RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 80


__ADS_3

...***...


Jika kau bertanya dimana keberadaan Biksu Souji Gadeja saat ini?. Saat ini ia sedang berada di tempat yang sangat tenang. Ia mencoba untuk menangkan dirinya yang masih jengkel dengan sikap pemerintah yang seperti itu. Beberapa kali mereka datang padanya saat itu?. Ia hanya tidak ingin mereka mengetahui identitas Ratu Naga Api yang sebenarnya. Pada saat itu ia benar-benar sangat jengkel karena ia tidak melaporkan apa yang terjadi kala itu.


Kembali ke masa itu.


Murasaki Abeno masih menjelaskan apa yang akan ia lakukan untuk mengatasi masalah ini pada mereka semua.


"Ini menyangkut masalah nyawa banyak orang. Karena itulah aku mohon kerjasamanya agar kita bisa melindungi mereka semua dengan baik." Murasaki Abeno terlihat sangat sedih. "Apakah kalian tidak merasa kasihan pada para korban serta keluarga mereka yang ditinggalkan?." Lanjutnya. Hatinya sangat sakit, dan semakin sakit karena ia belum juga menemukan caranya. "Jika aku mampu melakukannya, maka aku tidak akan meminta bantuan pada kalian semua untuk menyelesaikan masalah ini." Ia mengatakan apa yang ia rasakan. "Karena aku tidak mampu. Makanya aku meminta bantuan kalian supaya masalah ini segera diatasi dengan baik." Ia hampir saja menangis karena perasaan sedih yang ia rasakan pada saat ini.


"Itu benar biksu souji gedaje." Kali ini Masumi Kenzo yang berbicara. "Dengan segala hormat. Katakan pada kami bagaimana caranya kita mengetahui seseorang itu adalah reinkarnasi naga api, juga bagaimana caranya kita menemukan ratu naga api supaya bisa menyegel kekuatan naga air?." Masumi Kenzo terlihat sangat tidak sabaran.


"Jadi kalian beranggapan seperti itu?." Dalam hati Ryuu Amane dapat menyimak apa yang mereka katakan.


Sedangkan Biksu Souji Gedaje hanya diam saja. "Tidak mungkin aku mengatakan jika ratu naga api berada di sini." Dalam hatinya menghela nafasnya. "Aku yakin kalian tidak akan percaya.


"Kami mohon tuan biksu-." Ucapan Wakabayashi Ken terpotong.


"Ya, ya, ya, ya." Biksu Souji Gedaje merasa lelah dengan apa yang mereka lakukan. "Aku akan melakukannya." Lanjutnya. Tentunya itu membuat mereka semua tercengang dengan apa yang mereka dengar. "Tapi aku minta syarat, jika kalian tidak boleh datang ke sini, dan galian hanya menerima hasil bersihnya saja. Kembali ia menghela nafasnya dengan lelah sambil berkata seperti itu.

__ADS_1


Kembali ke masa ini.


Biksu Souji Gadeja sangat kesal dengan kejadian itu. Kenapa ia harus membantu pemerintah yang sangat tidak peduli bagaimana keadaannya?. Baginya ia hanya ingin melindungi Ratu Naga Api saja.


Sedangkan saat itu Ratu Naga Api terlihat sangat sedih dengan apa yang telah ia lalui saat itu.


"Apa yang membuat ratuku kekasihku bermuram durja seperti itu?. Apakah aku bisa mengurangi kesedihan itu?." Dengan perasan sabar dan perhatian Raja Naga Api bertanya pada Ratu Naga Api, wanita yang sangat ia cintai.


"Rasanya aku masih merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi pada pemilik asli dari tubuh ini." Ucapnya dengan penuh rasa sakit


"Jadi, apa yang mereka ceritakan pada saat itu memang benar?." Raja Naga Api masih ingat dengan cerita itu.


"Rasanya aku sangat menyesal sekali rajaku kekasihku." Ada perasaan iba yang ia rasakan pada saat itu.


Kembali ke masa itu.


"Tidak apa-apa. Ini semua adalah takdir." Ryuu Amane tersenyum lembut. "Jangan salah diri gusti ratu. Ini semua telah terjadi karena takdir." Ryuu Amane tidak menyalahkan Ratu Naga Api.


"Tapi kau akan pergi meninggalkan tubuh ini untuk selama-lamanya. Dan aku akan reinkarnasi untuk menggantikan dirimu yang sekarang." Meskipun sebelumnya ia mengharapkan itu, tapi entah kenapa hari ini ia merasa sangat sedih. Ia yang telah menyebabkan Ryuu Amane pergi dari dunia ini selama-lamanya.

__ADS_1


"Itu tidak apa-apa. Aku tidak akan marah." Ryuu Amane masih bisa tersenyum?. Terbuat dari apakah hatinya itu sehingga ia masih bisa tersenyum dalam keadaan seperti itu?.


"Kenapa kau tidak marah?. Kenapa kau begitu saja menerima takdir yang telah terjadi?." Rasanya Ratu Naga Api ingin menangis karena kelembutan hati Ryuu Amane. "Harusnya kau marah, benci, dan mengutuk dewa yang telah memberikan takdir buruk padamu!." Di sisi lain ia sangat kesal dengan sikap Ryuu Amane yang seakan-akan pasrah dengan keadaan yang ia rasakan saat itu.


"Tenang saja. Di kehidupan berikutnya kita akan bertemu lagi." Begitu baiknya hati remaja itu, sehingga ia mampu membuat Ratu Naga Api menangis. "Tapi saat ini aku mohon jaga mereka dengan baik. Aku takut mereka akan menjadi tumbal naga air. Aku mohon jaga mereka semua." Itulah yang diinginkan oleh Ryuu Amane dalam hidupnya.


"Kau jangan meminta yang tidak mungkin aku lakukan." Ia berusaha untuk menahan tangisnya. Ingin rasanya ia memukul kepala Ryuu Amane, supaya remaja itu tidak mengobrak-abrik perasaannya.


"Tapi aku percaya jika gusti ratu akan melakukan itu. Aku yakin kekuatan yang gusti ratu miliki mampu melindungi mereka semua." Ryuu Amane mempercayai Ratu Naga Api akan melakukan itu dengan hatinya. "Semoga saja gusti ratu bisa menemukan orang yang gusti ratu cari selama ini. Aku akan mendoakan kebahagiaan gusti ratu." Begitu tulusnya apa yang ia katakan pada saat itu.


"Kegh!. Jangan berkata seperti itu padaku!." Sungguh, Ratu Naga Api tidak tahan dengan apa yang ia dengar. Hatinya sangat sakit mendengarnya, dan juga nafasnya terasa sangat sesak karena menahan perasaan yang membuncah di dalam hatinya saat ini.


"Sampai juga lagi, gusti ratu naga api." Setelah berkata seperti itu ia menghilang dan menjadi cahaya. Hanya tinggal Ratu Naga Api yang sedang menahan tangisnya. Hatinya sangat sakit karena ditinggal pergi oleh Ryuu Amane. Dan itu artinya ia akan mengambil alih tubuh Ryuu Amane sepenuhnya?.


"Tidak!. Kau tidak boleh pergi begitu saja!." Teriak Ratu Naga Api dengan sangat kuat, ia tidak dapat menahan kepergian Ryuu Amane. "Kenapa kau pergi!. Kenapa kau begitu lemah!." Teriaknya dengan sekuat tenaga. Hanya tangisan yang membuatnya semakin sesak.


Kembali ke masa ini.


Itulah yang membuat Ratu Naga Api bersedih hati. Ia masih belum bisa melupakan apa yang telah terjadi selama ini. Kenapa takdir seseorang yang ia lalui begitu sakit?. Apakah itu dari Tuhan yang sedang menguji seberapa besar iman yang dilalui olehnya?. Bagaimana kelanjutannya?. Simak dengan baik kisah ini ya. Salam penuh cinta untuk pembaca tercinta yang selalu mendukung karya luar biasa ini.

__ADS_1


Next halaman


...***...


__ADS_2