RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 67


__ADS_3

...***...


Malam telah berakhir, dan pagi telah menyapa dengan sangat ramah. Pagi yang telah menunggu umat manusia untuk melewati hari-hari mereka dengan penuh semangat membara. Termasuk salah satunya adalah Ryuu Fumiko yang saat ini sedang menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya sebelum ia pergi meninggalkan rumah untuk bekerja.


"Selamat pagi sayang." Sapa Ryuu Amatsu Sambil mendekati istrinya sambil memeluk sayang wanita yang sangat ia cintai. Apakah ini adalah hari yang baik untuk mereka?.


"Selamat pagi juga sayang." Balas Ryuu Fumiko dengan senyuman ramah. Tentunya ia akan selalu menyambut suaminya dengan sangat baik.


"Hari ini kita akan melakukan aktivitas seperti biasa." Setelah berkata seperti itu ia mencium sayang kening istrinya. Selanjutnya ia membantu istrinya menyiapkan sarapan pagi untuk mereka semua.


"Ya. Kita akan melakukan tugas kita sebagai orang tua." Ryuu Fumiko menghidangkan semua masakan yang telah ia masak dari subuh tadi.


Di Saat itu, Ryuu Amanae memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh kedua orang tuanya. "Apakah seperti ini kehidupan suami istri di zaman ini?." Dalam hatinya bertanya-tanya kehidupan seperti apa yang akan ia hadapi diera ini bersama suaminya Raja Naga Api di zaman yang serba asing menurutnya. Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Apakah kehidupan yang akan ia jalani bersama Raja Naga Api di zaman sekarang akan terjadi seperti itu?. Ratu Naga Api tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan yang akan ia jalani setelah masalah ini selesai. Baginya membantu Raja Naga Api untuk reinkarnasi adalah hal yang sangat penting.


"Tunggulah pada saat itu tiba." Dalam hatinya hanya mencoba untuk melakukan yang ia bisa.


Semangat Ratu Naga Api, pasti gusti Ratu akan mendapatkan kebahagiaan yang gusti Ratu Inginkan bersama Raja Naga Api suatu hari nanti.


...***...


Akihara Masamume sangat bersemangat, karena ia melihat berita, bahwa hari ini masyarakat telah diperbolehkan untuk melakukan aktivitas masing-masing. Dan tentunya termasuk aktivitas anak sekolah. Sepertinya ia sangat menikmati hidupnya yang sekarang sebagai anak sekolahan. Meskipun di kehidupannya yang sebelumnya ia sangat membenci yang namanya belajar, entah kenapa saat ini ia sangat menikmati proses belajar di era ini.

__ADS_1


"Meskipun kenyataanya aku telah tua rentan, tapi setidaknya dengan tubuh yang sehat segar bugar ini, aku dapat merasakan kenikmatan hidup yang sangat membara." Akihara Masamume Sangat bersemangat dengan apa yang akan ia lakukan. "Kehidupan sekolah!. Aku datang!." Teriaknya dengan penuh semangat membara, melangkahkan kakinya menuju ke sekolah yang sangat ia rindukan. Akihara Masamume telah menikmati Kehidupannya dengan penuh semangat. Ditambah ada Ratu dan Raja Naga Api ikut bersamanya.


...***...


Akan tetapi aktivitas bukan hanya itu saja yang akan terjadi. Karena pada saat ini Uzumaki Araumi dan Masato Jin juga sedang memikirkan apa yang akan mereka lakukan setelah sembuh nantinya.


"Jika kita melakukan dengan cara yang sama sebelumnya, maka dengan mudahnya kita akan dikalahkan oleh ratu naga api beserta pengikutnya." Uzumaki Araumi memikirkan bagaimana caranya menghindari pertarungan langsung dengan Ratu Naga Api. "Kita jangan sampai terlibat langsung dengannya. Wanita itu sangat gila jika mengetahui kita adalah suku naga air. Itu sangat merugikan kita nantinya." Lanjutnya lagi mencoba memikirkan cara yang mudah agar dapat mencari tumbal untuk menghidupkan kembali Raja Naga Api.


"Bukan hanya gila saja. Wanita itu sangat hebat dalam menggunakan kekuatan yang ia miliki. Rasanya aku masih dendam dengan apa yang telah dia lakukan padaku." Masato Jin tidak akan pernah melupakan apa yang telah dilakukan Ratu Naga Api padanya saat itu. Ia bersumpah akan membalas kekalahan itu suatu hari nanti jika ia bertemu dengan Ratu Naga Api.


"Kita benar-benar harus memikirkan cara yang ampuh terlebih dahulu. Kita harus menghindari pertarungan secara langsung dengan wanita gila itu." Uzumaki Araumi mencoba mengingat apa saja yang telah dilakukan oleh Pemilik dari tubuh asli Uzumaki Araumi.


"Heh!." Uzumaki Araumi mendengus dengan penuh kebanggaan. Ia mendapatkan cara setelah ia memikirkan dengan kepala dingin, serta pikirannya yang mulai tenang. "Aku telah mendapatkan cara yang baik untuk melakukannya." Ia menyeringai dengan lebar saat ia membayangkan rencana apa yang telah ia lakukan.


"Hoo." Masato Jin sangat senang dengan apa yang telah dikatakan oleh Uzumaki Araumi. "Katakan padaku bagaimana cara kita melakukan itu nantinya." Masato Jin sangat penasaran dengan rencana jahat yang akan dilakukan oleh temannya itu.


"Kalau begitu akan akan ceritakan padamu semua yang ada di kepalaku saat ini." Uzumaki Araumi menyeringai lebar. Ia mendapatkan ide yang sangat luar biasa. Ide yang harus segera ia laksanakan demi mendapatkan tumbal yang akan ia gunakan untuk menyambut kembalinya Raja Naga Air.


Apakah yang akan mereka lakukan selanjutnya?. Cara apa yang akan mereka gunakan untuk memikat korban tanpa diketahui oleh Ratu Naga Api beserta anak buahnya?.


"Pastikan jika kali ini kita tidak gagal." Masato Jin sangat tidak suka dengan kekalahan yang ia rasakan pada terkahir kalinya.

__ADS_1


"Tentu saja kali ini kita tidak akan gagal." Ia terlihat tersenyum lebar, menyeringai dengan sangat menyeramkan membayangkan apa yang akan ia lakukan setelah ini.


"Itu yang aku harapkan." Ia tidak sabar lagi akan melakukan tugas mereka. "Pasti yang mulia raja naga air bangga dengan apa yang akan kita lakukan." Lanjutnya dengan suasana hati yang sangat luar biasa bahagia.


"Pasti akan bangga dengan apa yang akan kita lakukan." Masato Jin sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh temannya.


Apakah mereka bisa melakukan apa yang ada di dalam pikiran mereka?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta. Karena kisah ini masih akan berlanjut dengan sangat baik karena dukungan semuanya.


...***...


Ryuu Amanae saat ini sedang duduk bersama di dalam mobil bersama ayah dan kedua saudara tirinya. Biasanya ia jalan kaki, akan tetapi ayah dan ibunya bersikeras untuk membawanya sekalian ke tempat kerja.


"Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tapi suasana saat ini sangat aku benci." Dalam hati Ryuu Amanae sangat tidak suka dengan apa yang ia rasakan pada saat itu. Suasananya benar-benar sangat hening, tidak ada yang berbicara?.


Mereka hanya diam saja selama diperjalanan, hingga Ryuu Amanae sampai di sekolahnya. Ternyata mereka semua telah sampai di sekolah dengan suasana hati yang sangat berbunga-bunga setalah beberapa minggu mereka dilarang untuk keluar dari rumah demi menjaga keselamatan mereka semua.


Namun masih ada yang merindukan dirinya, meskipun tidak seperti itu kenyataan. Mereka yang masih membenci dirinya saat itu sedang menunggunya untuk masuk ke kelas.


"Ini adalah hari pertama kita ke sekolah." Ryuu Amanae tersenyum kecil pada mereka. "Dari pada kita melakukan hal yang dapat memancing dendam di hari tua nantinya. Lebih baik kita melakukan hal-hal yang lebih baik lagi." Ryuu Amanae tersenyum lembut menatap mereka yang hendak melakukan hal yang aneh padanya. Mereka semua hanya diam saja mendengarkan apa yang dikatakan Ryuu Amanae. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2