
"Apa maksudnya ini!" Ucap semua orang dengan mata melebar dan mulut terbuka.
Tidak lupa pandangan para Buto juga mengarah pada Yudi yang membaca Hint itu dengan serius. Lalu seulas senyum sangat tipis dia lakukan.
"Penasehat Desa! Laporan darurat, di depan gerbang desa kita kini sudah berkumpul ribuan Undead yang siap menghancurkan desa Amarta!" Ucap seorang penjaga yang datang tergopoh-gopoh.
"Shadow!" Panggil Yudi.
"Siap Tuan!" Jawab Shadow yang langsung tiba di belakang Yudi.
Para Buto yang hendak bertanya pada Yudi mulutnya terkunci, karena kedatangan Ketua dari pemimpin bayangan tersebut.
"Segera sampaikan pada semua orang untuk berkumpul di alun-alun. Aku akan menyampaikan sesuatu pada mereka!" Perintahnya.
"Akan hamba laksanakan!" Jawabnya seraya menghilang.
__ADS_1
Para Buto yang melihatnya pergi, bisa bernapas lega. Lalu Buto Cakil bermaksud untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Yudi mendahului ucapannya.
"Kalau kau ingin tahu detailnya, datang saja ke Alun-alun. Aku akan sampaikan semua di sana!" Ucapnya seraya pergi dari tempat itu.
Tidak ada satupun Buto yang membantah, mereka membiarkan Yudi yang berjalan menuju alun-alun desa. Tak berapa lama mereka juga menyusul dari belakang.
Alasan kenapa para Buto tidak jalan bersama dengan Yudi, karena merasakan kalau sang Penasehat Desa mengeluarkan aura yang berapi-api.
Mereka tidak tahu apa yang ada dipikirannya, namun intuisi alami kaum Buto memperingati untuk tidak bertindak gegabah dalam hal ini.
Itu karena Hint pemberitahuan menyebutkan tentang Yudi yang menantang Sang Kekacauan. Sehingga desa Amarta dikepung oleh ribuan Undead.
Bisik-bisik yang terdengar mendadak hilang, saat Yudi muncul dan langsung mengambil tempat di tengah alun-alun desa. Tidak ada satupun pemimpin Wangsa ataupun orang yang mencoba berkomentar atas apa yang baru saja terjadi.
"Hn, kupikir kalian akan menyumpah serapah diriku. Kenapa kalian hanya terdiam begitu saja?" Tanya Yudi memecah kebisuan.
__ADS_1
Akhirnya Goobu sebagai Raja di desa ini angkat bicara, mewakili semua yang penasaran dengan apa yang baru saja terjadi.
"Kalau begitu, bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba-tiba ada serangan setelah Kalabendhu? Kenapa juga sistem pemberitahuan menyebutkan soal Anda yang menentang Sang Kekacauan, Tuan Yudi?" Ucap Goobu mengeluarkan pertanyaan bertubi-tubi mewakili semuanya.
Bukannya tertekan dengan pertanyaan yang diajukan Goobu karena terkesan memojokkannya. Yudi malah tersenyum dan menatap Goobu dengan mata hangat.
"Pertanyaan yang bagus, Yang Mulia! Lalu jawabanku untuk pertanyaan pertama tidak tahu, karena aku baru mengalaminya. Jawaban pertanyaan kedua juga kurang lebih sama, tapi pada pertanyaan ketiga. Kurasa …"
Yudi menggantung jawabannya dan itu membuat semua yang hadir penasaran. Apa yang sebenarnya dilakukan Yudi sehingga Sang Kekacauan mengirimkan pasukannya setelah Kalabendhu.
Untuk jawaban dari pertanyaan pertama dan kedua, mereka bisa memaklumi karena hal ini juga pertama kali terjadi. Tapi jawaban dari pertanyaan ketiga akan menjadi kunci kenapa hal ini bisa terjadi.
Karena itu mereka menunggu dengan sabar, jawaban yang akan di sampaikan oleh Penasehat Desa Amarta tersebut.
"… Karena ucapanku yang mengatakan dalam hati. [Kalabendhu aku akan menghadapimu dengan pasukan terbaikku, sekarang kirimkan padaku pasukan terbaikmu]. Itu sih yang aku sampaikan sambil memandang remeh padanya." Jawab Yudi dengan santai.
__ADS_1
Semua yang mendengar jawaban itu terdiam, tidak menyangka dengan apa yang baru di sampaikan oleh Penasehat Desa Amarta itu.