
Setelah malam itu semuanya tampak gembira, karena telah berhasil mengalahkan komplotan yang mencoba menyerang. Kini para pemberontak yang tersisa sedang jalan, bersama seorang Mage yang bahkan levelnya lebih rendah dari mereka.
"Mau dibawa kemana kami?" Tanya seorang pemberontak yang tidak tahu akan nasib mereka.
Dia sama sekali tidak mengerti tujuan dari mage di depannya, saat malam itu mereka mendapat makan dan tempat yang layak untuk beristirahat. Lalu saat pagi menjelang, sang Mage beserta 10 Goblin dipimpin oleh Goruru, yang telah membunuh Henka sang ketua mengajak mereka pergi.
"Aku hanya ingin tahu, apa kalian bisa menemukan tanaman Herbal bernama Ginseng Morbula dan Jahe Musculias?" Tanya Yudi sambil menghentikan langkah dan menatap mereka.
Rombongan itu juga berhenti dan memasang wajah terkejut, lalu orang yang bertanya tadi menjelaskan.
"Untuk apa kau mencari herbal yang biasa digunakan untuk penawar racun?"
Mata Yudi menyipit saat mendengar penjelasan itu, lalu segera dia memberi pertanyaan lain kepada orang terseut.
"Penawar Racun? Sepertinya kau cukup Familiar, bisa jelaskan apa itu? Dan sebutkan namamu karena tidak sopan, kalau tidak saling mengenalkan diri bukan."
Karena memang mereka sudah pasrah dan akan mati, jadi dengan malas dia memberitahunya.
"Baiklah namaku Ruwa, kenapa aku tahu. Itu karena kemarin mencuri dengar perbincangan dari Lagilu, ketua Henka dan juga si Tego. Aku tidak terlalu mendetail ketika mendengarnya, tapi intisari yang mereka katakan adalah pimpinan kami telah menyuruh untuk meracuni seorang gadis bangsawan dari kerajaan sebelah untuk diambil keuntungannya. Dan sebenarnya misi sampingan kami adalah mencari benda itu juga."
'Ini sih namanya Jackpot! Tapi tunggu dulu, kerajaan sebelah jangan-jangan-'
Saat bersyukur karena mereka memiliki misi sampingan untuk mencari obat Herbal itu, namun Yudi juga terkejut saat mendengar kalau gadis bangsawan kerajaan sebelah telah diracun. Segera dia bertanya untuk memastikan.
"Cepat katakan! Siapa gadis bangsawan yang telah diracun itu?"
Ruwa menggali ingatannya, dia sampai memunculkan urat kepala demi mendapatkan kembali informasi yang sangat rahasia itu. Lalu beberapa saat dia membuka mata dan menjelaskan.
"Kalau tidak salah itu adalah seorang Putri dari kerajaan Bayusetra! Kerajaan yang dihuni oleh Wangsa Kunti."
Wangsa Kunti dikenal karena memiliki bentuk tubuh selalu awet muda, hal itu terjadi karena mereka memiliki kemampuan untuk meracik tanaman Herbal agar awet muda. Disamping mereka mendapat berkah dari seorang Dewi yang menganugerahi mereka dengan usia panjang.
__ADS_1
Keahlian mereka selain keunikan tubuh mereka yang selalu awet muda, adalah menggunakan pedang yang ramping atau bisa dikenal dengan Rapier. Para anggota Wangsa Kunti baik laki-laki maupun perempuan, pasti memiliki kemahiran dalam menggnkan sejata itu. Dan mereka menamai sendiri skill itu Dance of Rapier.
"Astaga! Pemimpin kalian Elchamio itu apa yang sebenarnya ada dikepalanya, sehingga bermaksud meracuni putri dari kerajaan sebelah!" Bentak Yudi.
Meskipun mendapat perlakuan seperti itu, mereka hanya menunduk pasrah karena sudah tidak peduli lagi. Jadi dengan malas Ruwa membalas.
"Aku juga tidak mengerti, tapi kurasa dia berusaha menekan Raja Wangsa Kunti!"
"Menekan? Memangnya kenapa?" Ucap suara yang baru.
Itu adalah Goruru yang dari tadi sibuk mengamati interaksi Yudi dan Ruwa. Setelah Topiknya menyangkut masalah kerajaan luar, dia akhirnya bergabung untuk mengetahui lebih jauh.
"Seperti yang kau tahu kerajaan itu berbatasan dengan pusat Guild kami, namun karena melewati tempatnya. Kami harus membayar bea cukai perjalanan sebesar 40 persen, dari keuntungan yang sudah kami peroleh. Itu sama saja mencuri dari pada disebut pajak."
Dengan informasi sekecil itu, Goruru sudah mengerti maksud tindakan yang diambil oleh Merchant Virgo Elchamio. Jadi dia mencoba untuk menjelaskan penilaiannya.
"Jadi begitu, pemimpi kalian bermaksud untuk menurunkan harga bea cukainya, menggunakan putri darinya sebagai jaminan. Kalau aku berada diposisinya sih, aku juga akan melakukan hal serupa." Goruru mengatakan itu dengan penuh yakin.
Mendengar pujian itu Goruru mendengus dan memalingkan wajah sambil bersedekap. Sementara Yudi yang mendengar kalau penjelasan Goruru itu benar, karena diakui oleh Rawu mencubit dagunya.
'Ini kesempatan emas, aku tidak boleh melewatkannya.'
"Dengar aku akan mengampuni nyawa kalian dan membiarkan kalian bergabung dengan kami. Tapi dengan satu catatan, kalian harus menemukan Herbal tersebut!"
Mendengar itu sontak para sandera bersorak sorai, karna mereka akan diampuni namun itu tidak berlaku bagi Rawu. Malahan dia membentak Yudi, saat teman-temannya senang mendengar perkataan Yudi.
"Apa kau gila, aku tidak mau ikut. Lebih baik kalian saja yang pergi!"
"Kenapa Ruwa?"
"Apa yang kau bicarakan! Ini kesempatan kita untuk bebas!"
__ADS_1
"Oi kalau mau mati, sendirian saja!"
Teman seperjuangan mengerubungi dirinya, mereka mencemooh keputusan Ruwa yang dinilai sebagai seorang pengecut. Segera Yudi bertanya padanya, tentang keenggenan dirinya untuk tidak itu.
"Memangnya kenapa, kau tidak mau mencari herbal iu?"
"Herbal itu memang disini, tapi untuk mendapatkan benda itu. Kau harus bisa membujuk seorang Buto, aku tidak mau menemui mereka!"
"Buto!"
"Kau bilang seorang Buto yang menjaganya!"
"Sialan! Kebebasan kita terhalang oleh Buto."
Sekejap wajah bahagia mereka berubah menjadi ratapan, ketika mendengar seekor Buto yang menjaga herbal tersebut. Yudi yang memang belum mengetahui apa itu buto, segera mencari tahu dari Ruwa.
"Makhluk yang baru kau sebutkan itu? Apa begitu kuat?"
"Apa kau bercanda!"
Kali ini Goruru yang menjawab, wajahnya juga sama seperti yang ditunjukan oleh para sandera. Bahkan lebih pucat dari pada mereka, yang lainnya bahkan sudah gemetaran hanya mendengarnya.
"Penasehat! Sebaiknya kita urungkan saja niatmu menemukan herbal itu, orang waras tidak mungkin mau menemui makhluk ini. Mereka bahkan lebih kuat dari Goblin Champion, yang merupakan kelas terkuat dari ras kami."
Yudi kini menggaruk belakang kepalanya, sebagai pemimpin sementara kelompok ini. Tentu dia harus mendengarkan nasehat dari bawahannya. Namun, dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memperbesar kemungkinan. Agar pembangunan desa Goobu berjalan cepat.
"Aku belum pernah mendengar tentang Ras ini, bisa beritahukan seperti apa mereka?"
Wajah mereka kian memucat saat sang Mage bertanya seperti itu dengan wajah santai, Goruru bahkan menutupi matanya dengan telapak tangan kanan. Karena kehabisan kata-kata, untuk membujuk pemimpin party sementara ini. Lalu Ruwa mencoba menjelaskannya.
"Mereka adalah Wangsa turunan dari Wangsa Ashura. Sebuah Wangsa yang dulu paling ditakuti karena kekuatan serta kecerdasannya. Kumohon padamu! untuk mempertimbangkan kembali niatmu yang ingin mencari herbal tersebut, karena taruhannya adalah nyawa."
__ADS_1
Mendengar penjelasan yang baru saja disampaikan Ruwa, terjadi keheningan untuk waktu yang panjang.