
Hari itu burung-burung tidak berkicau. Angin sejuk berubah menjadi dingin dan suasana mencekam, langit yang biasanya biru cerah menyejukkan setiap mata yang memandang berubah menjadi abu-abu gelap.
semua makhluk di dunia sudah mempersenjatai diri mereka masing-masing, untuk kedatangan monster-monster yang telah ditentukan waktunya oleh dunia.
Para pasukan dari desa Amarta yang dipimpin oleh Goobu sedang melakukan pengawasan. sesuai dengan perintah yang diberikan oleh penasehat desa yaitu Yudi, tugas mereka untuk memberi kabar pada pasukan yang lain mengenai makhluk-makhluk itu.
Lokasi desa Amarta sendiri tersembunyi di sebuah hutan yang dikenal dengan keangkerannya yaitu Alas Pati. Namun itu tidak menghalangi makhluk-makhluk tersebut, untuk mendatangi setiap pemukiman yang ada tanda-tanda kehidupan.
Lalu mereka melihat semak-semak mulai bergoyang. Tatapan mata mereka menajam dan perlahan dari semak-semak itu, muncul sosok makhluk yang menjadi momok menakutkan di dunia ini.
Para zombie skeleton dengan pedang karatan dan perisai sederhana, mereka maju satu persatu berbaris. mereka nampak menyedihkan dan juga lemah, tapi jumlah mereka lah yang menjadi masalah.
"Undead yang akan menyerang tempat kita adalah para skeleton knight, segera sampaikan ini pada raja Goobu dan juga penasehat desa!" ucap salah satu pengintai.
saat ucapan itu disampaikan, salah satu dari mereka bergegas untuk menuju ke desa Amarta. Demi menyampaikan kabar itu, pada sang raja dan penasehat desa.
__ADS_1
Di tempat lain, tepatnya di desa Amarta yang dibangun oleh raja Goblin dan penasehat nya yang seorang manusia. Sedang menunggu kabar dari para pengintai mereka.
"Tuan penasehat! Apa prediksimu mengenai musuh pertama kali desa kita?" tanya sang Raja.
"Yang mulia! Aku masih belum memiliki gambaran, tetapi karena desa kita masih kecil kemungkinan musuh yang akan menyerang tempat ini masih memiliki level rendah. namun itu tidak menjadi jaminan, mengingat kabar yang disampaikan oleh bangsa Kunti. kalau mereka pada kalabendu sebelumnya diserang oleh monster setinggi 5 sampai 6 meter, benar' bukan?"
"Apa yang kau sampaikan itu benar Tuan penasehat desa, kami diserang oleh monster raksasa. karena itulah kami kehilangan tempat tinggal dan sekarang menetap di sini," jawab ketua Kunti.
Sang raja Goblin sekaligus pemimpin desa Amarta termenung, saat mendengar jawaban dan prediksi dari penasehatnya.
Tapi Yang mulia tidak usah khawatir! Disini kami akan berjuang untuk mempertahankan rumah yang telah kita bangun bersama, benar bukan!" ucap sang ketua tuyul
"Kita pasti bisa bertahan dari kalabendu ini!"
"Hidup desa Amarta! Hidup Yang mulia Goobu!"
__ADS_1
Teriakan teriakan penuh semangat itu membuat sang raja Goblin senang. Hal itu mengingatkan dia pada rakyatnya dulu, yang telah tiada karena dibantai oleh pedagang budak.
Didorong oleh rasa haru karena bisa mengingat kembali wajah-wajah rakyatnya, semangat yang dimiliki oleh raja Goblin sekaligus pemimpin desa Amarta itu kian meluap.
"Kita pasti bisa bertahan dari kalabendu ini, Hai para rakyatku! mari kita lindungi bersama rumah kita!"
"Yah, hidup yang mulia!"
Saat sorak sorai itu menggema, sang pengintai yang diutus oleh teman-temannya telah tiba dan langsung menyampaikan pesannya.
"Hormat kepada Yang mulia dan Tuan penasehat!"
"Sampaikan kabar yang kau punya," ucap Yudi.
"Baik, hasil dari pengamatan kami. Monster yang akan menyerang desa kita adalah para sekeleton knight, dari levelnya mereka berada di kisaran 5-15 namun-"
__ADS_1
"Jumlah mereka yang sangat banyak, jadi masalahnya bukan!" tambah Rawu sang ketua manusia.
Jawaban itu membuat semuanya terdiam.