
...***...
Ratu Naga Api mencoba menelusuri bagian dari bangunan tua itu. Bangunan yang merupakan istana dari sukuranburu selatan. Saat ini ia sedang berdiri di sebuah bangunan yang sudah sangat lama tidak ia kunjungi setelah sekian lama?. "Bangunan yang sangat aku rindukan setelah sekian lama tidak melihat bangunan istana ini dalam waktu yang sangat lama." Dalam hatinya merasakan kerinduan yang sangat mendalam. Di istana yang telah membesarkan dirinya, istana yang telah memberikan kekuasaan padanya walaupun ia adalah seorang wanita yang saat itu sangat diremehkan oleh bangsawan karena yang memimpin pada saat itu harusnya laki-laki. Akan tetapi Raja Naga Api justru malah mempercayakan istana ini pada istrinya.
Setalah agak cukup lama berjalan, ia berhenti di depan halaman istana tua itu dengan suasana hati yang tenang. Ratu Naga Api melakukan sesuatu yang sangat tidak biasa, ia melakukan gerakan yang perah ia lakukan ketika ia masih hidup. Ia tidak akan melupakan gerakan itu, karena baginya itu adakah gerakan yang ia lakukan bersama orang yang sangat ia cintai.
"Api yang berkobar, api yang membara. Aku adalah aku yang dapat melahap apa saja." Ucapnya dalam hati sambil mengingat mantram itu?. Entah kenapa kata-kata itu masih terngiang-ngiang di kepalanya yang sudah sangat lama tidak menggunakan jurus itu?. "Api keabadian, api yang membawa di dalam diriku. Jiwaku adalah api yang sedang bergejolak ingin membakar amarah yang ada di dalam diriku. Api keabadian, api yang menyala berserta dengan semangat yang berkobar di dalam darah ini." Rasanya ia sangat rindu dengan ucapan itu ketika ia sedang latihan. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya, karena rasa rindu itu telah mengubah seperti api yang berkobar dengan sangat terang.
Saat itu suasana tempat itu berubah menjadi merah seperti api yang sedang berkobar sangat kuat. Kobaran api yang tidak biasa, kobaran api yang membara ingin membakar apa saja. Ratu Naga Api sedang mengasah kemampuannya, kekuatan yang sudah sangat lama tidak ia pelajari lagi. Kobaran api yang sangat membara mengikuti suasana hati Ratu Naga Api saat ini. Kau pasti tidak akan tahan dengan situasi ini. Jika kau manusia biasa maka kau akan terbakar dengan sangat mudahnya. Api yang berkobar itu bukanlah api yang biasa, api yang dapat membakar apa saja jika tuannya ingin membakar dirimu.
Apakah Ratu Naga Api akan mempelajari semua jurus yang telah ia kuasai pada masa itu?. Ratu Naga Api hanya ingin memastikan apakah ia masih mahir menggunakan jurus itu. Karena saat ini ia masih dalam masa penyesuaian dengan tubuh baru. Apalagi ketika Ryuu Amanae pemilik tubuh asli masih hidup, ia tidak bisa menggunakan jurus itu. Tubuh Ryuu Amanae yang asli terlalu rapuh untuk menerima kekuatan yang ia miliki. Bahkan ketika ia mengeluarkan jurus itu, Ryuu Amanae benar-benar telah pergi meninggalkan dunia ini. Saat ini ia hanya bisa menepati janjinya pada Ryuu Amanae untuk menyelamatkan keluarganya dari ancaman Sukma Suku Naga Air. Tapi Apakah ia mampu melakukan itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu, Akihara Masamune, Biksu Souji Gedaje, Mizuaki Sayax, dan Mizuno Sora yang senang menuju jalan ke kuil Tenkuu No Seiden. mereka benar-benar telah meninggalkan kawasan daerah bangunan kuno tua itu dengan keadaan masih hidup.
"Nah?. Saatnya kau jelaskan pada kami semua, kenapa kau membawa kami pergi dari sana?. Apakah terjadi sesuatu hal yang sangat mengerikan, sehingga kau menyuruh kami pergi?." Mizuaki Sayax tidak sabar lagi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Ratu Naga Api. "Apa yang ia sembunyikan dari kami?. Apakah ratu naga api memiliki rahasia besar?." Begitu banyak pertanyaan yang mewakili perasaannya saat ini. Penasaran yang ia rasakan masih membuncah, sehingga ia tidak dapat lagi menahan perasaan itu.
"Ya!. Katakan pada kami agar kami mengerti apa yang terjadi sebenarnya." Mizuno Sora bahkan mendesak Akihara Masamune agar segera menjawab pertanyaan Mizuaki Sayax. "Jangan sembunyikan apapun dari kami, sehingga kami bisa mengetahui apa yang dilakukan ratu naga api yang sebenarnya." Ia seperti sedang mengancam Akihara Masamume agar menceritakan yang sebenarnya.
"Mungkin kau memiliki penjelasan yang dapat membuat kami mengerti. Katakan saja tanpa adanya rahasia dari kami." Biksu Souji Gedaje juga terlihat penasaran, meskipun ayahnya telah menceritakan bagaimana kehebatan dari Ratu Naga Api. "Aku tidak mengetahui rahasia apa yang disembunyikan ratu naga api jika sendirian di halaman istana." Ia memang pernah mendengarkan cerita itu dari ayahnya. Bahkan ayahnya tidak mengetahui rahasia apa yang dimiliki ratu naga api saat itu. Ia ingin mengetahuinya sekarang mumpung orang yang bersama Ratu naga Api bersama dirinya saat ini.
"Mereka ini sangat fanatik sekali." Dalam hati Akihara Masamune sedikit takut melihat itu. "Apakah segitu ingin mengetahui apa yang dilakukan ratu naga api." Ia juga heran dengan sikap mereka yang sangat bersemangat. Tapi menekan seseorang seakan-akan mereka hendak membunuh seseorang. "Rahasia?. Aku rasa itu bukanlah rahasia yang sangat besar." Akihara Masamume sedikit berbasa-basi saat ia menyimak mereka mengatakan ratu naga api memiliki rahasia.
__ADS_1
"Ya, terserah saja jika kau ingin berkata seperti apa. Katakan saja pada kami kenapa kami tidak boleh ikut atau melihat apa yang dilakukan ratu naga api." Mizuaki Sayax, Mizuno Sora dan Biksu Souji Gadeja menyerbu Akihara Masamume agar segera bercerita tentang Ratu Naga Api sedang melakukan apa.
"Saat ini ratu naga api sedang latihan untuk menambah kekuatan yang ia miliki." Jawab Akihara Masamune sambil menghilangkan perasaan gugup yang menyerang dirinya saat itu. "Tapi latihan itu sangat luar biasa sekali." Dalam hatinya malah mengagumi apa yang ia bayangkan. Ia membayangkan bagaimana latihan yang dilakukan Ratu Naga Api saat ini.
"Hanya latihan?." Ketiganya bersamaan bertanya seperri itu. Mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Akihara Masamune saat itu. "Hanya latihan tapi kenapa malah tidak boleh melihatnya?." Mizuaki Sayax, Mizuno Sora dan Biksu Souji Gadeja sangat heran dengan apa yang mereka dengar. Apakah Akihara Masamume atau Tatsu tidak salah dalam berbicara?. Apakah hanya karena latihan mereka tidak boleh melihat Ratu Naga Api yang mungkin saja memainkan satu atau dua jurus yang sangat luar biasa?. Momen itu lah yang ingin mereka tunggi, tapi kenapa mereka tidak boleh melihat Ratu Naga Api latihan?.
"Sabar, jangan terbawa emosi." Dalam hati Akihara Masamume masih mencoba untuk sabar ketika mereka mengatakan itu hanyalah latihan. "Mereka tidak mengerti dengan apa yang terjadi." Ia menghela nafas panjang, menenangkan dirinya agar tidak cepat marah.
"Apa hanya alasan itu saja kami tidak boleh melihatnya?!." Mizuaki Sayax terlihat sangat terkejut. "Katakan pada kami kenapa kami tidak boleh melihat ratu naga api latihan?." Ia bahkan memaksa Akihara Masamume untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Aku rasa pasti ada alasan yang masuk akal sehingga kami tidak boleh melihatnya!." Mizuno Sora bahkan berkata dengan nada tinggi. "Hanya latihan biasa tidak mungkin ratu naga api melarang kami untuk melihatnya. Aku yakin ada alasan yang lebih logis lagi." Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar, jika Ratu Naga Api hanya latihan saja, tapi mereka tidak melihat boleh melihat sama sekali latihan itu.
"Tidak mungkin kami tidak boleh melihatnya latihan!. Pasti ada alasan yang lebih masuk akal lagi!." Bahkan Biksu Souji Gedaje ikut bersuara tinggi, saking tidak percaya dengan apa yang dikatakan Akihara Masamune. "Latihan biasa?. Tidak mungkin kami tidak boleh melihatnya." Biksu Souji Gadeja sangat heran dengan itu. Sangat tidak masuk akal hanya melihat latihan sering ratu, namun dilarang untuk melihatnya.
"Eh?." Ketiganya kembali tercengang dengan apa yang mereka dengar. Ratu Naga Api hanya latihan biasa, kan?. Memangnya ada apa dengan latihan itu?.
"Memangnya kami tidak boleh melihat latihan itu?. Kenapa kami dilarang melihat latihan ratu naga api?." Mizuaki Sayax sedikit tersentak terkejut, ia tidak bisa membayangkan bagaimana latihan ratu Naga Api sehingga dilarang untuk melihatnya?.
"Apakah ada hal yang istimewa sehingga kami tidak boleh melihatnya?. Sehingga kami tidak boleh melihatnya?." Mizuno Sora kembali bertanya, apalagi penasaran itu semakin memuncak di dalam kepalanya saat ini.
"Latihan khusus kah?." Dalam hati Biksu Souji Gedaje mencoba memikirkannya. "Apa karena ada rahasia?. Atau karena takut kami akan mempelajari jurus yang dimiliki ratu naga api sehingga kami tidak boleh melihatnya?." Dalam hatinya mencoba menebak seperti itu.
Ketiganya sangat gugup mendengarkan kemarahan yang sangat luar biasa dari Akihara Masamume. Kenapa Akihara Masamume semarah itu hanya karena mereka menyebutkan Ratu Naga Api latihan?. Selain itu latihan seperti apa yang dilakukan Ratu Naga Api yang sebenarnya?.
__ADS_1
Akihara Masamune menghela nafasnya dengan lelahnya. "Boleh saja kalian melihat latihan itu." Ucapnya dengan nada bosan. "Tapi aku harap kalian tidak menjadi daging panggang karena sewaktu-waktu api yang dikeluarkan oleh ratu naga api bisa menjadi ganas, kemudian akan membakar apa saja yang ada disekitarnya." Lanjutnya.
"Jadi daging panggang?." Rasanya tidak habis-habisnya mereka terkejut dengan apa yang dikatakan Akihara Masamume. Apakah seganas itu hanya sekedar latihan saja?. Memangnya latihan seperti apa yang dilakukan oleh Ratu Naga Api sehingga api itu berkobar dengan gila sehingga dapat menyebabkan seseorang terbakar api yang sangat dahsyat?. Pasti sangat mengerikan jika memang itu yang mereka rasakan pada saat itu, sungguh tidak bisa mereka bayangkan betapa dahsyatnya api yang dimiliki Ratu Naga Api.
"Dilarang melihat bukan berati tidak boleh, atau takut jika kalian akan mencuri atau diam-diam mempelajari jurus yang dimiliki ratu naga api. AKAN TETAPI AKU TAKUT KALIAN AKAN MENJADI DAGING PANGGANG KARENA JURUS API KEABADIAN YANG DIMILIKI RATU NAGA API!. APAKAH KALIAN MENGERTI DENGAN APA YANG AKU KATAKAN?!." Bentak Akihara Masamune dengan suara yang sangat keras, membuat mereka semua terkejut mendengarkan penjelasan Akihara Masamune yang seperti ingin meledak.
"Bisa membakar apa SAJA?!." Ketiganya kembali bersamaan berkata seperti itu. Raut wajah mereka yang sangat terkejut luar biasa, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Apakah biasa seperti itu jika ia latihan?.
"Aku saja pengawal pribadi dari gusti ratu naga api, aku bahkan tidak sanggup melihat latihan itu dari jarak dekat, karena itu sangat menyeramkan. Api keabadian yang dimiliki oleh dewa amaterasu yang sangat mengerikan. Jadi aku sarankan kalian jangan pernah sekali-kali melihat jurus itu jika masih sayang nyawa kalian." Akihara Masamune kembali menjelaskan pada mereka mengenai latihan Ratu Naga Api yang tidak bisa dianggap remeh.
"A-aku tidak menduga itu sebelumnya." Mizuaki Sayax sangat terkejut mengetahui fakta itu. "Ternyata ratu naga api memiliki kekuatan yang jauh lebih mengerikan dari pada apa yang aku dengar tentang kisahnya." Lanjutnya. Ini akan menjadi pelajaran berharga baginya nantinya jika ia ingin melihat latihan Ratu Naga Api yang sangat luar biasa. "Lebih baik tidak melihat itu dari pada jadi daging panggang. Aku yakin jurus yang dimainkan ratu naga api sangat dahsyat sekali." Ia masih ingin hidup, dan jika ia suatu hari nanti mati ia tidak akan mati dengan cara yang seperti itu.
"Kau benar. Itu rasanya sangat menyeramkan sekali. Aku tidak mau jadi daging panggang hanya karena ingin melihat latihan ratu naga api." Mizuno Sora juga mengerti setelah mendengarkan penjelasan itu. "Aku masih mau menikmati hidup, masih ingin merasakan sakitnya dicium nyamuk ketika malam hari." Hancur sudah harapannya ingin melihat bagaimana seorang ratu agung latihan. Tapi jika latihannya saja seganas itu lebih baik ia tidak melihat itu.
"Ternyata benar, dari apa yang dikatakan oleh ayahku mengenai kekuatan ratu naga api yang sangat mengerikan." Dalam hatinya sangat heran. Biksu Souji Gedaje sedikit memahami, dan akhirnya malah sangat menghormati apa yang diceritakan oleh ayahnya kala itu. "Ternyata ini sangat nyata. Aku pikir itu adakah dongeng sebelum tidur yang selalu dibacakan tiap seorang ayah yang telah dekat dengan anaknya." Biksu Souji Gedaje sangat heran dengan itu. Ia tidak pernah berpikir akan mengalami kejadian itu secara langsung hari ini, kan?. "Tapi aku tidak menduga jika rahasia yang dikatakan ayahku malah seperti ini." Biksu Souji Gadeja telah mengetahui rahasia itu sekarang dari Akihara Masamume.
"Sebaiknya kita lupakan saja tentang ingin melihat bagaimana latihan ratu naga api." Mizuaki Sayax juga menyerah dengan apa telah ia tekadnya tadinya.
"Aku setuju dengan ucapanmu." Mizuno Sora sangat setuju. Ia tidak mau mati sebelum ia menemukan tujuannya.
"Katakan saja kalian itu sangat takut, sangat pengecut!." Dalam hati Biksu Souji Gedaje malah sangat kesal dengan apa tang ia dengar. "Harusnya kalian mencari solusi supaya bisa melihat momen langka itu." Dalam hatinya semakin panas karena ucapan keduanya yang seakan-akan pasrah saja. "Dasar payah!." Dalam hatinya kesal melihat mereka yang sama sekali tidak memiliki niat. "Hanya segitu saja?. Benar-benar payah sekali." Dalam hatinya sangat kesal dengan sikap mereka.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah mereka bisa melihat apa yang sebenarnya dilakukan oleh Ratu Naga Api?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
__ADS_1
...***...