika kau masih menyebutkan namanya, sama saja kau ingin berurusan dengannya." Masato Jin mencoba memberikan peringatan pada temannya itu.
__ADS_1
"Si-si-siapa yang mau berurusan dengannya?." Seketika ia gugup dengan ucapan Masato Jin.
"Kalau begitu fokuslah pada pekerjaan ini. Atau kau akan aku tumbal kan juga nantinya." Masato Jin sangat tidak suka jika ada yang menyebut nama ratu naga api.
"Kau hanya pandai mengancam saja." Dengan perasaan yang sangat kesal ia berkata seperti itu pada temannya.
"Terserah kau saja jika kau masih ingin hidup." Masato Jin juga malas mendengarkan keluhan Uzumaki Araumi.
"Kau ini memang sangat menyebalkan!." Uzumaki Araumi semakin kesal pada temannya itu.
Sementara itu di Laut Selatan Raja naga air dapat merasakan adanya darah yang mengalir di dalam laut selatan, namun sayangnya ia belum bisa bangkit karena darah itu belum cukup baginya.
"Darah." Tentunya ia merasakan darah itu. "Aku ingin lebih banyak darah!." Karena darah itu masih harus dalam jumlah yang banyak, tentunya ia ingin menginginkan lebih dari itu. "Berikan aku darah yang paling banyak!." Ia ingin lagi dan lagi sampai ia terbangun karena darah itu memberikan kekuatan yang sangat luar biasa kepadanya nantinya.
Apakah raja naga air bisa bangkit karena tumbal yang telah diberikan oleh kedua pengikutnya itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
...***...
Sementara itu di sisi lainnya.
Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken sedang duduk bersama, tentunya mereka masih memiliki hubungan yang baik meskipun masalah Sukma naga air telah diatasi dengan sangat baik. Saat itu mereka tidak sengaja bertemu di sebuah kedai minum yang cukup terkenal, lumayan untuk menghilangkan rasa lelah.
"Sudah lama tidak bertemu, apakah kau baik-baik saja?" Masumi Kenzo menyapa Kepala Kepolisian Sukuranburu dengan sangat ramah.
"Seperti yang terlihat." Balasnya dengan senyuman ramah tentunya ia menghormati Masumi Kenzo sebagai anggota DPD.
"Bagaimana dengan keamanan laut selatan?. Apakah semuanya baik-baik saja?." Masumi Kenzo masih menanyakan tentang keadaan laut selatan pada Wakabayashi Ken.
"Untuk saat ini baik-baik saja." Jawabnya dengan penuh percaya diri.
"Baiklah. Jika memang seperti itu baguslah." Masumi Kenzo sangat senang mendengar kabar itu.
"Memangnya bapak mau kemana?. Apakah perlu saya kawal?." Sebagai seorang kepolisian tentunya ia bertanya kepada Masumi Kenzo yang mungkin membutuhkan bantuannya.
"Boleh juga. Karena aku akan ke tempat biksu pemarah itu besok. Jadi aku harap kau datang menemui aku." Ia sangat senang mendengarkan tawaran dari Wakabayashi Ken.
"Besok?. Saya pikir sekarang." Ia sangat heran kenapa harus besok kenapa tidak sekarang?.
"Siang saja dia tidak mau menerima kita sebagai tamunya. Apalagi jika malam hari. Apakah kau ingin diusir dalam keadaan kedinginan nantinya?." Itulah alasan kenapa ia meminta bantuan pada Wakabayashi Ken besok saja, tentunya ia tahu alasan itu.
"Tentu saja tidak." Ia sangat trauma dengan kejadian itu.
"Jika kau telah mengetahui sifat jahat seperti itu, maka lihat situasi dan kondisi yang akan kita hadapi." Ia bahkan mengatakan bagaimana situasi dan kondisi saat menghadapi seseorang.
"Siap pak!." Tentunya ia memahami apa yang dikatakan oleh Masumi Kenzo.
"Baiklah. Sampai jumpa besok ya?." Namun sepertinya Masumi Kenzo tidak bisa berlama-lama di sana, karena ada hal yang sangat penting yang harus ia selesaikan sebelum besok.
"Sampai jumpa besok pak." Wakabayashi Ken memahami kesibukan yang dilakukan oleh mas umi Kenzo pada saat itu. "Biksu pemarah itu memang sangat luar biasa. Hanya dia yang tidak bisa mengalahkan pak masumi kenzo." Ia sangat heran dengan kenyataan itu, sungguh sangat luar biasa sekali Biksu Souji Gadeja yang telah berani mengusir seorang anggota DPD dan juga seorang anggota kepolisian dari kuil Tenkuu No Seiden.
__ADS_1
Apakah yang akan mereka lakukan besok?. Apakah mereka akan menemui besok pemarah itu?. Apakah mereka bisa mengatasi permasalahan yang terjadi dengan lancar?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini. .
...***...