Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Kebenaran baru 4


__ADS_3

"Ada hal yang harus saya kerjakan, Ki Semar!" Dalih Shadow.


"Hei kau belum jelaskan tentang Monster tingkat [Perak] yang memporak-porandakan kerajaan Girisetra. Bagaimana kelanjutannya?" Desak Yudi.


Shadow di buat frustasi saat pertanyaan itu dilontarkan. Padahal dia sudah mengatakan kalau peristiwa itu adalah Tabu untuk di ceritakan.


"Ah soal itu, apa tidak sebaiknya dibahas nanti! Kita masih punya banyak waktu, Tuan penasehat!" Balas Shadow


Yudi menimbang ucapan Shadow itu, kebetulan dia juga ada beberapa hal yang ingin di tanyakan pada sosok Ki Semar yang sudah muncul.


Melihat Mage muda itu berpikir saat menerima saran darinya. Rasa kemenangan muncul di hatinya, seakan beban di pundak shadow terangkat untuk sesaat.


"Baiklah, kalau begitu aku akan-"


"Kenapa tidak kau jelaskan saja, Shadow! Aku juga ingin mendengar cerita tersebut."

__ADS_1


Hati yang dipenuhi harapan untuk keluar dari situasi sekarang luluh lantak, saat mendengar perintah tiba tiba itu dari Ki Semar.


'Sepertinya, aku tidak punya alasan mengelak.' Batin Shadow lemas.


"Jika Anda dan Ki Semar ingin mendengar Kisah itu, akan saya tuturkan hal yang terjadi saat penyerangan itu terjadi." Ucap Shadow.


Keduanya mengangguk saat mendengar jawaban Shadow yang berniat menceritakan kisah tersebut. Tiba tiba angin kencang menderu saat Shadow ingin mengeluarkan suara untuk bercerita.


Shadow menggunakan kesempatan itu untuk lari dari tanggung jawabnya, yang harus menceritakan kisah tersebut dengan berkata.


"Demi Dewi Sri! Angin kencang ini adalah pertanda, kalau saya dilarang untuk-"


"Tidak ada bencana atau larangan saat aku memerintahkan untuk di ceritakan." Ucap Ki Semar sambil tersenyum.


"Woah kakek hebat, nah Shadow jangan membuat alasan lagi cepat ceritakan peristiwa itu!" Perintah Yudi dengan notebook dan pena yang sudah siap.

__ADS_1


Shadow hanya mematung melihat kejadian itu, dia lupa kalau sosok yang menghentikan angin kencang itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.


"Baiklah, Pada tahun 786 Kalender Saka. Sebuah Kalabendhu maha dahsyat terjadi. Orang-orang menamainya dengan sebutan Pagebluk Agung, durasi Kalabendhu tersebut selama Tiga Bulan. Tidak pernah terjadi lagi kejadian itu selama 500 tahun terakhir."


"Pada waktu itu, kerajaan yang paling kuat dan megah dimiliki para Kunti bernama Malayakusuma. Mengenai siapa Rajanya aku tidak tahu, lalu satu kerajaan yang juga kuat waktu itu adalah Girisetra yang di pimpin oleh seorang Prabu bernama Prabu Sasmita Girinata." Ucap Shadow menjeda untuk mengambil napas karena sudah bercerita panjang.


'Kuharap mereka mengerti dengan apa yang sudah ku sampaikan,' batin Shadow.


Ki Semar dan Yudi menikmati cerita yang disampaikan oleh Shadow, tak lupa Mage muda itu menggoreskan apa yang di dengar ke dalam buku catatan miliknya.


Shadow pun melanjutkan ceritanya kembali.


"Dibawah kepemimpinan Prabu Sasmita Girinata, kerajaan tersebut berada pada masa Gemah Ripah loh Jinawi. Dimana tidak ada satupun rakyatnya yang menderita karena seluruh sektor baik ekonomi dan pertahanan mereka stabil, sampai datang Pagebluk agung yang meluluh lantakkan Kerajaan tersebut." Shadow menjeda ceritanya.


Yudi menyambung cerita tersebut dengan berkata, "Dan penyebabnya pasti-"

__ADS_1


"Anda benar Tuan Penasehat, di samping Pagebluk Agung ada satu entitas bertingkat [Perak] yang muncul dan menghancurkan kerajaan tersebut dan itu adalah Sesosok Raja Kegelapan bernama Prabu Kalimantara," ucap Shadow dengan tegas.


Terima kasih bagi kalian yang sudah sabar dalam mengikuti cerita ini. sekaligus Like dan Favorit.


__ADS_2