RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 28


__ADS_3

...***...


Di suatu tempat yang cukup terpencil. Ada seorang wanita yang sedang mengamati tamu yang keluar masuk di tempat remang-remang itu. Matanya tak henti-hentinya menatap mereka yang masuk dengan raut wajah penuh kegembiraan.


Mizuno Sora, itulah nama wanita itu. Sepertinya ia baru saja sampai di kota Sukuranburu bagian selatan. Karena tempat itu sangat asing baginya. Dua minggu mendirikan tempat itu sepertinya membuatnya mendapatkan informasi yang sangat bagus.


"Meskipun ada larangan untuk keluar rumah, namun tempat ini masih ramai." Mizuaki Sayax juga memperhatikan mereka semua. Ia adalah teman dari Mizuno Sora, yang kini datang ke Kota untuk mencari informasi mengenai Uzumaki Araumi. "Rasanya percuma saja ada larangan itu. Mereka sama sekali tidak sayang nyawa mereka sendiri." Ia sangat heran dengan sikap mereka yang seperti itu?.


"Aku tidak peduli masalah itu." Saat ini Mizuno Sora sedang membereskan gelas yang baru saja ia cuci bersih. "Kita harus segera mencari keberadaannya. Karena kita memiliki urusan dengan wanita itu." Lanjutnya sedikit kesal. "Aku tidak mau berlama-lama berada di luar hanya karena menjalankan tugas yang tidak aku ketahui sama sekali." Sungutnya dengan nada kesal.


"Aku mengerti apa yang kau inginkan." Mizuaki Sayax hanya menghela nafasnya dengan sangat lelah. "Kau ini tidak sabaran seperti biasanya. Akan berbahaya jika kau tidak sabaran seperti itu." Ucapnya lagi. "Lagi pula siapa yang ingin menjalankan Misi yang tidak jelas itu." Dalam hatinya sebenarnya juga ingin mengeluh, tapi ia tidak seperti temannya yang secara terang-terangan berkata seperti itu.


"Meskipun air dan api tidak bisa bersama. Ribuan tahun turun temurun hanya untuk mempelajari hal yang mustahil itu sangat menyebalkan. Apalagi tetua yang kolot malah menyuruh kira berdua untuk menangkap wanita itu hidup-hidup setelah mendapatkan informasi yang tersebar itu." Mizuno Sora semakin kesal. "Bahkan air dengan air pun tidak bisa akur. Rasanya sangat aneh sekali dunia ini." Ada banyak hal yang membuatnya bingung.


"Ya, ya, ya. Aku mengerti apa yang kau keluhkan. Tapi untuk saat ini bekerjasama lah dengan baik supaya kau tidak kena hukuman dari tetua nantinya." Mizuaki Sayax sangat bosan dengan apa yang dikatakan temannya itu. "Aku juga tidak sudi melakukan pekerjaan bodoh yang hanya mengikuti dendam ribuan tahun yang lalu. Memangnya siapa yang mau melakukan itu!." Gerutunya dalam hati. Ia sangat kesal dengan kisah itu.


Siapakah kedua wanita itu?. Untuk apa mereka mencari keberadaan Uzumaki Araumi?. Apakah ada hubungannya dengan mereka?. Bagaimana kisah selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Pukul 14.30 sore.

__ADS_1


Setelah mendengarkan penjelasan dari Biksu Souji Gedaje yang memberikan janji pada mereka, bahwa ia akan membantu mereka untuk mengatasi masalah itu. Murasaki Abeno, Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken segera pamit undur diri.


"Huffh!. Akhirnya mereka pergi juga." Biksu Souji Gedaje bernafas dengan lega. "Sangat menyebalkan sekali mereka itu tiap hari datang seperti sangat menggangguku." Dalam hatinya sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken.


"Sepertinya kau tidak suka pada mereka." Ratu Naga Api atau Ryuu Amane sangat jelas menangkap sikap buruk Biksu Souji Gedaje pada mereka. "Apakah itu sangat mengganggumu?." Entah kenapa itu ia melihat itu dari raut wajahnya Biksu Souji Gedaje.


"Sangat tidak suka, dan itu sangat menggangguku." Ia tidak menyangkalnya. Itu artinya benar. "Beberapa kali mereka datang padaku. Dan aku telah mengatakan pada mereka bahwa uang yang mereka berikan padaku, aku berikan pada mereka yang tidak mampu karena larangan keluar rumah jika tidak ada urusan penting." Ucapnya dengan nada kesal. "Jika aku menerima uang mereka, aku tidak melakukan apa yang mereka inginkan, aku yakin mereka memliki senjata untuk memaksa aku untuk melakukan pekerjaan itu. Aku tidak sudi menjadi pekerja mereka." Lanjutnya dengan nada kesal.


Ryuu Amane dan Akihara Masamune tertawa hambar mendengar apa yang dikatakan oleh Biksu Souji Gedaje. Mereka tidak menyangka, meskipun seorang Biksu, terkadang mereka suka mengeluh, dan memiliki beberapa hal yang sama sekali tidak mereka sukai.


"Sungguh mulia sekali hatimu." Ryuu Amane memujinya. "Tapi di sisi lain, kau sangat pemilih sekali dalam membatu orang lain." Ryuu Amane sangat heran dengan itu. "Apakah seperti itu sikapmu sebagai seorang biksu?. Sangat luar biasa sekali." Ryuu Amane tidak dapat menahan tawanya pada saat itu.


"Jendral souji pensiero pasti bangga memiliki keturunan seperti kau." Bahkan Akihara Masamune juga memujinya. "Sungguh sangat luar biasa sekali penerus dari souji pensiero ini." Ia sangat ingat bagaimana watak Jendral Souji Gedaje. Namun ia tidak menduga jika keturunannya malah menjadi seorang biksu?. Meskipun mereka tidak mengetahui apa yang terjadi setelah Ratu Naga Api memutuskan untuk menjadi pilar segel bagi suku Naga Air, sepertinya ada banyak hal yang telah mereka lewatkan.


"Hoo!. Boleh juga pendirian yang kau miliki." Akihara Masamune terkesan. "Sangat tidak ingin merepotkan diri sendiri." Lanjutnya. "Sangat menggambarkan keturunan souji pensiero." Sangat miris rasanya membayangkan bagaimana sikap Souji Pensiero pada saat itu.


"Tapi kenapa kau malah melindungi kami?." Ryuu Amane merasa heran dengan itu. "Kau tidak mengatakan pada mereka, jika kami adalah reinkarnasi naga api?." Ryuu Amane ingin mendengarkan apa yang ada di dalam hati Biksu Souji Gedaje yang sebenarnya. "Apa yang kau inginkan sebenarnya?. Atau ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami?." Ryuu Amane benar-benar mengajukan pertanyaan yang menguji hati Biksu Souji Gedaje.


"Heh!." Ia malah memalingkan wajahnya sambil mendengus kesal. "Pemerintah itu lebih dengan ilmu politik. Akan berbahaya jika gusti ratu diekspos oleh mereka, aku yakin gusti ratu akan dijadikan alat bagi mereka untuk melakukan pertahanan kota ini." Itulah alasan kenapa ia tidak suka dengan politik yang dimainkan oleh pemerintah. "Mereka akan melakukan apapun saja, setelah itu mereka akan duduk santai sambil memberi perintah. Tentunya aku sangat membenci dengan sikap yang seperti itu." Biksu Souji Gedaje sepertinya mengetahui bagaimana kemungkinan terburuk yang akan terjadi nantinya. "Karena itulah aku tidak akan mengatakannya, meskipun mereka memaksaku dengan cara yang kasar nantinya, aku sendiri yang akan melawannya." Dalam hatinya berkata seperti itu.


"Jadi ada yang seperti itu?. Sungguh serakah sekali." Ryuu Amane sedikit terkejut mendengarkan itu. "Pantas saja kau tidak ingin terlibat dengan hal-hal yang merepotkan seperti itu." Ryuu Amane sedikit memahami apa yang dikatakan Biksu Souji Gedaje. "Tidak di zaman dahulu, atau zaman sekarang. Rasanya sama saja. Menginginkan hal yang instan, memerintahkan orang lain karena kekuasaan yang miliki hanya karena mereka memiliki uang untuk membayar orang-orang kecil. Namun malah menyuruh mereka mati demi menjaga sebuah rahasia." Hatinya sangat benci untuk mengingat itu semua.

__ADS_1


"Sangat mengerikan juga politik di zaman ini." Akihara Masamune sangat tidak suka dengan politik yang seperti itu. "Bahkan lebih mengerikan dari pada zaman aku hidup dulu." Ia tidak bisa membayangkan bagaimana orang-orang yang sekarang memanfaatkan orang lain untuk kepentingan mereka. "Tapi intinya sama-sama ingin berkuasa tanpa menodai tangan mereka, hanya bisa mengandalkan orang lain dalam bertindak." Sebagai pengawal pribadi Ratu Naga Api, ia melihat itu semua, tapi apa yang ia lakukan benar-benar tulus ingin menjaga keselamatan Ratu Naga Api yang selalu menjadi incaran orang-orang pada masa itu. Entah itu dari segi politik, dari segi kehidupan biasa sebagai wanita cantik, atau sebagai menantu yang tidak diinginkan?. Ia telah menjadi saksi apa yang terjadi pada masa itu.


"Karena itulah aku tidak mau membantu mereka. Namun demi melindungi gusti ratu juga tuan tatsu, akan aku lakukan untuk menutupi identitas asli gusti ratu juga tuan tatsu." Biksu Souji Gedaje tersenyum ramah menatap keduanya. Begitu tulus atas apa yang ia katakan pada mereka.


"Terima kasih atas kebaikannya." Ryuu Amane sangat senang mendengarnya. "Aku sangat bersyukur masih ada orang yang baik di dunia ini." Ia dapat merasakan itu. "Suatu hari nanti aku pasti akan membalas kebaikan yang kau berikan padaku." Ryuu Amane tersenyum kecil.


"Syukurlah gusti ratu." Akihara Masamune juga sangat bersyukur akan hal itu.


"Tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu." Saat itu Ryuu Amane ingat sesuatu yang sangat ingin ia ketahui dari hatinya.


"Apa yang ingin gusti ratu tanyakan?." Ia balik bertanya.


"Apakah kau mengetahui dimana letak bangunan kuno atau sejenis monumen ratu atau raja naga api?. Ada sesuatu yang ingin aku pastikan di sana." Ryuu Amane tentunya ingin melakukan sesuatu.


"Baiklah, jika memang gusti ratu ingin ke sana akan saya antar ke sana." Sepertinya ada hal yang penting yang ingin dilakukan Ryuu Amane. Karena itulah ia tidak menolaknya. "Tapi sepertinya tidak semudah itu kita masuk ke sana." Di sisi lain ia juga harus memperingatkan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api akan satu hal.


"Heh!." Kali ini Ryuu Amane yang mendengus kesal. "Kau pikir aku ini siapa?. Aku ini ratu naga api. Tentunya aku bisa melakukannya dengan sangat mudah." Bahkan ia membanggakan dirinya sebagai Ratu Naga Api yang bisa melakukan apa saja.


"Maafkan aku. Aku akan mengantarmu ke sana besok. Karena malam ini kita akan memantau kembali di mana uzumaki araumi berada." Karena merasa sungkan, ia memberi hormat pada Ryuu Amane karena telah berani meremehkan kemampuan Ryuu Amane atau Ratu Naga Api. Dan di sisi lainnya juga ia harus memperingatkan Ratu Naga Api mengenai wanita yang merupakan wadah naga Air.


"Ya. Kau benar." Ryuu Amane tentunya tidak akan lupa dengan itu. "Akan berbahaya jika dia masih hidup setelah melarikan diri dari jurusku." Lanjutnya sambil mengingat bagaimana pertarungan mereka pada saat itu. Mereka tidak akan membiarkan itu terjadi, dan mereka akan segera mengatasinya.

__ADS_1


Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Apakah mereka tidak ingin identitas Ratu Naga Api diketahui oleh publik?. Lalu bagaimana mereka akan mengatasi masalah yang terjadi?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


__ADS_2