Red Thread Destiny

Red Thread Destiny
Amnesia Retrogade ?!


__ADS_3

Pernahkah kalian mendengar tentang Amnesia Retrogade.


Amnesia jenis ini ditujukan kepada seseorang yang kesulitan untuk memperoleh kembali ingatan di masa lalu.


Hal yang menyebabkan seseorang mengidap amnesia jenis ini karena pernah mengalami cedera pada otak atau pernah menjalani operasi di bagian kepala, sehingga mengakibatkan hilangnya sebagian memori ingatan.


Bisa jadi amnesia ini dikarenakan kurangnya nutrisi dalam tubuh atau adanya kerusakan pada otak.


tapi pada kasusku kali ini Aku mengalami cedera otak, karena kecelakaan itu.


"Ka-kamu ... mengalami cedera di otak di kepala dan membuat kamu, kehilangan sebagian ingatan kamu," ungkap ibu.


"Kalau dokter menyebutnya, Amnesia Retrogade, begitu yang di katakan Dokter!"


Aku tak menyangka kalau Aku. bisa kehilangan sebagian ingatanku. lalu apa yang aku lupakan ?


"Kalau itu yang di katakan, Dokter!" Aku menarik nafas panjang, sebelum Aku melanjutkan kalimatku.


"Semuanya adalah benar, lalu apa yang telah, aku lupakan?" tanyaku.


Aku memperhatikan ekspresi mereka yang berubah menjadi diam, Aku mencoba mencerna dan bertanya kenapa mereka seperti itu.


Deg!


Arkan menangkup wajahku, membuat lamunanku menjadi buyar.


"Jangan pikirkan apapun, mengerti?" Aku menatap lekat wajah Arkan, aku mencoba mencari sesuatu di bola mata Arkan, meski aku tidak tau apa yang aku cari.


Saat melihat bola mata Arkan. Aku melihat kesedihan disana, ada apa?


"Aku boleh bicara di luar, sama mereka?" tanya Arkan.


Aku melihat ke Ayah dan Ibu, Papa dan juga Mama, lalu Aku kembali melihat ke Arkan.

__ADS_1


Aku menganggukkan kepala dan mereka pun keluar dari ruanganku.


****


Aku diam mematung di tempatku, mencoba mengingat - ingat apa yang telah Aku lupakan.


Sedangkan disisi lain, Aku penasaran dengan apa yang mereka bahas di luar, kenapa Aku tidak bisa mendengar mereka.


***


Tak lama kemudian ....


"Kalian bicara apa sih, di luar?"


Aku menghujani mereka dengan pertanyaan, ketika mereka masuk ke ruanganku.


"Bukan apa-apa, Dar!" Aku memperhatikan Arkan. yang kini sedang mengusap pucuk kepalaku.


Saat Aku memperhatikan Arkan, Aku merasakan sesak, rasanya ada rasa sedih yang mendalam, yang menusuk jantungku.


"Arkan!" seruku.


"Kenapa? apa kamu butuh sesuatu?" tanya Arkan.


Dengan pelan, Aku menggelengkan kepalaku. lalu menatap serius Arkan.


"Apa yang kamu, sembunyikan?" tanyaku, dengan nada dingin.


"Hah?" Arkan tak merespon yang lain lagi, selain dengan hanya diam.


"Arkan!" seruku.


"Jawab Aku!"

__ADS_1


"Aku butuh jawaban!"


"Kau tau aku mencoba mengingat, tapi aku tak ingat apapun!"


Emosiku pun meluap Dan Aku. melampiaskannya saat itu juga.


Melihat reaksiku Arkan. dia tak bereaksi apapun selain hanya diam.


Ayolah Aku butuh jawaban!


Deg!


Tiba - tiba Aku. teringat dimana Arkan. menanyakan tentang anak kami. apa artinya itu semua?


"A-Arkan!" suaraku mulai begetar.


"Apa benar, aku hamil?" tanyaku sambil memegang perutku.


Arkan lagi - lagi diam, entah kenapa kali ini Arkan tak mau menjawab pertanyaan ku.


"Arkan!"


Brukk!


Karena memaksakan diri, Aku jatuh pingsan dan sontak membuat Arkan bertambah khawatir.


Arkan pergi memanggil Dokter. tak lama dokterpun datang dan memeriksa diriku.


🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼


Hai ....


Gimana part kali ini, semoga suka ya.

__ADS_1


kalau kalian punya masukkan, krisan atau pertanyaan, silakan komen di bawah.


Jangan lupa like and comen vote and review.


__ADS_2