RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 88


__ADS_3

...***...


Kuil Tenkuu No Seiden.


Biksu Souji Gadeja sangat kesal pagi ini karena ia melihat dua orang yang tidak ingin ia lihat. Tapi setidaknya mereka tidak melihat kehadiran Raja Naga Api di sana, sehingga Biksu Souji Gadeja sedikit lega. Tapi tetap saja ia tidak bisa menerima kehadiran mereka.


"Pagi ku terasa sangat sakit." Itulah yang ia katakan pada keduanya. Padahal mereka baru saja datang, namun mereka tidak pernah dipersilakan masuk ke dalam kuil.


"Apa yang kau katakan biksu pemarah?." Masumi Kenzo sedikit kesal dengan apa yang dikatakan biksu marah itu.


"Itulah kenapa aku mengatakan jika pagi ku sangat sakit. Karena adanya kalian di sini." Balasnya dengan sangat jutek, ia memang benar-benar tidak menyukai keduanya.


"Kau ini seorang biksu, tapi mulutmu seperti itu. Sungguh sangat luar biasa sekali." Masumi Kenzo tidak bisa menahan dirinya lagi untuk tidak marah.


"Ekhm. Kami sini hanya untuk mengantarkan ini." Wakabayashi Ken sepertinya ia juga tidak bisa berdiam diri saja. Ia keluarkan beberapa kotak yang mungkin berisikan hadiah yang sangat mewah dari pemerintah, namun Biksu Souji Gadeja tidak bisa menerima pemberian itu.


"Aku sudah mengatakan berkali-kali, jika aku tidak menerima apapun yang kalian berikan padaku!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras sehingga keduanya terpaksa menutup telinga. "Lebih baik kalian berikan pada orang yang lebih membutuhkan!." Bukan hanya suaranya yang keras, akan tetapi dia juga mendorong Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken agar meninggalkan halaman kuil.


"Jadi maksudmu, saat ini kau tidak membutuhkan ini?." Masumi Kenzo dan Wakabayashi berusaha menahan dorongan itu, akan tetapi entah kenapa mereka berdua tidak bisa menahan dorongan itu.


Biksu Souji Gadeja seperti memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga ia bisa mendorong dua orang sekaligus. Sedangkan Raja Naga Api hanya memperhatikan apa yang telah mereka lakukan. Ia berpura-pura tidak melihat meskipun mereka memang tidak melihatnya.


"Pokoknya kalian jangan datang lagi ke kuil ini!. Aku tidak peduli kalian ini siapa!." Biksu Souji Gadeja mengusir mereka dengan paksa, ia mendorong keduanya hingga turun dari kuil. Setelah berhasil mendorong keduanya sampai keluar kuil, dengan buru-buru ia naik ke atas.


Masumi Kenzo dan Wakabayashi Ken sampai terdiam dengan apa yang telah dilakukan oleh Biksu Souji Gadeja.


"Baru kali ini aku diperlakukan seperti ini." Hatinya merasa sakitnya sangat luar biasa diperlakukan seperti itu.


"Sama lah kita pak." Wakabayashi Ken jaga merasakan hal yang sama, yang tidak menduga akan diperlakukan seperti itu oleh orang lain.


Sepertinya mereka memutuskan untuk kembali, biksu pemarah itu memang tidak mau menerima apapun bentuk pemberian yang telah mereka berikan kepadanya.

__ADS_1


Sedangkan Biksu Souji Gadeja yang telah berada di atas ia juga sangat kesal.


"Heh!. Berkali-kali aku telah menolak hadiah yang mereka berikan padaku, masih saja berani datang ke sini." Itulah yang ia katakan, ia tidak bisa menerima apapun pemberian dari pemerintah. Ia hanya tidak suka saja, sehingga ia menolak pemberian itu.


"Memangnya mereka itu siapa?." Raja Naga Api tampaknya sangat penasaran dengan kedatangan kedua orang tadi. "Memangnya apa yang telah kau lakukan untuk mereka sehingga mereka membawa hadiah yang sangat mewah untukmu." Itulah yang menjadi pertanyaan raja naga api pada saat itu.


"Huffh!." Biksu Souji Gadeja menghelan nafasnya terasa sangat lelah. "Mereka itu adalah orang-orang dari pemerintah." Ia menjawab pertanyaan Raja Naga Api. "Saat itu mereka meminta bantuan pada hamba untuk untuk mengatasi masalah sukma suku naga air." Ia menjelaskan kenapa mereka memberinya hadiah. "Hamba yang mengatakan masalah bangkitnya sukma suku naga air karena mereka yang telah menghancurkan tugu ratu naga api." Lanjutnya lagi sambil mengingat kenapa mereka bisa datang ke sini.


Namun pada saat itu, Raja Naga Api merasa marah. Ia tidak menyangka jika kedua orang tadi adalah penyebabnya?.


"Olala kenapa tiba-tiba malah jadi panas seperti ini?." Biksu Souji Gadeja tiba-tiba saja merasa kepanasan.


"Jadi mereka yang telah menghancurkan tugu ratu naga api?." Sambil menahan amarahnya ia bertanya seperti itu Biksu Souji Gadeja.


"Be-be-benar sekali yang mulia raja, tolong redakan amarah anda. Kasihan kuil tenkuu no seiden yang menangis karena tidak tahan dengan panas yang anda tunjukkan." Biksu Souji Gadeja berusaha untuk menahan amarah yang dirasakan oleh Raja Naga Api pada saat itu. Ia tidak ingin kehilangan Kuil yang sangat ia cintai itu, tentunya ia menyadari hawa panas itu berasal dari siapa.


"Huufffh." Raja Naga Api berusaha untuk menahan amarah yang ia rasakan pada saat itu. "Mereka ini hanya menyusahkan saja." Hatinya sangat panas setelah mengetahui siapa yang menyebabkan semua itu.


"Oh!. Yang mulia jangan heran seperti itu." Biksu Souji Gadeja berkata seperti itu.


"Kami datang menghadap." Keduanya memberi hormat pada Raja Naga Api.


"Hum?." Biksu Souji Gadeja sedikit bingung dengan kedatangan keduanya. "Kenapa kalian baru muncul?." Tidak biasanya keduanya datang dalam keadaan seperti itu.


"Kami mau memberikan kabar yang aneh." Jawab Mizuaki Sayax dengan sedikit aneh.


"Kabar aneh apa yang kalian bawa?." Biksu Souji Gadeja dan Raja Naga Api sangat heran dengan apa yang dikatakan oleh Mizuaki Sayax.


Keanehan apa yang akan mereka ceritakan pada Biksu Souji Gadeja dan Raja Naga Api?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


***

__ADS_1


SMA Selatan.


Saat itu sedang jam istirahat, Ryuu Amane dan Akihara sedang menikmati makan siang mereka. Saat itu ada seseorang yang datang mendekati keduanya.


"He?. Sekarang mereka tidak berani lagi pada yang mulia ratu setelah kejadian waktu itu." Akihara Masamume benar-benar kagum dengan apa yang telah dilakukan oleh Ratu Naga Api.


"Itu lebih bagus. Karena aku sangat muak dengan mereka semua. Apa yang telah mereka lakukan padaku." Ratu Naga Api juga bosan berhadapan dengan mereka. "Aku ini adalah wanita terhormat, mana mungkin aku tahan diperlakukan seperti itu oleh mereka semua." Lanjutnya dengan penuh percaya diri. Nama siapa menduga ada seseorang yang berkata dengan nada yang mengejeknya.


"Ho?. Jadi kau sekarang merasa menjadi wanita terhormat?. Sehingga kau bisa melakukannya sekarang?." Setidaknya seperti itulah yang ia katakan pada Ratu Naga Api.


"Mistuya chitose." Ingatan yang ia dapatkan dari Ryuu Amane, setidaknya itulah nama yang berhasil ia tangkap pada saat itu. "Anak remaja yang selalu bersama atsui akamaru." Itu juga ingatan yang ia dapatkan dari pemilik tubuh asli. "Apa yang kau inginkan dengan mendatangi aku seperti ini?." Tantenya Ratu Naga Api mengetahui alasannya.


"Aku hanya penasaran saja. Sejak kau mengalami perubahan." Jawabnya sambil memperhatikan Ryuu Amane.


"He?. Aku merasakan ada hawa yang tidak baik di sini. Apakah aku kabur dulu?. Aku rasa ini adalah urusan antara dua wanita yang belum selesai." Dalam hati Akihara Masamune merasa tidak nyaman dengan pergolakan dari kedua wanita muda itu. "Ah!. Aku duluan, aku lupa kalau hari ini aku ada tugas. Cabut!." Ia segera mengambil langkah seribu, karena ia tidak ingin terlibat dalam masalah keduanya.


"Huh!. Dasar tatsu tidak bertanggung jawab." Dalam hati Ratu Naga Api sangat menguntuk pengawal pribadinya itu.


"Kau mulai berani, kau telah banyak mengalami perubahan. Apa yang kau banggakan dari Perubahan yang kau rasakan hingga saat ini, hum?." Dengan rasa penasaran yang memberanikan diri bertanya seperti itu pada Ratu Naga Api?. Bahkan ia berusaha untuk menekan Ratu naga api dengan kedua tangannya.


"Singkirkan tanganmu dariku." Ratu naga api menepis tangan Mitsuya Chitose. "Aku tidak ada urusan denganmu." Ratu Naga Api sangat kesal dengan itu. "Bukankah sebelumnya kita memang tidak ada urusan?. Lalu kenapa kau tiba-tiba menemui aku?. Mitsuya san?." Ratu naga api mengingatkan Mitsuya Chitose.


"Kau?." Mitsuya Chitose sangat terkejut melihat perubahan Ryuu Amane.


"Akan aku katakan padamu." Ratu Naga Api menepuk pundak itu dengan. Namun pada saat itu ia memperlihatkan sesuatu yang sangat mengerikan pada Mitsuya Chitose. Hawa panas api yang berbentuk naga api yang sangat besar. "Um. Kau telah melihatnya kan?. Jadi kau jangan mencoba-coba untuk mengancam aku hanya karena perubahan sikap atsui akamaru. Kau itu tidak sebanding denganku yang merupakan seorang ratu naga api." Ratu naga api terpaksa melakukan itu karena ia tidak ingin berurusan berlama-lama dengan Mitsuya Chitose.


"Kau?." Mitsuya Chitose sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Ok?. Lain kali kau lihat dulu siapa yang akan kau hadapi." Setelah berkata seperti itu ia segera meninggalkan tempat itu. Ia hanya memberikan peringatan kepada Mitsuya Chitose agar tidak melakukan apapun terhadapnya.


"Dia adalah reinkarnasi ratu naga api?. Pantas saja dia berubah drastis. Aku tidak menyangka jika dia adalah reinkarnasi dari ratu naga api." Sungguh ia tidak menduga sebelumnya, jika Ryuu Amane adalah reinkarnasi dari ratu naga api?.

__ADS_1


Ini sungguh di luar dari dugaan, siapa yang menduga jika Ryuu Amane nyata adalah Ratu Naga Api?. Tapi kenapa selama ini ia hanya diam ketika di bully?. Simak terus jawabannya dalam kisah ini.


...***...


__ADS_2