
Saat keduanya hendak berpisah karena sudah mengetahui kepentingan masing-masing. Sebuah gerakan dari dalam hutan, membuat mereka waspada.
"Siapa di sana?"
Goruru dengan suara tegas langsung berteriak, berharap jika sumber itu adalah penyusup maka ia akan keluar. Lalu yang mereka dapati adalah sebuah langkah kaki, dengan wajah tertutupi kerudung hitam sosok itu mendekat kepada dua orang berbeda Ras tersebut.
"Tuan dari sang budak dan rakyat dari sang budak, kurasa melihat kalian berdua mati akan membuatnya kehilangan harapan. Aku ingin sekali melihat hobgoblin itu menampakan wajah menyedihkannya tempo hari."
Yudi bergetak saat mendengar orang asing dengan penutup wajah tersebut berkata seperti itu. Dia benar-benar tidak terima jika temannya dipermainkan lagi.
"Hanya orang-orang bodoh dan rendahan sepertimu, yang menikmati pemandangan pembantaian dan penderitaan seseorang. Atas nama keadilan, aku tidak akan pernah memaafkanmu!"
Sang penyusup tergelak saat Yudi mengatakan itu, dia bahkan tertawa terbahak-bahak. Melihat tingkahnya, Goruru langsung menyergah.
"Jadi ******** sepertimu yang telah membantai teman-temanku."
Ketika mendengar ucapan Goruru tawa dari penyusup itu langsung mereda, dia menatap goruru dan berkata dengan dingin.
"Jika itu benar, maka kenapa? Kau ingin membalas kematian mereka? Kalau begitu majulah, kalian adalah ras bodoh yang hanya bisa makan dan minum."
Sekejap dia mengilang dari tempatnya berdiri dan satu sayatan berhasil mengenai punggung dari Goruru. Darah muncrat saat punggungnya tersayat, oleh serangan sang penyusup.
"Ahaha satu serangan pembuka sebagai perkenalan, lalu namaku adalah Lagilu! Akulah orang yang telah menggorok leher mereka satu persatu di depan rajamu, kalau kau ingin membalas dendam, maka cobalah untuk memberiku satus serangan!"
'Seranganya cepat, aku tidak bisa mengikuti pergerakannya.' Batin Goruru.
Lagilu adalah kelas Assasin, damage yang mereka berikan memang kecil, namun yang merepotkan adalah serangan mereka. Sulit untuk dilihat, sebab tertutupi oleh kecepatan mereka.
Tidak hanya menyerang Goruru dia juga menargetkan Yudi, menggunakan skillnya [Speed] dan [Hide]. Lagilu terus menyerang Yudi dan Goruru yang tidak bisa membalas, mereka belum memberi serangan satu pun sebab sulit menebak alur serangan milik Lagilu.
__ADS_1
Mau tidak mau serangan terus bersarang di tubuh mereka, melihat musuhnya kesulitan melawannya Lagilu tergelak.
"Ahaha kemana wajah kalian sebelumnya, yang seakan mengatakan aku ingin membunuhmu. Apa itu hanya topeng, pada akhirnya kalianlah yang akan aku bunuh!"
Kemudian Lagilu menggunakan kemampuan spesial dari skillnya, yaitu [Boost] yang meningkatkan efek speed serta menambahkan damage pada musuh yang akan terkena serangannya. Dia juga menggunakna skill miliknya.
"Setidak salah satu dari kalian harus mati terlebih dahulu, Thurst knife!"
Lagilu menerjang cepat menuju titik buta Goruru, yang dari tadi diam tak bergerak. Asassin itu menggunakan kesempatan, untuk menyerangnya dengan skill miliknya. Namun sesuatu yang tidak terduga olehnya terjadi.
Sebuah tameng menghalangi serangan miliknya yang sudah diperkuat, benturan itu membuat senjata miliknya patah. Tidak hanya itu, baik yang menyerang maupun yang diserang terpental.
Lagilu menahan laju hentakan dengan kedua kakinya, sedangkan Goruru terguling karena terdorong setelah menerima serangan sang Asassins. Yudi yang melihat ada celah segera menyerang menggunakan fireshot, namun usahanya gagal karena pergerakan Lagilu begitu cepat.
'Sialan, pergerakannya cepat sekali. Sihirku tidak mampu mengenainya.'
"Memanfaatkan celah pada musuh itu memanglah trik yang digunakan para mage, dalam pertarungan besar kemampuan mereka memang perlu diperhitungkan. Namun dalam skala kecil, kau itu hanyalah kerikil!"
"Atas nama keadilan, aku menghukummu karena telah membunuh begitu banyak rakyat dari temanku!"
Setelah mengatakan itu Yudi menusukan belati yang dulu sering dia gunakan ke belikat kanan Lagilu, sehingga Asassin itu menjerit dan meringis. Tangan kiri Asassin mengepal dan bersiap menghajar wajah Yudi.
"Sialan!"
Namun, belum sempat tangan itu mengenai sang target. Lengan itu jatuh dan darah menyembur seperti pancuran. Itu adalah Goruru yang menebasnya, saat perhatian Lagilu terfokus pada Yudi.
"Lenganku, kau ********!"
Saat teriakan itu menggema, tanpa belas kasih kembali Goruru memotong lengan kanannya sehinga darah menyembur lagi di tanah. Sang Asassin kian menjerit, tapi meski begitu dia menampakan senyum piciknya.
__ADS_1
'Eugh uegh sialan, karena menggunakan skill Boost. Aku tidak bisa menggunakan [Concenrate] untuk merasakan hawa keberadaan musuh dalam beberapa saat.Goblin satu ini seperti sedang menungguku mengeluarkan kartu As dan sialnya aku terpancing.'
Skill [Boost] yang dimiliki Asassin mampu memberikan penggunanya, lonjakan kekuatan dan tambahan serangan fatal pada Hp lawannya. Namun ada resiko, yaitu kemampuan dasar mereka bernama [Concentrate] dan [Speed] akan hilang sementara.
Itulah alasan kenapa dia tidak menyadari Goruru menyerangnya dari belakang, sebab dia tidak bisa merasakan keberadaan Goruru karena skill passif miliknya terhenti. Selain faktor pendukungnya adalah Yudi yang mengecohnya cukup lama.
Jika saja dia tidak menggunakan Boost terlalu cepat, maka dia bisa menghindari serangan itu dengan mudah. Namun karena terobsesi membunuh keduanya yang dipikir sudah menyerah, sebab berhenti melawan dia akhirnya tersandung.
"Kecepatan yang kau miliki benar-benar mengagumkan, aku sempat berpikir untuk menyerah. Tapi aku merasakan kalau teman-temanku memberi semangat agar tidak putus asa, karena itulah aku membiarkan diriku diserang karena menunggu satu momen. Yaitu kau memberi serangan tunggal yang kuat dan itu berhasil."
"Ahahah sebagai Goblin yang lemah kau memiliki keberuntungan yang tinggi, sekarang apa yang akan kau lakukan egh."
Lagilu memuntahkan darah saat mencoba memprovokasi Goruru, setelah menenangkan diri dia kembali berkata.
"Apa kau ingin membalas kematian teman-temanmu itu hah!"
Tangan Goruru mengepal dan bergetar, matanya menatap Lagilu yang kini tersenyum mengejek padanya. Tapi saat melihat kondisi kedua lengannya yang putus dan napas darinya yang tersengal-sengal, dia membuang kebenciannya dan berpaling.
"Aku sudah memenuhi sumpahku untuk memotong kedua lengan orang yang telah menyerang kami. Kini kedua lenganmu sudah putus dan aku tidak punya alasan untuk membunuhmu."
Lagilu malah tersenyum mengejek, saat mendengar ucapan Goruru yang dia rasa telah mengabaikannya.
"Jadi begitu, kau meninggalkanku begitu saja seperti sampah. Kau adalah yang terburuk Goblin. Harusnya aku membunuhmu lebih dulu saat menyerang kalian. Kalau begitu-"
Sebuah rajah tiba-tiba terukir di sekujur tubuh Lagilu, lalu cahaya terang meninggi ke atas langit seperti tiang. Yudi dan Goruru menutup mata menggunakan lengannya, setelah beberapa saat cahaya itu redup kembali.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Yudi.
"Ahaha nikmatilah malam ini selagi bisa. Aku sudah mengirim sinyal kepada rekanku. Selamat berjuang!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Lagilu tewas kehabisan darah, sedangkan Yudi dan Goruru kehabisan kata-kata karena terkejut.