
Ryuu Amanae on.
Saat itu untuk Pertama kalinya dia berani melawan keluarganya, ini Sangat mengejutkan tentunya untuk mereka. Karena selama ini Ryuu Amanae hanya diam saja jika diperlakukan seperti itu.
"Apa yang harus aku lakukan?. Bagaimana caranya aku mencari keberadaan suamiku jika seperti ini?." Dalam hati Ratu Naga Api sedikit sedih. "Dari dulu mereka itu sangat menyusahkan. Hanya kesenangan yang membuat orang lain sengsara." Dalam hatinya sangat mengutuk orang-orang yang memiliki kekuatan naga Air, terutama Raja Naga Air. Namun ia terkejut saat melihat suasana hati ibu tiri Ryuu Amane. Perasaan Ryuu Amane terketuk melihat kesedihan itu, sehingga Ratu Naga Api terbawa suasana.
"Jika tidak boleh keluar, bagaimana caranya aku mengerjakan pekerjaan ku?." Dalam hati Ryuu Fumiko penuh kesedihan. "Apa yang harus aku lakukan jika tidak bisa keluar." Ia bekerja di sebuah toko roti yang cukup terkenal. Letaknya cukup jauh. Sedangkan suaminya bekerja di sebuah pabrik. Jika tidak boleh keluar, lalu mereka akan makan apa setelah ini?.
"Apakah ibu bisa membuat roti atau makanan cepat saji?." Ryuu Amane bertanya seperti itu.
"Beraninya kau meremehkan aku dengan pertanyaan seperti itu!." Amarah Ryuu Fumiko malah meledak mendengarkan pertanyaan anak tirinya itu.
"Ibu tenang dulu." Ryuu Amane masih tenang, meskipun Ratu Naga Api sebenarnya bukanlah orang yang sabar. "Jika ibu tidak bisa berjualan di toko, maka aku yang akan menjualnya secara langsung nantinya." Itu adalah suara hati Ryuu Amane yang sebenarnya. Bukan Ratu Naga Api yang sedang berusaha untuk menahan amarahnya.
Sedangkan Ryuu Fumiko sangat terkejut mendengarnya. "Kau serius mau melakukannya?." Saking tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anak tirinya itu. Begitu juga dengan yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Tentu saja ibu. Serahkan padaku." Ryuu Amane senyum dengan ramah pada mereka semua, sehingga ia terlihat begitu manis.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan memasaknya besok pagi, dan kau jual semuanya ya." Ryuu Fumiko mencoba percaya dengan apa yang dikatakan anak tirinya itu. Mungkin saja ini adalah kebetulan yang luar biasa yang tidak datang dua kali. Dari pada memusingkan dirinya hanya memikirkan apa yang akan dilakukan setelah ini, kenapa ia tidak memanfaatkan anak tirinya ini untuk menambah penghasilan mereka.
"Tentu saja ibu. Serahkan padaku." Ryuu Amane senyum dengan ramah pada mereka semua, sehingga ia terlihat begitu manis.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan memasaknya besok pagi, dan kau jual semuanya ya." Ryuu Fumiko mencoba percaya dengan apa yang dikatakan anak tirinya itu. Mungkin saja ini adalah kebetulan yang luar biasa yang tidak datang dua kali. Dari pada memusingkan dirinya hanya memikirkan apa yang akan dilakukan setelah ini, kenapa ia tidak memanfaatkan anak tirinya ini untuk menambah penghasilan mereka.
"Baik ibu." Ryuu Amane dengan senang hati menerima tugas dari ibu tirinya.
"Hum?. Tidak biasanya." Dalam hati mereka mulai curiga dengan apa yang akan dilakukan oleh Ryuu Amane.
"Aku yakin dia memiliki tujuan lain ibu." Ryuu Asuka malah mencurigai apa yang dilakukan oleh kakak tirinya.
"Jangan mudah percaya padanya ibu." Ryuu Wataru juga tidak percaya dengan kebaikan itu.
"Benar itu ibu. Jangan mudah percaya padanya, pasti dia ingin sesuatu dari ibu." Ryuu Amatsu ayah kandungnya saja tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh anaknya sendiri. "Atau dia memanfaatkan situasi untuk melakukan sesuatu yang tidak kita ketahui sama sekali." Lagi mereka menaruh curiga padanya. Sungguh tidak ada perasaan yang lebih baik lagi saat mereka tidak percaya dengan apa yang dilakukannya.
"Berisik!." Bentuknya dengan suara yang sangat keras, sehingga mereka terdiam karena terkejut dengan suara keras itu. "Jika kalian tidak bisa membantu jangan banyak bicara!. Dasar otak kotor yang hanya bisa menjatuhkan orang lain." Amarah itu berasal dari Ratu Naga Api yang sangat tidak suka mendengarkan keluhan, komentar mereka yang begitu menusuk, serta menyakitkan hati. "Jangan samakan aku dengan kalian!. Aku memang murni ingin membantu ibu. Jangan berikan kesan buruk tentangku dihadapan ibu!." Sungguh itu adalah kemarahan yang tidak biasa yang ia perlihatkan pada mereka semua. "Perkataan kalian telah menyakiti hatiku." Ya, hatinya sama sakit karena mendengarkan apa yang telah mereka ucapkan.
__ADS_1
Mereka semua tercengang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ryuu Amane. Ia juga langsung meninggalkan mereka semua setelah berkata seperti itu. Hatinya sangat sakit mendengarkan apa yang telah mereka katakan padanya.
"I-i-itu tadi benaran amane?. Kan?." Ryuu Wataru terlihat ketakutan mendengarkan bentakan keras dari Ryuu Amane.
"Dia berani berkata seperti itu sekarang?." Ryuu Amatsu bahkan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya. Bagaimana mungkin anaknya yang selama ini hanya diam saja, namun saat ini bisa melawan seperti itu?.
"Apa karena kita terlalu keras padanya selama ini sehingga dia berani melawan?." Ryuu Fumiko merasakan ada yang berubah dengan anak tirinya ia tidak menduga sebelumnya. "Rasanya sangat mustahil sekali dia membentak kota." Tiba-tiba saja nyalinya terasa sangat ciut, dan terasa aneh.
"Bisa jadi seperti itu ibu." Ryuu Asuka merasa sangat heran dengan perubahan sikap Ryuu Amane.
"Tapi dia mengalami banyak perubahan sepertinya." Ryuu Fumiko mencoba untuk memikirkan hal yang tidak biasa tapi merasakan adanya perubahan yang sangat besar
"Akan aku lihat kenapa dia bisa berubah." Sebagai seorang ayah dan penyayang melihat apa yang terjadi pada anaknya.
Sepertinya Ryuu Amanae memang telah membuat tekad, bahwa ia tidak akan terus berada di bawah. ini adalah suatu kemajuan yang sangat luar biasa. Aku harus mendukungnya, memberikan semangat untuknya. Tapi pada saat itu, aku telah melakukan kesalahan. Aku terlalu memaksakan tubuhnya untuk bertarung, hingga dia pergi untuk selama-lamanya. Hatiku sangat sakit, padahal Ryuu Amanae adalah remaja yang baik hati. Seorang remaja yang harusnya mendapatkan kasih sayang yang lebih dari siapapun. Tapi semasa hidupnya hanya rasa sakit yang ia terima. Aku sangat menyesal karena telah melakukan tindakan bodoh itu.
Ryuu Amane kembali bertemu dengan Ratu Naga Api di alam sukma. Sesekali mereka berbicara satu sama lain untuk memastikan mereka memiliki satu tubuh dan dua Sukma. Reinkarnasi, siapa yang akan menduga itu sebelumnya?. Terutama Ryuu Amane yang hidupnya sangat berat. Entah itu di rumahnya sendiri, bahkan di sekolah ia selalu tertindas.
"Kenapa kau membahayakan dirimu hanya karena aku melihat kesedihan yang ada di dalam ibu tirimu itu?." Tentunya Ratu Naga Api ingin mengetahuinya. "Apakah kau ingin menjadi pahlawan di dalam situasi berbahaya ini?." Dengan tegasnya ia bertanya seperti itu.
"Tidak tega kau bilang?. Tapi kau malah membahayakan dirimu sendiri!. Kau pikir aku tidak bisa terluka jika bertemu dengan musuh yang sangat kuat?." Ratu Naga Api ingin melahap Ryuu Amane, ia toyor kepala itu dengan kuat sehingga Ryuu Amane merintih sakit.
"Huwaa maafkan saya. Saya hanya ingin membantu ibu saya." Rengeknya sambil menahan sakit.
"Hufffh." Ratu Naga Api menghela nafasnya dengan lelahnya. "Baiklah. Aku akan membantu melindungi mu supaya kau tidak mudah untuk dimasuki sukma naga air." Ratu Naga Api mencoba untuk menenangkan dirinya. Ia elus kepala Ryuu Amane dengan sayang.
"Terima kasih gusti ratu." Ryuu Amane tersenyum kecil. "Ternyata anda sangat baik sekali." Suasana hatinya menghangat dengan sikap baik Ratu Naga Api. "Terima kasih gusti ratu." Ryuu Amane tidak tahan lagi, sehingga ia peluk Ratu Naga Api. Ia tidak menduga jika Ratu Naga Api sangat baik padanya.
"Lepaskan. Beraninya kau memelukku seperti itu!." Ratu Naga Api mendorong Ryuu Amane agar menjauh darinya. Ia tidak suka dipeluk seperti itu oleh siapapun juga kecuali suami tercintanya.
"Tapi gusti ratu sangat baik pada saya. Karena mau membantu saya." Ryuu Amane berusaha untuk tetap memeluk Ratu Naga Api, meskipun beberapa kali mendapatkan penolakan.
"Aku melakukannya hanya karena aku tidak ingin kehilangan wadah reinkarnasi. Jangan senang dulu kau wanita lemah!." Meskipun hatinya, dan ucapannya tidak satu arah, namun tetap saja ia memang ingin membantu Ryuu Amane.
"Eh?." Ryuu Amane sangat terkejut, sehingga ia melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Tidak usah terkejut seperti itu!. Rasanya sangat menyebalkan sekali!." Ratu Naga Api sangat kesal melihat raut wajah Ryuu Amane saat itu.
"Tapi setidaknya aku sangat bersyukur. Karena selama ini tidak ada yang peduli dengan apa yang saya lakukan. Setidaknya dengan adanya gusti ratu, saya tidak kesepian lagi. Mereka juga telah melihat apa yang gusti ratu lakukan pada mereka." Ryuu Amane masih memperlihatkan senyumannya. Senyumannya yang begitu terlihat sangat manis sekali.
"Kau ini." Ratu Naga Api hampir saja kehilangan kata-kata saat melihat senyuman Ryuu Amane. "Kau ini memang sangat menderita sekali. Kau ini!." Rasanya Ratu Naga Api telah terbawa suasana. Hatinya terasa sangat sedih melihat Ryuu Amane yang telah melewati hari yang sangat menyakitkan. "Kenapa kau begitu menderita?. Malang sekali nasibmu." Dalam hatinya merasakan sakit yang luar bias. "Ternyata kau sulit untuk mendapatkan kasih sayang. Berbeda denganku yang memiliki seorang suami yang sangat mencintai diriku dengan penuh kasih sayang. Setidaknya aku memiliki pegangan untuk bertahan, serta alasan untuk tetap berdiri." Dalam hati Ratu Naga Api hampir saja menangis melihat itu. "Aku berjanji akan membantumu sebisanya. Hingga saatnya tiba, aku akan memberikan kekuatan padamu untuk bertahan di dunia yang sangat kejam ini. Berbahagialah kau ryuu amane." Itulah janji Ratu Naga Api pada saat itu. Hatinya tersentuh saat melihat apa saja yang dialami oleh Ryuu Amane selama ini. Rasanya memang sangat menyakitkan, dan sesak untuk dirasakan. Sehingga ia tidak bisa mengabaikan perasaan yang dirasakan Ryuu Amane pada saat ini.
Aku telah membuatnya pergi untuk selama-lamanya, ini adalah kesalahan yang tidak bisa aku lupakan begitu saja.
Ryuu Amane dan Ratu Naga Api saat ini sedang bertatapan satu sama lain. Mereka dapat merasakan perasaan itu.
"Maafkan aku, karena aku terlalu memaksakan diri untuk menggunakan kekuatan yang aku miliki, kau akan berakhir." Sungguh, Ratu Naga Api sangat menyesal dengan apa yang telah ia lakukan.
"Tidak apa-apa. Ini semua adalah takdir." Ryuu Amane tersenyum lembut. "Jangan salah diri gusti ratu. Ini semua telah terjadi karena takdir." Ryuu Amane tidak menyalahkan Ratu Naga Api.
"Tapi kau akan pergi meninggalkan tubuh ini untuk selama-lamanya. Dan aku akan reinkarnasi untuk menggantikan dirimu yang sekarang." Meskipun sebelumnya ia mengharapkan itu, tapi entah kenapa hari ini ia merasa sangat sedih. Ia yang telah menyebabkan Ryuu Amane pergi dari dunia ini selama-lamanya.
"Itu tidak apa-apa. Aku tidak akan marah." Ryuu Amane masih bisa tersenyum?. Terbuat dari apakah hatinya itu sehingga ia masih bisa tersenyum dalam keadaan seperti itu?.
"Kenapa kau tidak marah?. Kenapa kau begitu saja menerima takdir yang telah terjadi?." Rasanya Ratu Naga Api ingin menangis karena kelembutan hati Ryuu Amane. "Harusnya kau marah, benci, dan mengutuk dewa yang telah memberikan takdir buruk padamu!." Di sisi lain ia sangat kesal dengan sikap Ryuu Amane yang seakan-akan pasrah dengan keadaan yang ia rasakan saat itu.
"Tenang saja. Di kehidupan berikutnya kita akan bertemu lagi." Begitu baiknya hati remaja itu, sehingga ia mampu membuat Ratu Naga Api menangis. "Tapi saat ini aku mohon jaga mereka dengan baik. Aku takut mereka akan menjadi tumbal naga air. Aku mohon jaga mereka semua." Itulah yang diinginkan oleh Ryuu Amane dalam hidupnya.
"Kau jangan meminta yang tidak mungkin aku lakukan." Ia berusaha untuk menahan tangisnya. Ingin rasanya ia memukul kepala Ryuu Amane, supaya remaja itu tidak mengobrak-abrik perasaannya.
"Tapi aku percaya jika gusti ratu akan melakukan itu. Aku yakin kekuatan yang gusti ratu miliki mampu melindungi mereka semua." Ryuu Amane mempercayai Ratu Naga Api akan melakukan itu dengan hatinya. "Semoga saja gusti ratu bisa menemukan orang yang gusti ratu cari selama ini. Aku akan mendoakan kebahagiaan gusti ratu." Begitu tulusnya apa yang ia katakan pada saat itu.
"Kegh!. Jangan berkata seperti itu padaku!." Sungguh, Ratu Naga Api tidak tahan dengan apa yang ia dengar. Hatinya sangat sakit mendengarnya, dan juga nafasnya terasa sangat sesak karena menahan perasaan yang membuncah di dalam hatinya saat ini.
"Sampai juga lagi, gusti ratu naga api." Setelah berkata seperti itu ia menghilang dan menjadi cahaya. Hanya tinggal Ratu Naga Api yang sedang menahan tangisnya. Hatinya sangat sakit karena ditinggal pergi oleh Ryuu Amane. Dan itu artinya ia akan mengambil alih tubuh Ryuu Amane sepenuhnya?.
"Tidak!. Kau tidak boleh pergi begitu saja!." Teriak Ratu Naga Api dengan sangat kuat, ia tidak dapat menahan kepergian Ryuu Amane. "Kenapa kau pergi!. Kenapa kau begitu lemah!." Teriaknya dengan sekuat tenaga. Hanya tangisan yang membuatnya semakin sesak.
Aku tidak dapat menahan perasaan sakit yang aku rasakan. Hatiku sangat sesak setelah membuat kesalahan yang sangat tidak bisa diampuni. Tapi aku tetap ingin meminta maaf padanya, karena aku telah mengambil kehidupannya. Sangat sakit.
Ryuu Amanae off.
__ADS_1