
...***...
Malam telah menyapa, Ryuu Amane saat ini sedang memperhatikan buku-buku yang sedang bertumpukan di hadapannya. Setelah makan malam bersama keluarganya?. Ya, anggap saja mereka yang berada tinggal satu atap dengannya saat ini memang menggunakan tubuh Ryuu Amane. Memang sangat miris bagi Ratu Naga Api sebenarnya, tapi ia juga tidak bisa menghindari takdir yang ia jalani saat ini.
"Membuat tugas sekolah ya?." Ia melihat tumpukan buku itu dengan senyuman kecil. "Bahkan dulu membuat tugas negara aku yang paling rajin." Ada kebanggan yang ia rasakan sebagai seorang wanita yang tidak lari dari tanggung jawabnya.
Namun saat itu pintu kamarnya diketuk oleh seseorang dari luar, sehingga mengalihkan dunianya.
"Ya?. Siapa?." Balasnya dari dalam.
"Apakah ibu boleh masuk?." Seorang wanita yang bergelarkan ibu sedang masuk ke dalam kamar anak perempuannya.
"Tentu saja ibu." Ryuu Amane atau Ratu Naga Api benar-benar memainkan perannya dengan sangat baik.
"Maaf jika ibu mengganggu ya?." Ada perasaan yang tidak enak yang ia rasakan pada saat itu. Ia takut mengganggu anaknya yang sedang belajar, karena ini pertama kalinya ia masuk ke kamar anaknya
"Ti-tidak kok ibu." Ryuu Amane sedikit gugup karena perkataan ibunya itu. Ia merasa canggung dengan keadaannya seperti itu, apalagi bagi Ratu naga api itu adalah hal yang tidak biasa baginya.
"Ibu hanya mengantarkan ini untukmu." Ryuu Fumiko ternyata membawa cemilan untuk anaknya itu, mungkin anaknya butuh sesuatu untuk dimakan ketika sedang belajar.
"Terima kasih ibu." Ryuu Amane hanya tersenyum kecil melihat apa yang telah dilakukan oleh ibunya.
"Sama-sama." Ryuu Fumiko juga terlihat senang karena anaknya menerima makanan yang telah ia bawakan.
Namun pada saat itu, Ryuu Fumiko menanyakan tentang kondisi anaknya di sekolah. Ini juga untuk pertama kalinya ia bertanya bagaimana anaknya di sekolah, karena selama ini ia hanya cuek yang tidak peduli sama sekali bagaimana anaknya.
"Di sekolah tidak diganggu lagi, kan?." Dengan hati-hati ia bertanya kepada anaknya itu.
"Tidak bu, semuanya aman." Ryuu Amane menjawab dengan senyuman kecil, ia merasa tidak ada masalah selama di sekolah.
"Syukurlah kalau begitu." Ryuu Fumiko sangat senang jika memang anaknya tidak memiliki masalah di sekolah. "Jika ada yang mengganggumu katakan pada ibu ya?." Seorang ibu tentunya, ia ingin melindungi kenyamanan anaknya selama di sekolah.
"Um. Baiklah ibu." Ryuu Amane hanya mengangguk mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ibunya.
"Kalau begitu lanjutkan belajarnya. Ibu tidak akan mengganggumu." Setelah itu ia pergi meninggalkan kamar anaknya, karena ia tidak ingin mengganggu anaknya yang sedang belajar.
"Um." Ryuu Amane hanya mengerti. Ia hanya melihat kepergian ibunya yang meninggalkan kamarnya.
Namun setelah ibunya keluar dari kamarnya, Ryuu Amane atau Ratu Naga Api sedang memikirkan apa yang telah dikatakan oleh Ryuu Fumiko tadinya?.
"Jadi dia mengetahui jika anaknya diganggu oleh teman-teman sekolahnya, tapi kenapa baru sekarang malah bertanya seperti itu?." Entah kenapa pada saat itu ia merasakan sakit yang sangat luar biasa. Sakit itu seperti berasal dari Ryuu Amane yang asli, ia yang selama ini meminta perlindungan kepada kedua orang tuanya akan tetapi tidak pernah terkabulkan. "Tapi kau tenang saja amane. Aku telah membereskan mereka semua." Ratu naga api dapat merasakan perasaan itu, sehingga ia berjanji akan melakukan hal yang terbaik demi membahagiakan Ryuu Amane.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Ratu Naga Api bisa menjaga dengan baik kondisi tubuh Ryuu Amane yang asli?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
...***...
Kuil Tenkuu No Seiden.
Dari tadi raja naga api sangat tidak nyaman sekali, entah kenapa hatinya sangat gelisah. Hatinya merasakan akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"Ada apa yang mulai raja?." Biksu Souji Gadeja melihat Raja Naga Api yang mondar-mandir dan terkadang duduk tidak nyaman sama sekali. "Sepertinya anda terlihat sangat gelisah." Dari sikap yang seperti itu Biksu Souji Gadeja dapat menyimpulkan ada hal yang sedang dipikirkan oleh Raja Naga Api saat itu. Tentunya itu membuatnya berani bertanya pada Raja Naga Api.
"Aku merasakan ada yang tidak beres." Kali ini menatap ke arah laut selatan. "Ada sesuatu yang mengerikan yang akan terjadi." Meskipun ia tidak yakin masalah itu, ia dapat merasakan bagaimana hawa itu berasal dari Laut Selatan.
"Misalnya?." Biksu Souji Gadeja sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Raja Naga Api.
"Ada hawa yang jahat berasal dari laut selatan." Jawab raja naga api sambil terus mengamati bagaimana hawa yang dipancarkan oleh Laut Selatan. "Hawa yang mengandung aura jahat yang sangat kuat, yang berasal dari laut selatan." Pemandangan itu membuatnya sama sekali tidak nyaman, sehingga ia ingin melihat bagaimana kondisi laut selatan sebenarnya.
"Hawa jahat dari laut selatan?." Biksu Souji Gadeja hanya merasakannya saja meskipun tipis. Tentunya kekuatannya dan kekuatan raja naga api sangat berbeda, sehingga mereka memiliki pandangan yang sangat berbeda dalam masalah itu.
"Ya." Jawabnya lagi. "Aroma darah yang sangat banyak, seperti tumbal yang telah dipersiapkan." Penciumannya tidak akan mungkin salah dengan aroma darah yang sangat berbeda yang ia rasakan saat itu.
"Gawat!. Ini sangat gawat!." Biksu Souji Gadeja mulai panik karena itu adalah hal yang sangat berbahaya menurutnya. "Apa yang harus kita lakukan gusti raja?." Ia meminta pendapat pada raja naga api apa yang harus mereka lakukan.
"Kita harus ke sana, supaya kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sana." Hanya itu pendapat yang dikeluarkan oleh Raja Naga Api.
"Baiklah. Hamba akan mengantar yang mulia raja ke sana." Biksu Souji Gadeja tentunya akan menemani raja naga api untuk melihat keadaan di sana. Akan berbahaya jika nantinya Raja Naga Api berada di sana sendirian.
"Kita harus ke sana dengan segera." Raja Naga Api hanya ingin memastikan, apakah yang ia rasakan itu benar atau tidak.
"Apakah kita akan memberitahukan masalah ini pada yang mulia ratu?." Namun sebelum pergi ia sempat bertanya kepada Raja Naga Api mengenai Ratu Naga Api. Apalagi kondisi saat ini sedang malam, malam yang masih menyimpan kegelapan.
"Sebaiknya jangan. Kita saja yang ke sana." Raja Naga Api hanya tidak ingin mengganggu istrinya yang mungkin sedang melakukan kegiatan yang sangat penting.
Namun siapa menyangka dan menduga bahwa malam itu sebelum mereka berangkat ke Laut Selatan, Akihara Masamume datang ke kuil dengan keadaan yang sangat gelisah.
"Tatsu?." Raja naga api sedikit terkejut dengan kedatangan Tatsu pada saat itu.
"Yang mulia raja. Hamba merasakan ada yang tidak beres dengan laut selatan." Itulah yang dijawab oleh Akihara Masamune. "Karena itulah hamba datang kemari." Jawabnya lagi dengan perasaan yang sangat gelisah.
"Baiklah, kita akan ke sana bersama-sama." Raja Naga Api mengajak keduanya pergi ke laut selatan bersama.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.
...***...
Di Laut Selatan.
Ternyata yang Laut Selatan mengeluarkan hawa kegelapan yang sangat tidak biasa. Ternyata hawa hitam itu berasal dari perbuatan ritual untuk membangkitkan Raja Naga Air. Sehingga kondisi laut selatan tidak stabil dan mengeluarkan kegelapan yang sangat tidak wajar.
"Malam ini hampir kita hampir membangkitkan separuh dari kekuatan yang mulia raja naga air." Masato Jin sangat senang dengan apa yang telah ia lakukan, rasanya ia tidak sabar lagi ingin melihat raja naga api berkuasa di bumi ini.
"Tapi hawa yang ditebarkan yang mulia raja naga air sangat kuat, aku khawatir ini akan mengundang mereka datang ke sini." Uzumaki Araumi merinding merasakan hawa yang tidak biasa itu, namun ada kegelisahan yang ia rasakan pada saat itu. Ia khawatir jika hawa hitam tersebut akan membuat Ratu Naga Api datang ke laut selatan.
"Kalau begitu kita tambah kekuatan penghalang ini, supaya mereka tidak bisa masuk ke laut keseimbangan, supaya mereka tidak mengganggu." Masato Jin menyarankan seperti itu pada temannya.
"Kau memang hebat. Aku setuju dengan apa yang kau lakukan." Uzumaki Araumi memuji kehebatan yang dimiliki oleh temannya itu, karena ia tidak memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
"Aku ini memang selalu hebat. Kau saja yang tidak menyadarinya." Dengan berbangga diri ia berkata seperti itu.
__ADS_1
"Cih!. Mau pamer." Uzumaki Araumi sangat menyesal telah memuji temannya itu.
"Sudahlah!. Jangan banyak mengeluh!. Ayo lakukan sebelum mereka datang." Masato Jin tidak mau membuang-buang waktu karena itulah ia harus bergegas melakukan semua itu demi kebangkitan Raja Naga Air.
"Ya, mari kita lakukan." Uzumaki Araumi hanya mengikuti apa dikatakan oleh temannya itu.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi.
...***...
Siapa yang menduga jika Ratu naga api saat ini telah memasuki daerah Laut Selatan.
"Hawa jahat busuk ini berasal dari laut selatan. Memangnya apa yang sedang ingin mereka lakukan?." Ucapnya dengan penuh kebencian yang sangat dalam. "Tidak mungkin raja naga air bangkit." Ia tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri. "Hawa lautnya berubah menjadi lebih gelap dibandingkan malam yang gelap tanpa cahaya." Itulah yang ia rasakan pada saat itu. "Sial!. Malah dijaga. Aku tidak boleh terlihat oleh mereka. Akan berbahaya jika anak dibawah umur, hahaha meskipun aku sebenarnya sudah terlalu tua, tapi karena penampilan ku yang sekarang aku tidak mungkin." Namun sayangnya ada kendala yang tidak bisa ia hindari pada saat itu. Saat ini ia sedang berada tak jauh dari sana, sedang bersembunyi memikirkan cara melewati gerbang itu. Hanya gerbang itu saja yang menjadi tempat yang paling terdekat dengan penyegelan sukma Raja Naga Air.
Ratu naga api yang sedang kebingungan bagaimana caranya melewati gerbang yang dijaga, saat itu ia melihat dua orang yang sangat ia kenali dan satu orang yang paling ia kenali?.
"Hum?. Bukankah itu yang mulia raja naga api?. Biksu pemarah dan juga tatsu?." Ratu naga api sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. "Jadi mereka menyadari ada yang aneh dengan laut selatan?." Ia menarik kesimpulan seperti itu ketika melihat mereka datang ke Laut Selatan. "Eh?. Lah?. Kok tiba-tiba mereka pingsan begitu?." Ratu naga api sangat terkejut dengan apa yang terjadi. "Baiklah, aku akan mendekati mereka." Ratu naga api memutuskan untuk keluar dari persembunyian?.
"Dengan seperti ini kita akan aman." Akihara sangat senang karena raja naga api telah membuat mereka semua tertidur.
"Aman apanya?." Kocak Ratu Naga Api sambil melompat ke arah mereka.
"Yang mulia ratu?." Ketiganya sangat terkejut dengan kedatangan Ratu Naga Api.
"Jadi ratuku merasakannya juga?." Itulah pertanyaan yang keluar dari Raja Naga Api.
"Ya. Hawa busuk itu berasal dari dalam sana." Ratu naga api menunjuk ke asal hawa kegelapan itu.
"Kalau begitu kita akan masuk ke sana untuk memastikannya." Biksu Souji Gadeja tentunya ingin memastikan bagaimana keadaan Laut Selatan yang sebenarnya.
"Tidak semudah itu." Ratu Naga Api sangat memahami bagaimana kondisi laut selatan pada saat itu.
"Hm?. Apa maksudnya?." Biksu Souji Gadeja sangat tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Naga Api.
"Penghalang ini memang aku yang membuatnya. Tapi telah ditambahkan dengan kekuatan lain, sehingga hawanya terbolak-balik. Kita tidak bisa memasuki tempat ini, karena itu akan berbahaya." Ratu naga api dapat melihat ada perubahan yang tidak diinginkan pada segel yang telah ia buat.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?. Jika kita membiarkannya raja naga air akan bangkit." Biksu Souji Gadeja merasa sangat aneh dengan itu.
"Aku rasa saat ini kita mundur terlebih dahulu. Membuat rencana untuk menekan supaya raja naga air tidak bangkit." Itulah saran yang diberikan oleh Ratu naga api pada mereka semua. Karena ia tidak mau mengambil risiko yang terlalu tinggi jika memaksakan diri untuk masuk ke dalam Selatan.
"Baiklah, jika memang ratuku memiliki rencana yang bagus aku akan menurutinya."raja naga api tampaknya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Naga Api.
"Suami yang sangat penurut sekali." Dalam hatinya Biksu Souji Gadeja merasakan perasaan itu meskipun tidak sepenuhnya.
"Kalau begitu kita kembali." Ratu naga api mengajak mereka semua kembali.
"Um." Ketiga lelaki itu mengikuti apa yang dikatakan oleh Ratu Naga Api. Sepertinya masalah yang sedang mereka hadapi bukanlah masalah yang biasa. Apakah mereka berhasil masuk ke dalam hutan Selatan?. Simak dengan baik bagaimana kisah ini terjadi.
...***...
__ADS_1