Red Thread Destiny

Red Thread Destiny
Leon


__ADS_3

"Please, Leon...jangan buat Arkan salah faham,' batin Arkan.


"Jangan buat masalah baru, dalam rumah tangga, gue...' gadis itu benar- benar bingung sekarang.


Dia bingung, bagaimana harus menjelaskan dengan Arkan.


Tapi setelah berpikir, bukankah tak ada apa pun, di antara mereka, jadi kenapa dia harus bingung.


Arkan juga pasti mempercayainya, tak mungkin Arkan menaruh curiga padanya, kan? atau mungkin meragukan dirinya, kan? Arkan percaya padanya, kan?


"Arkan!" Adara mulai membuka suara nya, Arkan mulai mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Adara.


"Dia temen yang aku bilang itu," jelas Adara, dengan hati - hati.


"Oh...Leon, benar?" tanya Arkan, dengan nada santai.


Apa Arkan benar - benar bersikap santai? tidak. dia hanya pura - pura menutupi rasa cemburunya.


"Ada perlu apa, sampai lo ke kantor istri, gue?" tanya Arkan, Adara mulai khawatir ada keributan di kantornya.

__ADS_1


"Maaf, gue nggak pernah tau, ada larangan buat gue datang ke kantornya, Rara." ucap Leon yang tampa sadar memanggil Adara dengan panggilan kesayangannya untuk Adara.


"Rara?" tanya Arkan, sambil melirik Adara, Adara yang mengerti situasinya saat ini mulai merasakan khawatir, kalau mereka akan berkelahi nantinya.


"Sorry...maksud gue Adara, Rara panggilan sayang gue buat, Adara!" habis sudah sekarang hanya tinggal kecemburuan Arkan meledak.


Dia tak akan menyangka Leon akan membuat masalah seperti ini untuknya apalagi di depan Arkan, dia tidak mengira kalau Leon akan memanggil


nya seperti itu di depan Arkan.


sebenarnya apa maksud dan tujuan Leon? apa dia mencoba memanasi Arkan? atau apa.


Dia benar - benar tak mengerti dengan teman masa kecilnya itu, yang dia khawatirkan saat ini adalah Arkan.


"Oh...panggilan kesayangan, ya," ujar Arkan, sambil melirik ke arah istrinya itu.


saat melihat ke arah Adara, terlihat Adara tersenyum terpaksa, Arkan hanya terkekeh melihatnya.


"Kalian pasti sangat dekat, ya." Adara yang mengerti arah pembicaraan tersebut, langsung menyela ucapannya karena tak ingin Arkan salah faham kepadanya.

__ADS_1


"Arkan!" seru Adara, Arkan menoleh ke Adara, dia hanya tersenyum, tampa mengatakan sepatah kata pun.


"Yah...begitulah, kita berdua memang sangat dekat," Sela Leon, Adara menatap sinis ke arahnya, kali ini menurutnya Leon sudah terlalu berlebihan, atau mungkin sudah melewati batas.


Dia melirik Arkan, takut kalau Arkan terpancing emosinya, karena mendengar ucapan Leon, yang seperti memancingnya.


Tapi setelah melihat ke arah Arkan, Arkan masih bersikap seperti biasa, dia tidak terlihat seperti orang yang kesal, atau sedang Manahan emosinya.


Entah hal tersebut harus membuatnya lega, atau mungkin dia harusnya khawatir dengan sikap Arkan tersebut.


Di balik sikap tenang Arkan, mungkin saja dia menyimpan banyak emosi di dalam dirinya, yang saat ini di tahannya.


🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼


Hai gimana part kali ini, sorry ada banyak perubahan, termasuk parti ini, tapi, semoga tak mengurangi minta kalian untuk membaca cerita ini.


Kalau ada masukkan, krisan atau pun pertanyaan silakan comen di bawah.


author tunggu ya, kalian di kolom komentar, dan kalian bisa gabung ke group author untuk berkomunikasi dengan author, yuk semakin dekat dengan author dengan bergabung dengan group author.

__ADS_1


ok jangan lupa like and comen, vote dan review nya juga, dan terimakasih buat dukungan kalian selama ini, dan selalu setia dengan cerita author.


see you next time.


__ADS_2