Red Thread Destiny

Red Thread Destiny
Seoul


__ADS_3

Aku pikir Kakakku tidak akan pernah menamparku, ternyata aku salah. kulihat wajahnya tampak begitu kesal.


"Jaga sikapmu selagi bisa, Adara." ucapnya dengan nada penuh penekanan, aku masih terdiam.


"Atau berikutnya tidak ada toleransi lagi." aku tersenyum kecut, tapi ekpresiku berubah menjadi datar, dan melengos ke arah lain.


"Ka-Kakak ... a-apa itu tidak berlebihan?" Kakakku itu menatap dingin ke arah Naurah, seketika dia menjadi gelisah.


Aku melihat raut kecemasan di wajahnya, namun dia juga takut dengan Kakakku.


Dengan raut wajah kesal, aku mengambil barang - barangku, dan bergegas pergi. Aku menyadari kalau aku diikuti namu aku tidak perduli.


Aku langsung memasuki mobil, dan langsung melajukan mobilku, yang membuatku lega saat aku mengetahui kalau aku tidak lagi diikuti.


...Keesokan harinya .......


Aku masih memakai selimut, dengan mata sembab setelah menangis cukup lama.


Aku hanya melirik ke arah cermin, kuamati mataku yang sebab akibat menangis cukup lama, dan tamparan yang cukup meninggalkan bekas.


"Sudah berapa lama aku menangis?" otakku berputar, mencari informasi berapa lama aku menangis.


"Bahkan pipiku masih merah begini." aku menghela nafas berat. lalu pergi mandi.


...Beberapa menit kemudian .......


...Drrrt!...


Aku baru ingin melahap sandwichku, Namun panggilan di ponselku membuat aku menunda sarapanku.


"Hallo." ucapku.


"Adara, kau baik -baik, saja?" tanyanya cemas.


"Dari kemarin aku tidak bisa menghubungimu, jadi aku khawatir." jelasnya. hanya hanya tersenyum menanggapinya.


"Aku baik - baik saja, Naura." pikiranku kembali terisi dari berbagai kejadia pahit itu, padahal aku ingin melupakannya.


"Kalau begitu kita kesuatu tempat. bagaimana?" tawarnya, aku sedikit mempertimbangkan.


"Bagaimana?" tanyanya sekali lagi.


"Naura, aku hanya ingin sendiri sekarang." aku mendengar nafas berat Naura, seketika aku merasa tidak enak karena menolak ajakannya.


"Baiklah, kalau ada apa - apa kabari saja, dah." aku meletakkan ponselku begitu panggilan itu berakhir.


...Beberapa saat kemudian .......


Hal yang pertama aku lakukan saat memutuskan untuk tidak ke kantor, adalah memeriksa e-mail yang masuk.


...Drrrt!...

__ADS_1


Ditengah kesibukanku mengecek


e - mail. tiba - ponselku berdering.


Tanpa menghiraukan panggilan tersebut, aku menjauhkan bahkan mengubah pengaturannya menjadi diam.


Tak lama ber selang, samar - samar aku mendengar suara keributan dari apartement, aku mencoba untuk tidak terlalu memperdulikannya.


Nama kala keributan itu semakin menjadi, dan tiba - tiba ada yang menekan bel apartemenku, Aku menghela nafas berat kemudian bergerak membukakan pintu.


Saat membuka pintu, aku melihat kedua temanku iti sudah menatapku dengan tatapan tajam.


"Hai teman - teman." sapaku dengan senyum canggung, mereka mengabaikan yang aku katakan, kemudian mereka menyelonong masuk.


Aku menghela nafas berat, lalu menyusul mereka setelah menutup kembali pintu.


"Kenapa kau tidak mengangkat telpon, dari kami?" tanya Shane dengan nada dingin.


"Kau sudah tidak membutuhkan kami, lagi?" sahut Vivia dengan tatapan dingin.


"Bukan begitu ... kalian tahukan kalau aku butuh waktu, untuk sendiri?" mereka berdua saling melirik, kemudian terdiam.


"Maaf ya .... kami pikir, kau butuh teman cerita." ucap Shane dengan tatapan menyesal.


Ku tatapan wajah mereka, aku tersenyum melihat keperdulian mereka.


Sesuai kata mereka aku membutuhkan teman curhat, akhirnya aku menceritakan masalahku, mereka menyimak dengan seksama.


Hingga di ujung cerita mereka tampak terkejut, mereka seperti tidak tahu harus menanggapi seperti apa.


Keinginan mereka agar aku melupakan semua yang terjadi padaku, sangat sulit untuk aku lakukan.


Tiba - tiba rasanya bebanku baru saja di angkat dari pundakku, setelah aku menceritakan semuanya. ternyata benar aku hanya perlu membaginya agar beban kita sedikit ringan.


...****...


...Keesokan harinya .......


Hari dimana aku memutuskan untuk berpergian jauh, demi menghindari Arkan akhirnya terlaksana.


Aku mulai menginjakkan kaki di terminal keberangkatan bandara, untuk pertama kalinya aku pergi karena seseorang.


Aku duduk di lobby, dengan koper kuletakkan di sampingku sambil menunggu keberangkatan.


Di tengah keramaian aku sibuk menenangkan diri, sambil menyibukkan diri dengan bermain ponsel.


Tak berapa lama berselang, aku berdiri dan mengambil koper lalu bersiap meninggalkan loby.


Setelah memasuki pesawat, terdengar kalau pesawat yang aku naiki akan take off, dan pesawat pun terbang.


...Beberapa jam kemudian .......

__ADS_1


Pesawatku akhinya tiba di korea tepatnya di Seoul dengan selamat.


Melihat kota Seoul otakku mulai memikirkan, kira - kira skenario apa yang akan terjadi, membuat aku menjadi semakin bersemangat.


Setelah perjalanan yang panjang, akhirnya aku tiba di apartement tempat dimana akan sementara waktu aku tempati.


...Keesokan harinya .......


Setelah aku sudah selesai bersiap untuk pergi, aku memesan taxi untuk membawaku ke Coex Aquarium.


Menurut yang aku cari tahu di google, Coex Aquarium merupakan akuarium terbesar di Seoul, Korea Selatan yang menjadi “rumah” bagi empat puluh ribu hewan laut, seperti ubur-ubur, ikan pari, piranha, kura-kura, belut listrik, dan gurita.


Dibandingkan dengan akuarium lain, kita dapat menemukan spesies hiu terbanyak di tempat ini. Jika kita menyukai sebuah tantangan, kita bisa mencoba memberi makan penguin. Dijamin liburan akan semakin menyenangkan!


...Drrtt!...


Pemandangan di luar taxi sangat menarik perhatianku, namun dering di ponselku berhasil mencuri perhatianku.


Aku mengabaikan panggilan di ponselku yang tak ada hentinya berdering, aku sibuk memperhatikan gedung - gedung yang tinggi di ganti dengan rumah penduduk yang tertata begitu rapi.


...Beberapa menit kemudian ......


Aku turun dari taksi dan mulai mencari pintu masuk ke Coex Aquarium.


Sudah berkali - kali mengelilingi tempat tersebut, mataku benar - benar dimanjakan oleh pemandangan di Coex Aquarium.


Kakiku mulai merasa pegal karena terlalu lama berjalan, akhirnya aku memutuskan untuk istirahat sebentar.


Saat aku tengah istirahat, tiba - tiba ada seorang lelaki misterius memakai masker ia menyodorkan minuman ke arahku aku terkejut melihatnya.


Sambil tersenyum, dan tak lupa mengucapkan terimakasih. aku mengambil minuman itu dari tangannya, sebelum akhirnya lelaki itu pergi.


Akhirnya energku kembali terisi, dan bisa kembali melanjutkan tourku.


Aku bersiap untuk kembali mengelilingi Coex Aquarium, namun tiba - tiba aku teringat sesuatu. aku lupa menanyakan lelaki misterius itu ....


Aku bergegas meninggalkan Coex Aquarium, namun tiba - tiba seseorang menarik tanganku.


"Kau?!" aku terkejut saat berbalik aku mendapati Arkan yang telah menarik tanganku.


Sekuat tenaga aku berusaha melepaskan tangaku dari cengkraman Arkan. Namun tenaga Arkan jauh lebih kuat dariku.


"Lepaskan!" bentakku, tiba - tiba Arkan melepaskan cengkramannya dari tanganku.


"Kenapa kau bisa ada disini?" tanyaku sambil menatap heran.


"Seingatku aku merahasiakan kepergianku dari siapapun, lalu kenapa dia bisa ada disini?' batinku tak hentinya bertanya - tanya, pandanganku tak lepas darinya.


Tiba - tiba lelaki itu berdiri di hadapanku, menghapus jarak di antara kami, sontak refleks aku berjalan mundur.


...🌠🌠🌠🌠🌠...

__ADS_1


Hai semoga suka ya ...


Jangan lupa like and komen vote, and review-nya


__ADS_2