
"Memangnya, apa yang terjadi padanya?" tanya Goruru setelah mendengar pernyataan Yudi, dia benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu.
"Aku tidak bisa menjelaskannya dengan baik, tapi kalau kau ingin mengetahuinya. Bacalah buku ini! Itu adalah diary perjalanan dia membalas dendam untuk membunuh mereka yang telah membunuh putranya. Dari pembunuh pertama ke pembunuh lainnya, sampai akhirnya dia menemukan dalang dibalik pembunuh anaknya." Ucap Yudi sambil menyodorkan sebuah buku kecil yang di halaman depan tertulis 'my diary of murder' yang kalau diterjemahkan menjadi Diary pembunuhanku.
Goruru terdiam sejenak ketika melihat buku yang disalurkan Yudi, setelah mengumpulkan keberanian dia mulai menyentuh buku itu dan membacanya perlahan.
"Aku harap kau menemukan sesuatu yang menarik, aku akan pergi sebentar!" ucap Yudi sambil melangkah dari tempat itu.
Sedangkan Goruru tenggelam dalam tulisan yang dibuat oleh ibu sophie, kata per kata, bait perbait, paragraf demi paragraf, hingga halaman per halaman. Dia membacanya hingga tuntas, emosinya terasa seperti diaduk-aduk.
Ada rasa senang ada rasa sedih, ada rasa haru ada rasa prihatin juga ada rasa kecewa, di ujung halaman terakhir dia menemukan sebuah tulisan yang tidak pernah dia duga sama sekali.
Dia pikir ibu itu menemukan kebebasan setelah membalaskan dendam putranya, namun dalam bait itu tertulis.
[Amarah sesaatku melahirkan kebencian yang baru, mereka hanya membunuh putraku tapi aku telah membunuh mereka. Mereka hanya membunuh satu orang, tapi aku membunuh lebih dari satu orang. Kenyataannya aku adalah monster sesungguhnya, diare ini kujadikan pengingat bagiku kalau balas dendam hanya akan menimbulkan mimpi buruk.]
'Apa seperti itulah kenyataan dari membalas dendam," Gumam Goruru
sementara itu Yudi sedang menunggu ke tempat ibu Sophie berada, dirinya ingin menjelaskan tentang niatnya dalam ambil bagian untuk membalas dendam. Atas apa yang telah terjadi pada para goblin, khususnya rakyat dari Goobu.
sebelum dia masuk ke dalam sebuah suara membuatnya berhenti, itu adalah suara Ibu Sophie yang sedang berdoa. Yudi perlahan mendekat untuk mendengar apa yang di ucapkan oleh ibu Sophie.
"oh dewata Agung! bagaimana bisa aku membiarkan seorang putra yang ku angkat dia menjadi anak, melakukan hal sama yang dulu pernah aku perbuat! Oh dewata agung! kumohon berilah petunjukmu agar aku bisa menentukan, sikap apa yang harus ku berikan padanya!" doanya dengan setulus hati
Mendengar doa yang dipanjatkan oleh ibu Sophie, membuat sesuatu di hati Yudi bergetar. Dia mulai meragukan keinginannya untuk membalas dendam, "kalau jalur balas dendam akan berakhir seperti yang diucapkan oleh ibu Sophie, maka apa yang harus aku lakukan untuk membantu teman-temanku. Agar mereka bisa melupakan kejadian yang menyakitkan, apa yang harus aku lakukan?" ucap Yudi seraya memikirkan kembali keputusannya.
Lalu yudi mengentaskan pikiran itu sebentar karena ia ingin menemui ibu Sophie, saat dia mengetuk pintu ibu Sophie berteriak kecil dari dalam. "Masuklah! Pintu tidak terkunci!"
Yudi mulai membuka pintu dan nampak ibu Sophie, sedang membereskan diri sehabis berdoa pada yang kuasa.
__ADS_1
Ah Yudi! Ada apa kau kemari? Tanya Ibu Sophie
Yudi menelan liur, entah kenapa dirinya merasa takut, untuk menyampaikan keputusannya dan sekaligus meminta persetujuannya.
'Bagaimana bisa aku menyampaikan ini, setelah dia berdoa supaya aku tidak balas dendam. Apakah jalan balas dendam itu salah, lantas seperti apa balas dendam itu bagi Ibu Sophie!' Batin Yudi.
"Kenapa hanya diam, apa yang sebenarnya ingin kau katakan?" Tanya ibu Sophie lagi.
Begitu mendengar pertanyaan itu Yudi menguatkan tekadnya, untuk mengetahui apa makna balas dendam bagi ibu Sophie.
"Ibu! Bagaimana kau menggambarkan balas dendam itu, jika diumpamakan?" Tanya Yudi dengan sorot mata tajam.
Mendapat pertanyaan itu wajah ibu Sophie sedikit menegang dan matanya juga melebar. Tapi dia berhasil menguasai keadaan dan berdehem.
"Ini sangat tiba-tiba, memangnya apa yang akan kau lakukan jika aku mendeskripsikan balas dendam dalam pandanganku." Tanya ibu Sophie
"Aku sudah tahu itu, kau telah mengatakan kalau akan membantu Goruru membalas dendam bukan?"
Mendengar ucapan ibu sophie yang menjelaskan atau mengulang kembali, apa yang sudah di ucapkannya di meja makan membuat Yudi menggangguk.
"Memang benar itu adalah rencanaku, lalu bisakah kau memberi solusinya ibu!"
Wanita yang berprofesi sebagai wechat itu gelengkan kepala sambil mendesah dia berkata aku tidak bisa membantumu tapi kalau kau ingin tahu apa gambaran ku tentang balas dendam maka dengarkanlah
segera yudi mencari tempat yang nyaman untuk mendengar apa makna balas dendam bagi ibu angkatnya itu melihat yudi ya sudah duduk tenang untuk mendengar penjelasannya, ibu sophie tersenyum teringat dengan putranya yang akan selalu bersikap seperti itu ketika dia meminta penjelasan
"Bagiku balas dendam seperti ular, makanannya iyalah kebencian. semakin kau benci semakin kau memberi makan padanya dan semakin dendam itu terus membesar, ketika kau tidak mampu memberikan kebencian pada sang dendam. Maka dia akan melahapmu itulah gambaranku tentang balas dendam," ucap ibu Sophie mengakhiri penjelasannya.
sang Mage mengedipkan matanya cepat saat mendengar penjelasan ringan ibu sophie, 'aku pikir dia akan menceritakan tentang bagaimana dia membalas dendam, tapi ini juga sesuai dengan keinginanku." ucapnya dengan pelipis berkedut
__ADS_1
"apa penjelasan dariku kurang menyenangkan dirimu?" tanya ibu Sophie.
Mendapati hal tersebut Yudi gelengkan kepala, sambil tangannya bergoyang-goyang pertanda cukup, "aku sudah puas dengan jawaban yang kau berikan, terima kasih telah menyampaikan arti balas dendam dari sudut pandang dirimu. Dengan ini aku bisa mengatur kembali rencana milikku!"
Ibu sophie merasa ada kejanggalan dari kata-kata yang diucapkan oleh yudi, seakan kalimatnya itu terasa mengambang. "Apa kau menginginkan sesuatu yang lebih dari penjelasanku mengenai balas dendam?" tanya ibu Sophie lagi
kalimat tanya itu seperti sebuah kail yang diarahkan kepadanya, untuk mengeluarkan keganjilan di hati. Mengenai bagaimana caranya ibu sophie membalas dendam, "kalau kau memaksa, sebenarnya aku ingin mengetahui detil bagaimana caramu membalas dendam putramu itu?" tanya judi sambil berwajah ceria dengan tangan menggaruk belakang kepala kali ini.
wajah ibu sophie berubah, Yudi yang menangkap perubahan sikap ibu sophie saat mendengar apa yang diutarakan segera berdalih. "Wah kalau itu adalah sesuatu yang sulit untuk diungkapkan, aku tidak masalah kalau begitu aku pergi dulu ya!" setelah mengucapkan kalimat itu Yudi segera bangkit dari tempatnya dan melangkah untuk kembali ke tempat tidur.
Namun sebuah kalimat menghentikan aksinya, "tunggu sebentar! Jadi kau ingin tahu bagaimana aku membalaskan dendam putraku pada para pembunuh itu?" tanya ibu sophie dengan nada dingin.
meskipun hati nuraninya mengutuk apa yang dia sudah lakukan, namun itu tidak membuatnya menghentikannya untuk mengetahui bagaimana cara ibu sophie membalas dendam.
"Iya itu benar!" jawab yudi tak kalah dingin.
"kenapa kau ingin tahu sekali? apa menurutmu dengan mendengar apa yang sudah kulakukan akan memberimu sesuatu ide tentang cara membunuh lainnya?"
Yudi merasa pembicaraan ini akan memburuk jika diteruskan, dia merasa bersalah karena sudah pembuat ibu sophie, yang hendak menghilangkan ingatan tentang balas dendam malah kembali mengungkitnya.
"Ya begitulah, tapi aku pikir itu tidak perlu aku akan memilih jalanku sendiri. aku-"
"Kau akan berusaha untuk memilih jalur balas dendam yang baik, yaitu dengan cara menyadarkan mereka yang sudah melakukan itu pada rakyat Goobu! Hal seperti itu tidak mungkin bisa kau temukan!" ucap ibu sophie memotong pembicaraan Yudi.
"Meskipun itu tidak ada, tapi aku akan berusaha menciptakannya, itu adalah janjiku." setelah itu yudi beranjak dari situ, tidak menghiraukan panggilan ibu sophie.
Terima kasih bagi yang udah Vote Like dan view serta Komen di cerita ini.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1