Red Thread Destiny

Red Thread Destiny
Arkan Marah?


__ADS_3

Karena tak harus melakukan apa, dan pulang kantor juga masih beberapa jam lagi, aku memutuskan menelpon temanku, dan meminta janji temu di sebuah caffe.


Tak beberapa lama kemudian...


Kedua temanku datang, Aku melihat mereka melambaikan tangan ke arahku, lalu aku membalas lambaiyan mereka.


Tak butuh waktu lama, kini mereka duduk di hadapanku, sambil masih menaruh tas mereka.


"Kenapa, nih?"


Shane sepertinya tak ingin basa - basi, dan langsung menanyakan intinya.


"Iya tumben, biasanya kamu masih sibuk di kantor, di jam segini,"


Terkadang aku merasa bingung kenapa mereka suka bertanya, bukannya hal biasa kalau temannya mengajak ketemuan? apa harus mempunyai alasan tertentu.


"Udah jadi pengangguran, Tau sekarang!"


"Hah?!"


Aku rasanya ingin tertawa melihat reaksi mereka. bahkan melihat betapa terkejutnya mereka, kau bisa bayangkan sendiri.


"Maksudnya gimana?"


"Jadi...Aku udah nggak kerja lagi di kantor Ayah aku, sekarang ayah yang ngurus semuanya,"


"Hah?!"


"Kok, bisa!"


"Kenapa?"


Saat itu aku baru sadar kalau aku belum memberitahu mereka kalau aku hamil.


"Karena sekarang aku hamil,"


"Khukkk..."


Karena terkejut, saat Shane sedang meminum minumannya, Shane tersedak dan itu membuat Aku dan Vivia terkejut.

__ADS_1


"Bentar, kok kamu nggak cerita ke kita soal ini?!"


"Hehe..."


"Apanya yang hehe...jawab!"


"Sorry lupa,"


"Niatnya memang hari ini mau ngasih tau kalian."


"Baru niat?!"


"Perlu di jitak nggak nih kepalanya?!"


"Ih...kok pada jahat sih!"


"Beneran niatnya hari ini mau ngajak kalian diner,"


"Tapi keburu di usir dari kantor, yaudah sekarang aja."


Mereka memasang raut wajah masam, sepertinya mereka berdua sedang ngambek padaku, hahah....kok gemes ya.


"Jangan ngambek juga..."


"Aunty cantik...maafin mama ya, mama nggak sengaja ngelupain aunty..."


Aku sengaja membuat nada suaraku seperti anak kecil yang polos, biasanya mereka akan luluh dengan kepolosan anak kecil.


"Hhh...gimana bisa marah lama - lama coba,"


"Yaudah kita maafin."


"Duh...baiknya aunty aku..."


Saat mendengar kembali suaraku yang menirukan anak kecil, mereka terkekeh, lalu tertawa kecil.


***


Setelah puas berkumpul bersama dengan kedua temanku, aku berniat pulang kerumah.

__ADS_1


Tapi sebelum pulang aku mampir ke suatu tempat makanan, sebelum pulang kerumah.


Aku ke tokoh Cake, dan membeli cake kesukaan aku yaitu rainbow cake, dan tak lupa aku juga membelikan kue kesukaan Arkan yaitu Vanila cake.


Setelah selesai Aku pulang ke rumah, sesampainya aku di rumah aku baru ingat aku yang harusnya pergi menemui dokter kandungan malah tidak pergi sama sekali.


Sekarang aku harus memikirkan jawaban Arkan nanti, Arkan pasti menanyakannya.


***


Tak lama setelah aku sampai Arkan sampai, aku mendengar suara pintu terbuka lalu tertutup kembali.


Arkan menghampiriku yang duduk di sofa sambil menonton tv, sambil memakan kue yang aku beli sebelum nya.


"Kamu dapat dari mana, semua cake ini?"


Aku menoleh ke Arkan, dsn melihat ekspresi serius Arkan.


"Beli,"


"Kapan aku bilang di kasih?"


"Dara!"


"Apa?"


"Aku serius!"


"Kamu ngapain beli, cake?"


Aku menatap heran Arkan, lalu melirik cake yang ada di piring kecil yang aku pegang di tanganku, lalu kembali melihat ke Arkan.


Arkan yang kini menatapku dengan tatapan berapi - api, sambil berkaca pingangga, haruska aku lari?


🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼


Hai... gimana part kali ini


semoga suka ya...

__ADS_1


Kalau ada masukkan jangan lupa like and comen vote and reviewnya juga.


__ADS_2