
Yudi terkejut saat mendengar pernyataan Buto Cakil barusan, dia langsung bertanya lebih lanjut. "Kenapa kau ingin bergabung dengan kami?"
Buto Ckail menganggukan kepala saat mendengar pertanyaan Yudi, "Itu karena saat ini kami sedang kesulitan dalam mencari makanan! Saat aku melihat kalau begitu mudah bagimu memberi makanan, aku menawarkan tenaga untuk membantumu dalam membangun desa Goblin dan juga sebagai pasukan."
"Lalu aku akan bertanggung jawab terhadap Sandang dan Pangan untuk Ras kalian!" Tegas Yudi menebak apa yang hendak diucapkan Buto Cakil.
Sekali lagi sang buto menganggukkan kepala pertanda tebakan itu benar, Yudi lalu memegang Dagunya dan mulai memikirkan solusi dari ini. Matanya kemudian melirik pada Goruru yang masih belum mengeluarkan pendapatnya.
'Dia kadang memliki ide yang bagus, sebaiknya kuserahkan ini padanya.' Batin Yudi
"Aku hanyalah seorang penasehat! Jika dari sisiku ada banyak keuntungan menerimamu dalam aliansi desa kami. Namun, itu juga memerlukan persetujuan dari Komandan pasukan kami. Orang itu adalah Goblin ini." Ucap Yudi sambil tangannya menunjuk ke arah Goruru.
Mendapati dirinya ditunjuk sebagai penentu dari situasi ini, Goruru melebarkan mata. Belum sempat dia mengumpat Yudi melanjutkan.
"Karena itu, apa keputusan yang diambil olehnya. Akan mewakili keputusan Pemimpin desa kami!" Tambahnya dengan wajah yakin.
Buto Cakil dan pasukannya kini menatap serempak Goruru yang dijadikan penentu, untuk menerima atau tidak para buto ke dalam desa para Goblin.
'Kenapa tiba-tiba aku dijadikan pengambil keputusan dari keadaan ini.' Batin Goruru.
Dengan keringat di pelipisnya Goruru mulai memikirkan kata yang tepat, untuk menjawab permintaan Buto Cakil dan pembantunya. "Aku sangat senang dengan permintaanmu yang ingin bergabung, dalam pembangunan desa dan memperkuat pasukan kami itu sangat membantu." Ucapnya.
"Namun masalah kami saat ini adalah makanan juga, di tempat ini kami hanya mengandalkan makanan dari umbi-umbian. Jika kalian tidak masalah dengan itu, maka aku bersedia menerima kalian. Jika kalian juga memiliki hasil Rampasan selama Holocaust yang lalu, sebaiknya serahkan untuk kami jual dan kami belikan tambahan stok makanan. Bagaimana menurut mu?" Jelas Goruru panjang lebar.
Mendengar apa yang disampaikan Goruru, para Buto menganggukan kepala dan segera Buto cakil memberi keputusannya. "Serahkan seluruh rampasan kita, mulai sekarang kita akan menjadi bagian dari desa yang dibangun oleh para Goblin!"
"Baiklah!" Jawab salah seorang Buto.
Segera setelah itu para Buto masuk ke dalam gua dan mengambil perlengkapan mereka, serta hasil jarahan selama Holocaust yang lalu. ketika kembali di bibir gua buto Cakil menyerahkan rampasan itu pada Goruru dan Yudi.
__ADS_1
"Ini semua adalah rampasan yang kami dapat selama Holocaust kemarin," ucap Buto cakil.
Kebanyakan benda-benda yang diserahkan, berupa bijih besi dan juga beberapa pedang yang memiliki bentuk yang buruk. Para holocaust terbilang lemah secara individu, yang membuat mereka sangat kuat adalah jumlah mereka yang bagai tidak ada batasnya.
Setelah memasukan semuanya ke dalam cincin Parsial, Yudi menatap kembali Goruru dan menganggukan kepala.
"Baiklah aku menerima kalian sebagai bagian dari kami. Gora bawa 4 goblin dan tuntun mereka ke desa kita. Sampaikan pada Raja Goobu kalau mereka telah diterima sebagai bagian dari Desa atas persetujuan Penasehat raja!" Ucap Goruru.
Yudi menyerahkan liontin merah yang dibelinya pada Gora dan berkata, "benda ini sebagai jaminannya."
"Hamba mengerti! Pemimpin Buto dan yang lainnya mohon ikuti kami!" Ucapnya.
Buto Cakil menganggukan kepala lalu menatap Goruru dan Yudi bergantian. "Aku berterima kasih karena mengijinkan kami bergabung dengan kalian, mohon kerja samanya." Sambil menawarkan jabat tangan.
Yudi segera menyambutnya dan berkata sambil tersenyum. "Semoga kita bisa saling membantu dan bekerja sama."
"Baiklah waktunya melanjutkan perjalanan." Ucap Yudi bersemangat.
Namun sebuah tangan menarik kuat kerah belakang bajunya sehingga dia tersedak, dengan sewot dia membalikan kepala untuk melihat siapa pelakunya. Kali ini wajah sewot itu berubah kaku, karena Goruru kali ini menatapnya tajam dengan napas mendengus.
"Eh apa aku berbuat salah, Goruru!" Ucapnya panik.
Kedutan muncul di dahi Goruru saat mendengar ucapan itu. "Bisa-bisanya kau berkata seperti itu, setelah menjadikanku penentu dari situasi tadi!" Ucapnya sembari berusaha menghantam tinjunya pada wajah Yudi.
Dengan sigap sang mage menghindarinya, "Oi apa yang katakan, aku menyerahkannya padamu karena kelak kau yang akan memimpin mereka."
Goruru menghentikan kepalan tangannya saat mendengar jawaban tidak terduga itu. "Apa maksudmu dengan ‘kau yang akan memimpin mereka’, apa sebenarnya yang kau rencanakan?" Tanya sang Goblin.
Yudi menghela napas saat Goruru berhasil mendapatkan ketenangannya kembali, segera sang Mage menjelaskan kenapa menyerahkan keputusan pada Goruru.
__ADS_1
"Sebagai orang asing, aku masih tahu diri. Desa itu adalah milik Rajamu, meski menjadi penasehat Raja. Itu tidak membuatku bisa mengambil keputusan secara sepihak. Karena itu, aku menyerahkannya padamu. Agar bisa melihat pandanganmu tentang mereka. Sebab kaulah yang akan memimpinnya dalam pasukan kita." Jelas Yudi dengan mata sendu.
Ketika mendengar penjelasan itu Goruru tertegun, dia tidak menyangka kalau hal semacam itu dirasakan Yudi. Alasan kenapa Yudi tidak menerimanya secara langsung tawaran Buto Cakil karena menghormati dirinya.
'Aku telah salah menilainya, dia masih mempertimbangkan pendapatku. Padahal dia bisa saja langsung menerimanya tawaran para Buto tadi.' Batin Goruru.
'Anak ini benar-benar menggunakan kekuasaan dengan baik, aku berharap bisa menjadi pembantunya.' batin Rawu setelah menyaksikan perdepatan kecil antara Yudi dan Goruru.
"Aku minta maaf karena berpikiran, kalau kau hanya menjadikanku tumbal dalam keptutusan tadi," ucap goruru sambil menundukan wajah. "Aku tidak akan meragukan lagi apa yang kau lakukan, Tuan Penasehat!"
Yudi senang mendengar ucapan Goruru, lalu menepuk pundak dari kapten budaknya. "Angkat kepalamu! Lupakan kejadian tadi, pikiran buruk selalu kita miliki. Mereka yang bisa mengendalikan dan menguasainya adalah pemenang sejati." Ucapnya sambil menunjukkan senyum.
Mata Goruru bersinar melihat sikap Yudi, dia bangkit dengan wajah semangat. Rawu juga senang dengan sikap yang ditunjukan Yudi. Dia mendekat pada mereka. "Cih sepertinya para Goblin memiliki sekutu yang kuat, hasil dari mencari dua buah item itu benar-benar tidak terduga." Ucapnya sambil mendengus.
"Hmph! Kami para Monster begitu mementingkan keselamatan Rakyat, tidak seperti manusia yang mengabaikannya." Ucapnya membalas candaan Rawu.
Namun mendadak suasana hening, Goruru yang berniat bercanda kini merutuki diri karena sudah menekan tombol yang harus dihindari.
'Aku telah salah memilih kata-kata,' batinnya.
"Teman-teman, aku hanya bercanda!" Ucapnya dengan pelipis penuh keringat.
"Oh hanya candaan ya!" ucap Rawu.
"Aku kira serius" tambah Yudi.
Mendengar itu entah bagaimana Goruru merasakan firasat buruk, hal yang dikhawatiran datang lebih cepat. Dua kepalan tangan menghantam wajahnya.
"Kalau begitu ini juga termasuk Candaan!" Ucap Yudi dan rawu bersamaan
__ADS_1