Rising Of The Mage

Rising Of The Mage
Chapter 46


__ADS_3

"Bagaimana Goruru, apa kau sudah mendapatkan detail tentang keunggulan dari masing masing Wangsa." Tanya Yudi.


Goruru mengangguk saat mendengar pertanyaan yang diarahkan padanya, sudah tiga hari berlalu sejak penobatan Yudi sebagai Penasehat utama desa.


Kini tugas utama dia adalah melihat kekuatan dan kekurangan masing masing wangsa, metode ini juga tidak hanya berfokus pada kekuatan melainkan tentang jenis makanan dan minuman yang biasa mereka konsumsi.


Goruru menyerahkan dokumen yang telah dia kumpulkan, "ini adalah hasil yang telah ku kumpulkan, silakan terima tuan penasehat." ucapnya.


"Ya ampun, Goruru. Status dirimu dan aku itu setara, jangan terlau formal jika hanya ada aku dan kau di ruangan ini." ucapnya.


Secara mekanisme, jabatan senopati dibawah satu tinglat dari penasehat. Yudi juga mendapatkan detail, informasi perkembangan desa yang dibangun Goobu.


"Baiklah mari kita lihat, apa keunikan dari masing masing wangsa." gumamnya.


"Hm, Yudi. Aku penasaran kenapa kau menjadikan para ketua Wangsa itu sebagai pemimpin tanpa mahkota, hal itu sama saja kau memberi mereka kuasa untuk mengganti posisi Raja saat ini-"


"Hanya bila sesuatu hal yang buruk terjadi pada raja sah saat inilah, mereka bisa mengambil tampuk kepemimpinan. Tidak hanya itu, keputusan tetap ada dibawah kendaliku. Hal ini hanya sebagai pemanis juga strategy, untuk melihat apakah diantara mereka ada seorang pengkhianat. Jika hal ini terjadi, maka pasukan khusus yang kubuat untuk kondisi darurat akan memainkan peranannya." potong Yudi serta penjelasan tentang alasan dia memberi status tersebut.


Tepat setelah acara peresmian dirinya dan Goruru sebagai senopati berakhir, Yudi meminta ijin pada Goobu untuk membentuk sebuah tim elit dibawah naungannya. Dia juga menjelaskan alasan kenapa membuat unit tersebut, kalau mereka di persiapkan untuk keadaan darurat. Jika suatu waktu terjadi pemberontakan atau pengkhianatan.


Hal itu di setujui oleh Goobu, sebuah surat resmi ditulis dan ditanda tangani oleh sang Goblin Lord. Menyatakan kalau dia memberi kuasa pada Yudi, untuk menciptakan pasukan khusus dibawah komando dirinya.


Yudi juga memberikan saran pada Goobu untuk menciptakan pasukan khusus sendiri, yang terpisah dari pasukan utama. Sebagai upaya untuk melindungi dirinya, nasehat itupun diterima dan secara rahasia mereka merekrut orang yang mempu menjaga rahasia dan identitas dari beberapa wangsa.

__ADS_1


Pasukan itu tidak hanya dari satu wangsa saja, namun seluruh wangsa ikut masuk dalam pasukan tersebut. Jadi ada tiga resimen pasukan di desa Goblin, itu adalah Resimen pembantu dibawah Yudi, kemudia resimen penjaga Raja dibawah perintah Goobu. Terakhir adalah resiman utama yang dipimpin oleh Goruru sebagai senopati.


"Kini struktur desa ini sudah menyamai Kerajaan Agung saja, ada pasukan khusus. Terlebih Raja Goobu juga kulihat secara rahasia, menyaring beberapa orang untuk dijadikan sebagai tim elit. ucap Goruru.


"Syukurlah dia mengikuti saranku, pasukan yang melindungi sang raja ketika situasi darurat itu penting. Resimen utama yang dipegang olehmu bertugas mempertahankan hal yang paling penting. Untuk menjaga keutuhan wilayah sang Raja, sedangkan resimen elit yang dikumpulkan raja Goobu. Memiliki peranan untuk menjaga dirinya tetap selamat, jika seandainya dirimu gugur di medan perang." jelas Yudi.


Goruru menganggukan kepala ketika mendengar penjelasan Yudi, tapi dia penasaran dengan hal lain.


"Kemudian, resimen yang kau pimpin tugas untuk apa?"


"Goruru, kudeta tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua orang. Mereka pasti akan membuat pasukan, jika seandainya resimen dirimu gagal menghadang. Maka resimen diriku akan memainkan perannya, untuk mengulur waktu agar sang Raja dan pasukan elitnya bisa meloloskan diri." ucap Yudi.


"Selain itu, ini juga dipersiapkan tidak hanya sebagai pengulur waktu saja. Tetapi sebagai pengintai untuk menyelidiki adanya pengkhianat di sekitar kita, jika saja kau tidak diangkat sebagai senopati. Aku pasti akan memilihmu sebagai wakilku, berhubung kau sudah dipercayai sebagai senopati maka aku memilih orang lain." tambah Yudi.


'Aku bersumpah untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama,' batinnya.


"Lalu orang lain itu biar kutebak, mungkinkah Rawu." ucap Goruru.


"Aku tidak pernah meragukan insting dirimu, selain itu dan kejelihan dirimu itu merupakan nilai tambah kenapa aku sangat menginginkanmu sebagai wakilku." ucapnya.


"Hoh, jadi jika Goruru tidak menjabat sebagai senopati. Aku akan disingkirkan nih." ucap sebuah suara.


Keduanya tidak perlu menengok karena sudah hapal dengan pemilik suara itu, sedangkan orang yang ikut campur itu mulai masuk lebih dalam.

__ADS_1


"Sepertinya, diriku ini sebagai pengganti ya, sakit sekali mendengar kenyataan ini." ucapnya dengan nada seakan kecewa.


Namun Yudi tahu dengan jelas sikap pria pemalas itu, meski dia mempunyai sesuatu dari tujuh dosa besar manusia. Namun apa yang ada di kepalanya, melampaui dosa itu sendiri.


"Orang yang kuinginkan memang memiliki insting dan kewaspadaan tinggi, tapi dirimu meskipun salah satu dari tujuh dosa besar ada padamu. Aset tak terbayangkan yang kau punya, membuat dosa itu tampak tidak berarti. Kuharap ini bisa membuat kenyataan yang baru kau dengar terpulihkan." ucap Yudi sambil tersenyum.


"Cih, seperti biasanya. Pilihan katamu menarik, aku penasaran dari mana kau mempelajari hal itu tuan penasehat?" ucap Rawu.


Yudi mencondongkan dirinya, menyatukan seluruh jarinya dan menatap Rawu dengan tatapan yang berisi kesan 'kau ingin tahu' dari tatapan itu.


"Jika kau ingin memilikinya, berkomunikasilah lebih sering dengan para Merchant. Mereka memiliki kecakapan dan kemulusan dalam hal ini, karena dengan modal ucapan manis itulah mereka menyambung hidup." jawab Yudi.


Merchant adalah pedagang, kelas mereka berhubungan dengan jual beli barang. Lalu salah satu hal yang harus di miliki seorang Merchant, merupakan kecakapan dalam menawarkan produk yang dijualnya.


Jika Merchant tidak memiliki kecakapan dalam hal ini, maka barang yang mereka perjualkan tidak akan laku. Bahkan hal terburuk adalah orang yang memberikan modal, akan menarik semua aset yang mereka percayakan padanya.


Bercermin pada lemahnya kelas yang dimiliki Merchant, beberapa orang yang memiliki kelas tersebut. Membentuk sebuah aliansi dagang, para anggotanya harus seorang Merchant.


Lama kelamaan pertumbuhan aliansi itu kian pesat, lalu mereka melebarkan sayap lagi. Demi meraup keuntungan yang lebih besar, mereka dengan cerdiknya menyuap kerajaan dengan memberi bayaran yang besar.


"Aku adalah mantan tentara bayaran Merchant, tapi tidak pernah sekalipun diberi pengetahuan tentang memuji seperti itu." balas Rawu.


"Hm, tandanya kau tidak memenuhi kriteria yang diingkan olehnya. Kuberi tahu padamu, jika seorang Merchant mempercayai dirimu. Dia akan memberikan apa yang dia ketahui, termasuk cara memuji orang demi memenangkan hati orang yang bersangkutan." ucap Yudi sambil mengingat kembali, waktu ketika dia bersama dengan Luuin penyelamatnya.

__ADS_1


'Itu adalah dua minggu penuh kegembiraan, bahkan niat terbesarku adalah mewujudkan kegembiraan itu dihati semua orang. Salah satu caranya adalah menghadapi Holocaust.' batinnya.


__ADS_2