Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Kebenaran baru 2


__ADS_3

Shadow tiba-tiba melantunkan sebuah syair dalam bahasa yang tidak diketahui Yudi.


"Sasurune ana cahya


Misih awang uwung jagat durung dadi,


Ana swara kapyarsa,


Kaya gentha kekeleng dumeling,


Lah ta sapa iku kang nyuwara,


Lah ta sapa kang ngrungu kuwe,


Lan sapa kang asung wruh,


Lan kang ngingsep angrasa sami,


Apa ingkang mangkana,


Tan ingaran iku

__ADS_1


Padha mangeran kumandhang,


Nadyan mangran kumandhang ana kang kardi."


Setelah Shadow melantunkan syair itu terjadi keheningan, semilir angin membelai lembut ke arah mereka. Yudi terpesona dengan keindahan suara yang digunakan Shadow ketika melantunkannya.


Tidak pernah sekalipun Mage itu mendengar bait seperti yang baru saja dilantunkan oleh Shadow. Ditambah dia tidak mengerti satupun kata yang baru dilantunkan.


"Apa makna dari syair yang baru kau lantunkan?" Tanya Yudi.


"Ini bukanlah Syair, Tuan Penasehat! Yang baru saja aku lantunkan adalah Ayat suci yang terdapat dalam kitab suci bernama Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwatin Diyu yang di karang oleh Sang Hyang Panayikan atas perintah Dewa Agung Penguasa Tribuana yang bertahta di Istana Suralaya atau Yang lebih di kenal dengan kahyangan Jonggring salaka." Jawab Shadow.


"Heh! Kitab Suci? Apa itu sungguh ada, aku pikir hal seperti itu tidak ada?" Tanya Yudi


"Lalu kemana kitab itu sekarang?" Tanya Yudi


"Seperti yang ada tahu 500 Tahun lalu terjadi peristiwa besar yang menggemparkan Benua Jawadwipa. Kejadian itu terjadi pada tahun 786 Saka. Detail tanggal dan bulannya hamba kurang tahu? Yang jelas pada saat itu banyak Serat dan kitab penting hancur karena terbakar dan tertimbun tanah. Salah satunya adalah Kitab Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwatin Diyu yang di tulis oleh Sang Hyang Panayikan sebagai pedoman hidup dari Dewa Agung." Balas Shadow.


"Lalu nama dari peristiwa itu?" Tanya Yudi lagi.


"Para Leluhur menyebutnya Pagebluk Agung, karena banyak sekali penyakit dan juga bencana terjadi pada masa itu. Bahkan Wangsa Kunti yang saat itu berada pada masa kejayaannya, dengan kerajaan mereka yang bernama Malayakusuma hancur total. Ditambah saat itu, muncul pula Monster tingkat [Perak] yang memporak-porandakan kerajaan Girisetra." Jawab Shadow.

__ADS_1


Yudi termenung ketika mendengar penjelasan Shadow dan tidak lupa mencatatnya. Lalu diapun berkata lagi.


"Baiklah, mari kesampingkan dulu masalah kemunculan monster tingkat [Perak] yang sudah menghancurkan kerajaan Girisetra seperti yang kau katakan. Sekarang beritahukan padaku arti dari Ayat suci yang telah kau lantunkan?" Ucap Yudi.


Shadow mengangguk saat Penasehat Desa mengucapkan permintaannya.


"Arti dari Ayat yang telah ku lantunkan adalah sebagai berikut.


Sebelum ada cahaya, ketika masih kosong dan semesta ini belum menjadi, ada terdengar suara. Seperti bunyi Genta Kekeleng mendenging. Siapakah itu yang mengeluarkan suara? Siapa pula yang mendengarkannya? Juga siapakah yang memberitahu? Juga siapa yang menghisap-hisap dan merasakan semuanya? Apakah yang sedemikian itu tidak memiliki sebutan? Akhirnya semua menuhankan gema suara. Walau yang menuhankan gema sesungguhnya ada sendiri yang menciptakan."


Setelah mendengar dan mencatat arti dari Ayat suci tersebut. Yudi mencoba mencerna apa yang baru di dengar dan ditulis olehnya. Meski beberapa waktu berlalu, namun dia masih tidak dapat memahami apa yang coba di diterangkan oleh Ayat tersebut.


"Aku tidak paham dengan maksud dari Ayat suci tersebut? Apa yang sebenarnya terjadi?" Batinnya


Tiba-tiba muncul korsur kotak biru berisi informasi.


Ding!


[Anda gagal mengetahui maksud dari Ayat suci yang sedang di baca, hal itu terjadi karena tingkat [Reading] dan [Learning] belum memadai.]


Ding!

__ADS_1


[Dibutuhkan Skill Reading dan Learning tingkat Beginner 5 untuk memahami Ayat suci tersebut.]


"Sekarang aku paham kenapa tidak mampu memahaminya," gumam Yudi setelah mendapat dua informasi tersebut.


__ADS_2