
"Jadi kalian menentukan ketukan untuk setiap status?" tanya Yudi
"Itu benar, hal ini untuk memberitahu sang ketua siapa yang ingin menemuinya." jawab Gabo.
"Masuklah, aku sudah menunggumu Gabo," ucap Gabai dari dalam.
"Sekarang kita masuk!" ajak Gabo pada Yudi
Ketika pintu terbuka suasana di dalam ruangan penuh bau besi yang di tempa, beberapa baju besi tergantung di tempat penyangga.
Beberapa pedang yang sudah dimodifikasi, terletak bertumpuk di sebuah kotak. Perisai yang kemungkinan model yang di tempa Gabai terpajang di dinding.
Tapi hal yang menarik dari itu semua adalah sebuah baju besi besar, terbuat dari beberapa lempengan berwarna emas. Pajangan itu lengkap dengan kapak sebagai senjata dan helm untuk pelindung.
Lalu Gabai sedang mengerjakan sebuah kain berwarna merah, dengan tepian kuning seperti yang dikenakan Yudi. Namun yang membuat berbeda adalah efek berkilau yang dipancarkan baju itu.
Seperti baju itu memiliki aura tersendiri ketika Gabai si Tuyul sedang mengerjakannnya. Ketika Yudi sampai dihadapannya, Gabai segera tersenyum dan menghentikan aktivitasnya.
"Ah anda sudah datang kemari, silakan duduk dulu. Bagaimana kabarmu?" tanya Gabai.
Yudi segera menempati kursi yang ada di sekitar, ketika sudah nyaman dikursi Yudi meresepon pertanyaan Gabai.
"Kabarku baik dan puji dewi Sri, seluruh pekerjaanku lancar," ucapnya.
"Itu kabar yang bagus, semoga sang Dewi selalu mencurahkan kebaikan nya padamu." ucap Gabai.
Yudi mengangguk ketika mendengar doa yang dipanjatkan Gabai untuknya. "Terima kasih atas doanya, lalu apa semua pekerjaanmu juga lancar?" tanya Yudi.
"Ah kalau itu anda tidak perlu khawatir, semua berjalan lancar. Hal yang dibutuhkan untuk pasukan desa ini sudah selesai dibuat. Lihat! Rompi besar itu milik Raja Goobu, aku mendesainnya sendiri dan untuk Senopati kita. aku sudah mengirimnya ke ruangan senopati." ucap Gabai.
Yudi kini takjub dengan hasil buatan tangan Gabai, dia tidak menyangka kalau rompi perang ini adalah buatan tangannya sendiri untuk Goobu.
"Dilihat bagaimanapun itu sangat bagus, tapi apa yang Mulia Goobu bisa menggunakannya. Kau tahu level Raja Goobu rendah, bukankah Rompi tempaanmu itu pasti memiliki spesifikasi untuk mengenakannya? tanya Yudi.
"Sebaiknya anda indetifikasi sendiri saja Rompi itu, supaya bisa melihat keistimewaannya." ucap Gabai
Yudi bangkit dari kursi lalu mendekati rompi tersebut, untuk mengidentifikasi buatan tangan Gabai.
__ADS_1
[Ding!]
[Indetifikasi berhasil]
[Golden Armor for The Lord
Ditempa dengan bahan terbaik, menggunakan teknik rahasia penempaan para Tuyul. Baju ini kuat dan kokoh, dipersembahkan untuk Raja yang diakui oleh mereka. Tahan terhadap serangan misil dan sihir, pantas untuk disebut sebagai Armor yang serba guna.
Ketahanan : 270/270
Defense Attack : 450/450
Defense Magic :176
Defense Missile : 220
Atribut spesial
Life recovery 2%
Leadership 20%
Spesifikasi
Asalkan dia adalah seorang Lord dari suatu wilayah, maka level dan kelas pengguna diabaikan.]
Yudi tidak bisa menahan keterkejutan, saat melihat apa yang tertulis di papan window miliknya. Tentu saja, baju tersebut melebihi ekspetasi paling liar yang dia bayangkan.
"Aku pikir spesifikasinya adalah dapat digunakan untuk level rendah atau sebagainya. Tapi Item ini dikhususkan untuk pemegang sebuah gelar, selama pengguna memiliki gelar Lord suatu wilayah. Maka Rompi ini bisa digunakan. Bagaimana hal tersebut mungkin?" ucapnya.
"Ah hal itu bisa terjadi sebab teknik penempaan milik Wangsa kami." jawab Gabai
"Teknik penempaan wangsa kami berbeda dengan milik para Dwarf, Tuan Penasehat." sambung Gabo.
Yudi menoleh ke arahnya dan meminta penjelasan "apa yang membedakan?" ucapnya.
"Teknik para Dwarf memiliki keunikan seperti yang kau bayangkan, mereka mampu memberikan bonus penurunan level atau khusus level rendah. Lalu pengguna dari item atau armor itu bisa siapa saja. Nah Teknik penempaan milik kami para Tuyul, bersifat sebaliknya dimana mengabaikan level pegguna tapi mengkhususkan item dan Armor itu untuk kelas atau pemilik gelar tertentu." jawab Gabai
__ADS_1
Entah darimana Yudi sudah memegang pena dan notebook miliknya, sedang menuliskan apa yang baru disampaikan oleh ketua Tuyul Gabai.
Dia menghentikan tulisannya dan memegang dagu, lalu memberikan pertanyaan.
"Selain dari fakta yang baru kau sampaikan itu, apa ada hal lain yang membedakan kalian dengan wangsa Dwarf?" tanya Yudi.
"Hm itu agak sulit, sebab Wangsa kami selalu bersaing dengan mereka. Dulu sekali pada masa lampau kami pernah melayani seorang Raja terkenal." ucap Gabai.
Yudi tidak ketinggalan untuk menuliskan hal tersebut lalu mememberikan pertanyaan. "Raja siapa tepatnya?" ucapnya.
Gabai pun tidak keberatan memberitahu pada Tuan penasehatnya, "dulu kami pernah hidup rukun dibawah bendera kerajaan Singosari, yang di pimpin oleh Raja Ken Arok. Apa kau ingin aku menjelaskan juga, cerita kenapa kami terpecah?"
Yudi mengangguk untuk menanggapi, sedangkan tangannya bergetar karena gembira bisa mendapatkan pengetahuan baru. Kesenangan dirinya adalah mengumpulkan informasi, meskipun kelemahan dirinya adalah mudah sekali lupa akan sesuatu.
"Baiklah, saat itu sang Raja Ken Arok sedang bertapa Brata demi mendapatkan wangsit dari dewata, tujuan dari tapa brata itu supaya dewata memberikan petunjuk tentang pusaka keraton kerajaan yang dibangun oleh Raja Ken Arok." jeda Gabai lalu mengambil napas.
"Sebenarnya, Raja Ken Arok mendapatkan kerajaan itu dari hasil kudeta. Aku sedikit lupa sih, tapi itulah yang dikatakan oleh seluruh leluhurku." ucap Gabai
"Setelah patang puluh dino lan wengi terlampaui, datanglah sebuah cahaya merah pijar ke tempat Raja Ken Arok bertapa brata. Semua orang yang menyaksikan peristiwa itu terkejut bukan main, mereka khawatir akan keselamatan Raja Ken Arok." jelasnya.
"Ketika semua orang berkumpul di tempat Raja bertapa Brata bernama Alas Wingit, mereka takjub karena bola merah berpijar itu kini mengambang di depan Raja Ken Arok bertapa brata." tuturnya.
Yudi terus menulis kronologi dari apa yang di sampaikan oleh Gabai.
"Saat Raja Ken Arok membuka mata, sekelebat dia loncat dari posisinya, dengan gagah berani menghiraukan benda merah itu yang mungkin mengandung bahaya sebab memancarka hawa panas." jelas Gabai
"Dia meraih bola merah pijar itu dengan tangannya, semua orang kaget dan hendak memperingati. Namun mereka kembali dibuat tercengang, sebab bola merah berpijar itu berubah menjadi sebuah bijih besi." ucapnya.
Sampai sini Yudi mengangkat tangan karena penasaran. "Apakah itu bijih besi pemberian dari dewata atas tapa brata yang dia lakukan?" ucapnya
Gabai mengangguk dan menjelaskan, "itu benar sekali, bijih besi tersebut merupakan bahan spesial yang tingkat kelangkaannya berada di level Platinum."
Yudi melebarkan mata ketika mendengar tingkat kelangkaan, dari item yang di dapat oleh Raja Ken Arok atas tapa brata yang dilakukannya.
Itu karena kelangkaan tingkat Platinum, mengartikan kalau benda itu merupakan sesuatu yang tidak ada duanya di dunia fana ini.
Pusaka yang dibuat dengan tingkat kelangkaan Platinum, pantas menyandang gelar Mustikaning Jagat Buana. Yang mana akan selalu menjadi rebutan semua orang.
__ADS_1
maaf ya jika aku gak update rutin seperti biasanya, kemungkinan updatenya kayak puasa daud selang seling. semoga kalian bisa memaklumi karena kehidupan nyataku lagi padet.