
...***...
Kota Sukuranburu Selatan.
Ryuu Amanae saat ini sedang berjalan menuju Kuil Tenkuu No Seiden. Namun saat itu ia tidak sengaja bertemu dengan Takaharu Yu, pemuda yang pernah ia selamatkan pada saat itu. Ia tidak menduga akan bertemu kembali dengan Takaharu Yu.
"Aku rasa ini adalah sebuah takdir." Ia tersenyum kecil. "Kita bertemu lagi ryuu amanae." Bahkan ia ingat dengan nama itu.
"Kau yang waktu itu." Ryuu Amanae dapat merasakan ada yang berbeda.
"Syukurlah aku bertemu denganmu. Walaupun aku sedang berusaha untuk melakukan sesuatu."
"Apa yang sedang kau lakukan memangnya?. Raut wajahmu seperti seseorang yang sedang merindukan seseorang."
"Ya, kau benar." Ia tersenyum kecil. "Sejak pertemuan itu aku selalu membayangkan dirimu, hingga kau merindukan dirimu."
Ratu Naga Api atau Ryuu Amanae tidak mengerti perasaan apa yang dimiliki Takaharu Yu padanya. Tapi ia tidak bisa menanggapi perasaan itu, ia telah memiliki seorang suami yang sangat ia cintai. Selain itu ia bukan berasal dari dunia ini, bukan berasal dari era ini.
"Sepertinya kau juga seorang pelajar. Aku sangat terkejut dengan fakta itu." Ia malah terlihat senang. "Jika aku perhatikan dari seragam yang kau kenakan, kau siswa sma selatan." Ia juga terlihat sangat percaya diri.
"Kenapa kau menebak aku berasal dari SMA selatan?. Apakah kau siswa di sana juga?."
"Itu karena aku alumni dari SMA selatan. Tiga tahun yang lalu, dan sekarang aku seorang mahasiswa univ ternama di kota sukuranburu semester 6."
"Jadi begitu ya?."
Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...***...
Di sebuah tempat.
Uzumaki Araumi dan Masato Jin saat ini telah keluar dari Laut Selatan. Keadaaan mereka telah pulih total, dan mereka akan melakukan apa yang telah mereka rencanakan. Apakah mereka benar-benar berniat ingin membantu kebangkitan Raja Naga Air?.
"Mari kita lakukan dengan baik. Aku telah siap untuk melakukan ini dengan baik."
__ADS_1
"Mari kita lakukan. Aku yakin raja naga air tidak sabar lagi menunggu apa yang kita lakukan untuknya."
"Ok. Aku telah siap. Mari kita segera lakukan."
Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Apakah benar mereka akan mencari tumbal untuk membangkitkan Raja Naga Air?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.
...***...
Sementara itu, Atsui Akamaru yang masih penasaran sedang memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah ini. Pikirannya sedang dipenuhi oleh perubahan sikap Ryuu Amanae yang sangat tidak biasa. Apakah tidak ada seseorang yang dapat menjelaskan padanya apa yang terjadi sebenarnya pada Ryuu Amanae?.
"Kenapa dia mengalami perubahan yang sangat pesat seperti itu." Dalam hatinya bertanya-tanya. "Apakah karena sering jadi korban pembullyan dia mengalami perubahan seperti itu?." Hatinya kembali bertanya-tanya.
Akan tetapi pada saat ia hendak menuju ke arah kuil Tenkuu No Seiden, ia tidak sengaja melihat Ryuu Amanae yang sedang bersama seseorang. Entah kenapa ia sangat penasaran dengan itu. Dengan perlahan-lahan ia mendekati Ryuu Amanae dengan jarak yang sangat aman. Ia ingin mengetahui apa yang sedang dibicarakan Ryuu Amanae dengan pemuda yang tampak lebih dewasa darinya.
Apakah yang akan ia tangkap dari pembicaraan itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semua itu. Simak terus ceritanya.
...***...
Kuil Tenkuu No Seiden.
"Hormat hamba yang mulia raja agung." Begitu ia melihat Raja Naga Api yang sedang terlihat kusut karena pertanyaan dari Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora terdengar sangat aneh, tidak masuk akal baginya.
"Oh, tatsu. Pakaian yang kau gunakan terlihat sangat berbeda sekali." Raja Naga Api sangat heran melihat pakaian yang dikenakan oleh Akihara Masamume atau Tatsu.
"Ini adalah pakaian anak sekolah pada era ini yang mulia."
Saat itu Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora datang bergabung dengan mereka. Tadinya mereka masih ingin bertanya banyak hal pada Raja Naga Api, tapi mereka malah diseret paksa oleh Biksu Souji Gadeja dari sana sehingga mereka terpaksa menunda pertanyaan yang mereka tanyakan pada Raja Naga Api.
"Hoo tuan tatsu, anda telah kembali dari sekolah."
"Bagaimana dengan sekolah mu tuan tatsu?."
"Sekolahku lancar, dan hariku sangat menyenangkan."
"Kau sekolah tatsu?." Raja naga Api bertanya karena penasaran.
__ADS_1
"Yahahaha seperti itulah yang mulia."
"Kau yang dulu sama sekali tidak ingin belajar, dan sekarang kau belajar?." Raja Naga Api hampir saja tertawa terbahak-bahak jika ia tidak ingat ia siapa.
Mereka semua yang berada di sana hanya terdiam sambil menyaksikan Raja Naga Api yang masih memperhatikan sikap wibawanya.
"Ekhem."
Mereka semua jadi gugup karena kode Raja Naga Api. Sehingga mereka berpura-pura melakukan hal yang lain untuk mengalihkan perhatian itu.
"Oh iya. Bukankah ratu naga api satu sekolah denganmu tuan tatsu?. Tapi aku tidak melihat ratu naga api datang bersamamu."
"Oh?. Iya, ya?. Mana ratu naga api?. Kenapa beliau tidak datang bersamamu?."
Mizuaki Sayax dan Mizuno sangat heran karena tidak melihat Ryuu Amanae bersama Akihara Masamume. Jika dilihat dengan seksama memang Ratu Naga Api tidak datang bersamanya. Saat itu ia ingat jika ia sedang bersemangat ingin bertemu dengan Raja Naga Api.
"Oh?. Tadi itu aku terlalu bersemangat, hingga aku berlari dengan sangat cepat. Hingga aku meninggalkan ratu naga api."
"Meninggalkan ratu naga api?."
Pada saat itu Mereka merasakan panas yang sangat tidak biasa, panas yang melebihi gunung Merapi yang siap meletus kapan saja. Saat mereka menoleh ke arah Raja Naga Api, mereka dapat melihat api yang sangat berkobar menyelimuti Raja Naga Api.
"Pengawal pribadi macam apa kau berani meninggalkan ratuku?. Kau ingin jadi daging panggang yang seperti apa Tatsu?." Kemarahan yang sangat luar biasa.
Mereka saat itu bersumpah telah melihat hal yang lebih mengerikan dari kemarahan Ratu Naga Api selama ini. Ternyata kemarahan Raja Naga Api jauh mengerikan dari apa yang mereka bayangkan selama ini.
"Ampuni hamba yang mulia." Teriakan pilu dari Akihara Masamume mengingat penyesalan yang telah ia lakukan pada saat itu.
Sedangkan Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora juga menyaksikan itu dengan mata kepala mereka bahwa kemarahan yang dikeluarkan Raja Naga Api seperti hendak membakar Kuil Tenkuu No Seiden.
"Kau pikir aku akan mengampuni begitu saja?." Itulah yang dikatakan raja Naga Api.
Apakah Akihara Masamume akan selamat dari amukan Raja Naga Api?. Simak terus ceritanya, jangan sampai ketinggalan lanjutan kisah ini. Jangan lupa dukungannya ya.
...***...
__ADS_1