Red Thread Destiny

Red Thread Destiny
Pencarian Adara


__ADS_3

Suara geseran sebuah kursi terdengar samar olehku, Aku membuka mata perlahan.


"Kalian!" seruku kaget.


"Ka-kalian, siapa?" tanyaku dengan nada terbata.


Plak!


Satu tamparan yang sangat keras mendarat di pipiku.


Salah satu dari mereka menamparku, aku tersentak membuat aku terdiam.


"Jangan banyak tanya," ujarnya.


"Jangan banyak tingkah," lanjutnya.


"Atau gue nggak akan segan ngehabisin lo, ngerti?" ancamnya.


Anehnya aku tak menyahutinya. aku tenggelam dalam diriku sendiri.


***


Orang yang memergokiku, di bopong oleh para cowok berengsek itu melapor ke polisi.


Dan polisi berjanji untuk menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini.


Polisi bertanya apa dia mengenal keluargaku namun dia yang tak mengenaliku, hanya menyebutkan sekilas ciri - ciriku yang dia ingat.


"Baik, secepatnya kami akan mengusut kasus ini," ujar Polisi.


"Tolong, Pak!" ucapnya.


"Gadis itu pasti di cari oleh keluarganya, jadi ... tolong cari dan hubungi keluarganya," pintanya.


"Baik, secepatnya kami akan mencari soal keluarganya,"


"Terimakasih, kalau begitu saya permisih." setelah melapor ke kantor polisi orang itupun pergi.


***


Arkan yang tak menyadari kalau aku di culik, tanpak fokus dengan pekerjaannya.


Sedangkan aku dalam sandera mereka ...

__ADS_1


Hingga pekerjaan Arkan berakhir, Arkan belum mengetahui kalau aku di culik.


Sampai akhirnya dia pulang dan bibik menanyakan aku dengan Arkan. barulah dia sadar aku menghilang.


Hingga larut malam Arkan menunggu kepulanganku, namun tak juga menunjukkan tanda - tanda kalau aku akan pulang.


Hal itu membuat Arkan khawatir dan membuat Arkan uring uringan.


Tok tok tok!


Tanpa menunggu lama, Arkan langsung membuka pintu.


"Dara! kamu___" ekpresi wajahnya langsung berubah ketika di lihatnya polisi dan bukannya aku.


"Selamat malam!" sapanya.


"Selamat malam, Pak!"


"Ada masalah apa ?" tanya Arkan.


"Ini mengenai istri anda," ujar polisi.


"Istri, saya?" tanya Arkan.


"Kenapa dengan istri, saya?!" tanya Arkan ekspresi Arkan langsung berubah.


Deg!


Arkan setengah tak percaya mendengar hal tersebut, tapi mengingat aku yang masih belum pulang, semua menjadi masuk akal.


"Siapa yang menculik istri saya, pak?" tanya Arkan.


"Lalu bagaimana dengan istri, saya?!" tanya Arkan lagi.


"Menurut info masih, istri anda ada di sebuah gudang tak terpakai," ungkapnya.


"Tapi setelah kami telusuri, istri anda tidak di temukan." ucapnya.


"Apa?!"


"Bagaimana bisa?!" tanpa berkata apapun Arkan masuk ke dalam rumah.


Setelah mengambil kunci mobil, Arkan pergi berangkat dengan mobilnya meninggalkan polisi di rumahnya.

__ADS_1


***


[ Hallo! ]


Arkan menelpon temannya sambil menyetir mobilnya.


"Hallo! Glen!" seru Arkan.


[ Apa, nih? ]


[ tumben lo, nelpon ]


"Lo ... bisa bantu gue ... nggak?" tanya Arkan dengan nada memelas.


[ Apa? ]


"Tolong cariin istri gue, yang lagi di culik, bisa?" tanya Arkan dengan penuh harap.


[ Istri lo, diculik? ]


[ Kapan ? ]


[ berapa lama ]


"Hari ini, tapi udah berapa lama gue juga nggak faham," ujar Arkan.


"Lo ... lo kan punya pangkat tinggi, anak buah lo juga banyak, lo bisa bantu gue, kan?" tanya Arkan.


Galen adalah salah satu teman Arkan yang bekerja di kepolisian, yang sering memecahkan kasus.


[ Ok ... gue akan coba bantu, lo jangan khawatir ]


[ Tapi gue perlu petunjuk, lo ada petunjuk apa? ]


"Gue ... gue nggak ada petunjuk apapun," ujar Arkan.


[ Kalau begitu agak susah, tapi akan gue usahin, ok ]


"Thanks, Glen!" ucap Arkan.


[ kalau begitu sampai disini dulu, gue harus ngabarin anak gue ]


"Ok." ucap Arkan.

__ADS_1


Tut tut tut!


Arkan mematikan telponnya, lalu melanjutkan pencariannya.


__ADS_2