RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 35


__ADS_3

...***...


Tentunya mereka semua sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Ryuu Amane.


"Siapa yang kalian sebut lemah?." Senyumannya sangat ramah, namun terlihat sangat mengerikan.


"Ternyata kau ingin menunjukkan kehebatan mu pada kami?!." Salah satu dari ketiga pemuda yang tersisa tersulut emosi ketika melihat temannya berhasil dilumpuhkan oleh Ryuu Amane.


Pemuda itu berniat memberikan sebuah terjangan tendangan kuat ke arah perut Ryuu Amane, akan tetapi berhasil ditepis olehnya dengan tendangan keras pula. Hingga telapak kaki mereka saling beradu, namun hasilnya Ryuu Amane yang memang.


Duakh!!!.


"Egkhakh!."


Pemuda itu meringis sakit, ia terjatuh sambil menyentuh kakinya yang terasa seperti akan patah.


"Hanya seperti itu kekuatan yang kau miliki?. Jangan banyak bicara jika hanya mengandalkan suara keras tidak bergunamu itu." Ryuu Amane sangat kesal, ia sangat tidak suka dengan apa yang mereka lakukan.


"Kau!." Bentak dua orang yang masih tersisa.


"Jika kalian ingin merasakannya, maka majulah." Ryuu Amane menantang dua orang pemuda yang tersisa.


"Baiklah. Jika memang itu yang kau inginkan!." Keduanya menerima tantangan dari Ryuu Amane.


"Siapa sebenarnya cewek ini?." Dalam hati pemuda bertopeng itu merasa sangat kagum dengan kekuatan yang dimiliki cewek yang belum ia kenali itu. "Sangat luar biasa sekali, dia bisa menghajar kedua orang jahat itu hingga tumbang hanya dalam sekali serangan." Sungguh ia tidak dapat menyembunyikan kekagumannya.


Sementara itu, Ryuu Amane saat ini sedang berhadapan dengan dua orang pemuda yang terlihat sangat menggebu-gebu ingin mengalahkan Ryuu Amane. Mereka terus menyerang Ryuu Amane dengan pukulan fisik, namun dengan mudahnya Ryuu Amane menangkis semua serangan yang datang padanya.


"Jangan sombong dulu kau cewek burik!." Hardiknya dengan suara keras. Hatinya sangat panas karena semua serangan yang ia arahkan ke Ryuu Amane hanya sia-sia saja.


"Kau akan mendapatkan balasan dari kami!." Pukulan dan tendangan telah ia lakukan, namun tetap saja Ryuu Amane dengan mudahnya menahan semua serangan yang datang padanya tanpa merasa kerepotan sedikitpun.

__ADS_1


"Benar-benar sangat luar biasa." Dalam hati pemuda bertopi itu tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depan matanya saat ini. "Aku yakin dia adalah atlit taekwondo yang sangat luar biasa." Dalam hatinya semakin kagum melihat gerakan yang dilakukan Ryuu Amane. "Aku yakin mereka tidak akan menang menghadapinya." Ia berharap jika cewek yang ia lihat saat ini bisa memberikan ancaman pada mereka semua.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Sementara itu, pemuda yang membawa Uzumaki Araumi saat ini sedang mengalami luka yang lumayan parah.


"Sial!." Umpatnya dengan sangat keras. Hatinya sakit setelah menerima kekalahan dari pertarungannya dengan Ryuu Amane yang merupakan reinkarnasi dari Ratu Naga Api. "Ternyata dia sangat hebat juga." Dalam hatinya sangat tidak terima dengan kekalahan yang ia alami pada saat itu. "Panas saja raja naga air sangat waspada, juga sampai saat ini masih belum bisa melepaskan diri dari segel gaib jika tidak segera dibantu dengan tumbal." Ia ingatbdeng apa yang terjadi. Saat ini ia keluar dari laut selatan karena mendapatkan tenaga dalam yang dilepaskan oleh Raja Naga Air pada saat itu. Sungguh ia tidak menduga sebelumnya, jika kekuatan dari Ratu Naga Api sekuat itu?.


Brukh!!.


Ia menjatuhkan tubuhnya yang terasa sangat sakit, dan sangat lelah karena dibakar oleh Ratu Naga Api. Tenaganya seakan-akan hilang entah kemana, karena air yang berada di dalam tubuhnya seperti habis menguap. Namun saat itu matanya melirik ke arah Uzumaki Araumi yang mungkin saat ini sedang berjuang untuk memulihkan tenaganya untuk tetap untuk bangkit. "Sungguh sangat menyedihkan sekali jika terluka seperti ini." Perlahan-lahan matanya hampir tertutup seperti orang yang sedang mengantuk. "Aku harap aku telah menemukan tempat yang aman untuk bersembunyi saat ini." Itulah harapnya saat itu. "Bertahanlah sedikit lagi yang mulia raja gusti naga api." Dalam hatinya tidak dapat lagi menahan perasaan kantuk itu. Hingga akhirnya ia menyerah karena ia harus segera memulihkan tenaga dalamnya yang terkuras setelah pertarungan itu.


Apakah yang akan terjadi setelah ini?. Apakah ia mampu untuk bertahan?. Satu bulan bukanlah waktu yang singkat untuk masa pemulihan. Apakah yang akan terjadi pada dua Sukma naga air?. Simak terus ceritanya.


...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


"Apakah kau benar pengawal pribadi ratu naga api?. Apakah kau bisa menjelaskan pada kami bagaimana ratu naga api yang selama ini dipuja puji oleh suku mizu?." Mizuaki Sayax terlihat sangat antusias sekali ingin mengetahui bagaimana kisah itu yang sebenarnya.


"Ya, dari pada kami hanya mendengarkan dongeng dari orang kami yang terdahulu, kenapa tidak mendengarkannya langsung dari orang yang pernah terlibat dalam masalah itu?." Mizuno Sora juga terlihat sangat bersemangat. "Tolong ceritakan pada kami bagaimana kisah itu terjadi?." Lanjutnya lagi dengan nada memaksa.


"Ka-kalian duduklah dengan baik." Akihara Masamune sedikit risih dengan apa yang mereka lakukan. "Bagaimana mungkin aku bisa bercerita pada kalian jika kalian sedekat ini denganku." Ryuu Amane memang merasa sangat risih dengan sikap hiperaktif dari kedua remaja yang kini sedang mencari kebenaran itu.


"Haik!." Keduanya dengan sangat patuhnya mengikuti apa yang dikatakan oleh Akihara Masamune. Keduanya duduk dengan sangat rapi, seakan-akan mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh seorang guru pada muridnya. Sungguh sangat luar biasa sekali keinginan mereka untuk mengetahui kebenaran yang mereka miliki.


Akihara Masamune melirik ke arah Biksu Souji Gedaje, tentunya ia memberi kode pada biksu itu agar membantunya untuk menjelaskan apa yang akan ia sampaikan. Akan tetapi sangat disayangkan sekali, karena Biksu Souji Gedaje sama sekali tidak peduli, dan ia malah berdiri meninggalkan Akihara Masamune tanpa adanya berbicara sepatah katapun.


"Kegh!. Benar-benar sangat tidak diharapkan!." Dalam hati Akihara Masamune sangat mengutuk apa yang dilakukan Biksu Souji Gedaje yang sama sekali tidak peduli padanya.

__ADS_1


"Heh!. Maaf saja. Aku tidak ada waktu untuk membantumu menjelaskan apa yang mereka inginkan." Dalam hati Biksu Souji Gedaje tentunya mengerti raut wajah Akihara Masamune yang sedang mengutuknya.


"Ayolah!. Tolong jelaskan pada kami!." Kembali Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora meminta penjelasan dari Akihara Masamune.


"Ya, ya, ya, baiklah!. Akan aku jelaskan pada kalian!." Akihara Masamune sangat kesal dengan mereka yang sangat tidak sabaran.


Bagaimana kisah mengenai Ratu Naga Api di mata suku Mizu?. Bagaimana sebenarnya yang terjadi?. Apakah ada hal yang sangat menarik yang tejadi pada saat itu?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Kembali pada Ryuu Amane yang telah berhasil mengumpulkan keempat pemuda preman itu. Dengan sangat mudahnya ia melumpuhkan dua orang yang tersisa.


"Heh!. Jangan anggap enteng kekuatanku sebagai seorang wanita." Matanya menatap tajam keempat orang yang telah terkapar itu. "Jika kalian berani merendahkan aku, bukan hanya tangan dan kaki kalian saja yang patah, akan tetapi kepala kalian juga akan aku patahkan." Kembali ia menatap tajam ke arah mereka. "Kalian ini sangat tidak berguna sama sekali." Ryuu Amane benar-benar sangat kesal dengan mereka.


"Benar-benar wanita yang kuat. Sangat hebat, dan tidak ada yang bisa mengalahkannya dari mereka." Dalam hati Pemuda bertopi itu tidak henti-hentinya merasa kagum pada Ryuu Amane.


"Kalian telah membuang-buang waktu ku saja." Ryuu Amane sangat kesal, saat ini mengingat alasan kenapa ia pergi keluar saat ini. Akan tetapi pada saat itu, ketika ia hendak melangkah meninggalkan tempat itu, pemuda bertopi itu menghentikannya.


"Tunggu!!!." Entah kenapa ia ingin berbicara dengan cewek yang telah menyelamatkannya.


"Apakah kau juga ingin bertarung denganku?!." Dengan nada yang sedikit galak, Ryuu Amane berkata dan bertanya seperti itu.


"Ahaha!. Bukan, tentu saja bukan itu. Kau jangan salah faham dulu." Pemuda bertopi hitam itu sedikit tersentak terkejut dengan apa yang dimakan oleh Ryuu Amane.


"Lalu apa yang kau inginkan?." Kali ini Ryuu Amane bertanya dengan nada yang lebih ramah dari yang sebelumnya.


"Apakah aku boleh mengetahui kau siapa?. Karena-, kegh!." Ia tidak bisa melanjutkan ucapannya, pada saat itu ia merasakan tubuhnya sakit-sakitan setelah menerima pukulan bertubi-tubi dari mereka yang sama sekali tidak peduli padanya yang telah meminta ampun.


"Jadi kau mengalami luka yang cukup parah?." Ryuu Amane bertanya hanya untuk memastikannya.


"Um." Ia hanya menganggukkan kepalanya pertanda ia.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apa yang akan dilakukan Ryuu Amane setelah ini?. Simak terus ceritanya ya.


...***...


__ADS_2