
...***...
Saat ini Ratu Naga Api mendengarkan cerita atau kisah dari Ratu Naga Api yang katanya ada perbedaan antara zaman dahulu dengan zaman sekarang. Tentunya itu membuat Raja Naga Api sangat penasaran dengan kisah itu. Dimana letak perbedaan itu?. Mari kita dengarkan ceritanya.
Masa zaman dahulu di kerajaan. Ketika seorang putri raja yang berasal dari istri selir yang tidak diharapkan sama sekali oleh orang-orang yang sangat iri pada tuan putri. Hingga tidak ada satupun dari mereka yang menaruh hormat padanya. Termasuk para dayang bawahan yang telah berani menunjukkan sikap tidak suka mereka pada tuan putri.
"Ho?. Tuan putri yang tidak berguna mau kemana?." Tatapan mata dan nada bicara itu sungguh sangat tidak sopan sama sekali. "Bukankah kau telah dilarang memasuki kawasan istana ini?." Tatapan matanya sangat merendahkan sang putri.
Tentunya tuan putri tidak terima dengan sikap kurang ajar dari dayang itu. Hingga ia mendekati dayang itu dan berkata. "Siapa yang telah berani melarang aku memasuki kawasan istana ini?." Tuan putri sangat tersinggung dengan sikap seperti itu. "Apakah kau tidak melihat siapa yang datang." Tuan putri sepertinya sangat gahar hingga ia melawan balik tatapan angkuh dari pelayan itu.
"Tentu saja aku melihat siapa yang datang, namun aku enggan untuk hormat padanya." Balasnya dengan raut wajah yang aneh, membuat Tuan Putri semakin tersinggung dengan apa yang telah dilakukan datang itu.
"Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!." Tuan putri marah besar, ia tampar kuat dayang kurang ajar itu hingga terjajar beberapa langkah. Bukan hanya itu saja, ia serang habis-habisan dayang itu. Sedangkan yang lainnya hanya melihat saja apa yang telah dilakukan oleh tuan putri pada dayang itu.
"Ohohk!." Keadaannya sekarang tidak baik-baik saja, karena ia mendapatkan beberapa pukulan kerasa dari tuan putri. Wajahnya babak belur karena serangan brutal dari tuan putri yang sedang marah besar.
Brukh!.
Dayang tersebut tersungkur ketika ia mendapatkan sebuah sepakan yang sangat keras dari tuan putri. "Oh!." Perutnya terasa sangat sakit, hingga ia terbatuk beberapa kali. "Berani sekali kau melakukan itu padaku." Dalam keadaan seperti itu ia masih saja berani berkata seperti itu?.
Tuan putri mendekati dayang yang kini sedang terduduk tidak berdaya setelah mendapatkan beberapa kali pukulan dan tendangan kuat dari tuan putri. Ia tarik kuat kerah baju dayang tersebut agar melihat ke arahnya. "Bukan hanya melakukan kekerasan saja padamu." Sorot mata itu terlihat sangat tajam. "Bahkan tanganku sangat gatal ingin membungkam nyawa mu agar lebih hormat padaku." Senyuman itu senyuman paling mengetikan yang terlihat. "Aku ini adalah seorang putri raja!." Suaranya terdengar tinggi, menegaskan siapa dirinya yang sebenarnya. "Berani sekali kau bersikap kurang ajar padaku!." Hatinya sangat bergemuruh karena diperlakukan seperti itu oleh datang rendahan seperti itu.
"Akan aku ingat ini sebagai hari buruk yang hina." Dalam hatinya sangat tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh tuan putri.
"Berani sekali kau melotot seperti itu padaku!." Bentaknya dengan suara yang keras, namun bukan hanya itu saja. Ia colok kuat kedua mata dayang itu hingga membuat dayang tersebut berteriak kesakitan. Darah mengalir dari matanya, membuatnya kesulitan dalam melihat. Sepertinya bola matanya telah rusak parah karena tuan putri menggunakan tenaga dalamnya untuk melukai dayang itu.
Sedangkan mereka yang berada di sana sungguh tidak tega melihat itu, ada yang merasa simpati, dan ada juga merasa senang karena tuan putri memberikan hukuman pada dayang yang tidak tahu diri itu.
__ADS_1
"Prajurit!. Seret dia!." Perintah tuan putri pada prajurit yang berada di sana. "Masukkan dia ke dalam penjara!." Perintah tuan putri dengan mutlak.
"Akan kami laksanakan tuan putri." Prajurit yang mendengarkan perintah itu langsung mengerjakannya, karena mereka juga tidak ingin mengalami nasib yang sama.
Kembali ke masa ini.
Raja naga api mendengarkan kisah itu dengan sangat baik dari istrinya tercinta.
"Itulah kisah yang pernah terjadi di masa lalu." Ucap Ratu Naga Api dengan sangat yakin saat ia menceritakan kisah itu pada raja naga Api.
"Hm, memang sangat berani sekali tuan putri bisa menghajar datangnya yang sama sekali tidak hormat padanya." Raja Naga Api sedikit merinding membayangkan itu.
"Ya, memang sangat kurang ajar sekali, hingga aku ingin memenggal kepalanya." Entah kenapa Ratu Naga Api yang terlihat sangat marah.
"Entah kenapa aku merasa itu adalah kisahmu yang kau tambahkan bumbu aneh dalam cerita mu itu ratuku." Dalam dalam hati Raja Naga Api mengingat saat itu ada laporan yang masuk ke istana tentang seorang dayang yang diserang tuan putri. Ok, baiklah. Akan ia lupakan masalah itu sejenak. "Oh?. Sangat menyeramkan sekali." Raja Naga Api menanggapi cerita dari istrinya. "Lantas?. Bagaimana dengan kejadian masa ini?." Raja Naga Api sangat penasaran dengan kisah masa ini. "Apakah sama atau berbeda?." Raja Naga Api ingin mendengarkan kisah di masa ini.
"Berbeda?." Raja Naga Api semakin penasaran.
"Ceritanya lebih dramatis lagi." Ratu Naga Api hampir saja tertawa.
"Dramatis?." Raja Naga Api terlihat heran. "Aku sama sekali tidak mengerti." Raja Naga Api sangat bingung dengan ucapan istrinya itu.
"Ceritanya seperti ini." Ia kembali menceritakan apa yang terjadi di masa ini.
Masuk dalam dunia cerita Ratu Naga Api.
Sekarang putri cantik dari keluarga terpandang?. Namun kehadirannya tidak diinginkan karena ia lahir dari seorang ibu yang merupakan seorang perebut laki orang atau nama kerennya pelakor. Saat itu ia hendak masuk ke rumah ayahnya, namun dihalangi oleh pembantu rumah itu.
__ADS_1
"Hei!. Bukankah tuan besar telah melarang mu untuk memasuki rumah ini?." Dengan gayanya yang seperti itu tentunya membuat nona muda itu terkejut. "Apakah kau ingin membuat masalah untuk kami?." Pembantu itu hanya melakukan tugasnya saja.
"Tapi ini adalah rumahku!." Nona muda itu tidak terima begitu saja. "Tentu saja aku berhak untuk masuk di rumah ini!." Nona muda sangat marah pada pembantu itu.
Namun pembantu itu sepertinya lebih galak dari yang terlihat, ia seret nona muda dari rumah itu dengan sangat kasar, tentunya membuat nona muda tidak terima dengan apa yang telah dilakukan pembantu itu.
"Lepaskan!. Apa yang kau lakukan padaku?." Nona muda mencoba untuk melepaskan diri, akan tetapi tidak bisa karena pembantu itu ternyata lebih kuat darinya. "Lepaskan!. Kau akan aku pecat!." Nona muda mencoba mengancam pembantu itu, tapi tetap saja tidak mempan. Justru ia didorong kuat ketika mereka sampai di pintu utama.
"Kau itu hanyalah anak simpanan saja. Tuan besar telah memberikan tugas pada kami untuk mengusirmu dari sini." Ia sama sekali tidak takut dengan ancaman itu.
Brakh!.
Pintu itu ditutup dengan sangat kasarnya. Hatinya sangat sedih diperlukan seperti itu. "Bahkan seorang pembantu tidak takut padaku." Hatinya sangat sedih menerima perlakuan itu.
Kembali ke masa ini.
"Wah?. Bisa seperti itu?." Raja Nagi Api sangat heran mendengarkan kisah itu.
"Um." Ratu Naga Api menganggukkan kepalanya.
"Pembantu lebih gahar dari nona muda?." Tidak habis pikir bagaimana konsep seperti itu bisa terjadi?. "Sangat dramatis sekali." Ucap raja Naga Api tanpa sadar.
"Ya, kan?." Ratu naga api malah tertawa lucu melihat raut wajah kebingungan suaminya mendengarkan apa yang telah ia ceritakan padanya. Hanya masa ini saja ia bisa bercerita banyak hal dengan suaminya. Bahkan ketika dahulu mereka hidup terpisah karena harus menjalankan sistem pemerintahan yang sangat ketat?. Takdir selalu membuat mereka hidup terpisah dengan orang-orang yang sangat ia cintai.
Semua itu demi keselamatan, kejayaan, serta ketertiban di dalam istana, sehingga waktu bersama mereka yang dikorbankan untuk semuanya. Apakah mereka tidak bisa bersama dalam waktu yang lebih lama lagi?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah ratu Naga Api bisa membantu raja Naga Api reinkarnasi?. Simak terus ceritanya ya.
Next.
__ADS_1
...**...