RATU NAGA API

RATU NAGA API
CHAPTER 101


__ADS_3

...***...


Di rumah Ryuu Amatsu.


Mereka semua masih cemas dengan keadaan Ratu Naga Api atau Ryuu Amane. Tentunya mereka semua sangat cemas, Ratu Naga Api benar-benar terlihat sangat pucat seperti mayat hidup?. Apakah seperti itu pandangan mereka terhadap Ratu Naga Api sekarang?.


"Wajah yang mulia ratu naga api terlihat sangat pucat sekali." Akihara Masamume terlihat sangat bersimpati, karena ia memang sangat perhatian pada Ratu Naga Api. "Apa yang terjadi sebenarnya pada yang mulia ratu?." Akihara Masamume bahkan sampai menangis sedih melihat kondisi Ratu Naga Api. Sedangkan Ratu Naga Api sepertinya sedang menahan amarah yang ia rasakan setelah mendengarkan ucapan Akihara Masamume.


"Benar sekali apa yang dikatakan tuan tatsu. Wajah yang mulia ratu sangat pucat. Hampir seperti mayat hidup sekarang." Mizuaki Sayax bahkan ikut menangis dramatis karena rasa simpati yang ia rasakan.


"Apa yang harus kami lakukan?. Katakan saja yang mulia ratu, kami akan melakukan apapun itu." Mizuno Sora juga tidak mau ketinggalan dengan sikapnya yang berlebihan.


"Kalian ini sangat dramatis sekali. Aku yakin yang mulia ratu naga api sangat tidak suka dengan apa yang telah kalian lakukan." Dalam hati Biksu Souji Gadeja sangat heran dengan sikap mereka yang seperti itu. Saat itu juga ia melihat bagaimana hawa yang ditunjukkan oleh Ratu Naga Api pada mereka semua.


"Harusnya kalian tidak datang ke sini." Ratu Naga Api atau Ryuu Amane menatap tajam ke arah mereka semua.


"Eh?." Akihara Masamume, Mizuaki Sayax dan Mizuno Sora sangat terkejut ketika mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ratu Naga Api.


"Tuh, kan?. Baru saja aku hendak menebak dengan tindakan kalian yang berlebihan itu." Dalam hati Biksu Souji Gadeja tidak salah jika memprediksi apa yang akan terjadi.


"Tapi yang mulia ratu, kami benar-benar sangat mencemaskan keadaan yang mulia ratu." Akihara Masamume mencoba untuk menjelaskan apa yang telah ia rasakan.


"Itu sangat benar yang mulia ratu. Kami sangat mencemaskan keadaan yang mulia ratu, hingga kami tidak tenang dengan masalah itu." Mizuaki Sayax heran dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


" Karena itulah katakan pada kami, apa yang bisa kami lakukan untuk yang mulia ratu." Mizuno Sora terlihat sedikit dramatis mendengarkan ucapan itu.


Duakh!.


Ratu naga api benar-benar sangat marah mendengarkan ucapan mereka, sehingga tanpa perasaan yang mengusir mereka dengan cara yang tidak wajar dari biliknya.


"Eh?. Kita diusir?." Ketiganya sangat terkejut, ternyata Ratu naga api benar-benar mengusir mereka.


"Sungguh sangat menyeramkan sekali jika sedang marah." Dalam hati Biksu Souji Gadeja sungguh sangat miris melihat apa yang telah dilakukan oleh Ratu naga api terhadap mereka.


"Biksu souji gedeja, aku mohon biarkan aku berbicara empat mata dengan yang mulia raja naga api." Ratu Naga Api meminta agar Biksu Souji Gadeja untuk meninggalkan tempat. Tentunya ia menyadari keberadaan suaminya itu.


"Baiklah. Hamba akan memberikan yang mulia berdua untuk berbicara." Biksu Souji Gadeja sangat memahami kondisi ratu dan raja naga api.


Setelah itu Biksu Souji Gadeja pergi meninggalkan bilik Ratu Naga Api, tentunya ia sangat memahami kondisi mereka yang pada saat itu sedang mengalami perubahan.


"Apakah yang mulia ratu memiliki masalah dengan tubuh ini?." Raja Naga Api duduk di samping istrinya yang terlihat sedang sakit. Ia sangat bersimpati pada istrinya ia tidak tega melihat keadaan istrinya yang seperti itu.


"Um, itu karena pemilik tubuh asli tidak melakukan olahraga yang sangat benar, sehingga aku cepat merasakan kelelahan. Padahal tenaga dalam yang aku keluarkan tidaklah terlalu banyak." Ratu Naga Api ngangguk kecil saja, ya sandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Kalau begitu istirahatlah. Aku yakin saat ini kau lebih membutuhkan istirahat yang sangat banyak untuk masa pemulihan." Raja Naga Api berusaha menenangkan istrinya. Iya tahu pada saat ini yang tidak bisa berbuat banyak untuk istrinya, tidaknya ia akan melakukan apapun itu menenangkan istrinya.


"Um. Asalkan beberapa hari ke depan ini yang mulia bersama diriku." Ratu Naga Api juga berusaha untuk menenangkan hatinya setelah apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Apakah mereka bisa mengatasi masalah ini dengan baik?. Simak terus cerita ini supaya memahami bagaimana kisah yang sebenarnya.


...***...


Sementara itu di sebuah tempat.


Uzumaki Araumi sedang mengomel sendirian, ya seperti tidak menerima begitu saja dengan perintah yang dikatakan oleh Raja Naga Air. Entah kenapa hatinya sangat memanas ketika mendapatkan perintah yang sangat aneh dari rajanya itu.


"Dia itu benar-benar sangat keterlaluan!. Raja macam apa itu berani memerintahkan hal yang tidak wajar pada kami?." Uzumaki Araumi berteriak dengan sangat keras untuk menghilangkan rasa sakit hati yang ia rasakan. "Ini benar-benar membuat aku marah besar." Uzumaki Araumi rasanya ia tidak sanggup untuk menjalani perintah rajanya itu. "Hasrat gila?. Memang setara gilanya dengan rajaku itu. Benar-benar sangat menyebalkan." Teriaknya dengan penuh emosi yang bergejolak di dalam hatinya. Karena itulah ia tidak mau bekerja sama dengan temannya Masato Jin, iya sedang ingin mengungkapkan perasaan kesal yang ada di hatinya.


Di sisi lainnya.


Masato Jin juga sedang berusaha untuk melakukan pencarian. Tentunya ia mencari seseorang yang dianggap cocok untuk menjadi wadah reinkarnasi dari Raja Naga Air nantinya.


"Mencari seseorang dengan hasrat yang sangat buruk itu memang mudah, tapi keinginan yang menggila itu terdengar sangat aneh. Apakah manusia memang benar-benar gila?." Masato Jin bertanya-tanya tentang manusia yang seperti itu. "Tapi setidaknya aku harus berusaha untuk mencari seseorang itu demi kebangkitan raja naga air yang akan menguasai kerajaan sukuranburu." Ia masih berpikiran yang baik untuk mengerti bagaimana kondisi rajanya pada saat ini.


Sedangkan Raja Naga Air yang tadinya mencoba untuk keluar dari wilayah laut selatan.


"Sial!. Aku benar-benar tidak bisa keluar dengan sukma yang seperti ini." Raja Naga Air sangat tidak suka dengan kondisi yang ia hadapi pada saat itu. "Sukma ku hampir saja terbakar karena tidak tahan dengan panasnya. Sama saja aku hampir terbakar oleh api." Raja Naga Air dapat merasakan sendiri bagaimana kondisi sukmanya ketika ia mencoba keluar dari laut selatan. "Api ya?." Pada saat itu ia teringat akan sesuatu yang berhubungan dengan api. Dalam bayangannya seketika muncul sosok yang telah membuatnya menderita. Sosok yang telah memberikan ancaman dalam hidupnya. "Ratu naga api. Aku pasti akan membunuhmu, kau harus membayar atas apa yang telah kau lakukan padaku. Akan aku bunuh kau, karena kau telah bereinkarnasi dari aku. Tidak akan aku biarkan kau menghalangi jalanku untuk menguasai kerajaan sukuranburu." Hatinya sangat membenci dengan apa yang telah dilakukan oleh Ratu naga api padanya di masa lalu. Hatinya yang tidak terima ketika ia disegel dengan kekuatannya sangat luar biasa dahsyatnya. Sehingga ia membutuhkan waktu yang lama untuk bangkit walaupun dalam bentuk Sukma. Kini ia sedang berusaha untuk mencari wadah agar bisa reinkarnasi.


Apakah Raja Naga Air bisa reinkarnasi?. Lalu bagaimana jika ia mendapatkan rintangan dari Ratu Naga Api nantinya?. Tentunya ia tidak akan membiarkan itu terjadi begitu saja. Simak terus ceritanya.


Next.

__ADS_1


...***...


__ADS_2