Red Thread Destiny

Red Thread Destiny
Kembali Ke Penyelidikan


__ADS_3

..."Happy Reading"...


Aku mencoba untuk tenang, agar aku bisa mencari jalan keluar dari tempat itu. pertama aku harus mencari penerangan.


Saat aku meraba diding, disana aku menemukan sebuah tombol, yang di mana saat aku tekan tempat itu menjadi terang.


Saat melihat sepenjuru tempat itu, ternyata tempat itu seperti perpustakaan yang sudah tua, namun masih terawat, seseorang pasti rajin mengurus tempat ini.


Berhubung aku sudah terlanjur masuk, aku memutuskan untuk mencari sesuatu yang bisa aku jadikan petunjuk.


Aku menggeleda tempat itu, tapi karena dari luar aku mendengar suara, aku buru - buru mencari jalan keluar dari tempat itu.


Aku berpikir keras bagaimana cara agar keluar, ternyata cara keluar sama dengan cara masuk, saat aku tak sengaja menginjak sesuatu, pintu itu perlahan terbuka.


Tampa menunggu lama, aku buru - buru keluar, saat aku keluar secara otomatis pintu itu tertutup kembali.


Aku mencoba bersikap biasa saja agar tidak mencurigakan, tak lama Mama Arkan datang dengan membawa minuman.


"Sayang ... maaf Mama lama." ucapnya.


"Nggak papa kok, Ma!" simbatku. aku berusaha bersikap senatural mungkin agar tidak di curigai.


"Oh ya ... Mama bawa susu untuk kamu, ini di minum," Mama menyodorkan gelas yang berisi susu di hadapanku. aku meraih dan menerima susu itu.


"Kamu udah liat semuanya?" tanya Mama Arkan. aku hanya menggelengkan kepala menanggapinya.


Tanpa tau apa - apa, aku marasa seperti orang yang telah berhasil di bodohi selama ini. tapi aku tidak bisa mengambil kesimpulan tanpa mencari tau kebenarannya.


Wanita itu membuka satu persatu lembar halaman, disana terdapat foto Arkan yang masih kecil, dan kedua orang tuanya yang masih terlihat muda.


Saat Wanita itu membuka halaman terakhir, aku terkejut terdapat fotoku bersama Arkan.


"Kapan foto ini di ambil?' batinku meronta - ronta karena kebingungan.


"Kenapa aku tak bisa, ingat?' aku menatap Mama yang tampak begitu mendalami melihat foto - foto itu.


"Kamu ingat, foto ini?" pertanyaan Mama yang tiba - tiba itu membuat aku terkejut. aku menggelengkan kepala menanggapinya.


"Sebenarnya apa, yang terjadi?' batiku terus bertanya.


"Mama ... apa sebelumnya aku dan Arkan, sebenarnya kami pernah dekat dan saling kenal?" tanyaku berharap mendapat jawaban.


"Sayang ... Mama ingin sekali menjawab pertanyaan kamu, tapi sayangnya Mama nggak mempunyai kuasa untuk itu," ujarnya dengan raut sedih.


"Sebenarnya apa maksudnya?' batinku merasa tidak puas dengan jawaban itu.


Aku mau tau semua kebenarannya. tapi saat aku ingin bertanya Papa datang dan menghampiri kami.


"Adara!" panggil Papa.

__ADS_1


"Ya?" tanyaku menatap bingung Papa.


"Ada Arkan di luar, cepat temui dia," pinta Papa. aku menganggukkan kepala menanggapinya. lalu segera pergi menemui Arkan.


......***......


Aku melihat Arkan, yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya di ruang tamu, saat menyadari keberadaanku, dia langsung menoleh.


"Adara!" Arkan langsung beranjak dari tempat duduknya setelah melihatku.


"Kenapa nggak langsung nemuin aku, di gudang?" tanyaku ketika sudah di hadapan Arkan.


"Nggak ada yang bilang kalau kamu di gudang, kamu kenapa disini?" tanya Arkan seraya mengelus rambutku.


"Aku di panggil Mama, kesini," ungkapku.


"Oh ... jadi langsung pulang, atau sekalian mau nginep disini?" tanya Arkan.


Diam - diam aku berharap untuk bisa menginap di rumah orang tua Arkan. agar aku bisa kembali ke tempat itu.


"Terserah kamu saja, Arkan!" jawabku.


Tak lama Mama dan Papa datang, dan bergabung bersama kami.


"Bagaimana kalau kalian menginap?" tanya Mama Arkan.


Sesuai harapanku, sekarang tinggal menunggu jawaban Arkan.


Karena aku sudah menyerahkan keputusan ke Arkan. aku harus bersabar menunggu jawaban dari Arkan.


"Baiklah, kami akan menginap." jawaban Arkan membuat aku sangat senang.


Sekarang tinggal memikirkan cara, bagaimana bisa kembali ke tempat itu, tampa di ketahui orang rumah.


...***...


...Tengah malam...


Aku yang sebenarnya pura - pura tidur, akhirnya bisa menjalankan rencanaku setelah memastikan kalau semua orang sudah tidur.


Kusibatkan selimut, lalu bergegas meninggalkan kamar, tapi dengan pelan - pelan.


Dengan tingkat kewaspadaan tingkat tinggi, aku mengawasi sekitar, agar nantinya aku tidak terpergok.


Sejauh ini situasi cukup aman, hingga aku berhasil kembali ke gudang tanpa di ketahui.


Suasana yang gelap membuat rasanya sangat menakutkan, ku cari senter untuk pencahayaan, karena tidak mungkin aku menyalakan lampu.


Aku mencari senter, setelah drama pencarian yang cukup lama, akhirnya aku berhasil menemukan apa yang aku cari.

__ADS_1


"Sekarang tinggal mencari, untuk membuka ruangan rahasia itu." sialnya aku tidak ingat di bagian mana waktu itu aku injak, sehingga aku bisa membuka pintu ruangan rahasia itu.


Setelah pencarian yang cukup melelahkan, akhirnya akh berhasil menemukannya. setelah aku menginjaknya pintu ruangan rahasia itu terbuka.


Aku masuk ke dalamnya. seperti sebelumnya pintu itu secara otomatis tertutup sendiri.


Aku melanjutkan pencarian yang sempat tertunda, dan kembali menggeleda tempat itu.


Aku memeriksa setiap laci, tapi beberapa dari mereka berisikan barang tidak penting, dan beberapa lagi kosong.


Samar - samar aku mendengar suara dari luar, seketika aku menjadi panik.


Karena tidak ada tempat untuk sembunyi di ruangan tempat aku berada disini.


"Aneh ... kenapa aku tidak bisa menemukannya dimana, pun?" suara berat dan dingin amat familiar, yang bisa aku ketahui itu adalah suara milik Arkan


Arkan yang selama ini aku pikir, tak akan menyimpan rahasia apapun lagi, sekarang baru saja aku ketahui selama ini Arkan menyimpan rahasia dariku.


Tiba - tiba rasa kecewa menyelimutiku, tapi sekarang bukan waktunya. aku harus mencari tempat untuk sembunyi dulu, atau berharap Arkan tidak akan memeriksa tempat aku berada saat ini.


Samar - samar aku mendengar langkah kaki keluar, seketika aku bernafas lega.


Pilihanku sekarang keluar atau kembali memeriksa tempat itu, tapi jika aku keluar sekarang akh tidak pernah tau, kapan aku bisa kembali ke tempat ini.


Tapi jika aku tidak kembali ke Arkan. Arkan pasti akan sangat khawatir. akhirnya aku putuskan untuk keluar dari tempat itu.


Sudah aku duga, Arkan sudah keluar, dan aku bisa dengan leluasa keluar dari gudang.


...^^^***^^^...


Aku kembali ke kamar, saat di kamar aku melihat Arkan sudah menunggu.


"Arkan!" panggilku dengan cepat Arkan menoleh.


"Kamu dari mana?" tanya Arkan dengan nada dingin.


Aku harus cepat mencari alasan, jika tidak Arkan akan curiga kepadaku.


"Aku dari kamar mandi, kenapa?" tanyaku.


"Kamar mandi mana?" tanya Arkan.


"Arkan ... kamu kenapa?" tanyaku mulai cemas membuat Arkan curiga.


"Aku sudah mencari kamu, tapi kamu tidak ada, kamu tau betapa khawatirnya aku?!" Arkan mulai emosi.


"Maaf." ucapku seraya menundukkan kepala.


Arkan tak menanggapiku, aku harap aku tidak membuat Arkan marah.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Hai ... gaish semoga kalian pada suka ya, jangan lupa di like and komen vote dan juga review.


__ADS_2