
Meski aku berusaha bersikap tenang, tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri.
Aku tidak tenang....
Aku terus memikirkan alasan Arkan pergi tanpa pamit begitu saja, apa mungkin telah terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui.
Sepanjang hari aku habiskan untuk menunggu kabar dari Arkan, tak jarang aku mengecek apakah ada notif pesan dari Arkan.
tapi setelah di lihat - lihat tidak ada notif dari Arkan, dengan sabar dan mencoba berpikir positif Aku tetap menunggu kabar dari Arkan.
***
Beberapa jam kemudian....
Waktu rasanya berjalan sangat lama sampai, aku tak menyadari kalau hari sudah malam, dan Arkan belum kembali.
Untuk pertama kalinya Arkan pulang malam, padahal Arkan sebelumnya tidak pernah pulang malam.
***
Beberapa menit kemudian...
Hingga melewati jam makan malam, Arkan belum kembali, dan aku rasa masakan yang aku masak sebelumnya menjadi dingin karena terlalu lama dibiarkan.
"Apa non, nggak maj nunggu di kamar?"
"Mungkin Aden, pulang larut malam,"
Aku mencerna apa yang di katakan bibik tersebut, mungkin memang sebaiknya aku menunggunya di kamar.
****
Saat baru melangkahkan kakiku ke anak tangga, aku dengar suara ketukan pintu, bibik berjalan membukakan pintu, aku menyusul bibik, melihat siapa yang datang.
"Arkan!"
"Dara!"
"Kamu belum tidur?"
"Kamu kenapa pulang malam?"
"tidak biasanya, apa ada masalah?"
Arkan berjalan mendekat, lalu mengelus wajahku, sambil tersenyum menatapku.
"Bukan apa - apa, sayang."
"Tapi tadi kenapa kamu pergi ke kantor nggak bilang, sama aku?"
"Jam berapa kamu kantor kamu udah sarapan atau belum, juga aku nggak tau,"
"Dara..."
"Kamu aneh tau nggak, kamu ngerahasiakan apa, dari aku?"
"Dar!"
"Dengerin aku dulu..."
Arkan menangku wajahku, membuat aku diam dalam kata - kata, mata Arkan sangat tajam saat itu, seakan benar - benar serius.
"Aku nggak mau ribut sama kamu,"
"Jadi tolong buang pikiran jelek kamu, mengerti?"
"Aku nggak ngerahasiakan apa - apa dari kamu,"
"Jadi tolong buang pikiran kamu, mengerti?"
"Memangnya apa yang aku pikirkan?"
"Dara!"
"Memangnya apa yang kamu tau, soal pikiran, aku!"
__ADS_1
Dengan kesal aku meninggalkan Arkan disana, Aku tidak tau bagaimana ekspresi Arkan saat itu, karena aku pergi tanpa memperhatikan ekpresinya.
***
Apa yang salah dari pertanyaanku, aku hanya meminta penjelasan, kenapa dia pergi begitu saja, tanpa bilang apapun, dan sampai pulang malam.
Memang hal wajar, di tambah lagi mungkin dia banyak kerjaan di kantor nya, apa sikapku ke Arkan berlebihan?
***
Aku mencari keberadaan Arkan, dan Aku menemukan Arkan sedang duduk termenung di ruang tamu sambil menatap layar ponselnya.
Aku penasaran apa yang Arkan lihat, Apakah aku harus menghampiri Arkan? bagaimana jika Arkan tidak ingin di ganggu.
"Arkan!"
Tanpa aku sadari, mulutku bergerak memanggil nama Arkan, sontak Arkan yang tadinya tidak menyadari keberadaanku, jadi menyadari keberadaanku.
Aku harus apa sekarang....
***
Aku melihat Arkan meletakkan ponselnya, dan mau tak mau aku harus menghampirinya.
Perlahan aku menghampiri Arkan, dan Arkan tampak memperhatikan aku yang menghampirinya.
"Ada apa?"
Pertanyaan itu membuat aku tak bisa berkata - kata, kata - kata akan barusan begitu dingin, apa Arkan marah?
"Ka-kamu marah?"
Arkan menghela nafas, lalu membenarkan posisi duduknya, lalu menepuk tempat duduk di sampingnya, pertanda aku harus duduk di sampingnya.
Dengan ragu Aku duduk di samping Arkan, aku mengepalkan kedua tanganku, lalu meletakkannya di pahaku.
Tak lama aku melihat tangan Arkan, meraih tanganku, lalu menggenggam tanganku.
Aku menatap tanganku yang di genggam oleh Arkan, lalu mengalihkan nya ke wajahnya.
Saat aku melihat wajah Arkan, aku melihat raut penyesalan di wajah Arkan, ada apa?
"Hah?"
"Maaf atas sikap aku, tadi Dara!"
"Enggak seharusnya, aku bersikap seperti itu ke kamu,"
"Aku juga minta maaf."
"Nggak seharusnya aku ngehujani kamu, dengan pertanyaan, padahal kamu baru pulang,"
"Jadi wajar kalau kamu kesal."
Aku senang akhirnya kami berdua bicara, dan membicarakan semuanya, sebelum semua menjadi bertambah buruk.
Bagi pasangan suami istri, komunikasi memang sangat penting, dan sebisa mungkin ketika ada masalah, seharunya di bicarakan, sebelum semua menjalar, dan akan sulit di selesaikan.
Terkadang memang ada ego di dalam diri, tapi alangkah baiknya jika ego sedikit di kurangi, karena terkadang ego mengacaukan semuanya.
***
Keesokan paginya....
Aku terbangun dari tidur pulasku, saat aku meraba di sampingku, aku tidak merasakan apapun, saat aku membuka mata.
Lagi - lagi Arkan tidak ada di sampingku ...
***
Aku turun ke bawah, mengecek apakah ada Arkan dibawah, sekilas aku melihat seseorang yang mirip Arkan, tapi baru aku mau lihat siapa orangnya, dia sudah pergi dengan mobilnya.
"Non cari aden?"
Aku terkejut, tiba - tiba seseorang berada di belakanganku, saat aku berbalik aku lihat bibik sedang bersiap dengan masakannya.
__ADS_1
"Bibik lagi masak?"
"Iya, non!"
"Maaf, bibik tinggal sebentar, soalnya bibik liat non ngejar Aden,"
"Kalau gitu, bibik masak lagi, ya,"
"Biar Dara bantuin, ya bik!"
"Tapi..."
"Udah..."
Aku berjalan melewati bibik, lalu kedapur dan mengambil alih masakan bibik.
"Non, sebaiknya biarkan bibik aja,"
"Udah...nggak papa, bik!"
"Tapi non!"
Aku tak memperdulikan ucapan bibik, tetap lanjut dengan pekerjaan masakanku.
Dengan raut panik bibik terus memperhatikan aku yang sedang memasak.
Aku memilih mengutamakan masakanku, dan membiarkan bibik memperhatikan aku yang sedang memasak.
"Kalau bibik, mau ngerjain yang lain nggak papa, biar ini Dara yang selesain,"
"Tapi..."
"Bik..."
"Yaudah kalau gitu, bibik lanjut kerjaan yang lain ya, non!"
"Iya..."
"Kalau ada apa - apa, tolong kasih tau bibik ya, non!"
"Iya...bik!"
"Permisih, non!"
Akhirnya bibik pun pergi, dan membiarkan aku di dapur, dengan masakanku.
Sekarang aku bisa fokus memasak, dan bibik mengerjakan pekerjaan yang lain.
***
Karena aku dilarang berkerja di kantor, aku tidak tau harus melakukan apa, setidaknya aku di biarkan memasak di rumah.
Tapi tiba - tiba aku terpikir tentang Arkan, tentang perubahan sikapnya, membuat aku menjadi bingung.
Sebenarnya ada apa di balik perubahan sikap Arkan.
Sejak saat itu aku memutuskan untuk mencari tau, ada apa sebenarnya dengan Arkan, dan berharap kalau aku akan mendapatkan semua jawabannya setelah aku mencari tahu.
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
Hai...
Gimana part kali ini
semoga kalian suka ya.
Kalau ada masukkan ataupun pertanyaan, silakan komen di bawah.
Jangan lupa like and komen, vote and reviewnya.
Oh ya, buat kalian yang dm autor dari kasih masukan author ucapkan terimakasih banyak, author tunggu masukan dari kalian, walau author rasa belum maksimal.
Dan buat kalian yang ngajuin pertanyaan, author akan buat part
Q and A besok, jadi di tungguin ya.
__ADS_1
Author usahain buat jawab pertanyaan kalian semua.
ok sekian dari author bye.