Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
kebenaran baru 3


__ADS_3

"Apa kau mencoba mengetahui makna dari Ayat suci tersebut, Tuan Penasehat?" Tanya Shadow.


"Iya, itu benar!" jawab Yudi.


"Aku hanya mengetahui sedikit maknanya dari seseorang. Dia menjelaskan seperti ini. Pangkal ada adalah ketiadaan, pangkal ucapan adalah diam dan pangkal Wujud adalah ketidak wujudan. Ini adalah makna dasar dari ayat tersebut, karena jika dijabarkan lebih luas akan memakan banyak waktu. Sebab Ayat tersebut mewakili proses penciptaan awal alam semesta oleh Sang Taya." balas Shadow.


Yudi mencerna ucapan yang disampaikan Mage tersebut, secara mengejutkan dia memahami maknanya.


"Sekarang, aku sedikit memahami maksud dari ayat tersebut. Tapi siapa pula Sang Taya itu?" Tanya Yudi.


"Ah soal itu, aku tidak dapat menjelaskan. Karena diriku tidak mengetahui sama sekali." Balas Shadow


Yudi mengangguk dan berkata, "baiklah, terus cerita tentang monster tingkat Perak yang memporak-porandakan kerajaan Girisetra yang telah menolong kita itu bagaimana? Sebelumnya, Kapten Ivar mencoba menjelaskannya padaku tapi wakilnya menahan Kapten Ivar untuk tidak memberikan informasi tersebut. Apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi." Tanya Yudi.


Shadow sweatdrop saat mendengar pengakuan dari Penasehat desa tersebut. Dia juga tidak menyangka kalau Kapten Ivar hampir keceplosan membocorkan informasi itu.


'Apakah kapten Ivar tidak diberi Tanda agar informasi itu tidak bocor?' batin Shadow.


"Halo Shadow! Kenapa dari tadi diam, tolong jelaskan dengan rinci apa yang sebenarnya terjadi saat monster tingkat Perak itu menyerang Kerajaan Girisetra?" Tanya Yudi.


"Ah sebenarnya, cerita itu sedikit tabu. Karena itu, para penduduk kerajaan Girisetra mencoba untuk melupakan apa yang pernah terjadi pada kerajaan mereka." Ucap Shadow sedikit terkesiap.

__ADS_1


'Semoga Tuan Penasehat puas dengan jawaban yang kuberikan,' batin Shadow.


Ketika mendengar jawaban Shadow itu, Yudi kini mengerti kenapa wakilnya mencoba untuk menghentikan kapten Ivar saat hendak membocorkan informasi tersebut.


"Aku sedikit paham sekarang, tapi yang aku ingin tahu adalah nama monster tingkat Perak itu? Apa kau pernah mengetahui atau mendengar dari para penduduk kerajaan Girisetra?" Tanya Yudi.


Kali ini Shadow terdiam karena mendapat pertanyaan seperti itu. Dia tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan itu dari penasehat desa.


"Soal itu-"


"Soal itu biar aku saja yang menerangkannya anak muda!" Ucap suara yang begitu familiar di telinga Yudi.


Saat menengok ke arah sumber suara. Dua ekspresi berbeda tercipta dari dua orang tersebut. Yudi menyambut dengan senang sosok tersebut.


"Ki Semar!"


"Yang Muli-"


"Ah apa kita pernah bertemu, pemuda dengan topeng di wajahnya." Potong sosok bertubuh bulat dengan kulit hitam tersebut.


Shadow kehilangan kata-kata saat mendapatkan balasan itu dari sosok tersebut. Sosok yang muncul tiba-tiba itu adalah Ki Semar Badranaya.

__ADS_1


"Ah kita belum Pernah bertemu, tapi kabar burung tentang dirimu begitu masyur. Karena itu, aku begitu senang sebab bisa bertemu langsung dengan dirimu. Tuan Semarasanta!" Ucap Shadow


"Woah kau mengenal dia juga, shadow?" Tanya Yudi.


'Semoga dia tidak marah karena sikapku tadi,' batin Shadow dengan keringat mengalir. Mengabaikan sepenuhnya pertanyaan Yudi.


"Kau sedang di tanya oleh Tuanmu, apa begitu sikapmu terhadap orang yang kau layani!" Tegur ki Semar tiba-tiba.


"Maaf aku melamun, memang apa yang kau tanyakan. Tuan Penasehat?" Balas Shadow.


"Aku tanya apa kau mengenal Ki Semar juga?" Ucap Yudi mengulang pertanyaan.


"Itu, aku mengetahui dari beberapa orang bijak yang kutemui. Jika tidak ada keperluan, aku mohon pamit undur diri!" Ucap Shadow dengan gelagat buru-buru.


Saat sosok itu hendak pergi mencari aman. Tubuhnya mendadak tidak bisa di gerakan.


Apa yang terjadi? batin Shadow.


"Kenapa buru-buru aku baru saja sampai, tidak sopan kalau ada seseorang dan kau lantas pergi, bukan?" Ucap Ki Semar sambil tersenyum.


Saat mendengar ucapan itu, Shadow dipenuhi ketakutan dan semua bulu kuduknya berdiri.

__ADS_1


'Jagat Dewa Batara! Lindungilah hambamu dari Murka Ki Semar!' Batinnya memelas.


Aku ucapkan banyak terima kasih bagi kalian yang setia mengikuti cerita ini dan memberikan dukungannya.


__ADS_2