Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Chapter 26


__ADS_3

"Kenapa kau bersikap seperti itu?" tanya Goruru


Yudi yang menerima pertanyaan tersebut, melirik dan berkata. "Aku hanya ingin memberikan sesuatu yang tidak bisa ku dapatkan." Mendengar perkataan itu, Goruru tidak melanjutkan pertanyaan. Dia cukup mengerti akan apa yang dimaksud oleh wakil penasehat rajanya itu.


"Tidak kusangka kalau rakyat kami mempercayai orang yang benar, raja kami benar-benar memilih orang yang tepat." Ucap Goruru.


"Apa kau masih meragukanku, Goruru?" Tanya Yudi


Sambil mengangkat bahu dan bersedekapkan tangan, Goruru menanggapi pernyataan Yudi. "aku tidak meragukanmu justru aku senang, kau menjadi wakil penasehat raja!"


sambil tersenyum Yudi menanggapi, "kalau begitu terima kasih!" mereka melanjutkan perjalanan ke rumah ibu sophie, seiring mendekat langkah mereka melambat. Namun Jantung Yudi berdegup makin kencang.


'Aku benar-benar punya firasat buruk sekarang!' Batin yudi.


Belum sampai beberapa saat, hal yang dikhawatirkan pun tiba. Pintu rumah yang menjadi tujuan mereka tiba-tiba terbuka dengan keras dan menampilkan sosok dengan pakaian serba ungu, juga tongkat sihir yang di atasnya terdapat batu berwarna ungu. Sosok itu kini diselimuti aura hitam pekat.


'Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi melihat hal ini aku rasa ini benar-benar buruk!' batin Goruru.


"Apa kau mempunyai masalah besar dengan wanita ini?" tanya Goruru dengan takut.


"Sebenarnya tidak terlalu, hanya saja saat aku pergi tidak meminta izin padanya."


'Sekarang aku akan mati!' batin Yudi.


"Memang apa hubunganmu dengan dirinya?" tanya kembali Goruru


"Dia sudah seperti ibu bagiku, walau tidak terlalu lama sih."


"Wah bagus! sekarang aku mengerti kenapa dia tampak mara." Respon Goruru.


"Jadi akhirnya, kau sudah kembali Yudi?"

__ADS_1


kedua orang berbeda ras itu merasakan bulu kuduk berdiri, saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut ibu Sophie.


"iya aku pulang, ibu!" jawab Yudi sambil keringat menetes di pelipisnya.


Goruru yang melihatnya hanya terpaku tidak ingin terlibat masalah, antara anak dan ibu karena dia tahu bagaimana konsekuensinya. Pergi tanpa seijin ibu, apalagi dia benar-benar merasakan kalau ibu Sophie sangat berbahaya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya ibu Sophie khawatir, mendadak kedua orang yang tadi ketakutan menjadi hening.


'Eh! Apa dia tidak marah denganku,' batin yudi


"Kenapa wajahmu seakan takut dimarahi olehku?" tanya Ibu Sophie yang melihat raut ketakutan di wajah dua orang di depannya.


"Iya aku pikir, kau akan marah karena aku tidak meminta izin sebelumnya!" jelas Yudi mengingat kalo dia pergi tanpa meminta izin.


"Oh kalau itu tidak usah dipikirkan, lagipula kamu sudah menjelaskan detailnya di dalam surat yang kamu titipkan. Jadi itu sudah cukup bagiku!" Ketika mendengar pernyataan tersebut dada Yudi terasa sesak.


Dia paham bahwa wanita di depannya ini khawatir, namun dia berusaha untuk tidak mengungkapkannya. Sebab tahu diri kalau Yudi bukanlah anaknya.


Hal itu membuat ibu sophie membeku lalu perlahan mulutnya bergerak, "dasar anak bodoh! Kenapa kau tidak menemuiku, aku begitu khawatir." Ucap ibu Sophie seraya menghampiri Yudi dan memeluknya erat.


"Aku tahu! Aku bukan ibumu, tapi Apakah tidak apa-apa kalau aku memiliki kekhawatiran berlebih padamu!" ucap ibu sophie.


Orang yang dipeluk hanya menganggukkan kepala, pertanda kalau dia menyetujui apa yang sudah diucapkan Ibu Sophie.


'Syukurlah tidak ada hal yang mengerikan terjadi, sepertinya kau selalu beruntung berada di manapun. Aku harap hal itu akan terus terjadi!' batin Goruru


"Kali ini siapa lagi yang kau bawa?" tanya ibu Sophie sambil melepaskan pelukan dan melihat ke arah Goruru. Alasan Dia berkata seperti itu, karena Goblin yang dilihatnya kali ini sedikit berbeda dengan Goblin yang bersama Yudi sebelumnya.


Perbedaan itu jelas karena Goobu adalah Hobgoblin dan Goruru adalah Goblin. Ukuran tubuh mereka jelas jauh berbeda.


"Oh dia adalah Goruru salah satu bawahan Goblin yang kubawa sebelumnya," jawab Yudi.

__ADS_1


Mendengar penjelasan itu, Ibu Sophie anggukan kepala lalu berkata pada Goruru. "Terima kasih karena sudah menjaga anakku dengan baik," mendapat pernyataan seperti itu Goruru malah menggaruk kepala.


Dia sama sekali tidak tahu harus merespon apa, 'padahal yang menyelamatkan kami adalah dia, tapi ya sudahlah. Batin Goruru.


"Wah sama-sama, Aku juga senang melihatmu ibu Sophie!" ucap Goruru ramah.


Setelah itu ibu Sophie menyiapkan makanan dan mereka duduk bersama, untuk memakan hidangan yang disajikan ibu sophie. Yudi memulai cerita petualangan-petualangan yang dilakukan oleh dirinya dan juga para Goblin.


"Pada akhirnya, kami harus bekerja sama untuk mengalahkan para bandit itu. Walau banyak jatuh korban juga sih, tapi pengorbanan mereka tidak sia-sia." Ucap yudi dengan penuh semangat menceritakan kisah yang telah terjadi, saat berada di desa goblin untuk melawan para bandit yang diutus oleh Guild perdagangan budak.


"Wah ceritamu sangat menarik, aku ingin mendengar lebih banyak. Kira-kira kapan Goobu akan kemari?" tanya antusias ibu sophie.


melihat mereka berdua yang bercerita dengan sangat baik, membuat sesuatu di hati Goruru menghangat. 'Sekarang aku mengerti, kenapa tuanku sangat respek padanya. Kepandaiannya dalam membuat cerita dengan baik, membuat orang-orang terkesima meski memang dia sedikit bodoh sih. Tapi aku akui kalau dia memiliki sesuatu, untuk menarik orang disekitarnya.' batinku Goruru dengan senyum.


Saat Goruru termenung dalam pemikirannya, tiba-tiba ibu Sophie bertanya kepadanya, "Apa yang kau pikirkan?" tanya ibu Sophie.


Goruru yang mendapat pertanyaan itu tersentak lalu dia menjawab, "aku sedang memikirkan tentang anak-anak yang ada di desaku, Mereka senang sekali Jika Yudi bercerita!" Ucapan itu membuat pelipis Yudi berkedut, pasalnya hal tersebut tidak pernah terjadi dalam hal ini Goruru telah berbohong.


"Wah, apakah kau juga disana menceritakan hal-hal lucu," sembur ibu Sophie dengan semangat. Wajahnya begitu ceria dan matanya begitu berbinar.


'Goruru! Apakah kau mencoba untuk membalas dendam kepada ku.' batin Yudi.


"Kami juga bicara banyak tentang Raja Goblin yang kemarin datang kemari," ucap Yudi tiba-tiba.


Sang Mage tersenyum dan Goruru tidak mengetahui, apa yang sedang di rencanakan Yudi. Namun dia memiliki firasat buruk tentang ini, "tapi ada satu orang Goblin yang setiap hari menceritakan tentang raja itu, bahkan anak-anak sangat mengagumi sang raja Goblin yang kemarin ke sini. Itu berkat Goblin tersebut aku harus belajar banyak dengan dia soal bercerita, karena mampu membuat anak-anak begitu terpesona dengan sosok yang dia ceritakan."


Kali ini Goruru benar-benar kehabisan kata-kata, sebab niat awalnya untuk menjebak Yudi. Malah menjadi dirinya yang dijebak, 'kenapa tiba-tiba aku yang di pojokan?'batin Goruru kesal.


"Berarti Goblin tersebut sangat hebat dalam bercerita, kau harus lebih mempelajari cara berceritamu agar bisa seperti dia. Siapa tahu di masa depan, kau akan menjadi seorang Bard dari pada seorang Mage,"ucap ibu Sophie dengan antusias.


"Menjadi seorang bard! Aku tidak suka karena aku sudah menetapkan untuk berada di jalur seorang mage, Ibu Sophie!" jawab Yudi dengan semangat lagi.

__ADS_1


Hai teman-teman! maaf ya beberapa hari ini Author nggak pernah update cerita, itu karena urusan real life benar-benar padat. Tapi mulai sekarang dan seterusnya, saya bertekad akan berusaha up setiap hari lagi. Semoga kalian tetap setia ya dengan cerita-cerita author, terima kasih jangan lupa Like, Vote dan Share cerita ini jika kalian merasa bagus sebagai bentuk dukungan untuk Author terima kasih!Karena beberapa hal, author upload ulang supaya tiap chapternya jadi 1000 word enjoy bacanya ya.🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2