
sang pemimpin rombongan, samar-samar melihat ada sebuah panel biru di atas kepala Mage itu. Ketika dia mendekat lebih dekat, barulah dia dapat melihat dengan jelas.
<>
Hint tersebut sudah membuat dia menyadari, kalau sosok Mage tersebut bisa disebut sebagai perwakilan pemimpin di desa ini. Jadi segera dia turun dari kuda dan mendekati Yudi.
"Saya menghaturkan salam pada penasehat di wilayah ini. Perkenalkan namaku Ivar, utusan yang di kirim oleh Raja Rekatama penguasa dari kerajaan Agung Girisetra." ucapnya.
Sejenak terjadi keheningan saat Ivar mengatakan, kalau dia berasal dari kerajaan agung Girisetra. Itu karena kerajaan Girisetra adalah kerajaan agung di antara tujuh kerajaan agung di benua Jawadwipa.
Benua yang penuh kekacauan ini memiliki Tujuh kerajaan agung, seluruh orang di benua biasa menyebut [Pitu Mestika] yang menggambarkan kekuatan mereka dalam melawan Holocaust.
Mestika adalah sebuah tingkatan dari sebuah pusaka yang berada di tingkatan tertinggi. Sebuah mestika, mampu menghalau kekuatan asing yang mencoba mengusiknya.
Sama seperti ke tujuh kerajaan itu yang mampu menghalau serangan Holocaust yang setiap bulan menyerang. Mereka bertahan tidak hanya sepuluh atau dua puluh tahun, melain lebih dari tujuh generasi.
Dari sudut usia manusia, setiap generasi raja umumnya berkuasa selama rentang lima puluh sampai tujuh puluh tahun. Jika dihitung secara total, maka kerajaan itu mampu bertahan dari Holocaust selama tiga ratus lima puluh tahun.
Sebuah prestasi yang mencengangkan dan Pitu Mestika itu adalah Kerajaan Kutai, kerajaan Girisetra, kerajaan Bayusetra, Kerajaan Agnisetra, Kerajaan Sundaland, kerajaan Bali dan kerajaan Galuh.
"Girisetra, tunggu apa kau kenal dengan seorang bernama Tonu?" tanya Yudi sebagai tanggapan.
Ivar malah terkejut ketika Mage itu menyebutkan nama dari orang yang diutus oleh raja Rekatama, untuk mencari tanaman herbal Ginseng Morbula dan Jahe Musculias.
"Dari mana kau tahu, nama orang yang diutus oleh sang Raja?" tanya balik Ivar.
Ketika menerima pertanyaan balik Ivar, membuat Yudi tersenyum dan mengayunkan tangan. Pasukan yang berbaris sedikit melonggar, lalu dirinya maju kepada Ivar.
"Ah, kalau saja kau lebih awal menyampaikan maksudmu yang berasal dari kerajaan agung Girisetra. Tidak mungkin hal seperti ini terjadi, sebagai penasehat desa ini, aku meminta maaf atas ketidak sopanannya. Semoga kau bisa memaklumi." ucapnya hormat.
"Ahaha, tidak masalah. Malahan aku kagum akan bagaimana penduduk desa ini, mereka begitu hati hati dalam menanggapi orang asing yang mendekati wilayah ini." balas Ivar.
__ADS_1
"Aku anggap itu suatu pujian, silahkan masuk ke wilayah sederhana kami." Sambut Yudi mempersilahkan mereka masuk.
"Reka, aku ingin kau membawa rombongan kapten Ivar ke dalam barrak untuk beristirahat. Goruru dan Rawu tetap awasi sekitar. Sedangkan anda, harap ikuti saya." tambah Yudi.
Ivar mengikuti langkah Yudi yang menuntun dirinya, menuju tempat sang Raja Goobu berada. Tempat itu awalnya sederhana, terbuat dari papan dan atapnya jerami.
Tapi karena kehadiran para Tuyul dan Kunti tempat ini sudah berubah drastis. Papan yang menjadi dinding berganti dengan tumpukan batu. Lalu atapnya berubah, dari jerami menjadi lempengan tanah liat.
Di dalam aula sang Raja, Goblin Lord sedang menghibur anak anak dari berbagai wangsa dengan cerita yang dia miliki. Ini adalah kegiatan hariannya, karena semua sudah dalam kendali sang Penasehat.
Ketika dia melihat Penasehatnya datang dengan seorang dari kerajaan asing, dia berniat membuat cerita yang hampir mencapai klimaks dihadapan anak anak bersambung.
"Prabu Siliwangi, penguasa dari kerajaan Galuh mengeluarkan dua buah senjata pusaka miliknya. Dihadapan dirinya yang sedang murka, musuhnya bernama Argadana terkejut, karena sang Prabu telah mengeluarkan kedua pusaka wingit kerajaan Galuh." Goobu pun berhenti di situ yang mengundang anak anak di srkitarnya penasaran.
"Lalu apa yang terjadi?" ucap seorang anak daei Wangsa Wanara.
"Apa Argadana dikalahkan?" tanya anak dari Wangsa Buto.
"Bagaimana nasib rakyat setelah pertarungan berakhir?" tanya anak dari wangsa Manusia.
"Ahaha kelanjutan ceritanya akan kalian dengar besok lagi. Saat ini ada tamu yang harus kusambut."
"Yaaaahhhh~"
"Kenapa harus berakhir."
"Aku ingin mendengar akhir pertarungan itu."
"Raja Goobu selalu memutuskan cerita disaat yang bikin penasaran."
"Aku ingin mengetahui nasib Putra prabu yang melawan bawahan Argadana."
__ADS_1
Itulah komentar mereka yang kecewa, karena Raja Goobu memutuskan untuk mengakhiri cerita kali ini. Sedangkan Ivar dan Yudi merasa tidak enak, saat mendengar kekecewaan anak anak itu.
"Sepertinya dia begitu disukai oleh anak anak. Sebuah mitos mengatakan kalau kau begitu dicintai mereka maka akan berumur panjang." ucap Ivar sambil tersenyum, melihat interaksi Goobu dan anak dari berbagai wangsa.
Yudi tiba tiba sudah siap dengan notebook dan pensil di tangannya. Lalu memberi pertanyaan pada Ivar.
"Bisa kau ulangi apa yang baru kau ucapkan itu dan beritahu sumbernya dari mana?" ucapnya seraya bersiap menulis apa yang akan dijawab sang Kapten.
"Eh," respon Ivar ketika melihat sikap Yudi yang kini seperti para [Pelajar] yang hendak menjadikan dirinya sebagai narasumber.
"Apa yang mau kau lakukan dengan hal itu," tanya Ivar bingung.
"Aku adalah pelupa, karena itu tolong katakan kembali tentang mitos tersebut dan dari mana kau mendengar nya." ucap Yudi
"Yah baiklah kalau kau memaksa," jawab Ivar dengan sweatdrop.
Sepanjang dia berkata, pena Yudi terus bergerak untuk mencatat apa yang disampaikan Ivar.
"Aku dapat mitos itu dari para orang tua di kerajaan agung Girisetra. Karena itu ada sebuah acara khusus di kerajaan kami, yang diadakan tiap bulan ketujuh tanggal empat belas sistem Saka. Nama acara itu adalah Hari Anak kerajaan, di situ semua anak yang ada di kerajaan agung Girisetra akan mendapat hadiah dari Raja. Orang tua mereka juga memberi hadiah, sebagai bentuk kasih sayang pada anak anak itu." jelas Ivar.
Yudi menganggukan kepala, ketika mendengar semua informasi yang disampaikam Ivar.
"Sungguh acara yang bagus, hal ini patut untuk diadopsi. Aku akan mencoba membicarakannya nanti dengan Raja Goobu. Terima kasih sudah mau menjelaskan semua." ucap Yudi seraya menaruh kembali pena dan buku catatan miliknya di tas belakang.
Sementara mereka hanyut dengan obrolan, tentang acara yang diadakan untuk anak di kerajaan agung Girisetra. Para Dayang keraton sudah menuntun anak anak pergi dari tempat itu.
"Kemarilah, maaf membuat kalian menunggu. Anak anak itu selalu datang untuk mendengar cerita dariku." ucap Goobu.
Keduanya mendekat dan segera menghaturkan hormat, Ivar adalah orang pertama yang membalas ucapan yang dilontarkan oleh Raja Goobu.
"Hamba tidak merasa demikian, melihat seorang Raja begitu dicintai oleh anak anak. Membuat saya yakin kalau anda begitu dihormati rakyatmu." ucap Ivar.
__ADS_1
"Ahaha, analogi yang menarik. Apa yang mendasarimu berkata seperti itu?" tanya Goobu.
"Sebab tidak mungkin, para orang tua membenci sosok Raja yang begitu dikagumi oleh anak mereka." jawab Ivar.