
...***...
Pukul 15.30
Ryuu Amane baru saja kembali ke rumahnya. Ternyata ibunya telah menunggu kedatangannya. Mereka menunggu di ruang tengah, karena di sana memang untuk santai jika libur.
"Ini uangnya ibu." Ryuu Amane menyerahkan uangnya pada Ibunya.
"Wah?!. Lumayan juga." Ryuu Fumiko sangat terkejut dengan hasil penjualan yang didapatkan oleh Ryuu Amane. "Bagaimana caranya kau menjualkan semuanya?." Ryuu Fumiko penasaran.
"Pasti dia-." Ucapan Ryuu Asuka terpotong.
"Tidak usah banyak bicara!. Jika kau tidak bisa membantu ibu menghasilkan uang, sebaiknya kau diam saja!." Ryuu Amane menatap tajam ke arah Ryuu Asuka.
"Amane?." Ryuu Amatsu sangat terkejut melihat sikap anaknya.
"Jualan hari ini hanya segitu saja. Jika ibu memang bersemangat untuk jualan lagi. Nanti malam akan aku bantu." Ryuu Amane tersenyum kecil menatap ibunya.
"Eh?. Benaran?." Ryuu Fumiko tidak percaya jika anaknya menawarkan bantuan?.
"Um. Tentu saja ibu." Ryuu Amane hanya tersenyum kecil. Itu adalah perasaan hati nurani Ryuu Amane yang sebenarnya.
"Baiklah. Kalau begitu ibu akan memesan bahannya terlebih dahulu." Ryuu Amane sangat senang mendengarnya. "Oh iya, kau baru saja kembali. Kau pasti lapar, kan?. Mari ibu siapkan makannya." Entah kenapa ia bersikap baik pada anaknya. Apa karena ia mendapatkan pendapatan agak lebih?.
"Terima kasih ibu." Ryuu Amane juga sangat senang. Ia mengikuti ibunya yang mengiringnya ke dapur.
"Sepertinya aku telah salah menilainya." Dalam hati Ryuu Fumiko sedikit mulai terbuka. Karena selama ini ia sangat membenci anak tirinya itu.
"Bagus amane chan. Kau bisa melakukannya. Aku akan selalu mendukungmu. Itu tadi adalah suara hatimu yang sebenarnya." Dalam hati Ratu Naga ikut senang melihatnya.
"Aku ingin mengubah pandangan ku pada orang lain. Karena itulah aku harus berjuang." Dalam hati Ryuu Amane sangat senang karena respon baik dari ibunya.
Sedangkan Ryuu Amatsu dan kedua anaknya yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Rasanya itu sebuah mimpi yang mengejutkan.
"Tadi ibu menawarkan kebaikan. Amane marah?." Ryuu Amatsu bertanya pada kedua anaknya.
"Benar. Rasanya ada yang berbeda." Ryuu Asuka tidak mengerti sama sekali.
"Ini sangat mengherankan." Ryuu Wataru tidak tahu mau berkata apa.
Mereka memang selalu mencari-cari kesalahan Ryuu Amane. Tapi lihat?. Saat ini ia telah berhasil mengambil hati Ryuu Fumiko. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
...****...
Malam itu pemerintah daerah Kota Selatan Kota Sukuranburu telah mengumumkan memalui berita, menyebarluaskan informasi sosok yang diduga sebagai wadah reinkarnasi dari sukma Naga Air.
"Selamat malam pemirsa. Berita khusu malam ini. Informasi langsung dari bapak masumi kenzo. Beliau telah menginformasikan bahwa uzumaki araumi adalah wadah dari sukma naga air. Dengan demikian, diharapkan berhati-hati saat bertemu dengannya. Jika bertemu dengannya, segera hubungi kantor polisi terdekat. Berikut adalah informasi mengenai uzumaki araumi."
Pembaca acara berita tersebut memberikan informasi mengenai masalah yang membuat kota Sukuranburu bagian selatan Ketakutan. Dan berita itu sepertinya sedang dilihat oleh Murasaki Abeno sebagai Gubernur Kota Sukuranburu.
"Ternyata dia memang bekerja dengan baik." Murasaki Abeno sangat lega mendengarnya. Itu artinya kewaspadaan bisa diatasi saat ini. "Syukurlah. Dengan begitu aku sedikit lega." Ia tidak tahu harus berbuat apa di saat kekacauan yang mereka rasakan saat ini. "Sebenarnya apa yang terjadi?. Kenapa tugu naga api menjadi segel bagi sukma naga air?." Ia masih memikirkan dengan apa yang ia baca. "Apakah kisah itu memang nyata?. Tapi kenapa naga air di segel di laut selatan?." Ia mengambil sebuah buku tentang sejarah Kota Sukuranburu pada masa Edo. Ia ingin mengetahui beberapa hal yang membuatnya penasaran. Ia membuka buku tentang dua suku yang berada di Kota Sukuranburu pada masa itu. "Dahulu, ribuan tahun yang lalu, ada sebuah kerajaan yang terbagi dua suku. Naga api dan naga air?." Ia heran dengan apa yang ia bacakan.
"Tapi kedua suku ini saling bermusuhan karena berbeda pandangan, kekuatan, serta kasta yang membuat keduanya tidak bisa hidup saling berdampingan. Naga air merasa dirinya paling benar, paling hebat. Sehingga merendahkan suku naga api. Karena menurut pandangan mereka, hanya air yang bisa memadamkan api." Ia melanjutkan membaca buku itu, mencoba memahami setiap kata yang tertulis di buku itu.
__ADS_1
"Hum. Jadi kota sukuranburu ternyata seperti ini?. Tapi aku belum menemukan jawabannya." Tentu saja ia belum menemukan jawabannya, ia belum mengetahui sejarah Kota Sukuranburu secara mendalam.
Apakah yang akan ia lakukan setelah membaca sejarah Kota Sukuranburu?. Tindakan apa yang akan ia lakukan demi melindungi masyarakat kota Sukuranburu, terutama bagian selatan?. Temukan jawabannya.
...***...
Malam telah menyapa. Ryuu Amane membantu ibunya menyiapkan semua bahan untuk jualan besok. Sedangkan ayah, dan kedua adiknya hanya melihat dari kejauhan saja. Karena mereka tidak mau kena semprot oleh Ryuu Amane.
"Apakah ibu menikmati pekerjaan yang ibu lakukan?." Ryuu Amane memperhatikan bagaimana ibunya bekerja dengan cekatan saat membuat adonan roti.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?." Ryuu Fumiko sedikit bingung, dan ada kesal juga yang ia rasakan ketika mendengarkan pertanyaan itu.
"Karena ibu adalah wanita yang sangat tangguh. Jika ibu tidak menikmati pekerjaan ibu sebagai penjual roti." Ryuu Amane tersenyum kecil sambil memuji ibunya.
"Heh!. Jika aku tidak bekerja sebagai seorang penjual roti. Lalu aku mau bekerja sebagai apa?." Dalam kebanggaan yang ia rasakan, namun ada juga kekesalan yang ia rasakan saat itu.
"Ibu adalah wanita yang cantik. Jika ibu masuk majalah model, aku yakin mereka akan terpesona." Ryuu Amane benar-benar memuji ibunya dengan kata-kata yang sangat mengejutkan.
Deg!!!.
Rasanya jantung Ryuu Fumiko hampir saja copot mendengarkan pujian anaknya itu. Apa yang diinginkan anaknya itu dengan memujinya?.
"Kau ini seorang wanita!. Jangan seenaknya saja memuji orang lain." Ada perasaan kesal yang ia rasakan, serta gugup dalam waktu yang bersamaan. Akan tetapi Ryuu Amane malah tertawa geli melihat raut wajah ibunya saat ini.
"Ibu bukanlah orang lain. Bukankah kita telah tinggal bersama selama bertahun-tahun." Ryuu Amane tidak tahan untuk menggoda ibunya. "Jadi hal yang wajar jika aku memuji ibu." Lanjutnya.
"Diam!. Kau ini memang anak durhaka. Cepat kerjakan semuanya dengan benar!." Untuk menyembunyikan perasaanya ia malah membentak anaknya.
"Ryoukai!." Balas Ryuu Amane dengan semangatnya.
...***...
Sementara itu.
Biksu Souji Gedaje dan Akihara Masamune saat ini sedang bersiap-siap untuk melakukan tugas mereka. Tentunya mereka ingin menangani Uzumaki Araumi yang telah menjadi wadah reinkanasi Naga Air. Mereka tidak akan membiarkan Uzumaki Araumi mencari korban baru lagi, sehingga menyebabkan ketakutan di kota Sukuranburu bagian selatan.
"Malam ini sangat berbeda dari yang biasanya." Biksu Souji Gedaje dapat merasakan hawa yang tidak biasa.
"Untuk keturunan dari jendral souji pensiero, kau sangat hebat juga memiliki kekuatan tenaga dalam." Akihara Masamune berdiri di samping Biksu Souji yang telah siap. "Aku sangat terkejut mengetahui jika keturunan souji pensiero masih bertahan hingga ribuan tahun berlalu." Antara kagum dan tidak percaya, itulah yang ia rasakan pada saat itu.
"Aku juga tidak percaya, jika kau adalah reinkarnasi dari naga api." Biksu Souji Gedaje menatap tidak suka. "Apalagi kau reinkanasi dalam tubuh seorang remaja. Ternyata kakek tua seperti kau memiliki jiwa muda yang sangat luar biasa." Ucapannya itu sangat tidak enak untuk didengar oleh Akihara Masamune.
"Diam!." Bentak Akihara Masamune dengan suara yang sangat keras. "Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!. Berani sekali kau menghina kekuatan yang aku miliki!." Akihara Masamune sangat kesal mendengarkan apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje.
"Heh!." Biksu Souji Gedaje hanya memalingkan wajahnya dengan sangat kesal. Memang ia akui jika ia sangat kagum dengan suku naga api yang memang bisa melakukan reinkarnasi setelah kematian mereka. "Mungkin aku akan bertanya tentang ratu naga api bisa menyegel semua naga air di laut selatan." Dalam hatinya mencoba untuk mencari celah untuk mengetahui bagaimana kejadian masa lalu.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
Di rumah Ryuu Amane.
Saat ini di kamar Ryuu Amane. Saat ini ia sedang melakukan persiapan untuk melakukan pertarungannya dengan reinkarnasi naga air. Apakah ia bisa melakukan itu tanpa adanya hambatan?. Apakah ia telah membuat keputusan yang sangat tepat?.
__ADS_1
"Ada apa gusti ratu?. Kenapa gusti ratu terlihat sangat gelisah?." Ryuu Amane bertanya karena ia dapat merasakan perasaan Ratu Naga Api saat ini.
Tentunya di alam bawah sadarnya, Ryuu Amane dan Ratu Naga Api bisa berkomunikasi dengan sangat baik. Mereka terhubung dengan sangat baik, sangat dekat, dan saling mempercayai satu sama lain.
"Ada satu hal yang sedang aku pikirkan saat ini aku pikirkan." Memang sangat terasa bagaimana kegelisahan yang ia rasakan.
"Katakan saja, semoga saja saya bisa membantu gusti ratu untuk mengurangi kegelisahan yang sedang gusti ratu rasakan." Ryuu Amane memberi ruang dan waktu untuk Ratu Naga Api mencurahkan perasaan yang ia rasakan.
"Malam ini aku akan menggunakan kekuatanku melalui tubuhmu." Jawabnya agar ragu.
"Lalu apa yang membuat gusti ratu ragu?." Ryuu Amane sangat heran dengan itu.
"Jika aku terlalu memaksakan diri menggunakan kekuatan yang aku miliki, aku takutnya terjadi sesuatu padamu nantinya." Itulah yang ditakutkan oleh Ratu Naga Api saat itu.
"Memangnya apa yang terjadi pada saya, jika gusti ratu memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan gusti ratu melalui tubuh saya?." Masih ada perasaan penasaran yang ia rasakan pada saat itu.
"Kematian." Jawabnya dengan perasaan sakit.
"Kematian?!." Ryuu Amane sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.
"Ya. Jika aku memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan yang aku miliki melalui tubuhmu, kau akan mati karena tidak sanggup menahan semua tenaga dalam yang aku miliki." Ratu Naga Api tidak menyembunyikan apa yang terjadi jika ia melakukan itu.
Deg!!!.
Ryuu Amane sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan Ratu Naga Api. "Apakah itu benar?." Ryuu Amane ingin memastikannya sekali lagi. Jika ia tidak salah dalam mendengarkan sebuah informasi.
"Aku berkata yang sebenarnya, dan aku tidak berkata dusta padamu." Ratu Naga Api berkata jujur. Ia tidak menyembunyikan apapun dari Ryuu Amane. "Apa yang akan kau lakukan jika itu yang akan terjadi?. Apakah kau akan menolaknya jika aku menggunakannya nantinya?. Ratu naga Api bertanya.
Ryuu Amane terlihat sedang memikirkan apakah yang akan mereka lakukan jika kematian yang akan ia terima jika memang seperti itu yang terjadi?.
"Apakah kau takut mati?. Sehingga kau menolak diriku nantinya untuk tidak melakukan itu?." Kembali Ratu Naga Api bertanya.
"Jika takdir yang aku terima seperti itu, jika aku bisa menyelamatkan seseorang dengan kekuatan yang gusti ratu lakukan dengan tubuh ini, maka saya akan melakukannya." Tanpa adanya keraguan ia berkata seperti itu.
"Baiklah. Jika kau memang siap, maka aku juga tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatanku saat itu." Ratu Naga Api tahu jika Ryuu Amane adalah wanita muda yang sangat kuat.
"Lagipula, jika aku mati tidak akan ada yang peduli padaku. Hidup dan mati sekalipun akan tetap sama dan tidak akan pernah berubah sedikitpun." Dalam hatinya sangat sedih menerima kenyataan itu. Ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari siapapun. Hanya kebencian yang ia dapatkan selama ini.
Apakah itu artinya Ryuu Amane telah pasrah dengan apa yang ia terima jika memang kematian yang akan ia dapatkan?. Apakah Ryuu Amane tidak takut mati?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken masih lembar. Mereka masih mencari cara untuk menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi.
"Apakah kita tidak bisa mengandalkan biksu itu untuk melakukan pekerjaan berbahaya itu pak?." Wakabayashi Ken sedikit heran kenapa Biksu Souji Gedaje sampai hari ini belum juga bergerak?. "Harus dengan cara apa kita membujuk biksu itu agar bekerja sama dengan kita untuk segera menangkap uzumaki araumi?." Wakabayashi Ken hampir saja prustasi.
"Sepertinya dia bukan orang yang mudah untuk diajak bekerjasama." Masumi Kenzo juga sedang memikirkan cara agar Biksu Souji Gedaje mau membantu mereka semua. "Mungkin dia memiliki cara tersendiri untuk mengatasi masalah ini. Sehingga dia memberi kesan pada kita bahwa dia memang tidak ingin bekerjasama dengan kita." Masumi Kenzo berpikir ke arah sana.
"Bisa jadi seperti itu. Karena itulah dia memberi kesan bahwa dia orang yang seakan-akan tidak peduli dengan apa yang terjadi." Wakabayashi Ken sedikit setuju dengan itu. Jika ia pikir-pikir, Biksu Souji Gedaje memang seperti itulah orangnya. "Lalu apa yang akan kita lakukan jika memang seperti itu?." Kali ini ia melemparkan sebuah pertanyaan pada Masumi Kenzo.
"Entahlah, aku juga tidak mengetahuinya. Tapi kita harus segera melakukan pekerjaan kita. Atau kita akan membiarkan uzumaki araumi melakukan hal yang lebih mengerikan lagi. Dan aku tekan mau menjadi sasaran kemarahan warga kota sukuranburu bagian selatan." Lanjutnya dengan lelahnya. Bahkan ia hampir saja tidak bisa bernafas dengan lega setelah kejadian di laut selatan.
"Baiklah. Kalau begitu besok kita lanjutkan lagi. Semoga saja besok kita menemukan jawaban dari apa yang telah menimpa kita semua di tahun ini." Masumi Kenzo terlihat sangat kecewa, karena masalah ini membuat mereka bekerja lebih hati-hati jika tidak ingin menjadi tumbal dari raja naga api. Tentunya mereka tidak ingin itu terjadi. Karena mereka semua masih sayang nyawa, dan tidak akan bisa digantikan begitu saja. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.
__ADS_1
...***...