RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 73


__ADS_3

...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


Mereka semua telah berhasil menenangkan kembali Raja Naga Api yang hampir saja membakar Kuil Tenkuu No Seiden. Sungguh sangat mengerikan kemarahan yang dikeluarkan oleh Raja Naga Api. Selama ini mereka berpikir bahwa yang paling mengerikan itu adalah Ratu Naga Api, ternyata Raja Naga Api jauh lebih mengerikan dari yang mereka duga.


"Tuan tatsu. Bagaimana mungkin kau tidak mengetahui jika raja naga api jauh lebih mengerikan?." Bisik Mizuaki Sayax sambil menahan nafas, ia hampir saja lupa cara bernafas dengan baik.


"Kenapa kau masih saja memancing kemarahan raja naga api?. Kau ini lupa atau bagaimana tuan tatsu?." Mizuno Sora juga berbisik takut, ia tidak pernah berpikir bahwa Raja Naga Api memang sangat mengerikan dari yang ia lihat. "Wajah tampan seperti ternyata memiliki kemarahan yang mengerikan." Dalam hatinya tidak bisa membayangkan jadi daging panggang saat itu.


"Maaf, aku lupa. Tapi saat itu aku sama sekali tidak pernah melihat kemarahan raja naga api seganas itu." Balasnya dengan perasaan yang sangat tidak enak.


Saat ini mereka menjauh untuk sementara waktu agar tidak membuat Raja Naga Api marah kembali. Tentunya itu adalah saran dari Biksu Souji Gadeja, ia tidak mau Kuil Tenkuu No Seiden yang jadi korban nantinya.


Sementara itu Biksu Souji Gadeja yang dari tadi berada di dalam kuil sampai keluar, ia juga dapat merasakan hawa yang sangat tidak menyenangkan sama sekali. Ia tidak menduga jika Raja Naga Api lah yang telah mengeluarkan aura yang tidak bersahabat itu. "Syukurlah aku berhasil menenangkan raja naga api." Dalam hati Biksu Souji Gadeja sangat lega setelah semuanya sedikit tenang.


"Jadi ratu ku reinkarnasi dalam tubuh seorang anak remaja?." Raja Naga Api penasaran.


"Ya, seperti itulah gusti raja naga api." Balasnya dengan senyuman ramah.


"Pantas saja wajahnya awet muda seperti itu. Semakin cantik." Dalam hati Raja Naga Api sangat kagum akan kecantikan yang dimiliki oleh istrinya. "Tapi apakah dia akan baik-baik saja?. Lalu bagaimana dengan nasib anak itu?." Raja Naga Api sedikit berpikir tentang reinkarnasi. "Maksudku bagaimana dengan nasib anak remaja itu jika ratuku reinkarnasi di dalam tubuhnya?. Bukankah akan berbahaya jika seseorang tidak sanggup menampung kekuatan ratu naga api?." Raja Naga Api sangat khawatir dengan kondisi Ryuu Amanae.


Biksu Souji Gadeja terdiam dengan apa yang diucapkan Raja Naga Api. Ia tidak tahu harus berkata apa untuk menjelaskan pada Raja Naga Api.


"Apakah terjadi sesuatu padanya?." Raja Naga Api sedikit cemas saat melihat raut wajah Biksu Souji Gadeja yang seperti itu.


"Ryuu amanae meninggal pada malam ketika kami berhadapan dengan salah satu reinkarnasi dari suku naga air. Ryuu amanae memang tidak bisa menerima kekuatan itu, sehingga tubuhnya diambil alih ratu naga api." Biksu Souji Gadeja sangat sedih mengingat itu. Ia tidak bisa menyalahkan siapapun dalam kejadian itu. Karena semua telah terjadi sesuai dengan takdir dari yang kuasa.


Kembali ke masa itu.


"Siapa sangka, ternyata kau memiliki kekuatan spiritual yang lumayan berguna." Ryuu Amane sangat tidak menduga.

__ADS_1


"Meskipun aku terlihat seperti ini, kekuatan turun temurun dari keluarga souji tidak bisa diremehkan begitu saja." Rasanya ia ingin menangis mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane.


"Aku tidak yakin akan adanya kerja sama yang baik nantinya." Dalam hati Akihara Masamune sangat ragu dengan itu.


Saat ini mereka sedang menyamar, karena tidak ingin diketahui oleh orang lain. Akan menjadi masalah nantinya jika mereka sampai ketahuan. Terutama di pusat keramaian seperti ini?.


"Bukankah sudah ada peringatan untuk tidak keluar dengan bebas?." Ryuu Amane tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka.


"Ahaha!. Jangan tanyakan aku. Aku tidak bisa menjawabnya." Biksu Souji Gedaje hanya pasrah saja.


Dalam perdebatan yang mereka lakukan saat itu, mereka bertiga melihat ada seseorang yang terlihat sangat aneh. Tidak bergerak sama sekali, seakan-akan sedang terpaku ditempatnya.


"Garam suci api." Biksu Souji Gedaje menyebarkan garam suci api ke arah orang itu untuk melihat apa yang terjadi padanya.


Mereka sangat terkejut, tiba-tiba saja tempat itu berubah menjadi lautan kabut yang sangat luas?. Tentunya itu membuat ketiganya terkejut.


"Tidak salah lagi. Ini adalah laut keseimbangan." Ryuu Amane sangat kenal dengan suasana ini.


"Jadi ini yang dinamakan laut keseimbangan?." Biksu Souji Gedaje baru pertama kali merasakannya.


"Siapa?!." Saat terdengar suara yang sangat menyeramkan. "Siapa yang telah berani masuk ke dalam wilayahku tanpa izin!." Ternyata itu adalah wujud dari Uzumaki Araumi yang merupakan wadah reinkarnasi dari Naga Air.


"Ternyata dia muncul juga." Ryuu Amane telah menduganya. Ia tidak menyangka akan bertarung dalam keadaan seperti ini?.


"Kau!. Tenyata kau yang telah berani menggangguku!." Uzumaki Araumi masih ingat dengan sosok remaja waktu itu. Ia tidak menduganya, jika ia melihatnya lagi?.


"Tentunya aku akan mengganggumu. Apalagi kau reinkanasi dari naga air. Tentunya kita akan bermusuhan." Ryuu Amane telah siaga dengan serangan yang mungkin akan ia terima nantinya.


"Ternyata memang bermusuhan. Bukan hanya sekedar kisah dongeng sebelum tidur saja." Dalam hati Biksu Souji sangat senang. "Aku terlibat dalam pertarungan antara naga air dan naga api. Rasanya ini adalah mimpi." Baginya itu adalah suatu keajaiban yang tidak terduga sama sekali.


Malam masih panjang. Namun sepertinya akan terjadi pertarungan antara Naga Api dan Naga Api. Mereka telah bertemu?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Apakah akan ada pertarungan yang sengit yang akan terjadi di antara mereka?.

__ADS_1


"Sial!. Tenyata yang aku takutkan akhirnya terjadi juga." Dalam hatinya mengumpat kesal. "Kenapa aku malah bertemu dengan orang yang sangat tidak ingin aku temui?." Hatinya sangat tidak terima karena bertemu dengan Ratu Naga Api?.


"Kau tidak usah banyak berpikir lagi. Karena aku pasti akan membunuhmu secepatnya." Ryuu Amane telah siap dengan pedang Naga Api Pelebur Jiwa. "Aku tidak akan sungkan pada orang sepertimu." Lanjutnya dengan senyuman yang lebar. "Kau tidak akan aku biarkan pergi begitu saja dari sini." Sepertinya Ryuu Amane telah siap untuk bertarung. Dengan percaya diri ia berkata seperti itu?.


"Heh!. Aku sama sekali tidak takut padamu. Maju saja jika kau memiliki keberanian untuk itu." Ia menantang Ratu Naga Api. Ia menggunakan beberapa kloning yang menyerupai dirinya untuk melawan mereka. Rasanya tidak mungkin ia berhadapan satu lawan tiga. "Aku akan menghadapi mu dengan kekuatan yang aku miliki!." Hatinya sangat panas karena ucapan Ratu Naga Api. "Akan aku tenggelamkan kau di dasar laut yang paling dalam." Ia juga tidak mau kalah, sehingga ia berkata seakan-akan ia memang mampu melakukan itu?.


"Mari kita bermain-main." Ryuu Amane terlihat sangat bersemangat. "Akan aku hadapi kau, sampai kau meminta pengampunan padaku nantinya." Ryuu Amane mengambil ancang-ancang untuk segera bertarung?.


"Aku benar-benar terlibat dalam pertarungan hebat ini." Dalam hati Biksu Souji Gedaje tidak menyangka sama sekali. "Tidak pernah aku bayangkan jika hari ini aku berdiri menyaksikan pertarungan yang sangat hebat." Jantungnya bahkan berdegup sangat kencang, dan hampir saja ia tida bisa mengendalikan dirinya pada saat itu. Ada gejolak senang dan tidak percaya yang ia rasakan pada saat itu?.


"Jika kau siap, akan aku hadapi dengan baik." Ryuu Amane langsung melompat ke arah Uzumaki Araumi yang asli, ia mengetahui mana yang asli dan mana yang tipuan. "Tidak usah banyak berbicara. Karena aku tidak suka pada orang yang hanya pandai berbicara saja." Ryuu Amane benar-benar memberikan tantangan pada Uzumaki agar segera menghadapinya?. "Aku juga benci pada orang yang menggunakan kekuatan ilusi untuk menipu orang lain, itu sangatlah pengecut!." Ryuu Amane bahkan mengejek Uzumaki Araumi.


"Sial!." Uzumaki Araumi yang asli melompat menjauh, karena pedang itu hampir saja menusuk dadanya jika ia tidak segera menghindar. "Wanita ini benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Dia benar-benar mengetahui aku yang asli?. Sungguh mengerikan sekali kekuatan yang ia miliki." Uzumaki Araumi tidak menyangka akan mendapatkan serangan yang lumayan menekan dirinya?.


Sedangkan dua yang sisanya menghalangi Akihara Masamune dan Biksu Souji yang hendak melawan mereka?. Tentunya ia tidak ingin diganggu oleh orang lain, mereka harus tetap bertahan supaya bisa membantu Raja Naga Air untuk reinkarnasi.


"Mari kita bermain-main sebentar." Kedua kloning dari Uzumaki Araumi sepertinya tertarik dengan kekuatan yang dimiliki kedua laki-laki itu?. Kami juga ingin melihat kekuatan yang kalian miliki." Senyumannya begitu ramah, namun sayangnya senyuman itu tidak pada tempatnya. Itu adalah senyuman menantang seseorang untuk bertarung.


"Aku tidak akan segan-segan. Karena kalian telah berani bermain-main dengan nyawa manusia." Biksu Souji Gedaje langsung berhadapan dengan kloning Uzumaki Araumi yang berada di hadapannya. "Aku pasti akan mengalahkan kalian!." Meskipun ia belum pernah mencoba kemampuan yang ia miliki, apa salahnya menjadikan mereka sebagai bahan percobaan?. Apakah ia telah salah melakukan itu?. Jika tidak dicoba maka tidak akan mengetahui, apakah ia salah atau benar.


Kembali ke masa ini


Raja Naga Api menyimak dengan baik apa yang diceritakan Biksu Souji Gadeja padanya. Sungguh ia tidak menduga jika istri yang ia cintai akan menjalani kehidupan yang sulit seperti itu.


"Pada malam itu ratu naga api bertarung atas keinginan ryuu amanae." Lanjut Biksu Souji Gadeja dapat merasakan itu. "Sebenarnya pada malam itu ratu naga api bertarung dengan penuh keraguan karena memikirkan keselamatan ryuu amanae. Sungguh suasana yang tidak bisa diputuskan begitu saja. Akan ada satu nyawa yang melayang jika ratu naga api tidak menggunakan kekuatan yang dimiliki ratu naga api." Suasana hatinya sedikit menggamang dengan apa yang ia rasakan pada saat itu.


Bagaimana kelanjutan dari kisah ini?. Simak terus ceritanya. Jangan lupa dukungannya.


Next halaman.


...***...

__ADS_1


__ADS_2