
...***...
Ryuu Amanae on.
Yho!!. Pembaca tercinta, masih menikmati membacanya?. Semoga masih betah dengan kisah ini ya. Author yang tidak berwujud ini menyampaikan salam maaf jika merasa tidak nyaman jika saat membaca. Author yang tidak berwujud ini sedang dalam perjalanan. Itulah alasan kenapa kisah ini sangat berantakan. Untuk itu author yang tidak berwujud ini akan mengulang kilasan kisah sebelumnya. Selamat membaca.
...Di Laut selatan...
Masumi Kenzo, sebagai perwakilan yang dipercayai untuk memerintah wilayah selatan saat ini sedang berada di laut selatan. Karena mendapatkan izin untuk menghancurkan Tugu Naga Api, ia segera melakukan tugas itu dengan baik. Saat itu ia menerima telepon dari seseorang, sehingga ia sedikit menjauh dari sana.
"Ha?. Aku tidak dengar apa yang kau katakan?." Masumi Kenzo mengeraskan suaranya. "Hei!. Kalian!. Lanjutkan pekerjaan ini. Aku akan pergi ke sana sebentar!." Ia memerintahkan para pekerja itu agar terus bekerja.
"Baik pak!." Balas mereka dengan semangatnya.
"Sebenarnya ada apa sih?. Kenapa tiba-tiba saja suasana malah ribut?. Juga orang-orang di sekitar laut selatan malah semakin banyak yang datang?. Sehingga aku tidak bisa mendengarkan suara telepon." Gerutunya dengan kesalnya. Ia meninggalkan tempat itu untuk mencari keterangan. Saat itu matanya melirik gerbang tanda masuk laut Selatan.
Sementara itu alat berat telah disiapkan untuk menghancurkan Tugu Naga Api. Mereka bekerja sesuai dengan arahan dari Masumi Kenzo yang memberikan rancangan.
"Jangan hancurkan!." Lagi, suara itu menegaskan pada mereka semua, bahwa apa yang ia lihat adalah sebuah bencana jika mereka masih mau menghancurkan Tugu Naga Api.
"Lakukan dengan cepat!. Setalah ini kita akan membuat rancangan yang lebih bagus." Itulah perintah ketua mereka.
__ADS_1
Trakh!. Trakh!.
Penjelasan di atas masih tentang awal kejadian itu semua. Di laut selatan, dulunya aku telah menyegel semua suku naga air. Aku melakukan itu karena mereka semua sangat jahat pada suku naga api, juga menekan kehidupan suku Mizu. Mereka merasa berkuasa atas daerah selatan. Hatiku sangat sakit ketika Raja Naga Air mengutuk suami yang aku cintai menjadi batu.
Tapi untuk saat ini aku tidak akan membahas masalah itu, aku tahan dahulu. Author yang tidak berwujud ini memintaku untuk mengulas kembali masalah yang terjadi. Awal bagaimana hancurnya tugu Ratu Naga Api yang membuka segel Sukma Suku Naga Air. Meskipun tidak dari semua mereka yang bisa keluar dari sana, tapi saat itu memang sangat merepotkan. Banyak korban yang berjatuhan. Mau tahu bagaimana?. Simak terus ceritanya, yang tadi itu hanyalah pembukaannya saja. Tapi hatiku tetap sakit, mereka tidak mendengarkan apa yang aku katakan!. Mereka tidak menggubriskan apa yang aku katakan pada mereka!. Padahal aku telah memberi peringatan bahaya pada mereka, tapi tetap saja mereka tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan. Sungguh sangat sakit hatiku pada saat itu, dengan mudahnya mereka menghancurkan tugu Ratu Naga Api. Mereka telah mengundang bahaya yang sangat luar biasa.
Alat berat itu terus melaju ke arah Tugu Naga Api?. Tugu seorang wanita cantik yang menghadap ke laut dengan raut wajah penuh kesedihan. Meskipun berwujud seorang wanita, tapi tetap saja dinamakan Tugu Naga Api. Tapi bukan itu yang di bahas. Masalahnya adalah, alat berat itu telah menghancurkan Tugu Naga Api dengan sangat kuat. Hingga batu itu hancur?.
Deg!!!.
Sosok yang ada di dalam Tugu Naga Air sangat terkejut. Dihantam keras seperti itu hingga hancur berkeping-keping tentunya membuatnya sangat terkejut.
Suara itu terdengar sangat marah, ia tidak terima dihancurkan begitu saja. Akan tetapi mereka telah terlanjur menghancurkan Tugu Naga Api. Hingga beberapa menit setelah Tugu Naga Api dihancurkan, terdengar gemuruh yang sangat kuat. Mereka yang berada di sekitar laut selatan sangat terkejut. Mereka semua melihat ke arah laut, karena suara itu berasal dari laut.
"Kalian telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dengan menghancurkan aku!." Amarahnya sangat membara. "Kalian benar-benar tidak berguna!. Beraninya kalian menghancurkan aku!. Apakah kalian tidak menyadari jika aku adalah segel untuk para sukma naga yang berada di laut selatan!." Ia tidak dapat menahan amarah yang ada di dalam dirinya.
Suara itu kembali terdengar, akan tetapi tidak ada satupun dari mereka yang menggubriskan suara itu. Bukan hanya sekedar itu saja, saat itu tiba-tiba saja laut membuat ombak yang sangat tinggi. Mereka semua sangat ketakutan melihat itu, karena ombak itu mengarah pada mereka semua.
"Lari!. Selamatkan diri kalian!." Seseorang memberikan arahan pada mereka yang berada di sana untuk menyelamatkan diri.
Tapi yang lebih menakutkan lagi adalah, ombak besar itu berubah menjadi siluman naga air yang sangat menyeramkan. Taring panjang, mata merah melotot lebar mengarah pada mereka semua. Sehingga mereka berteriak ketakutan, berusaha menyelamatkan diri.
__ADS_1
"Cepat selamatkan diri kalian!."
Padahal aku telah memberikan peringatan pada mereka!. Tapi kenapa mereka sama sekali tidak mendengarkan apa yang aku katakan?. Suku Naga Air itu sangat menakutkan, apalagi jika mereka dalam mode aslinya!. Kalian orang biasa tidak akan sanggup melihatnya. Kalian akan dimangsa oleh mereka semua!. Kenapa kalian tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan!.
Di saat yang bersamaan sosok wanita yang merupakan Tugu Naga Api perlahan-lahan merasakan tubuhnya, namun hanya dalam bentuk sukma saja.
Brukh!!!.
"Kegh!." Ia meringis karena tubuhnya jatuh begitu saja, masih terasa sangat kaku. Ia baru saja menerima kesadarannya setelah sekian ratusan tahun yang lalu bersemayam di dalam tugu naga api. Di dalam kekacauan itu, naga air yang sangat ganas memakan manusia yang berada disekitar sana, hingga teriakan semakin terdengar menyakitkan.
"Kegh!. Tubuhku tidak bisa bergerak." Sukma Ratu Naga Api meringis sakit, apalagi saat tubuhnya ditubruk oleh naga Air yang berusaha untuk menyerangnya. "Akh!." Ia berusaha untuk menggerakkan tubuhnya, akan tetapi ia tidak bisa melakukan itu. Apa yang terjadi sebenarnya?.
Srakh!!.
Kumpulan Naga Air itu semakin menjadi-jadi menyerangnya, tubuhnya tercabik-cabik oleh taring panjang Naga Air. Sementara itu Masumi Kenzo yang melihat itu dari gerbang laut Selatan sangat ketakutan. "Bagaimana mungkin itu bisa terjadi!." Ia melarikan diri dari sana. Apalagi saat seekor naga air yang menyeramkan hendak menerkam dirinya. "Jangan makan aku!." Teriaknya dengan penuh ketakutan. Akan tetapi saat ia melihat ke belakang, Sukma Naga Air itu sepertinya sedang menabrak sesuatu, sehingga Sukma naga air itu tidak bisa mengejarnya.
Tubuhku pada saat itu tidak bisa digerakkan sama sekali. Hatiku marah, sedih, sakit yang sangat luar bisa. Simak terus ceritanya ya.
Ryuu Amanae off.
...**...
__ADS_1